Anugerah Terindah

Tuesday, December 21, 2010

Rafifkun San sai ni narimasita

Waktu 3 tahun ternyata berjalan begitu cepat, rasanya baru-baru saja aku merasakan dag dig dug, merasakan hal yang luar biasa saat di ruang operasi, merasakan begitu kepasrahan mendalam saat 3 kali selang oksigen harus mendarat di hidungku...ahhh.... semuanya hilang tatkala tangismu kencang terdengar, dan perawat (kankoku san) menyerahkan seorang bayi mungil belepotan darah ke dadaku.... EHmmmm....alhamdulillah

Alhamdulillah, hari ini 21 Desember 2010 ananda Rafif Imam Fukuda menginjak 3 tahun usianya. Semoga ALLAH memberikan usia yang penuh manfaat, barokah, jadi anak yang sholeh. Semoga Allah selalu memberikan penjagaanNya, perlindunganNya dan juga memberikan petunjuk untuk berjalan di atas jalan yang ALLAH SWT tetapkan dan Rasulullah Muhammad SAW ajarkan.

Terima kasih ALLAH atas semua anugerah terindah yang telah kau titipkan kepada kami. Semoga kami bisa menjaga amanahmu hingga akhir hayat dengan terus dijalan Mu.
Terima kasih Rafif, sayang, senyumanmu, tingkah polahmu, manjamu, ocehanmu, nyanyianmu, semuanya tentang mu telah menemani kami, menghiasai setiap langkah kami, telah banyak menginspirasi, padamu anak-anakku kami juga belajar tulus, belajar hal yang sebelumnya tidak kami sadari.

Sayang dan doa kami selalu menyertaimu anak-anakku. Jadilah anak yang Sholeh, kuat, bermanfaat, bermartabat, berilmu dan berguna bagi umat.

Sun sayang peluk cium dan doa kami, mama, papa, Safa onechan.

Friday, December 17, 2010

Kengakku Kyupi Mayonese, Tosu

Kengakku Kyupi Mayounese, Tosu

Sayang banget gak boleh foto2 di dalam...

