Anugerah Terindah

Monday, January 23, 2012

Perkembangan bayi Rasyad Yusuf Akira

Alhamdulillah, sudah 3 bulan lebih anak bungsuku menghirup udara dingin di Saga. Sedikit catat an tumbuh kembangnya sempat saya catat.
Lahir, 14 Oktober 2011, pukul 13.59 JST di NHO Saga Hospital
BB : 2940 gram
TB : 48 cm
LK : 32.5 cm
LD : 31 cm
Pemberian vitamin K di hari pertama dan hari kelima kelahirannya
Puput pusar di hari ke-delapan belas, tanggal 1 november 2011, pukul 5 sore.
Test pendengaran : normal (sayang disini tanda bukti test pendengaran tidak disertakan, padahal saat kelahiran Rafif disertakan hasilnya).
New born screening test (bayi diambil sample darahnya dari salah satu tumitnya) dihari ketiga, alhamdulillah baik hasilnya.
Secara keseluruhan serangkaian pemeriksaan pasca lahir hingga masa kepulangan (9 hari) semuanya normal.
Bayi tidur nyenyak disiang hari dan mulai jam 3 pagi bangun, berlangsung kurang lebih seminggu, setelah itu saya coba ubah pola mandinya, yang biasa saya mandikan siang hari berubah jadi sore hari, Alhamdulillah hasilnya selepas mandi, nenen, tidurnya nyenyak sekali.
Usia 1 bulan
(Pemeriksaan satu bulan : ikagetsu kensha/ikensha)
BB : 4765 gram (subhanallah, dalam waktu satu bulan berat badannya naik 1,825 gram. kata dokter anaknya (bagian shonika) akachan wa totemo genki, Bonyu bakari ?ichi nichi nan kai nomimasuka ? taihen nee, okaasan neraremasendeshita.... (bayinya sangat sehat, ASI saja ?sehari minum berapa kali ? ibu nya kasihan gak bisa tidur).
Alhamdulillah sejauh ini bayi Rasyad hanya minum ASI saja.
TB : 54,7 cm
LK : 38.2 cm
LD : 37 cm
Pemberian Vitamin K
Sudah mulai mencari-cari arah datangnya suara, kalau netek sepertinya udah bisa fokus lihat mama. Suka dikejutan dengan suara keras kakak kakaknya...^_^
Sejak usia 6 minggu sudah bisa mengeluarkan suara huuuu atau heeee....
Hobby ngenyot jari...
Tanggal 11 november pertama kali di gundul rambutnya sama papa, lucuuu bangettt jadi kayak boboho....kelihatan makin montok.
Pup normal...
Alhamdulillah bebas ruam popok dan ruam pipi
Pertama kali kukenalkan ofuro/mandi di bak air besar, seneng banget...usia 3 mingguan.
Usia 2 bulan
Mendapatkan kunjungan istimewa dari petugas Hohoemikan Saga Shi (Seperti balai kesehatan Ibu dan ANak kalau di Indonesia). Mendapatkan penjelasan dan sebagainya mengenai perawatan ibu dan bayi , juga pola asupan gizi yang seimbang buat ibu dan bayi.
Dengan membawa timbangan dan alat pengukur panjang bayi, dengan semangat melakukan pemeriksaan ini.
BB : 6120 gram
TB : 58.4 cm
LK : 48.48 cm
LD : 38.5 cm
Kesimpulannya bayi sangat sehat... (kata petugasnya)
SUdah mulai lebih banyak mengeluarkan suara-suara (ngoceh), pandangan juga sudah terlihat lebih fokus. Bisa mencari sumber suara (maksudnya dengan menolehkan kepala ke kanan, kekiri...). Kalau dililing... diajak ngomong sudah bisa merespon dengan senyum2/ketawa.
Matanya sudah mengikuti arah suara musik/bunyi-bunyian mainan yang kuletakkan di depannya.
Tidur sudah mulai teratur, semalam bangun sekitar 3-4 kali.
Alhamdulillah masih setia dengan ASI.
Saat dipangku sudah tidak mau dengan posisi 45 derajat lagi, suah hampir posisi setengah duduk.
Hobby ofuro makin seneng, kalau diangkat sepertinya gak mau, nangis...
Bebas ruam popok dan ruam pipi.
Pertama kali melakukan perjalanan jauh, ke KitaKyushu, Space world nganterin mbak Safa, mas Rafif main-main, pergi dan berpetualang ke planet Mars. Event liburan tahun baru... tanggal 31 Desember 2011.
Usia 3 bulan.
BB : 7200 gram (ditimbang sendiri, soalnya pas imunisasi di RS gak ditimbang)
TB : 62 cm
Imunisasi untuk pertama kali, BCG.(nangis kenceng saat disuntik, kasihan banget... menurutku dokternya kurang sip, habis nyuntiknya gak nunggu anak diam dari nangisnya... harusnya nunggu anaknya tenang, baru di suntik)....
Tidak ada pemeriksaan seperti biasa, cuma ada pemeriksaan mulut dan panas badan saja.
Sudah semakin banyak ngocehnya, suka sekali ketawa, apalagi kalau dililing atau dicium, bisa ngakak ngakak ketawanya.
Sudah bisa meraih mainan dan segera memegangnya dengan kencang
Suka mainan tangannya sendiri, kedua tangannya digabungkan, sambil digerak-gerakkan.
Suaranya makin kenceng, ngilernya juga makin banyak...ngeces jadi hobbi baru...mainan air liur.
Kalau diajak ngomong sepertinya ngerti gitu terus keluarin suara indahnya.
Cenderung anteng dibanding kedua kakaknya, ditinggal gak suka nangis2, asal ada musik atau murotal yang menemani.
Alhamdulillah masih ASI saja, bebas ruam popok dan ruam pipi.
Kakinya sudah mulai nendang-nendang keras, bisa menjatuhkan guling kecil yang kuletakkan dibawah tidurnya.
Sudah mulai menggerakkan tubuhnya seakan mau miring2.
Hobby ofuro di bak mandi besar, sambil mancal-mancal dan seneng sekali kalau ditengkurapkan baik di kasur atau saat mandi, gaya seperti berenang kesukaannya
Sudah gak mau digendong ojong/posisi tidur atau 45 derajat, maunya posisi didudukkan...
Sudah bisa menyangga leher dengan tegak, sudah tidak giur giur lagi.
Tidurnya juga sudah mulai berkurang, alias banyak meleknya, maunya diajak ngobrol terus...^_^
Alhamdulillah, terima kasih yaa Rabb atas segala anugerah terindah kepada keluarga kecil kami.Jaga, sayangi, dan lindungi anak-anak kami, semoga mereka termasuk kedalam golongan anak-anak yang sholeh sholehah calon penghuni surga yang abadi. aamiin.

