Anugerah Terindah

Thursday, January 20, 2011

Saatnya Istirahat

Alhamdulillah, terima kasih untuk semua nikmat yang telah engkau titipkan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, musim dingin kali ini benar2 menusuk tulang dinginnya, suhu udara sejak pertengahan desember lalu setiap hari berada di kisaran 6 derajat hingga -4. hampir setiap hari sang mentari tidak mau menampakkan senyumnya buat kami semua.
Berawal dari hari minggu pagi kemaren, Safa nechan tiba-tiba bilang "kitsui" atau lemas, kemudian demam sampai 39.5 derajat Celcius. Obat penurun panas segera kami berikan, dan setelah itu alhamdulillah sudah mendingan. Namun saat menjelang tengah malam, kembali demam lagi dan kali ini saya berikan penurun panas yang dimasukkan lewat anus. Alhamdulillah malam itu tidur pulas. Keesokan harinya, sudah lebih baik dan alhamdulillah nafsu makan juga tidak menurun, alias makan jalan terus. Sore hari kembali demam, dan saya telpon suami yang sedang di kampus untuk minta toong antarkan ke Rumah Sakit. Segera berangkatlah dua orang terkasihku ke rumah sakit dan hasilnya positif influenza, golongan A. Influenza merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti orang Jepang, oleh sebab itu mereka yang terkena harus mengenakan masker dan tidka boleh berinteraksi dengan dunia luar kurang lebih 3 hari.... Karena musim dingin, penyakit ini sangat menyiksa, walaupun masih tergolong A gata (golongan A, kategori masih ringan), dibandingkan dengan Shi gata (golongan C, kataegori berbahaya dan mematikan). Influenza di musim dingin sangatlah menyika, hampir semua pergelangan tulang dan badan sakit semua, belum lagi hawa dingin yang menyiksa..... Pulang dari RS suami menelpon agar kami bersiap, akan di jemput, kita makan sushi di luar, Safa nechan pingin maem sushi. Horeee teriak adik Rafif, dengan senangnya. Sampai di sushi, tidak seperti biasanya habis sampai 10 piring, kali ini Safa nechan menyerah dengan hanya 4 piring saja. Sementara adik habis 6 piring. Sampe rumah obat segera diminum. dan besuk harinya alhamdulillah sudah sehat kembali.
Selasa, sehabis zemi suamipun mersakan gejala yang sama, panas dan segera berobat ke poliklinik kampus. Setelah di temp, 38.5 drjt, segera dirujuk ke rumah sakit besar, karena dikhawatirkan influnza, tanpa diberi obat apapun. Sementara Rafifkun siang itu juga sudah mulai panas badannya, 39.2 derajat. Tanpa menunggu lama, kami berangkat lagi ke rumah sakit. Dan hasilnya positif Influenza, golongan A. Alhasil saya yang alhamdulillah masih bertahan, walaupun sebenarnya saya sudha mulai pusing... pusing mengurus orang-orang sakit yang bawaannya ngalem dan manja terus... Alhamdulillah keesokan harinya mereka sudah kembali sehat, tinggal lemas dan masih malas-malasan saja. Tanpa ambil pusing juga, kuambil kapsul suami (tamiflu), takut ketular...dan saya minum sebelum semuanya terlambat. Alhamdulillah hari ini semuanya sudah sehat, semuanya masih bermalas-malasan di rumah, bersembunyi dibawah selimut hangat di kamar belakang.
Hanya ingin menulis dan sekedar untuk kami ingat sebagai kenangan, sakit disini sangatlah mahal, walaupun hanya sakit flu. Betapa tidak, walaupun kami sudah ikut program asuransi, tetap saja mahal. Bagaimana tidak, untuk pemeriksaan anak saja, kita harus membayar 2500 yen atau dikalikan 105 kalau dirupiahkan, sedangkan untuk orang dewasa, kita harus membayar 6400 yen atau sekitar hampir 750 ribu rupiah. Padahal itu semua harga sudah tercover hoken/asuransi sebesar 70 %.... Ehmmmmm nikmat mana yang akan kamu dustakan ?
Nikmat merasakan sakit flu atau influeza di negeri orang selama 2 kali... saat tahun 2005 dan 2011...
Ada banyak hikmah dibalik semua itu, salah satunya saatnya kita menghargai betapa berartinya anugerah sehat, kita sejenak istirahat dari hingar bingar dunia luar, saatnya berkumpul, bercerita, bermain bersama, saatnya nonton bareng-bareng, saatnya saya harus bekerja lebih ekstra buat mereka dan juga lebih diingatkan akan arti dan pentingnya serta berharganya sehat. Terima kasih Allah atas semua nikmat yang telah Kau berikan kepada kami. Terimakasih atas semua peringatan Mu.
Mudah2an semuanya benar-benar kembali sehat dan sehat, agar bisa beraktifitas seperti biasa.
(ditulis sambil menunggu anak-anak bobok siang)...

