Anugerah Terindah

Tuesday, June 29, 2010

Sankanbi Lagi di Jounan Hoikuen

Sabtu, 26 Juni 2010

!/2 10 tepat kami telah datang di Jounan Hoikuen, tempat sekolahnya anak-anak. Acara rutin kalau tidak salah setahun ada 2 atau 3 kali.
Walaupun sudah 2 mingguan ini Saga tiap hari diguyur hujan, namun hampir semua murid dan orang tuanya datang ke sekolah.
Disini kita bisa melihat keseharian anak-anak kita saat berada di nursery school, dari pagi hingga sekitar jam 1 an. Kami terpisah, saya adfa di kelas Rafif, sementara Suami ada di kelasnya Safa nechan.
Diawali dengan bernyanyi pagi bersama-sama, cerita dari senseinya, bikin prakarya kecil-kecilan, menggambar, bermain lagi.
Di kelasnya Rafif (usia anak 2- 3 tahun) ada 4 sensei yang setiap hari ada, untuk mengurus sekitar 20 muridnya. Setiap sensei diberi tanggungjawab 5 murid. Berbagai macam yang dilakukan senseinya,mulai dari menyambut kedatangan murid, ganti diapers, nyebokin, nyanyiin, nyeritain, nyiapain makan (ada juru masaknya, tinggal nyajikan saja), nyiapin tempat tidurnya saat bobok siang, ngelipat tempat tidur dan selimutnya, bersih-bersih. Byuhhh pokoknya sepertinya senseinya kerja full deh...

Sementara di kelas kakak, anak-anak dan orang tuanya sibuk membuat prakarya origami. Kali ini origaminya susah banget, rumit cara bikinnya. Untung Safa nechan dan bapaknya bisa menyelesaikan 2 origami, kalau tidak wah ... malu malu malu... tapi jangan salah...orang Jepang sendiri juga ada yang tidak bisa menyelesaikan sama sekali.

Ada yang istimewa di acara sankanbi kali ini. Sekolah kedatangan ahli Psikologi dari Pemerintahan Propinsi Saga. Kamis emua dikumpulkan di ruangan besar (gabungan dari 3 ruang kelas). Dari yang bisa saya tangkap, banyak menjelaskan tentang terus merosotnya angka kelahiran di seluruh Jepang, kalau tidak salah angka kelahiran setiap tahunnya suma 1.3 %. Cara mendidik anak yang tepat, cara mengajari anak sopan santun yang baik, cara mengajari anak membiasakan mengucapkan salam, ucapan terima kasih, mengajarkan bagaimana anak bisa menghormati orang tua dan juga jangan segan-segan kita mengajarkan anak untuk meminta maaf dan minta maaf jika bersalah. Tak hanya itu, banyak yang harus dipelajari sebagai orang tua dalam mendidik anak, tidak hanya menyuruh tapi juga memberikan contoh nyata, jangan kita berkata kasar di depan anak-anak.

Alhamdulillah banyak ilmu yang kami dapat di sekolahnya anak-anak hari itu.

Friday, June 25, 2010

Belajar berbagi

Jumat, 25 Juni 2010.

Alhamdulillah, sudah 2 kali dapat kesempatan diajar sensei nihon go, kali ini bukan belajar nihon go (bahasa Jepang) atau belajar masak-masakan Jepang. Tapi belajar pake Yukata (sejenis kimono yang dipakai disaat musim panas). Intinya belajar pake obi (sabuk) nya, karena kebanyakan obi masih berbentuk kain panjang semacam stagen (untuk kain panjang, di Jawa). Sebenarnya tidak sulit, hanya butuh ketelatenan dan ketrampilan saja.
Singkat cerita, dikesempatan ini (minggu kemaren) sensei nawarin barangkali ada teman Indonesia yang mau belajar juga, silahkan datang dan belajar bersama. Karena rumah saya sempit saya juga tidak bisa mengajak semua teman, melainkan saya mengajak saudara Ibu Kartika yang kebetulan sedang berlibur (tepatnya menunggui bu Kartika melahirkan) disini. Kenapa saya mengajak mereka ? karena mereka disini waktunya singkat, tidak lebih dari satu bulan untuk kak Hasna, sedangkan tantenya mungkin 3 bulan. Kakak Hasna dan tante Muti tampak senang sekali. Katanya ini sudah merupakan impiannya sejak dari INdonesia.
Walaupun hanya 2 jam (satu jam lebih banyak untuk ngobrolnya) lumayanlah mereka dipakaikan Yukata sensei dan sempat foto2 walaupun mungkin belum puas foto2nya... Soalnya yukatanya yang satu punyanya sensei....dan sensei keburu di jemput suaminya.

