Anugerah Terindah

Friday, October 29, 2010

Homestay di Oita, Kyuju Koen

Melanjutkan cerita kemaren.

Sampai di rumah Kazuko san, niat sebelumnya adalah kita berangkat onsen dan sauna, kemudian makan malam di resto sushi. Namun saya masih teringat janji untuk menghubungi teman, tante Nia di Oita. Saya telpon dan Youko san menganjurkan untuk menjemput teNia, di Oita EKi. Alhamdulillah seneng banget, bisa ketemu, akhirnya kita ajak te Nia ke rumah Kazuko san, atas permintaan suami Kazuko san dan youko san. ALhamdulillah makin semarak, akhirnya malam itu kita makan di rumah kazuko san. Usut punya usut, ternyata Apato te Nia deket banget....nyesel deh saya gak tanya alamatnya dulu huhuhuuu.... Malam itu kita makan temaki sushi. Alhamdulillah, aman, semua menikmati. Malam ofuro, tidur...

Pagi sedikit terlambat bangun...subuhan, suami masak nasi goreng, saya goreng ayam yang sudah saya siapkan kemaren, eh lupa goreng tempenya, bikin soto, goreng krupuk udang. Alhamdulillah pagi itu masakan kita cocok rasanya, semuanya makan, semuanya menikmati dan semuanya habis (kecuali masih ada sebagian soto dan sedikit nasi goreng, kebanyakan bikinnya).

Habis makan beres-beres, ganti baju, kita langsung menuju apato teNia, kita ajak bareng-bareng pergi ke Kyuju Hana Koen. ALhamdulillah....subhanallah....keren, cantik, wis pokoke tak terungkap dengan kata-kata deh, bagus top habis deh. Subhanallah....semuanya menikmati...
Ada bunga lavender, bunga cosmos, bunga sarubia, bunga matahari, bunga bunga lain yang gak ngerti namanya...pokoknya cantik.... subhanallah, Allah sungguh Maha Pencipta Yang Sempurna. Semakin mengagumi karya ciptanya dan mensyukuri segala nikmat yang bisa kami nikmati. Alhamdulillah....
Makan siang di dalam lokasi Kyuju Hana Koen, semua menu vegetarian dan insyaallah aman dan bisa kita konsumsi. Sayuran dan tempura.

Sore jam 1/2 5 kita baru keluar dari Yufuin, sampe Saga 1/2 7 malam. Alhamdulillah perjalanan lancar.
Perjalanan home stay yang sangat berharga, sebagai kado terindah bagi kami menjelang kepulangan kami, hadiahnya itu lho...Kyuju Hana Koen....cantik....
Terimakasih Youko san

Wednesday, October 20, 2010

Home stay di Oita

Alhamdulilllah.... keluarga sehat terutama anak-anak, disini kebetulan lagi perubahan musim dari panas ke musim gugur. Siang hari puanas, sore sampai pagi duingin.

Ternyata hari ini hari yang cantik, tanggal 20 bulan 10, tahin 2010... wah apa hubungane... embuh ra nyambung...weks weks weks...

Langsung aja, sabtu, 16 Oktober 2010 kemaren kami sekeluarga diajak Yooko san (sensei shodo yang sudah seperti keluarga) ke Oita. Ehm....kayak orang sibuk aja...sebenarnya rencana ini sudah luamaaa banget...sekitar 1 tahun yang lalu, tapi selalu saja ada alasan untuk tidak pergi. Akhirnya setelah waktunya pas, antara Yooko san, Kasuko san dan Yoshida san (pasutri ini adiknya Yooko san) tibalah hari itu. Kami dijemput pukul 8.15 oleh Yooko san, langsung meluncur via kosudoro (jalan tol). Sekitar jam 11 kita dah nyampe Yufuin (disitu Kazuko san sudah menunggu). Selanjutnya kita menuju ke Miyoban Jigoku, kita makan siang disana. Makan udon, onigiri, tamago onsen, mochi kinako, alhamdulillah pemandangannya indah, bisa melihat jembatan gantung, pegunungan dan laut. EHm... tempatnya istimewa...boleh dibilang mahal kali ya.... bayangin satu telur onsen (telur yang dipanggang diatas kepulan asap)
Disitu terkenal dengan pudingnya yang enak, tempat onsen yang terkenal dan bagus. Di depan mise (warung makan tadi) ada banyak tempat onsen yang masih alami. Karena letaknya di pegunungan yang masih banyak sulfurnya. Wis pokoke cocok untuk onsen disitu...

