Anugerah Terindah

Monday, July 25, 2011

Ketika Kerinduan Memuncak

Bismillahhirrohmanirrokhim
Sudah hampir 3 tahun tidak ada kesempatan untuk bisa pulang ke kampung halaman. Banyak faktor yang menjadi penyebab semua itu, salah satunya ada kesempatan dan tentuya biaya yang sangat banyak bia kami pulang bersama pasukan lengkap. Ah, hanya bisa membayangkan seandainya paling tidak bisa puangs etahun sekali untuk menemui beliau, betapa bahagia hatiku... ALhamdulillah walaupun beum bisa pulang, paling tidak masih bisa telfon atau sms dengan bapak dan ibu di kampungku. Meskipun untuk tepon susahnya minta ampun, karena tempat tinggal orang tuaku ada di kaki pegunungan yang terkadang gangguan sinyal atau angin kencang sering kali mengganggu percakapan kami. Mungkin semuanya memang sudah menjadi nasib dan jalan hidupku ....ahhh seharusnya daam keadaan apapun saya mesthi banyak bersyukur, karena saya rasa saya termasuk orang yang beruntung masih bisa menikmati hidup dengan semua fasilitas yang tersedia, tinggal di negeri maju, layaknya impian banyak orang yang ingin menimba imu di negeri orang.
Kurang lebih 3 minggu yang lalu, hati semakin gelisah tatkala aku mendapat kabar dari adikku, kalau ibuku yang selama ini alhamdulillah sehat, baru saja pulang dari opname di salah satu rumah sakit kabupaten tempat beliau tinggal. Deg, tak enak perasaan dan pikiran yang galau menghantaui hari-hariku. Ibu baru saja mendapati kecelakaan, dan kaki kiri beliau seharusnya di operasi karena retak, namun ibuku menolak dengan alasan takut dan trauma masuk ke meja operasi lagi, akhirnya ibu memilih untuk dipasang gips di kaki kirinya. Masyaallah... ternyata kejadian ini yang membuatku serig uring-ringan, saat ku telfon rumah maupun telpon hp bapak tidak ada jawaban. Terjawab sudah... Yaa Allah berilah kesembuhan dan ringankan sakit Ibuku, ampunilah dosanya, jadikanlah ibu menjadi lebih sabar dalam menghadapi segala cobaan ini, jadikanlah sakitnya sebagai penebus dosa dan kesalahan beliau. Amin.
Jujur dalam hati seandainya saya punya sayap, pasti aku sudah langsung terbang ke sana, ingin sekali aku bisa memeluk beliau, ingin sekali bisa merawat beliau, disaat-saat seperti ini saya yakin ibu pasti membutuhkan sebuah uluran dan belaian sayang dari anak-anaknya. Yaa Allahhhh...lagi-lagi ampui ketidak berdayaanku ini... sungguh engkau maha mengetahui semua yang sedang kami hadapi saat ini. Tidak ada maksud hatiku untuk tidak pulang menemuimu, memelukmu, merawatmu, menyediakan makanan untukmu, membasuh peluhmu,.... namun ibupun tahu alasannya, maafkan aku ibuuu.
Sungguh hari ini sepertinya kerinduaku sudah mulai memuncak, sampai ke ubun-ubun, sampai anak-anakku pun disini hampir saja kuabaikan, seharian hanya aku biarkan mereka bermain komputer sendiri, menggambar, mewarna dan membaca cerita sendiri, tanpa aku mendampinginya. Sungguh sangat galau hati ini... Maafkan ibu ya nak... Sementara perutpun sudah mulai membesar, pekerjaan rumah yang tak kunjung usai, cuaca juga sangat tidak bersahabat, panas sekali... hingga hari inipun lupa memasukkan sekedar nutrisi buat si kecil di perut... bener2 lagi tidak berdaya, maafkan ibu ya nakkk...
Semoga Allah memberiku kesempatan untuk bisa kembali berkumpul dengan orangtua tercinta. Beri kesembuhan dan pertolonganMu yaa Allah.
Dalam sujud hamba memohon dan memohon untuk kebaikan kami semua, ampuni ketidakberdayaan dan ketidakmampuan hamba Yaa Allah... ampuni segala salah dan khilaf kami selama ini...