Anugerah Terindah

Friday, February 25, 2011

Uresino

Sabtu minggu lalu, tanggal 19 Februari saya, Safa dan Rafif diajak Megumi san dan Chisato san ke Uresino (kurang lebih 2 jam perjalanan mobil). Disana lihat tari-tarian orang Jepang (nihon fuyou), dimana sang penari sudah obachan2, alias sudah nenek-nenek. Ruangan penuh, penonton pun berjubel, sambutan meriah dari penonton begitu antusias. Event bulanan yang ada di Uresino. Menampilkan sang Geisha san, seorang seniman, penari tradisional, seorang penari cantik dengan dandanan putih sekali di wajahnya dan tarian perangnya yang begitu lembut, berhasil membuat seluruh penonton terpesona dan suasana tenang berubah menjadi riuh dengan tepuk tangan dan ungkapan kegembiraan para penonton.

Selesai lihat tarian, kita keliling lihat matsuri yang sedng berlangsung, onsen kaki, beli oleh2 jyu en manju, beli tofu onsen, pulang, di rumah Megumi makana malam disana. Malam dijemput bapaknya Safa.

Umi no naka michi, Fukuoka

Sebagian foto2 di umi no naka michi... dari kamera poket kecilku.











Tanggal 6 Februari lalu kami sekeluarga diajak pak Tsutsumi ke Umi no naka michi, Fukuoka ken.

Berangkat pagi sekitar jam 8 sampe rumah jam 8 malam. Anak-anak begitu menikmati hari indah itu, kita berkeliling sepeda mengitari taman sekitar laut, yang kala itu udaranya masih lumayan dingin.

Thursday, February 17, 2011

Kenangan bersamanya


Berfoto bersama 4 dokter yang menanganimu, bersama keluargaku, Megumi dan ibunya, Chisato dan ibunya, Sakai san sahabatmu. Tidak ada satupun keluargamu yang ada, namun kau bahagia sekali.

Rabu malam, sehari menjelang kau berpulang, pesta susi di Kenritsu RUmah Sakit

Sebagian kenanganku bersama Yakumo san... Melihat sebagian foto2 itu, biarlah akan menjadi kenangan tersendiri bagi kami sekeluarga.


Omura koen bersama alm. Satoko san dan Yakumo san. Saya juga masih menunggu giliran, semoga masih berkesempatan mengantarkan anak2 hingga dewasa dan mandiri

Onsen kaki di Urizino

Housten Bosch, Ana Hotel, steak ikan paus

DI Takezaki, Karatsu, setahun yang lalu

Masih di Takezaki, Restoran Kani

Di rumah

DI Hira Hama Sou restoran, Takezaki

Hotel Shiseido Karatsu

Restoran susi

Depan Karatsu Jou, Hanamian dan sakura terakhirnya Yakumo, 2010

Kaiten susi, Mr Max

Bubur Ketan hitam kesukaanmu

Hadiah tahun baru 2011 buat anak2ku, kau pilihkan semuanya

Pesta susi, tahun baru 2011 di Romanesqu mension tempat tinggalmu

Kau asyik ambilkan uang koin buat otoshidama anak2ku, sambil mengajari Safa menghitung jumlah uang

Pesta durian, kau begitu menikmati "natsukashi" kudamono mu

Suasana pesta susi tahun baru kemaren

Masih sehat kan ? semuanya masih kau siapkan

Susi bikinanmu untuk anakku

Gaya mu saat terakhir kali kita Takezaki, 26 Januari 2010



Masih banyak kenangan yang akan selalu membekas di hati, 2 minggu sebelum kepergiannya.
Selamat jalan kawan, semoga engkau sudah bertemu dengan kekasih hatimu yang telah lama menunggu. Kesetiaanmu, kejujuranmu, kebaikanmu, akan ada di hatiku,

Yakumo san berpulang, 10 Februari 2011

Hemmmmm belum sempat saya bercerita disini tentang makan2 di Takezaki, semua telah berubah menjadi duka yang mendalam. Sungguh semua begitu cepat, dua kali saya ditinggal pergi duluan oleh teman2 terdekatku disini. Ehmmmmm semoga mereka bahagia dialamnya...