Tuesday, January 17, 2012

Seputar Kehamilan dan kelahiran adik Rasyad(Edisi Cerita Yang Tertinggal) Part 2

Melanjutkan cerita kemaren, mumpung masih semangat...

Selama nyuuin / rawat inap selama sepuluh hari alhamdulillah bisa beristirahat, karena semua pekerjaan rumah sedikit terlupakan, makan tinggal makan, tidur, bayi juga masih kecil, sehingga bangunnya juga pas pup, lapar saja. Setiap hari juga bekas jahitan di perut dicek sama perawat atau terkadang dokternya.

Selama sepuluh hari juga itu bayi mendapatan perawatan yang luar biasa, pemeriksaan demi pemeriksaan di lalui dengan baik dan hasilnya semuanya baik. Setiap hari bayi diambil suster, untuk dimandikan, kita juga diajarkan cara memandikan bayi, walaupun bagiku sudah tidak asing lagi, karena sebelumnya sudah pernah mengurus dan memandikan 2 bayi sendiri. Ada pemeriksaan telinga, pemberian vitamin K, pemeriksaan gigi, hehhee yang ini ada keanehan juga, karena gigi bagian bawah bayi Rasyad agak menonjol keatas 2, seperti gigi yang sudah mau tumbuh. Setelah di cek ternyata itu bukan gigi dan masih bakal gigi...^_^ hihihihih ada bayi bergigi.... Selama di rumah sakit, adik pake baju yang disediakan di rumah sakit, harga sea bajunya perhari 500 yen, kita bisa ambil sendiri di tempat yang disediakan dan bisa memakai sepuasnya.

Tibalah hari kesembilan dan saya minta ijin untuk pulang terlebih dulu, alhamdulillah diijinkan, karena saya lihat di jadwalnya semua pemeriksaan sudah berakhir di hari kesembilan selepas dhuhur. Sementara selama saya da adik Rasyad di rawat, suami dan anak-anak selalu datangs etiap hari, padahal jarak juga tidak dekat, ternyata mereka semua merindukan ibunya, sampai di rumah sakit selalu bergantian menciumku dan juga adiknya.