Semoga moment ini bisa menjadi kenangan manis buat mereka

Mereka ke rumah bawakan kue khas Makasar atau Bugis. Lupa namanya...yang jelas uenakkk....terbuat dari tepung honkue, gula merah, santan... bentuknya seperti lapis... uenakkk.

Fotonya insyaallah menyusul...

Monday, June 21, 2010

Ada apa dengan Tangan mungilnya

Hari ini, jemput jagoan kecilku dengan semangat 45, selain cuaca yang lagi enak, sejuk, kepingin buru-buru ketemu anak-anakku. Sekitar jam 5 sudah nyampe hoikuen, pertama kali kuhampiri gadis kecilku, langsung dia peluk aku, yang kemaren sempat sedikit panas (segera kutanyakan keadaannya, alhamdulillah hari ini dia sudah benar-benar sehat).

Dari kelas kakak aku menuju ke kelas adik. Sebperti juga kakaknya, Rafif segera menghampiri dan memelukku, seraya menunjukkan tangan kanan mungilnya. Tepat dibawah siku bagian depan, masih jelas sekali warna merah bekas gigitan mulut mungil temannya. Sambil menunjukkan tangan bekas gigitan itu, Rafif berkata... Rafifkun no te wa tomodachini kandeshimaimashita (kamimashita)....Tangannya rafif digigit teman...
Aku tersenyum kecut (karena ini sudah kejadian kedua) dan segera kuraih tangan mungil itu, sambil kutiup untuk menenangkannya (namanya juga anak kecil..., kalau ibunya marah, nanti kan jadi tambah runyam, sementara anak-anak sudah mulai baikan bermain lagi).

Senseinya Rafifpun menghampiriku dan kali ini sambil menahan air mata senseinya minta maaf dan berkali-kali minta maaf sambil terus menundukkan kepalanya dan menjelaskan kejadiannya. Bukan anakku yang salah atau memulai, tetapi lagi-lagi temannya yang selalu rebut mainan Rafif...dan rafif berusaha mempertahankan diri...dan terjadilah kejadian seperti itu.

Ini kejadian yang kedua setelah Rafif masuk di Himawari gumi. Rupanya teman yang sama yang melakukannya. Saya tahu anak-anak tidak pernah menggigit saudaranya apalagi temannya.
Kali saja temannya (Tomoki kun) tertarik sama tangan indah nan mungil milik Rafif...
Rafif oh rafif... ternyata bukan hanya mama yang gemes lihat tangan putih mungilmu...temanmu pun ikut mencoba merasakannya ehehehee...
Duh namanya anak-anak. Kenapa mereka bisa berbuat seperti itu ?
Menurut yang pernah saya baca, saya dengar anak-anak berbuat seperti itu biasanya ada yang dicontoh, entah itu dari nonton tv, kartun, lihat ortunya bertengkar, murung (sehingga anak-anaknya suka bertengkar dan murung), terlepas betul atau salah... anak-anak bisa diibaratkan kertas kosong, yang masih putih bersih orang tua bisa mengajarkan banyak hal. Semakin waspada dan hati-hati dalam mendidik anak-anak kita.

Semoga malam ini Rafif tidak demam,... cepat sembuh ya sayang...