Ceritanya, sudah 3 bulan Yakuma san dirawat di rumah sakit Kenritsu. Bukan sakit yang serius katanya, hanya bagian perutnya sedikit sakit, mungkin bekas operasinya beberapa tahun yang lalu, selain itu juga karena faktor usia (3 bulan lagi sebenarnya berusia 85 tahun). Begitu baiknya dokter yang menangani, Yakumo san diijinkan dirawat disitu, menempati satu ruangan (bagus banget, kayak di hotel fasilitasnya) dan semuanya gratis, mungkin ini asuransi yang dibayarkan saat masih muda dulu mahal. Seorang nenek tua renta, tanpa anak tanpa saudara dekat yang mau peduli...yaa... tanpa ada saudara yang peduli. Hanya seorang teman Megumi, teman sekitar 15 tahun yang lalu dipertemukan di sebuah tempat kegiatan touge/bikin keramik, disitulah persahabatan mereka berawal. Dan 2.5 tahun yang lalu saya mulai mengenalnya, seminggu sekali atau dua kali terkadang lebih, tergantung keinginan Yakumo san aku datang ke "Romanisque " mensen tempat tinggalnya, untuk sekedar menemaninya ngobrol, berbelanja, jalan2, dan yang terpenting saya bantu gantiin sepreinya dan juga sambil menata koleksi keramiknya yang jumlahnya ratusan. Semua kegiatan dan pekerjaan rumah tangga masih dilakukan sendiri, mulai dari masak, mencuci, bersih2 rumah, dan aktifitas pagi melihat tv, dilanjutkan mendengarkan musik klasik khas Jepang, seorang pianis ternama Fujiko Hemming. Hemmm...semuanya begitu indah menemani hari-hari sepi seorang nenek renta itu. Semuanya berawal dari sana saya mengenal nenek yang sabar, baik hati dan sudah seperti nenek bagi kami dan juga anak2 ku. Begitu cerianya dia saat sehat, banyak cerita, banyak pengalaman, banyak berbagi.
Mungkin hatinya sudah merasakan semuanya akan segera datang, hari itu, rabu, 26 Januari 2011 dia minta ijin dokter untuk keluar dari RS selama 6 jam, (ternyata ini sering dilakukan jika dia bosen tinggal di RS, dia panggil taksi dan pulang ke tempat tinggalnya yang jaraknya cukup dekat, ya, dia rindu kamarnya, rindu rumahnya). Beberaoa hari sebelumnya aku di telpon, mau ajak saya dan Ferry san makan di luar, bisa hari apa ? senin atau Rabu ? Dia ajak aku dan suamiku (biasanya gak pernah ajak suamiku) untuk pergi ke restoran kani bersama Megumi san dan ibunya. Tidak seperti biasa dia begitu semangat bercerita, tetapi begitu turun dari mobil tiba2 dia sempoyongan, sungguh tidak kami kira, semua sempat khawatir... dan dia masih bilang sinpai sinaide (jangan khawatir)... Kupapah dia bersama ibunya Megumi untuk memasuki restoran itu, Ehmmm masih dengan sisa tenaga yang tersisa, segera duduk dan istirahat sejenak, begitu menikmati suasana restoran yang kala itu bagus banget cuacanya. Dari balik kaca, terlihat indahnya warna air laut dibawah restoran itu, puluhan kapal nelayan yang saat itu sedang berjalan menuju tengah laut, hinggapan burung karasu diatas tiang listrik samping restoran, berjajar-jajar tempat pembiakan rumput laut atau noriamino...semua begitu indah untuk dinikmati.
Sambil beristirahat, menunggu pesanan, menyuruhku, ibuknya megumi dan suamiku untuk onsen (mandi dan berendam air panas) disitu, semuanya gratis sudah satu paket dengan makan disitu, nikmatilah katanya kala itu.... Sementara dia sendiri asyik bercerita dengan Megumi, tidak tau apa yang dibicarakan, namun kelihatan begitu serius dan bahagia nampaknya.