Proses produksi digambarkan dalam brosur

Di depan pabrik, depan ruang pamer

Didepan pabrik

Sebelum masuk, harus melewati jalan steril



ALhamdulillah kemaren, 16 Desember 2010 berkesempatan diajak pergi melihat proses pembuatan mayonese yang selama ini sering kami konsumsi. Insyaallah aman, but must be carefull, some product we can not eat ....
Berangkat dijemput rame-rame sama Megumi san, Naomi san, Nakazono san, Chisato kannari san dan satu lagi temannya, bernama Suenaga Akemi. Start dari rumah jam 1 siang, kita langsung menuju ke Tosu, kurang lebih 40 menit perjalanan, driver kita hari itu Naomi san. Kemaren dingin banget, karena salju pas turun juga, walaupun di Saga salju masih malu-malu turun, alias masih sangat tipis. Namun berbalik dengan di Tosu, salju begitu kencang, hingga wipper mobilpun berfungsi, bener2 kayak kapas lagi beterbangan gitu... Alhamdulillah tahun ini masih berkesempatan menikmati salju lagi.
Kyupi mayonese, semuanya yang tinggal di Jepang pasti tahu, itu lho mayonese yang botolnya bergambar boneka yang kelihatan ohesonya (pusarnya) adalah satu-satunya pabrik mayonese yang ada di Kyushu, tepatnya di propinsi Saga, Lebih tepat lagi di daerah Tosu. Koujo ini memenuhi seluruh kebutuhan mayonese di seluruh kepulauan Kyushu dan bahkan seluruh Jepang dan sebagian ada yang di eksport.
Sampe Koujo (pabrik), lapor di pemberhentian satpam (sebelumnya sudah ada janji 2 bulan sebelumnya), turun dari mobil langsung di guyur salju yang saat itu bener-bener deras, masuk ke ruangan yang diluarnya ada sensor anti virusnya...kemudian dibimbing dengan petugas yang bertugas mengantarkan ke ruangan dan menerangkan sejarah asal muasal mayonese dan cara pembuatannya. Semuanya berbau si Kyupi...gambar boneka yang kelihatan pusarnya, hingga sampai ke kamar mandinya juga.... asyik, seru, cantik deh semuanya dilihat. Sayang sekali kita tidak boleh memotret satu-satu proses yang sedang berlangsung. Hanya boleh melihat saja. Diawalai dari proses pemecahan dan pemisahan kuning telur (kimi) dan putih telur (siromi), hingga proses pengepakan di fukuro (kardus). Dalam semua proses melalui proses yang benar-benar higienis, (kita melihatnya dari ruang kaca).
1 pun de tamago wo 600 ko mo watte, kimi dake tori dasu kikai, sugoi desyo....
Artinya kurang lebih dalam satu menit, dengan mesin sebanyak 600 telur di pisahkan, hanya kuning telur saja diambilnya, hebat kan...
Mayonese hanya memerlukan kuning telurnya saja, sedangkan bagian putih telurnya dipakai untuk campuran pembuatan ham, kamaboko dan sebagian buat kosmetik. Tidak dijelaskan secara detail berapa komposisi yang dipakai, yang jelas mayonese bisa dibuat dari kuning telur, vinegar, mustard, dan garam. Kemudian diaduk jadi satu, dan siap dimasukkan ke dalam botol plastik atau botol kaca. Perlu di ketahui bahwa botol plastik terbuat dari 3 lapisan...aduh kemaren dari apa saja ya kok lupa... Proses pengisian dan penutupan botol hingga memasukkan ke dalam kardus semuanya pakai mesin.
Dijelaskan juga oleh petugas, dalam satu menit bisa memasukkan 100 botol atau dalam sehari 80 000 botol ukuran 500 gram. Lha kira-kira dalam setahun berapa banyak mayonese yang dikonsumsi oleh orang Jepang usia dewasa ? dalam surveynya disebutkan setiap orang menghabiskan antara 3-4 botol mayonese ukuran 500 gram atau kurang lebih 2 kilo...EHm... ternyata banyak juga ya. Bagaimana dengan masyarakat kita ? apakah ada penelitian seperti ini ? seberapa banyak makanan yang kita makan dalam setahun ? terdiri dari apa saja ?
Ada beberapa resep yang dicontohkan dalam penjelasan itu, lumayan bisa tambah koleksi variasi masakan.
Hontouni sayang seribu sayang, tidak sekalipun kami diijinkan untuk memotret apa yang ada di dalam ruangan itu, bener-bener rahasia perusahaan, bahkan sampai petugas yang mengantarkan kami sungguh pelit, diajak foto bersama saja tidak mau...ehm...sebel deh... Tapi ya tidak apa-apalah, mungkin itu memang rahasia perusahaan mereka, jadi mereka menjaga betul semua aturan yang diterapkan disana. Etos kerja di perusahaan itu juga sepertinya sangat bagus, begitu disiplin, kerja ya kerja, tidak ada kerja sambil ngobrol...
Kurang lebih 30 menit, selesai semuanya. Sebelumnya pulang sempat ditanya petugasnya tadi, dai INdonesia mayonese Kyupi ada enggak Ya ? Walah saya tidak ngerti, mungkin di sana semuanya sudah berubah, yang saya tahu mah tempat mayonese di negaraku terbuat dari botol kaca, dan rasanya bedaaa banget...
Pulang semuanya di beri omiyage, satu botol mayonese dan satu bumbu mayonese (sayang gak bisa dimakan ada gyuniku/daging sapinya)..akhirnya tukeran sama Megumisan oleh-olehnya...
Sebelum meninggalkan lokasi, kita mampir di QP Shop nya, disana di jual beberapa produk Kyupi yang ternyata banyak sekali dan tidak dijumpai di Supa pada umumnya, gak tau di jual kemana.... Semua rasa mayonese, dressingnya beda-beda dan aneh-aneh. Bermacam omiyage mulai dari note book, map, gantungan kunci, boneka, saputangan, handuk, pulpen, tempat bento dan masih banyak lagi di jual disama...
Sebelum perjalanan pulang, istirahat sejenak, buka bento masing-masing... Nakazono san bawa 1o en manju rasa ocha, (alhamdulillah aman), Chisato san dengan rotinya (hihihi sayang gak bisa makan, ada margarinnya), dan saya bawa pastel... Istiiii kayaknya harus belajar privat ke dirimu untuk lipat pastelnya....kapannnn...?
Mampir ke Mr max, tepatnya di counter baru, alhamdulillah ternyata counter baru itu menjual berbagai macam bahan makanan halal....bumbu2, produk indonesiapun membanjir....seneng bangetttttttt... Sebelum kalap, tepat jam 5 jemput anak-anak....seneng bangettttttt ketemu mereka langsung peluk kiri kanan. Subhanallah,alhamdulillah