Sunday, January 16, 2011

Cerita-cerita oshogatsu (tahun baru) 2011

Sebenarnya masih banyak sekali cerita-cerita yang tertinggal. Benar-benar belum bisa nulis disini, walaupun semuanya hanya cerita keluarga kami, seputar kehidupan di rantau, jalan-jalan sebagai pengusir rasa jenuh dan stress, apalagi di musim dingin begini... Masih banyak pr yang harus kami kerjakan, di depan masiih banyak tumpukan kardus yang masih berserakan, list daftar barang semua harus sudah terkirim akhir bulan ini.... belum lagi banyak sekali urusan lain, urusan jalan-jalan, undangan huhuhuhuhuhuhuuuuuuuuuuuuuu
Sedikit cerita tahun baru disini, setiap warga Jepang sepertinya semuanya disibukkan dengan yang namanya nengajou ( dibaca neng gajo) atau kartu ucapan selamat tahun baru. Sudah menjadi kebiasaan dan adat bagi penduduk asli Jepang. Ada salah satu teman yang akhir tahun ini mengirimkan sebanyak 300 lembar nengajou, bahkan teman itu mengatakan tahun ini berkurang, biasanya malah sampai 500 lembar....byuh...bisa dibayangkan betapa sibuknya mereka. Teman saya itu, katakanlah namanya Mastuda san, seorang perempuan berusia lebih dari 55 tahun, membuat nen gajou itu sendiri, semuanya di tulis sendiri, lengkap dengan gambarnya, di buat dengan hiasan kanji dan gambar-gambar menarik yang berhubungan dengan tahun baru itu. Adapaun ucapan tahun baru itu biasanya seperti * kotoshimo yoroshiku oneghai shimasu, akemashite Omedetou gozaimasu (selamat tahun baru), kin ga shin nen ( Mengucapkan selamat tahun baru). Semua nen gajou akan nyampe kepada tujuan tepat pada tanggal 1 Januari, asalkan kartu2 itu dikirim ke yubinkyoku (kantor pos) sebelum tanggal 30 Desember. Nah, pada musim ini di kantor pos banyak sekali dibutuhkan tenaga paruh waktu.
Kesmepatan bagi mereka yang ingin menambah uang jajan atau keperluan lain.
Selain nen gajou, hampir setiap instansi atau perkumpulan atau organisasi atau mahasiswa mengadakan yang namanya party akhir tahun. Tak tanggung-tanggung mereka banyak yang menyewa gedung atau restoran atau tempat makan yang lumayan merogoh kocek. Mereka yang datang semuanya membayar sesuai kesepakatan. Pada umumnya masyarakat Jepang yang merayakan selalu disertai minum bir atau sake. So, banyak sekali dijumpai orang yang berjalan sempoyongan di sekitar tempat-tempat pesta tadi.
Di depan kantor-kantor atau pertokoan atau di depan pintu rumah biasanya selalu ada hiasan dari pohon bambu dan pohon pinus, biasanya disebut sebagai kadomatsu.
Kebiasaan menumbuk ketan atau mochisuki merupakan tradisi dalam rangka menyambut datangnya tahun baru. Beras ketan di tumbuk hingga lengket, diberi sedikit air, hingga berwarna putih. Kemudian di bentuk bulat atau setengah bulat, dimakannya bisa dengan sup kacang merah/angko, di balut dengan kedelai bubuk ( kinako), atau dibalut dengan bubuk ocha/teh hijau. Selain dimakan, mochi dibuat untuk hiasan tahun baru atau biasa disebut sebagai kagami mochi. Biasanya terdiri dari dua buah mochi yang sudah dibulatkan, berukuran berbeda, satu besar, satu kecil dan diatasnya diberi jeruk/mikan kemudian ditumpuk dan ditaruh didepan genka ( depan pintu masuk rumah).