Kami juga dibekali surat tanda lahir (shussei todoke), kali ini saya minta yang 2 versi, karena versi aslinya pake huruf kanji, aka nihon go, saya minta yang versi Bahasa Inggris.

Sampailah di apato dan kehidupan baru dimulai dengan berbagai suka dan duka, rumah alhamdulillah jadi rame banget, semakin semarak.

Sedikit catatan, di rumah sakit ini kami tidak mendapatkan informasi apapun dari sensei mengenai biaya kelahiran. Saat pemeriksaan kehamilanpun kami sudah menanyakan ke sensei, tetapi beliau juga tidak tahu. AKhirnya dengan berbekal pengalaman saat kelahiran Rafif, saat kehamilan menginjak bulan ke - 8 kami mengurus surat keringanan ke Syakusho (kantor pemerintahan). Kami diantar Chisato san sahabatku, untuk mendapatkan kartu hijau sebuah kartu untuk pemeriksaan gratis selama satu tahun dan potongan biaya kelahiran.Benar, hasilnya kami diberikan keringan pembayaran, hanya dikenai 80.000 yen dan biaya rumah sakit dibayar di tempat rumah sakit dimana kita melahirkan. Kalau tidak mendapatkan keringanan atau biaya yang seharusnya kami bayarkan sebanyak 518.000 yen. Woww.... sebuah angka yang fantastis...terlalu mahal bagi kami.

Jadi pada ibu-ibu yang akan melahirkan di Jepang, apalagi yang lewat persalinan sexio, hendaklah mengurus kartu hijau, namanya lupa...

Sekedar catatan setap kali pemeriksaan melalui USG untuk bayi Rasyad saat masih di dalam kandungan mama .

Minggu ke 12, berat bayi 10 gram

Minggu ke 16, berat bayi 116 gram

Minggu ke 20, berat bayi 259 gram

minggu ke 24, berat bayi 533 gram

Minggu ke 26, berat bayi 951 gram

Minggu ke 28, berat bayi 1204 gram

Minggu ke 30, berat bayi 1533 gram

Minggu ke 32, berat bayi 1726 gram

Minggu ke-34, berat bayi 2035 gram

Minggu ke-36, berat bayi 2370 gram

Minggu ke-37, berat bayi 2576 gram

dan pada minggu ke 38 lebih satu hari, pemeriksaan terakhir sesaat menjelang operasi, berat bayi 2724 gram.

Alhamdulillah saat kelahiran bayi Rasyad berat badannya 2940 gram, dengan panjang 48 cm. lahir dengan selamat, sehat, normal tidak kurang suatu apa di NHO, Saga National Hospital, pada pukul 13,59. dibantu dokter obgyn Tomoe Hirai sensei dan kepala perawatnya Yuriko Tawara.

Monday, January 16, 2012

Seputar Kehamilan dan kelahiran adik Rasyad(Edisi Cerita Yang Tertinggal)