Wednesday, December 15, 2010

Happyokai di Jounan Hoikuen, 2010

Doyoubi/sabtu, 11 Desember 2010 acara happyokai (kalau buat anak-anak semacam pentas seni gitu, bisa menampilkan anak-anak nyanyi-nyanyi, menari, operet, dorama pendek, main alat musik), lebih tepatnya menampilkan segala sesuatu kemampuan anak selama belajar atau bermain di sekolah. EHm...acara yang ditunggu-tunggu setelah anak-anak kurang lebih delapan bulan berada di kelasnya. Semuanya datang, semuanya ingin melihat, semuanya ingin mengetahui perkembangan anak-anaknya. Selain orang tua, saudara (kakak atau adik), obachan ojichan (kakek nenek). Semuanya sudah tidak sabar menantikan atraksinya.

Tahun ini happyokai yang kelima (yang terakhir, karena tahun depan sudah masuk SD) buat Safa onechan dan yang ke dua buat adik Rafif. Dari tahun ke tahun semuanya berbeda, mulai dari masih belum pinter ngomong, masih malu-malu, masih takut, kini semuanya sudah tidak lagi, semuanya sudah normal layaknya warga asli sini.

Salut dan 2 thumbs up for sensei tachi.... hebat dan luar biasa dalam mengajarkan murid-murid sekecil itu bisa pinter banget, mengikuti semua gerakan dan nyanyian yang telah diajarkan. DAlam persiapannya yang tidak lebih dari 3 minggu dan itupun juga tidak setiap hari latihannya. ANak-anak semuanya kompak, nurut dan bener-bener berani dan mandiri. Semuanya bisa, semuanya mendapatkan porsi yang sama.
Ceritanya bergambar menyusul ya...mau jemput anak-anak dulu...
bersambung

Monday, December 13, 2010

Cerita Ringan Perkembangan Safa dan Rafif

Alhamdulillah, masih berkesempatan menuliskan cerita ringan selama di rantau, cerita kehidupan disini, cerita perjalanan selama di rantau, cerita dan tumbuh kembang anak-anakku.
Si sulung Safa nechan alhamdulillah sejauh ini sudah tidak ada masalah mengenai sedikit pengetahuannya, insyaallah du abahasa (Indonesia Jepang sudah tidak masalah, semua bisa dimengerti), sedikit belajar membaca romaji (alhamdulillah sejauh ini sudah lancar bacanya, huruf mati pun sudah bisa membaca dengan lancar, walaupun pelan-pelan tapi pasti. Bukan hasil instant, butuh waktu yang lumayan lama dari mulai pengenalan sambil bermain (lewat kartu bergambar binatang, buah-buahan, warna, berbagai macam alat transportasi dan benda-benda lain disekitar rumah). Satu buku belajar tanpa mengeja yang dibawakan papanya dari Indonesia sudah bisa dibaca dengan lancar, dan sekarang buku kedua, pelan-pelan, sesuai kemauan anak. Alhamdulillah beberapa hafalan surat pendek terus berjalan, doa wudhu dan cara sholat sudah mampu dia mengerti dan hafalkan (takbiratul ikhram dan bacaan atakhiyat belum), masih harus semangat lagi. Iqro juga baru di iqro 3, alhamdulillah kemajuannya pesat sekali, sedikit-sedikit tapi pasti dan anak menikmati. Tidak perlu dipaksakan, ternyata semuanya benar-benar indah pada waktunya.... Lain lagi kalau baca tulis hiragana katakana alhamdulillah sudah was wes wus (maknya kalah), sudah cepet dan lancar banget. Mungkin karena di sekolah setiap hari ketemuannya begituan, jadi gak perlu ngajarin pake mata melotot sudah bisa.
Bermainnya juga makin top, hampir setiap hari sepulang sekolah sambil makan oyatsu, lihat terebi, hana kappa.... dilanjut mandi, maem dan bermain aplikasi mainan ringan anak di pasokon.
Ternyata jadwalnya juga padat, sesaat sebelum mulai bobok, rutinitasnya baca iqro, walaupun cuma satu baris. dilanjut baca doa pendek dan hafalan surat-surat kecil, lanjut bobok.
Kalau hari jum at sore biasanya dia langsung ambil beberapa buku ceritanya. Suka sekali membacakan cerita buat adiknya, disaat ditinggal ibunya ngaji online.