Dari tempat makan kita menuju ke Safari Park. Alhamdulillah....lagi-lagi... satu tiket orang dewasa 2600 yen atau sekitar 275 ribu rupiah, tiket untuk anak-anak usia diatas 4 tahun 1300 yen atau kurang lebih 150 000 rupiah. Semua dibayarin Kazuko san...alhamdulillah...rejeki, (sampe berebutan mau bayar hihihii). Di Safari Park Oita anak-anak sangat menikmati sekali. Kita mengelilingi naik bus yang disediakan pihak Safari Park. Bukan bus, tapi mobil semacam truk yang dipageri teralis besi. Kita keliling, sambil ngasih makan berbagai macam binatang besar disana. Ada Bison, Zebra, Gajah, Singa, Harimau, Badak, Beruang, dan masih banyak lagi....entar lihat fotonya ya... Safa nechan dan adik Rafif begitu senang, campur dengan gemes atau heran melihat hewan-hewan besar tadi.... Disini jadi kebalik keadaannya...kita tidak menonton hewan itu, tapi malah kita yang ditonton hihihii...begitu mobil yang kita naiki berhenti, langsung deh dikerubuti hewan-hewan tersebut...

Sampai sekitar jam 4.30 kita disana. Dari situ kita langsung menuju ke rumah Kazuko san (kurang lebih 1 jam perjalanan).

bersambung....

Friday, October 08, 2010

Undokai di Jounan Hoikuen

Sabtu, 2 Oktober 2010 acara Undokai (pesta olah raga) di sekolahnya Safa dan Rafif.
Acara di mulai sejak pukul 8.30 dan melibatkan semua siswa, sensei dan orang tua murid, juga kakek nenek dan para alumni jounan hoikuen.


EHm...seperti biasa setiap ada event di sekolah selalu memaksaku untuk bangun lebih pagi, tentunya untuk mempersiapkan segala keperluan anak-anak, terutama bekal makanan atau bentonya. Tradisi membawa bekal ke sekolah saat acara-acara tertentu tetap saja dilestarikan.
Bento siap tuan putri....selanjutnya bangunin anak-anak, nemenin makan pagi, dsb...berangkat sekolah....
ADa yang special pagi itu, pak Tsutsumi dari Imari ikut ke sekolah, kepingin lihat undoukai, katanya natsukashi...kangen sudah lama banget gak lihat pesta olah raga tahunan ini... Senengnya... EH ternyata Ishikuma Mariko, nihon go senseiku juga datang di sekolah, pingin lihat Sara Rafif juga, semua pada bernostalgia, alhamdulillah bisa berbagi kebahagiaan bersama para lansia ini.

Satu persatu acara lomba dimulai. DIawali dengan pemukulan taiko oleh yuri gumji (kelas paling besar, kelasanya Safa nechan). DIlanjut pertunjukan Marching band dari kelasnya Safa juga. Safa kebagian bawa keyboard, beberapa hari sebelumnya memang Safa rajin berlatih mainin mini piano di rumah. Lumayan sudah beberapa lagu yang sudah bisa dimainkan, antara lain lagu Turipu, Zoo chan, Kaeru no uta, omocha no cha cha cha... dan beberapa lagu pendek lainnya. Semoga ini terjaga dan mungkin malah bisa menambah dengan lagu-alabu lainnya.
Safa nechan kelihatan senang banget, walaupun pelit senyum, saking tegangnya dan ishoukenme konsentrasinya. Kulihat juga banyak para bachan, jichan, kasan, tosannya menitikkan air matanya, haru. Begitupun dnegan diriku, tak terasa hati dan jantungku berdegap kencang, seakan mengikuti tegangnya suasana hati anakku, dan tak terasa namida sudah mengalir deras ...huuuuu cengeng ya....terharu saja, bangga, anakku berani ... bahkan dia ada dijejeran terdepan... byuh....semakin terharu saja. ALhamdulillah pertunjukan berjalan lancar.

