Anugerah Terindah

Monday, November 29, 2010

Buganbiria (bunga Bugenvil), Karatsu

Kebetulan hari itu, Rabu, 17 November pas hari raya idhul adha. Ehm...ini idhul adha yang keenam bagi kami. semuanya terasa beda, antara sholat id di negeri sendiri, saat pertama dan juga yang keenam ini. Benar-benar beda. ehmmmm apalah yang penting kita bisa memetik pelajaran dari teladan nabi Ismail dan Ibrahim, tanamkan keikhlasan, berkorban buat sesama.

Tahun ini suasana sholatpun beda, mereka kaum muslimin berada di lantai 2, sedangkan para kaum muslimat aka bu-ibu ada di lantai satu. Ada yang berbeda, kita disini sedikit, tapi untuk solat, mereka teman dari Bangladesh pendatang baru, pada protes... yo wis...

Selesai sholat seperti biasa, makan makanan yang dibawa dari rumah masing-masing. ...

Anak-anak sengaja saya liburkan, ini sudah menjadi aturan wajib bagi keluarga kami, setiap perayaan hari raya idhul fitri maupun hari raya idhul adha selama di rantau anak-anak harus libur. EH, tidak hanya berlaku buat anaknya, sayapun juga harus libur dari semua kegiatan, kecuali masak-memasak.

Sekitar jam 11 siang saya di jemput Megumi san, diajak ke Karatsu (sekitar 1 jam pake mobil). Sebelumnya mampir ke rumah Megumi, anak-anak langsung panen mikan (jeruk), ambil di kebun belakang megumi. Segera kami berlima, Megumi, ibunya Megumi, kakaknya Megumi ( Naomi san), Safa dan Rafif langsung melaju ke Karatsu. Alhamdulillah perjalanan lancar, sampe Karatsu kita langsung menuju ke Karatsu Seaside Hotel untuk lunch disana dan kita disana sudah ditunggu sama Hiroko san, teman yang beberapa kali sempat bertemu dan juga sempat bermain ke rumah bikin nasi goreng dan siomay bersama Alm. Satoko san. BUat anak-anak ini yang pertama diajak makan disini, tapi bagiku alhamdulillah sudah berkali-kali. Semua dibayar oleh ibunya Megumi (Nakazonosan), Alhamdulillah Rejeki... Seperti biasa, kami hanya memakan susi dan ikan bakar, mochi, buah-buahan dan syur rebus, tentunya juga dengan berbagai pilihan minuman yang tersedia, jus, susu, kopi, ocha atau air putih. Semua makanan yang kami ambil selalu di renraku oleh Megumi. Safa nechan habis susi 2 piring aka 6 biji susi, buah segar 1 cawan, susu dan puding susu. Sementara dik rafif habis susi 6 biji, buah segar 1 cawan, kopi susu secangkir dan puding susu 1 cawan kecil. ALhamdulillah....

suasana dalam seaside Karatsu Hotel

Onigiri saos karamel, topping ebi dan ikan katsuo, fillet ikan goreng tepung panggang, roll telur, udon jamur. sayur nano hana, buah kaleng

Selesai makan, bermain di pantai sebentar, letak pantai ini ada di belakang hotel, anak-anak asyik memungut kulit kerang yang putih dan dimasukkan ke tas plastik, dibawa pulang, katanya omiyage buat papa...ah anak-anak...

Pencari kulit kerang, omiyage buat papa

Kita kemudian menuju ke tujuan akhir, kita ke kebun buganbiria, bunga bugenvil. Tidak begitu luas, kira-kira satu petak rumah plastik. Letaknya di gunung, lumayanlah kalau jalan kaki, untung aja gak jalan kaki. Memasuki area tersebut kita dipungut biaya 300 yen perorang. Dari luar tampak kecil, begitu memasuki subhanallah...indah sekali bagus banget. Bener-bener waktu yang pas, pas bunga mankai, ada berbagai macam warna dan cantik-cantik. Usut punya usut ternyata tempat ini biasa dipakai untuk foto pra wedding bagi calon pengantin. Didalamnya begitu romantis, ada kafe kecil dipinggir dan kita bisa melihat pemandangan dibawah (kota Karatsu, didalamnya juga ada berbagai macam seeting suasana, bisa kayak di pelaminan. bisa seperti pas di taman bermain, ada ayunan, tempat boboknya, ada tempat duduknya yang manis, ada lorong jalan yang dikelilingin bunga bugenvil. ehm...anak-anakku begitu gembira dan menikmati sekali. Berbagai macam warna bugenvil juga ada, pinku, putih, oranye, campuran pinku dan putih, merah, campuran warna lainnya...ehmmmm seger dan cantik dilihat.