Sama hanya lebaran, disini anak-anak yang ada di luar kota, semua berkumpul, pulang ke rumah orang tuanya untuk merayakan tahun baru bersama., makan-makan di malam tahun baru, biasanya menu tetap selalu ada mi soba (mi hitam) atau biasa di sebut toshikoshi soba atau soba melewati tahun, yang konon katanya dipercaya sebagai ungkapan permohonan panjang umur, selain soba ada mochi (kue yang terbuat dari ketan yang ditumbuk2 sampai halus, kemudian di bikin bulat-bulat, dan biasa dimakan bersama dengan kacang merah yang sudah dimasak hingga menyerupai bubur kacang merah). Selain itu menu wajibnya bernama osechi (satu set makanan berisi udang, ikan teri, kacang merah, kamaboko, konbu, nimono,sayuran dan banyak sekali macamnya dan tentunya harganya lumayan mahal)...biasanya ini setiap daerah berbeda juga jenis osechi yang disajikan.
Perayaan tahun baru ini biasanya dari tanggal 1 hingga tanggal 3 Januari, mereka berbondong-bondong pergi ke Jinja untuk berdoa sesuai dengan anutannya. Beberapa tahun yang lalu kami sekeluarga sekedar iseng, keluar menjelang malam tahun baru di tengah kota. Tidak kami jumpai huru hara atau hura hura disana, apalagi pesta kembang api. Yang ada hanyalah antrian masyarakat berjejer berdiri teratur di depan jinja (tempat sembahyangan orang budha) atau di dean otera (tempat sembahyangan yang menganut shinto). Seingat saya, selama 6 kali tahun baru disini, setiap malam tahun baru itu pasti dinginnya menusuk tulang, karena pas musim dingin dan selalu ditandai dengan turunnya salju. Namun tekad mereka perlu di contoh, datang berdoa lebih awal akan lebih baik. Tujuan mereka ke Jinja atau kuil tak lain memohon keselamatan dan panjang umur. Hari-hari awal tahun mengunjungi kuil atau jinja biasa dsebut sebagai hatsumode.
Satu lagi yang menarik adalah semua anak-anak yang masih belum menikah, biasanya sih hingga mahasiswa selalu menantikan yang namanya otoshidama atau angpou. Uang dimasukkan ke dalam amplop kecil yang lucu, biasanya bergambar yang lucu-lucu, dari tokoh film kartun yang lagi in, amplop ini namanya pochibukuro (otoshidama bukuro). Isinyapun variatif, terkadang ada yang berbaik hati mengisi semua uang Jepang mulai dari 1 man (10 000 yen), 5 sen (5000 yen), sen (1000 yen), 500 yen, 100 yen, 50 yen, 10 yen, 5 yen, 1 yen, atau kalau di total sejumlah 16666 yen ( 1chi man roku sen roppyaku rokuju roku en) atau kalau dirupiahkan kurang lebih dikalikan 105... Waooo... banyak yaaa angpaunya....
Tetapi pada umumnya besaran otoshidama sesuai kemampuan, sama halnya kalau di Indonesia.
Alhamdulillah setiap tahun anak-anakku kebagian angpau ini, baik dari teman-teman Jepang, sensei, oyasan (yang punya rumah kami sewa), terkadang orang tidak kami kenal ketemu di supermarket atau di eki (stasiun)....??????