Selanjutnya anak-anak ganti baju olah raga / taiso fuku, diawali dari Yuru gumi, kiku gumi, sakura gumi, himawari gumi (kelasnya Rafif), turipu gumi dan sumire gumi berjalan mengelilingi lapangan. Acara pembukaan oleh Encho sensei (kepala sekolah), pengibaran bendera dan menyanyikan lagu kimigayo. Dan satu persatu perlombaan dimulai, dari lomba merangkak, lari, masukin bola ke keranjang, dan masih banyak permainan lainnya.

Acara selesai sekitar pukul 2 siang, semua murid diberi medali "emas" sebagai tanda partisipasinya, makan bento dan pulang.

Acara undou kai ini adalah undou kai terakhir Safa nechan di Jounan hoikuen. Karena tahun depan insyaallah Safa sudah masuk shogakko aka Sekolah Dasar.

otsukaresamadeshita

Sunday, October 03, 2010

Belajar dengan waktu

ALhamdulillah, sudah memasuki bulan oktober. Ehm...hari-hari begitu cepatnya berlalu, waktu serasa singkat sekali. Sudah lima tahun lebih saya mengikuti suami di rantau. Mulai dari benar-benar merasa tidak nyaman akan semuanya, begitu dinginnya udara hingga menusuk tulang disaat musim dingin, puanasnya cuaca di musim panas, lingkungan tetangga yang notabene asli orang sini, rumah tua yang kalau kita memasuki rumah ada bau kayu khas yang menyengat, bahasa yang saya blas gak tahu sama sekali, dan juga kemandirian dalam mengurus segala hal, mulai dari bersihin rumah, ngepel, nyuci, seterika, masak sendiri tiap hari, bersihin rumput di samping dan depan rumah biar sedikit enak dipandang mata, antar jemput anak-anak sendiri, byuhhh seabrek kerjaan dilahab sendiri. Bukan mengeluh, hanya berbagi cerita. ALhamdulillah saya bisa juga melakukan semuanya tanpa adanya embel-embel orang yang biasa membantu kerjaan rumah kita.
Ternyata waktu telah memberiku warna dan pelajaran hidup yang sangat berarti. Kini perlahan sudah saya bisa membaur dengan budaya sini. Sudah mulai mengerti bahasanya sedikit (walaupun kalau keluar tetep gak bisa baca kanji), setidaknya diajak ngobrol obaachan ojiichan (kakek nenek) sudah nyambung. Sudah bisa pergi kemana-mana sendiri, sudah mulai bisa masak masakan yang tidak membosankan buat disajikan untuk suami dan anak-anak. Dan yang paling mengejutkan bagi orang rumah (keluarga ku) adalah saya berhasil bikin roti sendiri. Aneka macam kue/roti bisa saya buat dengan cara yang benar-benar aneh, otodidak baca resep-resep dari internet. Suatu hal luar biasa yang tidak pernah saya duga sebelumnya...ahhhh ternyata saya bisa.... (bukan berarti saya menyombongkan diri, tetapi itulah tantangan hidup yang berhasil saya lewatkan)... kita diberi otak untuk berfikir, gunakan akal sebaik mungkin untuk hasilkan sesuatu yang lebih baik.
Suasana itu akan bisa membawaku kembali kemasa lalu, disaat aku membaca-baca tulisan di blog kecil tulisanku ini. Ehm...sudah seperti rumah kedua bagiku di sini, sudah mulai jatuh cinta, suatu saat pasti aku akan merindulan dinginnya saat menjelang salju turun, ....ehmmmm semoga masih ada kesempatan lagi untuk datang kemabli di bumi sakura ini. Istilah pepatah, dimana kaki berpijak, disitu bumi kita junjung, bumi ALLAH dimanapun berada. Syukuri segala nikmat Illahi yang tak terhitung jumlahnya.
ALhamdulillah satu sisi ujian kehidupan telah berhasil saya lewati di rantau ini. Masih ada harapan untuk hari esok yang lebih ceria, semoga selalu ALLAH memberikan pertolongan didalam setiap langkah yang kami tempuh. Hanya karenaNya dan ridhoNya kami berharap dan meminta pertolonganMu. Maka nikmat mana lagi yang hendak kamu dustakan ?