Adik Rafif alhamdulillah, sudah mulai banyak ngomongnya, sampe-sampe senseinya bilang Rafif kun osaberi (cerewet), apa saja mulai ditanyakan dan sudah mampu menghafal beberapa lagu anak-anak, doa sebelum bobok, sebelum makan, bangun tidur, doa mau bepergian dan doa mau belajar (walaupun terkadang masih suka kebalik-balik itu doa yang mana... kadang disuruh berdoa mau belajar yang dibaca doa mau bepergian...hehehe). Tidak jauh dari kakaknya, maemnya alhamdulillah banyak, minum susunya kenceng, sudah pandai bercerita tentang aktifitasnya di sekolah hari itu, sudah mulai menghafal nama senseinya dan juga nama teman-temannya. Sudah mampu menggunakan dua bahasa (dalam hal ini bahasa Indonesia dan Jepang). Juga sedikit kosakata bahasa Inggris (bermain di aplikasi mainana di iphone), jadi hapal dan tahu sendiri. ALhamdulillah, seneng banget anak-anak sudah mulai banyak perkembangan. Pertumbuhan normal seperti juga anak-anak lainnya. Kalau mau bobok, terkadang sampe berebut cerita, ya akhirnya harus jumbang-jumbang, ngantri ngomongnya, kotai-kotai...gantian tiap harinya siapa yang boleh cerita duluan. hihihihii.....suka sekali kangen kalau mereka berebut ngomong...

Hanya catatan kecil perkembangan anak-anak, supaya nantinya besar dia bisa membaca dan mengingat kenangan-kenangan selama di rantau.

Friday, December 10, 2010

Gak pake judul

Kemaren, kamis 9 Desember, sejak pagi males banget, cakep karena sehari sebelumnya sibuk milah milah barang. ehm...ternyata ribet, kalau pindahan. Hampir 6 tahun kami disini, ternyata banyak sekali barang-barang kami. Mulai dari baju Safa dan baju rafif dari lahir....ehm....padahal sudah berkali-kali di sortir setiap tahunnya, tapi kok yo adaaaa saja.
Belum lagi perlengkapan dapurku, maksudku aneka macam cetakan kue tradisional Jepang, seperti takoyaki, taiyaki, perlengkapan perang bentonya anak-anak, dan lainnya yang sengaja saya beli disini... EHm....kayaknya masih perlu tenaga ekstra buat ngepacking, soalnya ukuran karduspun semuanya ada aturannya, plus ngelist barang2 tiap kardus. EHm... gak penting kali buat yang baca...tapi kali ini kami bener2 pindahan. Akan memulai hidup baru, menyongsong kehidupan yang bener2 beda, tidak tahu nanti tinggal dimana saat baru nyampe, tetanggapun siapa ? hihihihi....bener2 jadi orang baru lagi... btw it's ok, bagaimanapun tanah airku always number one, always in my heart.