sedikit cerita tahun baru kami disini, foto2nya insyaallah menyusul....
Liburan tahun baru kami manfaat buat buang-buang barang, beres2 yang tidak pernah beres, jalan-jalan dan datang ke undangan teman-teman disini. Tanggal 30 Desember 2010 kami ke Houstein Bosch (Perkampungan Belanda), Sasebo, Nagasaki. Mulai dijalan kami dihantam salju yang benar2 hebat, besar-besar dan besarannya mirip dengan mutiara. Alhamdulillah walaupun malam itu dingin, kami sangat menikmati romantisme suasana di Houstein Bosch. Karena saljunya deras sekali, kami putuskan nginap di sana, taetapi apadaya, semua hotel sudah fulll, akhirnya kami nekat pulang dan jalan pelan2, karena yuki/salju sangat deras.... sampe Saga jam 1/2 3 pagi....
tanggal 29 Desember, salju sangat deras di Saga, selepas belanja kami ke Kyouseki park Yamato, main yuki sepuasnya bersama anak-anak.
Tanggal 30 sehabis jum atan, ke Go Car Mitsuse, rencana ke Machan gak jadi, karena lagi-lagi salju menumpuk begitu hebat, akhirnya kita main-main disana sebentar, anak-anak bikin snowball dan foto2 tidak ketinggalan.
Tanggal 1 Januari Pagi ke Shinrin Park, Safa bikin ookiii yukidaruma, siangnya kita ke rumah mbak Emi, Kurume. lagi lagi, salju masih tebal, luar biasa....beberapa waktu lalu kami ditawarin mbak emi tentang desain rumah...alhamdulillah, terima kasih Takao san dan mbak Emi atas semua bantuannya,semoga Allah membalasnya dengan pahala yang setimpal. AMin.
Tanggal 3 siang, dijemput Chisato san dan kita makan siang di Romaniesque mensennya Yakumo San. Disana kita bikin temaki sushi. Megumi san dan okasannya yang menyiapkan semua, sementara Yakumo san yang belanjain. Ehm...alhamdulillah semua ikan segar tersedia, ikura atau telur ikan kesukaan anak-anakpun tersedia. Sebenarnya hari itu Yakumo san seharusnya masih nyuin atau opname di Ken byouin, tetapi dia ijin pulang sebentar...^_^ hanya untuk pesta tahun baru (lebih tepatnya ngumpul dan maan bersama) dengan kita katanya....
Malam harinya kembali kita diundang Nakano san untuk party, makan-makan lagi. Ada banyak hidangan masakan khas Jepang disana, walaupun tidak semuanya kita bisa makan karena ada sake atau mirinnya. ALhamdulillah ada banyak teman, banyak pengalaman, banyak rejeki...

Friday, January 07, 2011

2005 - 2011

ALhamdulillah.... masih bisa bernafas, diberi kesempatan menghirup udara bumi yang semakin sempit ini. Semoga kedepannya lebih baik, baik dalam segala hal, perbuatan, hati, ibadah, banyak bekal dalam mempertanggungjawabkan semua yang kita perbuat di dunia, sehat, selalu istiqomah dan selalu dalam lindungan dan jalan ALLAH. AMin.
Akhirnya tahun demi tahun terlampau sudah di negeri sakura ini, begitu banyak kenangan indah, pahit, suka dan duka banyak belajar dari banyak orang dengan berbagai karakter. Hari itu sudah hampir dekat.

Selamat tahun baru semua...sukses dan bahagia dunia akhirat ...