Jum at, 25 Juni 2010
Seperti sudah kuduga, karena luka gigitan di tangan itu sedikit "dalam" Rafifpun keesokan harinya rapuh, dia tergolek lemas di rumah dan rewel, begini salah, begitu salah, digendong gak mau, duduk sendiri rewel, bahkan bobokpun juga gak mau...serba salah. Suhu badannya sempat di 39 drjt C. Dan malam itu juga sudah kubawa ke hohoemikan (balai kesehatan anak, yang kebetulan buka malam hari dari jam 8-10). Hasil pemeriksaan alhamdulillah bagus, tidak ada yang mengkhawatirkan. Diberi obat turun panas untuk satu hari saja...(byuh...pelitnya....). Karena persediaan obat habis, akhirnya aku sambung dengan persediaan obat dari Indonesia yang dibawa yang ti lalu. Paling tidak sedikit mengurangi sakitnya.
Disaat sedang sakitpun sbeenarnya tidak ada yang berubah dengan nya, gerakannya masih tetep lincah di siang hari (malamnya teler...), makannya masih normal, habis banyak, minum susu nya juga masih top (tak kurang dari 1/2 liter susu segar sehari), p**ari juga banyak.Insyaallah tidak sampai dehidrasi.

Semoga malam ini Rafif sudah bisa tidur nyenyak, besuk dah sehat kembali dan kembali ceria dan bermain bersama.

Alhamdulillah...atas segala nikmat yang Engkau berikan, semoga kami selalu bersyukur atas semuanya...

Thursday, June 17, 2010

Kitakawasoe Shogakko (SD Kitakawasoe)

Kegiatan rutin setiap senin, bantu-bantu ngajar e tegami (kaligrafi ala Jepang, kanji, menggambar) di Kitakawasoe sogakko. Hihihihi... berbalik haluan... dari guru matematika jadi guru nggambar.... Murid yang ikut ekstra kurikuler e tegami tidak sebanyak tahun lalu, sekitar 20 anak, tahun ini tinggal separuhnya, 11 anak. Kelas ini diikuti oleh anak kelas 4, 5 dan 6. Tahun lalu banyak peminatnya dari kelas 6. Setelah mereka lulus, kini peminatnya banyak di kelas 4.


Kepala sekolah memberikan sambutan dan sebagian volunter...(saya fotonya malu-malu... dari bawah...kebanyakan mereka gak suka kalau difoto...jadi curi-curi kesempatan....jadi hasilnya kurang memuaskan.

Mengawali kegiatan diawal tahun ajaran baru, kepala sekolah memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada semua volunter, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Hampir semua volunter sudah lanjut usia, kebanyakan mereka ini dulu pensiunan guru, termasuk saya...pensiunan guru Sd swasta di surabaya jaman dahulu kala...ehhehe...maksa ya..... Benar-benar telah menggugah kenangan masa lalu.... hatarakitai...

Karena ini pertemuan pertama sejak tahun ajaran baru, seperti biasa perkenalan diri dan sedikit tentang Indonesia. Dalam kesempatan seperti ini saya selalu pake batik, dan merekapun pasti akan bertanya banyak hal tentang Indonesia.

Kurang lebih 2 jam bersama mereka, banyak memberikan pengalaman terkesan. Yang lumayannnnnnn. Lumayannnn senang, capek, lumayan mikir...hehehe... Benar-benar berbeda cara pandang, cara fikir dan pergaulan mereka dengan anak-anak Indonesia...atau memang jaman sudah berubah ya....
................

Friday, June 11, 2010

Sepuluh Tahun Pertama

Sepuluh Tahun Pertama Alhamdulillah...

Tahun ini, tepatnya 28 Mei 2010 usia perkawinan kami telah berjalan selama sepuluh tahun. Bukan waktu yang cepat, bukan juga waktu yang lama, semuanya masih banyak yang harus dipelajari... ya masih banyak belajar tentang kehidupan.

