Anugerah Terindah

Saturday, August 28, 2010

Ramadhan

Alhamdulillah masih diberikan kesempatan menikmati indahnya ramadhan tahun ini. Tak teras waktupun begitu cepat berlalu, sudah memasuki hari ke 18 puasa kita hari ini. insyaallah.
Masib begitu banyak target target yangbelum terselesaikan, minimal bisa khatam ... yuk gambatte ne...semoga puasa dan ibadah kita di bulan ramadhan tahun ini diterima ALLAH SWT.Amin ya rabbal alamin.
Ramadhan tahun ini sepertinya menjadi ramdhan terpanjang sepanjang saya tinggal disini. Bagaimana tidak, ramadhan tepat saat puncak musim panas. Udara panas menyengat, terik matahari begitu terasa, jime2 alias peliket dan tentunya waktu puasa juga lumayan lebih lama, karena siang hari lebih panjang dibanding waktu malam hari. Imsya' berawal dari pukul 3.30 waktu Saga dan buka sekitar 7.24 watu Saga. Untuk beberapa hari pertama. Alhamdulillah sekarang waktunya juga sudah mulai pendek, imsya pukul 4.24 buka pukul 6.55. ALhamdulillah...
Walaupun cuaca dan waktu kita berbeda dibanding dengan tahun-tahun kemaren, namun tidak menghalangi niat kami untuk melaksanakan salah satu rukun islam. Insyaallah semua ada balasannya disisi ALLAH SWT.
Di bulan ramadhan tahun ini juga, kami (saya dan suami) juga mendapatkan berkah usia, semakin berkurang usia, diberikan kesehatan, semoga semakin tinggi derajat keimanan dan semakin dewasa dalam menghadapi segala tantangan yang ada. Berharap semoga suami diberikan kelapangan reski, kelancaran dalam menyelesaikan studinya dan juga selalu mendapatkan petunjuk dan pertolongan dari ALLAH SWT. Amin.
Semoga di bulan Ramadhan tahun ini kita mendapatkan rahmat dan hidayah dari ALLAH SWT, dan bisa kembali suci sebagaimana bayi dilahirkan. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf

Friday, August 06, 2010

Natsu Matsuri di sekolah Safa dan Rafif

Alhamdulillah masih diberikan nikmat atas semuanya, nikmat sehat, nikmat masih bisa menghirup udara segar hingga hari ini, masih bisa mensyukuri atas segala nikmat dan karunia yang diberikan ALLAH. Ehm...begitu banyak nikmat yang dititipkan kepada kami, maka nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan ?

Bulan Agustus berarti di Jepang sudah masuk musim panas, ya panas yang benar-benar menyengat...ah tidak ah...masih nikmat, dibandingkan dengan panasnya api neraka yang berbahan bakar manusia...naudzubilallah, semoga tidak sampai masuk kesana. Ya kisaran sehari-hari sekitar 36-39 derajat. Panasnya "jime-jime" alias pliket atau pekat. Gak ada semilir angin, yang ada tiap pagi suara "gareng (aka bahasa Jawa)" alias semi (dalam bahasa Jepang) yang membuat suasana jadi hidup dan itu menandakan bahwa musim panas benar2 sudah tiba.