Suasana di dalam area Buganbiria gari

Puas bermain dan berfoto, kita pulang, selama perjalanan pergi anak-anak bernyanyi dan makan senbe, selama perjalanan pulang anak-anak pada neru gutsuri alias tidur pulas. ALhamdulillah sesampainya di rumah Megumi, masih sempat berfoto di kebun Megumi yang saat itu bunga Kikunya mankai. Sengaja Otousan nanam bunga ini buat ngenang Satoko san, setiap 3 hari sekali dia ganti bunga dipusaranya dengan bunga baru yang ditanam memenuhi dan mengelilingi rumahnya. Pulang diantar Megumi dan okaasan, kemudian makan malam di rumah pake nasi gurih, sate ayam, sayur lodeh manisa, mi goreng dan ayam goreng yang sudah saya masak sehari sebelumnya.

Bunga Kiku di samping rumah Megumi San, cantik bukan ?

ALhamdulillah ... walaupun hanya tulisan sederhana, berharap suatu waktu bisa jadi kenangan tersendiri buat kami dan anak-anak. Just a little story for my family at Saga.

Monday, November 22, 2010

November Ceria

ALhamdulillah ... bisa buka blogspot lagi....

Sebelumnya kami sekeluarga mengucapkan selamat hari raya Idhul Adha, semoga kita bisa meneladani apa yang telah dicontohkan nabi Ibrahim dan nabi Ismail.

Yang Naik haji bisa menjadi haji yang mabrur, penuh manfaat, barokah dan bisa menjadi lebih baik dalam segala hal dan bertindak. Yang berharta jangan lupa untuk selalu bersedekah, berinfaq, berqur'ban dan berbagi kepada sesama, bersihkan hati, bersihkan harta, yang bisa beli mobil jangan lupa ya berqurban , kalau tidak bisa di rantau ya minim korbannya di kampung halaman gitu...

Ternyata begitu padatnya jadwal sesaat menjelang hari itu tiba, banyak sekali ajakan dan tolakan dari beberapa teman yang terpaksa kami batalkan atau kami tolak, karena waktu yang tidak memungkinkan. Apalagi kalau tidak diajak jalan-jalan atau makan-makan keluar...huhuhuhuhuuuuu. Tapi ya sudah lah dinikmati dulu...

Kesibukan2 mulai kami rasakan, mulai dari sortir barang, packing, byuhhhh kok yo gak kelar2 ...malasnya itu lho... Belum lagi acara nguli dan ngajar yang masih akan berakhir Januari nanti,...Wis embohlah dilakoni ae makkk

Diawali dari tanggal 3-7 November ada acara rutin tahunan Saga Internationall Ballon Fiesta. Sore tanggal 3, kita berangkat ke pusat kota, lihat parade pembukaannya, kemudian keesokan harinya baru lihat balon udara. Namun apadaya, pagi terbang sampe jam 10 saja, sorenya gak terbang, soalnya anginnya kenceng...anak2 sempat kecewa, walaupun paginya sudah lihat. Ketemuan pak Marlo bos Kumamoto Halal food bersama keluarga, alhamdulillah beliau bersilaturahmi main kerumah. Tanggal 7, hari terakhir balon kita nonton pagi2, berangkat pagi2 jam 6.30, jemput tante Nia di Nabeshima (dari OITA)...alhamdulillah senengnya ...pagi itu balon terbang semua. Tak kurang dari 200 balon terbang, (Jepang saja, kurang lebih 100 ballon udara terbang). Jam 10 kita cabut, karena jam 11 ada acara omikoshi di Honjo shogakko. Teman2 hoikuen Safa juga datang, Kiku gumi dan Yuri gumi, 2 kelas teratas di sekolahnya. Sore balik lagi nonton penutupan ballon udara, byuh pokoknya kita niat banget, ...