Sebenarnya sudah lama banget pingin nulis cerita ini, agar bisa dibaca anak-anakku nantinya. Masih ada beberapa catatan yang masih saya simpan, namun baru kali ini sempat aku salin disini. Mempunyai momongan salah satu tujuan dan cita-cita setelah menikah. Untuk menunggu kelahiran buah hati Safa kami harus bersabar selama kurang lebih 4 tahun 3 bulan. Kehamilan dan kelahiran yang sangat dinantikan. Saat Safa onechan berusia dua tahun, saya dan suami merencanakan untuk menambah momongan (jika Allah mengijinkan lagi). Ternyata setelah Safa onechan berusia 2 tahun 9 bulan, saya baru dinyatakan positif hamil. Dan 9 bulan kemudian lahirlah putra ganteng sholehku Rafif. Lahir dengan jarak 3 tahun 4,5 bulan. Sedangkan jarak kelahiran Rafif dengan Rasyad 3 tahun 10 bulan. Alhamdulillah penantian yang berujung bahagia.
Begitupun dengan kehamilan adik Rasyad, semenjak Rafif onichan berumur 2 tahun, kami pun sudah merencanakan kehamilan selanjutnya. Namun lagi-lagi, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Setelah menunggu 1 tahun 2 bulan, barulah saya dinyatakan positif oleh dokter, setelah pemeriksaan USG transvaginal (pemeriksaan melalui kemaluan, disini saya sempat melakukan pemeriksaan di usia kehamilan 6,7,8 dan 10 minggu, semua atas anjuran dokter). Kehamilan kali ini saya mencoba di rumah sakit lain, beda dengan kehamilan Rafif. Kami memilih Saga National Hospital, dimana kebanyakan orang asing periksa kehamilan dan melahirkan di rumah sakit tersebut. Tentunya dengan kelebihan pasti ada perawat yang pintar berbahasa Inggris...paling tidak. Tapi ini sudah tidak terpikirkan, karena insyaallah saya sudah bisa komunikasi bahasa lokal. Hanya ingin suasana beda saja, mengingat rumah sakit ini baru saja selesai di rehab, jadi semuanya serba baru.... ^_^. Lagi-lagi sebelumnya pemeriksaan lewat test pack mendal,alias gak mempan. Alhamdulillah setelah perjuangan ke dokter beberapa kali (mulai pemeriksaan pengaturan hormon dan haid, sampai dibikinkan jadwal) dan kami sudah berada pada tahap pasrah rejeki itu datang. Alhamdulillah, kehamilan ketiga anak-anak kami sangat kami nantikan dan semuanya melalui proses yang panjang. Begitu kabar baik ini suami sampaikan kepada kakak-kakaknya, subhanallah begitu ceria, gembira dan antusiasnya mereka menyambut kehadiran calon adiknya. Alhamdulillah...
Selama kehamilan anak-anakku yang saya alami hampir sama. Saya benar-benar mabuk berat, sejak sekitar berusia 7 minggu tiap hari, tiap waktu dan bukan hanya pagi saja saya mengalami yang namanya morning sickness (harusnya kalau sesuai namanya terjadi pada pagi hari saja ya...hehe). Iya morning sicknes, dimana rasa mual dan muntah selalu melanda pada kebanyakan wanita hamil di trimester pertama yang disebabkan adanya peningkatan hormonal. Sungguh rasa yang hebat, badan jadi serasa nikmat, dan rasanya mualas luar biasa, semua makanan dan minuman yang bisa masuk dengan susah payah, dalam hitungan menit keluar begitu saja, tentunya dengan meninggalkan badan yang semakin lemas. Alhamdulillah ketiga-tiganya berlangsung setiap hari, setiap waktu hingga usia kehamilan anak-anakku 5 bulan. Catatan....anak-anakku sama... berhasil membuat ibunya mabuk...hahhaha
Alhamdulillah walaupun mabuk berat, semua aktifitas rumah tetap terkendali, saat mabuk semua pekerjaan yang berhubungan dengan dapur dan masak-memasak di handle suamiku alias bapaknya anak-anak.. EHmmm....semakin mencintai dan membutuhkanmu disaat seperti itu... thanks to my beloved husband... Pekerjaan lain, insyaallah saya masih bisa, bahkan antar jemput Rafif onichanpun masih saya lakukan dengan bersepeda hingga usia kehamilan hampir 8 bulan... Catatan POKOKNYA GAK MAU BAU DAPUR, GAK MAU LEWAT DAPUR, GAK BAU BAWANG PUTIH.