Selain itu berbagai macam natsu matsuri atau perayaan festifal musim panas digelar diberbagai tempat. Dari yang paling kecil di sekolahnya Safa dan Rafif juga mengadakan matsuri, biasa disebut omikosiwasai no matsuri. Anak-anak memakai yukata (kimono buat musim panas), keliling mengarak omikosi (hiasan berupa patung-patungan/tokoh idola anak2 seperti an panman, payung dihiasi cantik, buah-buahan, ... atau apa saja yang membuat anak-anak jadi tertarik )disekitar sekolah. Hari itu, 16 Juli sebenarnya anak-anak yang ada di kelasnya safa wajib ikut matsuri. Naun demikian tidak dengan Safa. Karena suatu kejadian aneh yang kami alami selama lebih dari 5 tahun kami tinggal disini, dengan tiba-tiba baju yukata (kimono untuk musim panas) Safa menghilang begitu saja, yang tertinggal obi/sabuknya saja. Hampir 2 jam saya dan suami mencari, saya keluarkan semua baju di lemari, di simpanan lemari baju musim dingin, sampai 2 kali, namun tidak juga ketemu. Padahal 2 hari sebelumnya sudah saya keluarkan dari lemari dan Safa sudah mencoba kembali bajunya, masih muat apa tidak, kemudian baju saya taruh di Osire (lemari) paling atas (anak-anak tidak bisa menjangkau biar besuk pas hari H tinggal ambil. Oh, ternyata ALLAH berkehendak lain. Benar-benar tidak ada, dan sudah hampir satu bulan setelah kejadian, baju itu juga masih belum kembali. Akhirnya sore itu kami terlambat datang ke sekolah, dan Safa hanya memakai jinbei (jenis yukata/kimono atas bawahan, seperti modelnya anak laki2). Sebenarnya masih ada satu yukata lagi punya Safa, tetapi sayang agak kebesaran, kelihatan kedodoran dan sangat tidak menarik untuk dilihat, jika dipaksakan dipakai. Tentu saja Safa sangat kecewa, juga nangis, kamipun juga begitu, apalagi ini adalah matsuri terakhirnya di Hoikuen, karena tahun depan insyaallah dah masuk SD. Di sekolahpun Safa sepertinya minder dengan teman2nya, karena semua berpakaian cantik-cantik. Namun akhirnya hanya sebentar, dia lalu bergabung dengan teman2nya. Alhamdulillah ....
Suasana meriah begitu terlihat saat masih memasuki gerbang sekolah, ratusan orang tua murid, anak-anak, dan sensei tachi sudah memadati lapangan sekolah. Hiasan lampion kertas cantik sudah digantung sedemikian cantik mengelilingi lapangan, dan suasana sudah benar-benar ramai, berjejal.... yee...yang ini bener lho...habis mau masuk saja pakai ngantri... gak biasa banget gitu lho...masuk hoikuen pake ngantri hihihii....
Sampai sekolah karena arak-arakan omikoshi sudah selesai, anak-anak istirahat, kemudian dilanjutkan dengan tabuh taiko/ tabuh gendang, dilanjutkan dengan nari-nari oleh seluruh sensei, murid2 dan orang tua murid...kalau aku dansuami mah bagian foto2 saja, malu hihihihihi.
Selesai nari, dilanjutan dengan menukarkan kupon yang sudah dibagikan beberapa hari yang lalu. Mulai dari nukarin kupon terus dapat kaki cori, alias es serut yang dikasih sirup, menukarkan kupon omocha/mainan, kupon tomorokoshi/ jagung rebus, dapat minuman jus/yogurt/susu, dapat yoyo dari balon, terus dapat apa lagi ya....banyak .... anak-anakpun jadi senang... Alhamdulillah, perayaan natsu matsuri tahun ini lumayan bagus cuacanya, karena tahun lalu dan tahun sebelumnya lagi diguyur hujan gerimis. Tahun ini benar-benar ii tenki desu nee.
Selesai semuanya, hari sudah mulai gelap, semua lampion mulai dinyalakan dan kembang api kecil segera Ada beberapa kali letusan kecil-kecil, anak-anak senang, Rafif pun juga senang, alhamdulillah tidak menangis.
SAmpai di rumah jam 8, sholat magrib dan malam itu kita makan malam di luar. Senangnya... Safa dan Rafif, emak juga bapaknya juga pingin nyobain restoran susi / kaiten susi yang baru 2 bulanan ada, ... baru sempat kesana, habis setiap kali mau kesana antriannya ala mak.... puanjang....
Susinya lumayan enak, ikannya benar2 fresh, dagingnya juga tebal, tempat dan pelayanannya lumayan bagus dan memuaskan. Malah sudah canggih tuh, kalau mau pesan tinggal pilih menu di monitor masing-masing meja... Pokoknya lumayanlah dibanding dnegan kaiten susi lainnya...
Semoga kekecewaan safa terobati...

Undangan Obon di rumah Nakazono san

Tahun ini obon pertama buat almarhumah Satokan san. Seperti kebiasaan orang Jepang, obon menganggap bahwa semua arwah leluhur yang sudah meninggal pada kembali ke rumah. Berbagai persiapan dilakukan oleh keluarga Nakazono san. Kami datang hanya sekedar melihat proses upacara obon pertamanya Satoko san. Sebuah perahu kecil dibuat, diisi dnegan berbgai macam makanan dan minuman kesukaan, kemudian diletakkan di dalam perahu dan perahu itu di larung di sebuah sungai kecil di belakang rumah Nakazono san...
cerita selanjutnya bersambung ya....

Thursday, August 05, 2010

Alhamdulillah Safa sudah 6 tahun, roku sai ni natta

Agustus tanggal 3, enam tahun yang lalu telah lahir putri kecil mungilku, Safa Tiara Nasuha. Kini sudah 6 tahun Safaku. Semoga kelak engkau menjadi anak yang sholehah, penyejuk hati bagi kedua orang tuamu, sebagai perhiasan terindah bagi kami dan semoga ALLAH SWT selalu membimbingmu dan menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, hingga mencapai jannah yang abadi. Segenap cinta dan kasih sayang teriring doa setiap saat untukmu, semoga Safa bisa menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama. Amin amin amin ya robbal alamin, amin ya rahman, amin ya rokhim, amin ya mujibasalihin...

Pas banget Megumi datang kerumah ngantar shinbun shi... koran Saga

6 sai no purensento wa, Safa chan no shasin ga Saga sinbun ni suiteimashita. Safa chan ga hontouni ureshikatta... Safa chan no tomodachi to jounan hoikunen no senseitachi mo minna ureshikatta... Nihon no odaijina omiyage, ii naa....

Safa ada di Saga Shinbun, hadiah dari Ishikuma Mariko sensei

Alhamdulillah baca tulis hiragana katakana sudah lancar semuanya, baca romawi sudah lancar juga (nulisnya yang belum, kadang2 masih salah), baca Iqronya alhamdulillah juga sudah lancar, insyaallah Iqro 2 segera selesai. semoga keepannya makin rajin, belajar dengan kemauan sendirisudah kau lakukan, semakin pintar bermain sama adik Rafif, pinter ngemong, selalu ngalah. Terima kasih ya nak, kau telah menemani hari-hari kami, terimasih semuanya yang telah kau berikan. Bahagia selalu bersama mu...

Kue sederhana buatan mama, dijamin halal

Doa kami selalu menyertaimu. Safa Tiara Nasuha