Selesai nyuci dan kerjaan rutin harian di rumah pagi itu, maksud hati mau setrika, eh ternyata di telp Nakazono san (ibuknya Megumi), bialang kalau mau main ke rumah. Karena gak ada apa2 ...masak ada tamu mau dibiarin nganggur...segera kuraih emping melinjo dan tepung hot cake. Kubuat adonan kue ubi dan apel, sambil nunggu ngopen, goreng emping ...sreng sreng deki agari...^_^. Ping pong.... konniciwa...kubuka pintu dan betapa kagetnya diriku dapat kiriman berbagai macam sayur ( ada hakusei/sawi putih, horenso/bayam, jagaimo/kentang, satsumaimo/tales, daikon/lobak, ninjin/wortel, negi/daun bawang) dan juga segebok beras....hua hua hua...alhamdulillah kalau lagi rejeki... kayak ibuku kalau datang dari kampung saja.

2 jam lebih Okasan ada di rumah, byuh kok kali ini lain banget gitu... Sepertinya dia perhatian banget, sepertinya takut kehilangan, berkali-kali bilang, ehm...sudah mau pulang ya...jadi sepi, sedih, gak ada teman lagi yang diajak jalan2... berkali-kali mengucapkan itu dengan nafas panjangnya. Semakin terharu mendengarnya... apalagi dia bilang nanti suatu saat dia dan megumi pasti akan datang ke rumahku di Surabaya nanti... Ngobrol kesana kemari cerita kisah hidup dan rencana kehidupan saya dan keluarga sepulang dari Jepang. Yaa...saya akan memulai hidup baru lagi... mungkin tetanggaku semuanya baru, karena semuanya insyaallah serba baru...tempat tinggal baru, lingkungan baru, budaya baru (bagi anak-anakku), dan juga harapan baru... Saya harus tetap semangat dan berjuang... yosh gambarou....Begitu tulus persahabatan kami, begitu baiknya Megumisan, hingga semua anggota keluarganya sudah dikenalkan kepada kami. Subhanallah, ...sudah betul-betul seperti sudah keluarga. Namun ada juga yang aneh kali ini, Okasan datang sendiri ke rumah, lebih banyak ngomong dengan campuran logat Saga ben alias bahasa daerah Saga. Byuh...setengah mati otakku berfikir untuk memahaminya (byuh...lebay juga...) betapa tidak hampir semua akhiran katanya diakhiri dengan reranken, ken ....gabai aku ora ngerti...hihihihihi. Asyik juga ...lama otakku beku jadi sedikit terbuka.

This is only fond memories of the country Sakura

Thursday, December 02, 2010

Sudah Desember Lagi...

ALhamdulillah... masih diberi umur panjang, kesehatan dan juga kenikmatan yang dititipkan ALLAH SWT....

Kusambut hari dengan senyuman buat semuanya. HEm...masih punya banyak pr cerita anak-anak selama di rantau yang belum bisa saya tulis disini.

Minggu tangga 21 November 2010 lalu, kami diberi kesempatan luar biasa, diajak keluarga Megumi untuk lihat Ballon udara. Pagi-pagi sekitar jam 6.30 kita berangkat ke rumah Megumi, yang kebetulan dekat dengan lokasi balon, jalan kaki. Persembahan tim volunter balon buat Satoko San, yang meninggal setahun lalu. BUkan sekedar lihat balon, tapi alhamdulillah Safa bisa naik balon udara dan berhasil terbang sekitar 40 menit diatas, dengan ketinggian kurang lebih 300 m an. Pengalaman luar biasa yang tidak bisa didapat semua orang atau semua anak di Saga. Walaupun itu orang Jepang, kata pilot balon.. ALhamdulillah kenangan yang tidak akan pernah kami lupakan. Betapa tidak, pilot balon yang awalnya bilang hanya untuk mereka yang sudah besar sekitar 17 tahunan, tiba-tiba hatinya luluh, disaat melihat raut kekecewaan wajah Safa, diijinkannya Safa ikut naik balon. Sebelumnya ditanya apakah Safa takut ? dengan lantang Safa jawab kowakunai (tidak takut)...wush....tidak lama kemudian Safa sudah diatas, iya...diatas lapangan balon itu,...seakan tidak percayam kami di bawahpun sempat deg deg an, takut tiba-tiba angin kencang, takut Safa rewel karena kelamaan terbangnya. Alhamdulillah sampai turun Safa tidak rewel, dan juga selamat semuanya.