Selesai onsen, hidangan makanan sudah tersaji dan kami siap menyantapnya. Begitu senang dan bahagia raut wajahnya, begitu menikmati nya dia, makan sambil terus bercerita... walaupun saya tahu saat itu kondisi Yakumo sangat berbeda dari biasanya.... iyaaa... wajahnya sudah begitu pucat dan matanya sudah begitu sayu... ahhh pikirku sudah tinggal menunggu waktu sepertinya.... ehmmm bukan begitu maksudku...sungguh saya pun tidak tega meninggalkan dia sendiri.... karena aku tahu betul kebiasaan dia tidak begitu... 2.5 tahun bersamanya, sedikit banyak membuatku tau akan sesuatu yang biasa dan tidak biasa dilakukannya. ..ehmmmm pingin nangis jika mengingat dan mengenang semuanya tentangmu.....
Romanes 804, akan menjadi salah satu kenangan terindahku denganmu.

Satu lagi, Rabu kemaren tanggal 9 Februari 2011, kau inginkan party susi, pingin makan susi bareng-bareng, pingin buat susi sendiri lagi. Sore itu aku, Megumi dan Ibunya belanja perlengkapan tuk susi, dan sampai di Rs sudah jam 6 sore. Sementara anak-anak nyusul sama bapaknya. Begitu kagetnya saat melihat Yakumo terkapar lemah tak berdaya di kamarnya, namun masih tetap semangat. Yaaa... sore itu semuanya tampak beda, tidak tega rasanya saya melihat dan menatap mukanya, begitu cantik, putih dan dab matanya sedikit sayu, seakan ada yang kau sembunyikan. Tak kuasa menatap terlalu lama, kutanyakan dimana pestanya, dia bilang di ruang depan, ruang kegiatan. Segera kuberlari menyiapkan semuanya, bersama Megumi san, sementara ibunya menemani Yakumo san di kamar bersama Sakai san, lelaki tua, yang jalannya sudah bongkok (maaf), sahabat setia di usia 85 tahun. Sepertinya sama yang dirasakan Megumi, dai pantry rs itu tumpah air mata kami, sambil berbincang, dia kelihatan lemah sekali... Sementara Chisatod an ibunya juga suamiku dan anak-anakku juga sudah sampe,kami siapkan semuanya.
Sementara kankoku san (perawat) menarik tempat tidur Yakumo dan membawanya ke ruang pesta. Subhanallah....malam itu benar2 berbeda, semua dokter (4 orang dokter yang merawatnya) datang. Dengan wajah ceria dan senyuman khasnya Yakumo mengenalkan kami satu persatu, hingga bercerita kalau Rafifpun dilahirkan di rumah sakit ini...
Malam itu dia makan lahab sekali, dan benar selesai makan kelihatan segar dan lebih sehat. Waktu sudah menunjukkan pukul 9, saat semuanya sudah selesai, berkemas dan mengembalikan ruangan seperti semula. Kami bersama2 antar Yakumo di kamarnya, dan anak2ku seperti biasa, menyalami dan cium tangannya. Kembali air matanya menetes. dan segera kami mengucapkan selamat malam, sampai ketemu lagi ya... Dia lambaikan tangannya sambil mengucap " sayounara...oyasumi nasai" ucapak yang selalu diucapkan padaku saat telpon atau aku mau pulang menjenguknya.
Kamis, 10 Februari, Pagi jam 8.19 dia telpon aku mengucapkan terimakasih pestanya tadi malam, enak sekali. Kubalas dan kuucapkan terima kasih kembali, kemaren lupa kalau dikasih kome (beras 5 kg) dari Megumi yang diambilkan dari rumahnya... Anak2 pun segera merebut ketaiku dan langsung ngobrol sama Yakumo san. Selalu ucapkan terima kasih dan pagi itu tidak seperti biasa dia bilang bye bye anisa... Dan ternyata hari itu terakhir kali aku ngobrol dengannya... ALhamdulillah, kau kembali dengan membawa keceriaan akhir hayatmu, bersama dengan teman2 dan sahabatmu, walaupun tanpa ada satupun keluarga yang mendampingimu...
Semua tentangmu akan selalu ada di hati kami. Terima kasih atas kebersamaan ini, terimakasih atas semuanya. We love u grandma...
Selamat jalan Yakumo...semoga engkau bahagia di alammu yang baru... selamat bertemu kembali dengan suamimu yang sangat engkau sayangi.

Wednesday, February 02, 2011

Suatu hari di Takezaki (26 Januari, 2011)

Gambar bercerita