Setiap bulan dari pemeriksaan akachan Rasyad di perut alhamdulillah hasilnya selalu baik dan pertumbuhan janin normal. Hanya saja pada saat minggu ke 28 pemeriksaan ada sedikit masalah pada kadar gula darah dan hb (hemoglobinku cuma 8). Batas normal gula darah di Jepang 180 mg. Sedangkan hasil pemeriksaan menunjukkan 186 mg. Al hasil karena pemeriksaan kesehatan disini begitu hati-hati dan dokter tidak mau gegabah dalam menangani pasien, minggu depannya saya disuruh periksa lagi. Dan lagi-lagi, hasilnya juga sama, malah naik jadi 190. (sempat berfikir apakah ini pengaruh saya habis ditinggal suami pulang ke Indonesia, saya disini ngurus 2 anak sendiri, habis gitu makan yang enak-enak kali ya...).Bagai disambar petir, sensei menyuruh saya untuk rawat inap selama semalam untuk observasi dan menjaga pola makan selama di rumah sakit. Byuh, dengan harapan masih bisa didispensasi selisih kadar normal itu, saya pun merengek sama sensei untuk tetep di rumah saja, sensei tetap tidak mengijinkan. Beliau takut kalau si jabang bayi nantinya juga terkena diabetes. Duh....padahal riwayat kesehatan saya dan keluarga tidak ada yang kena diabetes, tekanan darah juga normal-normal, keluhan selama kehamilan juga gak ada kecuali morning sickness sampai usia kehamilan 5 bulan....
Akhirnya saya mengikuti saran sensei dan selama semalam menginap saya terus dipantau pola makan (bener-bener sesuai aturan dan gak boleh dapat makan dari luar, semua harus dibatasi, walaupun itu sekedar buah). Sehari semalam di rumah sakit hasil pemeriksaan semuanya normal. Lega, alhamdulillah. Begitu pulang masih tercengang dan dikagetkan dengan tagihan yang harus dibayar, hemmm tidak perlu disebutkan minimalnya, tetapi membuat kami (saya dan suami) terkejut bukan kepalang, mahal banget.... masyaallah.... disyukuri....sehat itu mahal bunda...^_^. Pada saat pulang saya masih dibawakan alat (kitto ceku), bahasa Indonesianya kurang lebih alat untuk mengukur kadar gula darah, yang bisa dilakukan sendiri. Ini harus saya lakukan selama sebulan penuh, sebelum makan dan2 jam sesudah makan secara rutin dan teratur. Subhanallah, syukur tak terhingga, selama pemeriksaan sendiri hasilnya normal semua, hanya satu kali saja sedikit outlier, ketinggian dikit, gara-gara habis makan es krim. Tapi secara keseluruhan hasilnya bagus dan alhamdulillah ini berlangsung hingga waktunya persalinan tiba.
Kenaikan berat badan pada kehamilan kali ini juga tidak begitu signifikan, sampai minggu ke-30(ketiga puluh) hanya naik sekitar 3,2 kg dan pada tahap akhir kehamilan sampai sekitar 12 kg saja. Beda dengan saat kehamilan Safa onechan yang naik hingga 20 kg dan Rafif onichan yang sampai 15 kg. Namun pada kehamilan kali ini serasa sedikit lemas, sedikit-sedikit capek, mudah mengantuk, walaupun pada malam hari susah tidur, tapi rasa kantuk itu sungguh tidak bisa dibendung...terutama siang hari. Faktor U sepertinya berpengaruh secara signifikan. Sepertinya Uji t atau uji f perlu dilakukan nih untuk pembuktian....dengan tingkat confident interval 5 %... hahahhhaaa....
Sangat menikmati kehamilan kali ini. Walaupun morning sickness melanda, namun kehamilan kali ini benar-benar kami nikmati bersama, saya, suami, Safa onechan dan Rafif onichan.Semua bekerja sama, saling bahu membahu mengerjakan tugas, belajar saling berbagi dan menyayangi. Mengingat ini penantian panjang dan perjuangan untuk mendapatkan lagi. Rasanya setiap hari semakin tidak sabar untuk segera mendengar tangisnya, melihat wajahnya. Rasa sayang kami sudah tumbuh disaat engkau masih belum ada di perut mama sayang, semua menantikan kehadiranmu adik Rasyad...
Sedikit catatan kehamilan hingga kelahiran anak saya selama di Jepang. (Pada Kehamilan Rasyad, karena Rafifpun juga lahir disini, namun dengan rumah sakit yang berbeda, dengan sedikit perbedaan perlakuan ).
  1. Pemeriksaan dari diketahuinya kehamilan sampai berusia 10 minggu seminggu sekali kemudian baru dua minggu sekali. Setelah usia 12 minggu baru satu bulan sekali. Dari pembicaraan yang bisa saya tangkap dokter ingin memastikan bahwa janin betul-betul menempel/ berkembang secara sempurna / ada janin didalam rahim.