sambil menunggu Safa nechan yang lagi terbang
Walaupun cuma bisa naik ke dalam keranjang, kecuali Safa nechan
Bersama keluarga dan teman dekat Satoko
Safa nechan mau terbang, terlihat wajah cerianya
Bye bye mama...papa...adik...
Narsis bersama Chisato Kannari san
Sesaat sebelum naik

Balon pagi itu



Tim balon bersama keluarga Megumi


Dari arena balon, kita menuju ke rumah megumi, makan pagi bersama kru balon. Pagi itu saya bawakan nasi goreng bikinan suami, dan juga cake imo dan ringgo (ketela dan apel). Disana makan onigiri, mochi, minum ocha. Kebetulan hari itu di rumah Megumi ada acara sinseki (acara ngumpul bareng keluarga, daam rangka memperingati setahun kematian Satoko san). Selesai makan, kita sempatkan ke makam Satoko untuk yang pertama kali. Pulang dari makan, kita minum ocha dan pulang.

Sepulangnya kita lewat Abance, ternyata disana ada bazar dan acara anak-anak. Sekalian lewat kita mampir, anak2 pun senang bisa bermain bermacam-macam mainan, dapat hadiah, dapat balon. Sementara emaknya asyik lihat barang2 bazar. EH, lihat orang2 pada ngantri di depan gedung abance, penasaran juga, ternyata ada pembagian baju, barang rumah tangga, mainan anak2 dibagikan secara gratis. hehehe...ikutan...siapa tauu dapat yang bagus... Luamyaan dapat beberapa barang, sebagian masih baru, sebagian lagi sudah terpakai, namun masih dalam keadaan bagus. Dasar emak2 ...lihat barang gak bisa nahan deh...

Selesai bazar, pulang, sholat, makan, diajak papa berangkat ke Planetarium, di Takeo, kurang lebih 40 menit perjalanan dari rumah.

ALhamdulillah anak2 seneng banget...mereka menikmati banget mainnya, apalagi bisa ngintip benda2 yang ada di ruang angkasa dan macam2 lainnya. Sepertinya anak-anak masih belum puas dengan apa yang dilihat di planetarium, insyaallah lain waktu kita mau main kesana lagi. O, iya tiketnya juga tidak seberapa mahal lho, kemaren kita ambil yang paket komplit sekitar 1900 per orang dewasa. ALhamdulillah anak-anak bisa belajar banyak tentang pergerakan bumi, ruang angkasa, matahari, bulan, bintang dan lain sebagainya.

November 24, Kenko sindang (tes kesehatan) di Honjo Shogakko buat SAfa nechan. EHm...sbenarnya berat, antara berangkat dan tidak berangkat. Karena sepertinya Safa nechan tidak akan Shogakko disini. Iya, kami insyaallah akan kembali ke tanah air tahun depan. Namun dengan berbagai pertimbangan dari sensei, petugas di Syakusho, teman-teman demi menjaga perasaan hati Safa (karena semua teman-temannya melakukan kenko sindang, otomastis safa nechan dake sendiri di sekolah)...ah malah tidak tega. Toh, tes kesehatan juga perlu. Bismillah...saya b awa semua surat yang yang diberi suami, bosu techo (buku catatan kesehatan semacam KMS/Kartu Meuju Sehat), saya tidak cek ulang apakah semua sudah diisi...ternyata oh ternyata....sampai di sekolah yang kebetulan dekat dari rumah, semua formulir kosong....mau tak tulis cuma ngerti nama, alamat, telpon saja....byuh... semuanya kanji lagi ... belum lagi kapan imunisasinya.... sudah lupa ...karena KMS Safa nechan yang 1 tahun kebawah ada di Indonesia....UNtung ada mbak Indera yang kebetulan baru datang dari INdonesia dan pasti masih ingat jadwal berapa kali imunisasi2.... AKhirnya saya isi sesuai isian mbak Indera, cuma tidak pakai tanggal dan ada beberapa imunisasi yang dilakukan di sini. Byuhhh... bapak e bapake...