ALhamdulillah, setelah melalui jalan yang berliku, boleh dikatakan diawali dari titik nadir terendah (bagaimana tidak, saat itu saya mengambil keputusan berat dan penting dalam menentukan pendamping hidup saya diusia yang tergolong masih muda, 23 tahun dan kala itu saya masih mengerjakan skripsi, kalau suami alhamdulillah sudah kerja, diawali juga dengan kita rela berpisah tempat tinggal, karena beda kota), hingga alhamdulillah akhirnya di sepuluh tahun pertama kami sudah mulai bisa merangkak. Baik dari segi sikap, materi juga hal-hal yang lain. Dikaruniai anugerah terindah putra putri yang selalu menyejukkan hati, membawa cahaya dan membahagiakan kami. Berbagai suka duka berhasil kami lewati dalam masa sepuluh tahun pertama terindah.

Masih berharap dan selalu memohon kepada Sang Pencipta ALLAH SWT agar bahtera perkawinan kami selalu diberkahi, diridhoi dan selalu dibimbing untuk bisa berjalan dijalan yang ALLAH tuntunkan, semoga selalu rukun, sakinah, mawadah, warohmah, barokah, dan bisa mengantarkan anak-anak menajdi anak yang sholeh sholehah yang bermanfaat dijalan ALLAH.
Semoga suami juga diberikan kelancaran di dalam menempuh studinya. Amin ya robbal alamin. Semoga ALLAH mengabulkan doa kami.

"Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya memberkati mereka berdua,
meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu rakhmat, sumber ilmu
dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat."
(Doa Nabi Muhammad SAW, pada pernikahan putrinya Fatimah Az Zahra dengan Ali bin Abi Thalib)


ALHAMDULILLAHIRROBBIL ALAMIN

Cerita-cerita yang Tertinggal

Banyak cerita-cerita tertinggal selama ini.
Sebenarnya sudah lama banget pingin nulis berbagai kenangan selama di rantau, tapi selalu saja ada alasan...

Satu diantaranya, tanggal 5 April 2010 sehari sebelumnya saya ditelpon Megumi, mau diajak ke Karatsu. Ibunya ulang tahun, mau makan bareng-bareng, eh intinya ditraktir maem. Diijinkan suami berangkat, sementara anak-anak ke hoikuen... maafin ibu yan nak....sebenarnya pingin banget ngajak kalian...

Selepas ngantar anak-anak, di jemput Megumi, lalu meluncur ke Shisheido Hotel Karatsu. Begitu masuk langsung transaksi (yang bayarin Yakumo san...), ambil piring, makan sepuasnya. Saat mengambil makanan Megumi selalu menjelaskan apa-apa yang bisa saya makan dan tidak, walaupun itu sayuran, terkadang ada kandungan mirin/sakenya....ALhamdulillah... Walaupun mereka tidak satu keyakinan, tapi mereka sangat menghormati dan menghargai kita, asalkan kita ngomong baik-baik. Tidak perlu sungkan atau takut untuk mengatakan tidak bisa, " maaf saya tidak bisa makan itu, karena saya orang Islam"...cukup dimengerti. Dari dalam hotel kita bisa nikmatin pemandangan cantik laut seperti terlihat di gambar.



Bersama menikmati, sebelum makan foto dulu... Dari dalam restorasi hotel ini kita bisa lihat luar dengan pemandangan laut yang saat itu airnya kelihatan cantik banget...

Menu makan siang saat itu, baikin paket, kenyanggg

Selesai makan, kita langsung menuju ke Karatsu Jou. Duh sebenarnya saya sudah berkali-kali kesini, males juga karena naiknya itu lho perjuangan banget...ratusan tangga harus terlewati. Tapi ya dihitung-hitung membakar kalori, tidak apalah...
Kebetulan saat itu pas sakura masih mangkai, jadi bagus banget...


Depan Karatsu Jou


Banyak lansia menikmati indahnya pemandangan laut dan sakura kala itu


Sakura



Sakura berlatar belakang laut Karatsu.

ALhamdulillah... salah satu kenangan terindah selama saya di rantau bersama teman-teman yang mengerti.