Minggu 14 November, ada acara open kampus di kampus suami. Kebagian bikin tumpeng, ya bikin tumpeng saja, lumayan ngebut, bikin 5 kilo. Pengalaman pertama bikin banyak, biasanya kalau numpeng cuman 3-4 kiloan. Minggunya ada bazar di Soe Chugakko, dekat Marukyu sana. Senin pagi ambil surat keterangan kerja ke tempat Yakumo san, untuk syarat masuk sekolahnya anak-anak. Ada satu kejadian menarik yang dapat saya ambil hari itu di tempat Yakumo san. Dia didatangi sahabatnya (saat masih belajar Toge, alias bikin keramik), namanya Sakai san, seorang pria sudah sangat lanjut usia, tak ubahnya Yakumo san (84 tahun). Sakai san, 85 tahun sungguh beda dengan yakumo san yang masih kelihatan sehat, jalan tegak, walaupun menggunakan bantuan pernafasan. Sakai san sudah kelihatan sangat tua, struktur tubuhnya sudah beda, bungku, seakan tulangnya sudah tidak dapat menyangga tubuhnya. SUbhanallah, tapi semangatnya sangat luar biasa, dia naik ke lantai 8 dengan membawa beras 5 kilo buat Yakumo, dengan sayuran satu tas kresek penuh. Tak tega saya melihatnya. Saat kami sedikit terlambat membukakan pintu, Yakumo langsung bilang maaf ya, membuatmu menunggu... terima kasih sudah repot2 bawakan oleh2 buatku, semua yang dibawa adalah hasil berkebunnya Sakai san. Subhanallah...hebat banget, setua dan sebungkuk itu sampai di usia 85 tahun masih ngerjakan semuanya sendiri, masih nyetir mobil sendiri...masih menyambung silaturahmi.... DUh gusti, saya malu dnegan apa yang barusan saya lihat, ternyata saya sangat jauhhh dari rajin...

Segera saya undur diri setelah dapat someso, sementara someso diantar suami bersamaan someso nya dari daigaku. Sekitar jam 2 dijemput sensei Shodo untuk kemudian ke SD Kitagawasoe, kegiatan rutin setiap senin. Di sekolah kebetulan di lantai 2,ruangannya besar, dinginnnnn. Segera menyiapkan buat ngajar... lagi2 setelah anak-anak masuk, kecemasanku karena kedinginan sedikit terobati dnegan tingkah polahnya, dimana anak-anak berani peluk senseinya dari belakang, elus2 punggung senseinya, dan juga sedikit kata lelucon yang dilontarkan sungguh membuatku tersenyum. Saat sensei sekolah menumpahkan sedikit cat air ke salah satu kertas muridnya, buru-buru dan berkali-kali minta maaf sambil menundukkan kepala...hemmm,...masih adakan seperti ini di negeriku..... Sampai2 sang murid bilang sensei, jangan dipikirikan, asal besuk sensei bawakan aku kue, besuk aku ulangtahun lho, seloroh Mai chan... dengan sigap senseipun bilang kalau besuk juga ultahnya....wahhh betapa senengnya mereka...ulangtahunnya bersamaan...

Selesai kelas, seperti biasa mereka ucapkan salam dan terima kasih kepada sensei tachi. KAmi diberi sepucuk tegami/surat undangan buat menghadiri acaranya di tanggal 28 nanti, acara semacam happykai, pertunjukan seni dari anak-anak SD dari kelas satu sampai kelas 6.

Celaka buatku, saya lupa bawa jaket, walaupun baju sudah dobel 3 lapis, tapi tetep sampe rumah saya masuk angin dan hasilnya hidung meler, pusing, demam menyerang...alhamdulillah, rejeki

bersambung