  2. Setelah diketahui positif hamil, kita diberikan kartu pinku, yang berguna untuk membuat jadwal/janjian dengan dokter, hari, tanggal dan jam berapa jadwal pemeriksaan selanjutnya. Jadi kita gak perlu lama-lama menunggu antrian di rumah sakit.
  3. Disaat awal kehamilan dilakukan pemeriksaan melalui USG Transvaginal (melalui kemaluan) dan pap smear yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya servical cancer (kanker leher rahim). ALhamdulillah dapat dokter perempuan, jadi sedikit lega, dokter Tanaka. Namun dengan Tanaka sensei hanya 4 kali pertemuan, karena pindah tugas, diganti dengan alhamdulillah sensei perempuan lagi, Tomoe Hirai sensei.
  4. Beberapa kali dilakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat adanya kelainan atau kemungkinan-kemungkinan ada sesuatu dalam darah si ibu. Ini bagian yang sangat tidak aku suka, suka ngeri sendiri, alhasil selalu kugandeng suamiku untuk menemaniku.
  5. Setelah pemeriksaan pada minggu ke-10, kita mendapatkan surat pengantar dari sensei/dokter rumah sakit untuk mendapatkan boshi teicho (Maternal and Child Health Handbook) /buku pemeriksaan kesehatan ibu dan anak (kalau di Indonesia sebangsa KMS/Kartu Menuju Sehat) di Hohoemikan (kalau di Indonesia Balai kesehatan ibu dan anak). Tapi kalau di Indonesia dapat KMS nya di puskesmas, bidan atau posyandu ya...
  6. Di Hohoemikan kita juga mendapatkan satu bendel kertas sebanyak 14 lembar sebagai alat bukti pemeriksaan selama kehamilan tidak dipungut biaya alias gratis. (dengan catatan tidak sedang ada pemeriksaan darah lengkap atau ada kasus dalam kehamilan). Saat kita mengambil bosu techo ini, kita bisa mendapatkan kartu fasilitas parkir terdekat/fasilitas khusus buat ibu hamil muda dan jika kehamilan sudah menginjak usia 7 bulan hingga bayi berusia 3 bulan mendapatkan hak istimewa tempat parkir (seperti haknya mereka yang berkebutuhan khusus).
  7. Selama di Hohoemikan, kita mendapatkan penyuluhan yang begitu lengkap mengenai kehamilan, pola makan yang bagus, bahkan diberi menu makan yang seimbang selama kehamilan, juga kegiatan atau aktifitas apa saja yang dibolehkan/tidak buat ibu selama kehamilan.
  8. Mendapatkan kesempatan untuk pemeriksaan gigi gratis sebanyak 2 kali selama kehamilan. Setiap bulan selalu ada jadwalnya.
  9. Pada setiap pemeriksaan/kontrol di rumah sakit, selalu diawali dengan pemeriksaan berat badan, cek tekanan darah, denyut jantung dan juga urine.
  10. Setiap kali pemeriksaan selalu dilakukan USG untuk melihat perkembangan tumbuh kembangnya janin di dalam rahim ibu, letak dan posisi janin, mengetahui cairan ketuban, melihat ada tidaknya masalah dengan plasenta bahkan hingga perkiraan berat dan panjang janin, jenis kelamin. Kebetulan disini sudah menggunakan USG 4 dimensi, bisa dilihat dengan jelas kira-kira wajah calon bayi kita. Dan setiap kali pemeriksaan kita selalu diberi beberapa lembar hasil cetak pemeriksaan melalui USG. Saat-saat USG inilah saat yang paling kami tunggu. Dengan alat yang menggunakan gelombang suara inilah yang membuat kami semakin rindu ingin segera bertemu dengan ananda tercinta. Subhanalah ada makhluk bernyawa tinggal di perutku...
  11. Karena riwayat kelahiran sebelumnya operasi sesar, maka untuk kelahiran selanjutnya juga sesar. Kalau yang ini betul-betul tidak bisa ditawar, walaupun untuk kelahiran kedua. Dokter tidak mau ambil resiko yang sekiranya membahayakan nyawa ibu dan bayi.
  12. Satu bulan menjelang hari kelahiran, diadakan semacam konseling antara pasien dengan perawat. Dimana perawat sudah menjelaskan secara detail tentang segala persiapan yang harus dilakukan menjelang kelahiran, agar ibu sealu memperhatikan pola dan menu asupan gizi, agar ibu tidak terlalu banyak berat badannya dai akhir masa kehamilan. Bahkan sampai mencontohkan cara membersihkan (maaf) puting susu yang benar, agar nanti selepas bayi lahir bayi siap untuk diberikan air susu ibu. Juga hal-hal yang harus segera dilakukan bila ada kontraksi atau gejala-gejala mau melahirkan.