DIawali dengan penyerahan formulir, cek kesehatan yang meliputi pemeriksaan jantung dan paru-paru, gigi (ada beberapa mushiba, karena sudah mau lepas kayaknya, sudah bergerak2 2 gigi depannya), mata (sedikit masalah, karena tidak bisa melihat gambar yang paling kecil dari jarak kurang lebih 5 meter) jadi harus ke dokter giigi dan dokter mata. Cek Telinga, alhamdulillah yang ini sennag sekali, dapat sensei yang pernah tinggal di Indonesia selama 4 tahun, dia bisa sedikit2 pakai bahasa Indoensia, malah Safa nechan yang tersenyum ...setiap di tanya jawabnya pake bahasa Jepang...woalah nduk nduk....Lainnya bagus. Dan yang terakhir tes keberanian kali ya...semacam wawancara gitu... Anak masuk ke ruangan senseinya sendiri, tanpa pendampingan orang tua, kita menunggu di luar, kata Safa nechan ditanyai : yang pertama mengucapkan salam, seperti hal yang sudah biasa dilakukan disini setiap kali masuk dan keluar hoikuen, atau setiap ketemu teman dan senseinya, (no problem), namanya siapa, umurnya berapa, sekolah dimana sekarang, terus ditanya untuk menyebutkan warna, nama binatang atau tumbuhan dan juga disuruh nulis namanya sendiri pakai Katakana. Alhamdulillah tidak ada masalah, semua berhasil dilewati Safa nechan dengan lancar. Dasar anak banyak omongnya, sampai di situpun senseinya bilang pinter ngomongnya ya...hehehhe.... itu mah sudah keturunan sensei... Satu point buat Safa nechan dari mama, dia mempunyai tingkat confident yang sangat luar biasa, penuh percaya diri, berani, dan tidak takut jika memang benar. Semoga Safa nechan lebih semangat menghadapi masa depannya yang akan sangat berbeda jauh, semoga selalu berusaha untuk maju. Bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi berbuatlah yang terbaik buat dirimu bidadariku. Yosh gambare mbak Safa.... Yess...i believe u can do the best for your dream, for your future....my little angel.

Tanggal 25-27 november, ditinggal suami Gakkai (konference) di Nagoya. Di rumah bertiga, seperti biasa, gak bisa tidur, anak-anak alhamdulillah tidak rewel, cuman tugas sedikit berat ngurusin anak-anak semuanya sendiri... Sabtu sore sengaja saya ajak anak-anak naik bus ke Saga EKi, saya ajak jemput papanya. Seneng banget Safa dan Rafif naik bus, katanya mobilnya gedhe, tinggi, ehm...pokoknya seneng mah kata Safa. Sampai eki, karena masih lama, saya ajak anak-anak ke Seiyu, lihat2 diskonan,,...eh dapat sandal lumayan...^_^. Beli maem sasimi buat anak-anak, minuman, makanan kecil, menuju eki.. EH, baru duduk diajak ngobrol kakek2 yang habis pulang dari lihat Sumo di Fukuoka, dikasih uang 1000 yen. Katanya buat beli minuman, kasihan nunggu bapaknya lama ...hehehhee...ada ada saja kakek ini...terima kasih ya kek,..^_^

Tiba saatnya jam 9.15 tampak suami menuruni tangga stasiun, betapa ceria, gembiranya anak-anakku. Langsung berlarian dan berebutan memeluk papanya. ALhamdulillah....sampe rumah selamat dan disambut hujan deras...

Minggu, Tanggal 28 November, pagi jam 9 sementara anak-anak dan suami masih tidur pulas, saya berangkat ke Kitasoegawa shogakko. Dapat undangan acara "Ippai Arigatou" (terima kasih banyak) buat para volunter yang selama hampir setahun ngajar di sekolah itu. Terharu banget lihat penampilan mereka, subhanallah...anak-anak yang enerjik, ceria, dan penuh semangat telah membuatku bangkit dan semangat kembali menjalani semuanya.

EHm...kini desember telah datang, desember terakhir kami disini, semoga bukan desember terakhir buat kami disini ...maksudnya suatu saat kami masih bisa kembali lagi kesini.

Kusambut Desember penuh semangat, menghitung mundur....