  13. Ada program mother class, dimana setiap ibu yang akan menghadapi persalinan diberikan bekal yang mumpuni tentang persiapan melahirkan dan tata cara merawat bayi. Program ini gratis.
  14. 2 minggu menjelang kelahiran, sekali lagi dilakukan pemeriksaan darah lengkap (diambil sebanyak 4 tabung, pemeriksaan penunjang lainnya, berupa rontagen (rontgen), EKG (Elektrokardiogram). Alhamdulillah semua hasilnya baik, kecuali hb... hemoglobin darahku memang sejak dari masih gadis selalu rendah, dan kali ini malah cuma 8. Senseipun sudah memberikan aba-aba kalau nanti sebelum masuk ruang operasi terlebih dulu saya akan mendapatkan supply zat besi yang akan diinjeksikan melalui salah satu urat nadi tangan saya.
  15. Sehari menjelang hari H, kita sudah diwajibkan tinggal di rumah sakit. Masuk mulai jam 10 pagi, begitu masuk kita menyerahkan berkas yang sudah diisi dan ditanda tangani beberapa minggu sebelumnya, kita di jemput suster dari loket pendaftaran, diantar ke kamar dan diberikan berbagai macam penjelasan tentang kamar, kamar mandi, air panas untuk minum, ruang perawatan bayi dan juga pemeriksaan terakhir dari dokter obgyn. Sejak malam mulai pukul 12 kita diwajibkan puasa, paginya mandi terakhir, diinfus, pemeriksaan denyut jantung bayi (pakai alat yang namanya taijishinbaku monita) dan siangnya jam 1 memasuki ruangan operasi. Kali ini saya benar-benar tidak bisa berkutik, semua saya pasrahkan dan ikhlaskan pada ALLAH, suami belum datang di rumah sakit (karena hari itu bertepatan dengan hari jum at), saya masuk ke ruang operasi dengan diantar oleh ibu sahabatku ibunya Megumi san, yang sudah sejak jam 11 siang datang, guna menemaniku dan menunggui proses persalinanku. ALhamdulilah setelah perjuangan panjang, anestesi habis dan tambah lagi operasi berjalan dengan lancar, ibu dan bayi sehat selamat. Ada satu kejadian yang tidak akan bisa kulupakan, selepas operasi, malam harinya tanganu sebelah kiri sama sekali tidak bisa digerakkan, sempat takut, stress takut terjadi sesuatu (lumpuh)... sementara suster dan dokter saya tanya gak tahu kenapa juga. Mungkin ini akibat dari salah suntik saat mau di infus. Tapi sudahlah yang penting akhirnya baik-baik saja, setelah ditempel 2 koyo besar yang panasnya alamak... Semoga kelak kau jadi anak yang sholeh ananda Rasyad Yusuf Akira. Doa kami, ibu, bapak, dan kakak-kakakmu selalu menyertaimu. Lindungi dan sayangi dia Yaa Rabbi.
  16. Setiap ibu yang melahirkan secara sesar diwajibkan untuk nyuuin (rawat inap) selama 10 hari. Hal ini bertujuan untuk mengecek perkembangan kesehatan ibu, terutama bekas jahitan, dan agar ibu benar-benar pulih kesehatannya dan sekembalinya di rumah siap untuk mengerjakan pekerjaan rumah lagi. Mengingat disini gak ada asisten rumah tangga.

bersambung

Friday, January 06, 2012

2005-2012

2005-2012...

Waktu begitu cepat berlalu
Jarum jam bergulir tiada henti
Tak sedikitpun mau berbalik arah
Ingin rasanya kumengulang dari awal
Menjalaninya dari sesuatu yang lebih indah
yang lebih kumengerti dan kusadari
Betapa besar kuasa dan kehendakMu
Namun semuanya tidak akan pernah ada
Semuanya hanya mimpi...
Mimpi yang indah tuk dikenang
Tak kan terlupa sepanjang masa
Hanya bisa berharap dan berharap
Setetes embun yang menyegarkan hati
Membasahi kerongkongan yang hampir terhenti
Menyejukkan kalbu yang hampir kering
Wahaiiii Tuhan pemilik alam raya
ENgkau Maha tahu apa yang ada di hatiku...
Kumohon dengan sangat,.... maafkan aku
Maafkan manusia dhoif ini
Ampuni manusia hina ini
Peluk kami dalam cinta dan ridhoMu
Bimbing kami selalu di jalanMu
Wahai dzat penyempurna segala urusan yang sempurna