Anugerah Terindah

Tuesday, May 25, 2010

Ensoku, lagi-lagi di Don Guri Mura

Sabtu, 22 mei 2010 hoikuennya Safa dan Rafif ada ensoku/jalan-jalan, lagi-lagi di Donguri mura. Jalan-jalan ini diikuti oleh orang tua dan murid seluruh kelas. Namun banyak juga yang tidak bisa ikut, karena kesibukan orangtuanya. Tempatnya lagi-lagi di Don guri mura. Ini sudah ketiga kalinya setelah 5 kali ada ensoku di sekolahnya Safa. Sejak ada di Kelas Turip, Himawari, Sakura, Kiku, dan Kuki gumi. Letaknya tak seberapa jauh dari rumah. Sekitar 45 menit, karena jalannya sedikit menanjak (lokasi di pegunungan) jadi jalannya juga pelan2. Maklum key kuruma (mobil plat kuning, cc nya kecil).
Don guri mura laykanya wisata alam yang dilengkapi dengan berbagai macam arena permainan anak, mulai dari slurutan yang panjangnya kurang lebih 750 m, prosostan kecil, putar-putar pake kereta mini, juga slurutan di tanah lapang. Juga yang tidak kalah menarik ada berbagai macam binatang peliharaan disini. Ada usagi chan, buta chan, uma chan (kuda), yagi chan (kambing), juga ada peternakan sapi. Disana kita bisa juga memerah susu sapi sendiri.

Dari pagi saya sudah siapkan bento buat anak-anak juga buat kami. Lumayan menyita waktu, entahlah hari itu perasaan saya sangat tidak enak, karena hawa masih dingin, ditambah prakiraan cuaca hari itu juga hujan, membuat saya malas melakukan semuanya. Tapi demi anak-anak kemalasan itu segera kusingkirkan. Dan jadilah bento cantik ala mama safa...

Berangkat bareng-bareng teman dari Kaikan, karena mereka belum pernah ke sana, jadilah kita berangkat bersamaan. Suami juga sempatkan ajak teman-teman, biar semakin seru. Sampai di lokasi sedikit terlambat, karena sempat jalanan macet, juga jalannya pelan2.
Setelah semuanya berkumpul, acara segera di mulai. ANak-anak dikumpulkan per kelas. Kemudian nyanyi dan senam bareng bersama orang tua masing-masing.secara bersama-sama, nyanyian an panman sellau jadi andalan. Rafif mogok, macet gak mau gerak, soalnya dia pisah tempat bersama Safa dan papanya. AKhirnya kuantarkan dia bersama mereka, baru Rafif mau bergerak. Sebaliknya Safa, begitu ceria dan senang mengikuti gerakan yang dicontohkan senseinya. Dilanjutkan maju dan bergoyang menari-nari bergandengan tangan bagi setiap anak yang ulang tahun di bulan, mei, juni, juli...sampai april. Begitupun dengan ulang tahun okasan dan otosannya di setiap bulan. BEner2 seru acara hari itu... Sayang cuma sebentar, karena hari sudah mulai mendung dan gelap. AKhirnya tiba saatnya makan bento, makan siang bersama, berdasarkan kelasnya masing2. Lagi-lagi Rafif rewel, dia minta selalu bersama-sama Safa. Padahal kelasnya kan beda... Seperti bisa sebelum acara makan, selalu diawali dengan perkenalan masing2 murid dan orang tuanya. Baru makan bento... bermain bebas, bebas, pulang....

Kami rombongan orang INdonesia tidak langsung pulang, masih melanjutkan perjalanan ke Machan, seperti pasar tradisional. bIsa belanja sayur, buah dan macam-macam murah. Yang menarik disini bisa "andhok" makan di tempat seperti layaknya di pasar tradisional jaman dulu... bisa makan udon, makan tofu goreng yang rasanya lembutttt dan uenaakkkk, ada juga es krim rasa goma/wijen, rasa imo/ketela juga rasa-rasa aneh lainnya.... Terdapat berbagai makanan tradisional, yang insyaallah bisa kita makan. (ingredient aman).
Pulang seperti biasa mampir di mise depan go car untuk beli pisang murah, satu tangkai gedhe cuma 200 yen.
Sampe rumah mandi... malamnya kita makan malam di joyfull, syukuran om Anton dapat beasiswa. ALhamdulillah...hari yang menyenangkan, semoga semuanya penuh berkah dan kebahagiaan

Thursday, May 20, 2010

Masak Bareng di Ariake Senior High School

Sabtu, 15 Mei 2010

Bersama mereka penyandang tuna wicara masak bareng, dan baberqiu. Saya didaulat bikin mi goreng. Dan untuk baberqiunya saya sengaja bawa daging halal sendiri dari rumah. Karena sebelumnya sudah diinformasikan kalau tempat pembakarannya ada 2 yang bisa di pakai, 1 untuk daging/ayam halal dan ikan satunya lagi daging yang tidak halal (bukan babi), tapi daging sapi dan ayam yang tidak halal. Jadi lega deh... Dan juga sedikit masakan yang sudah jadi, kare ayam. Antisipasi buat saya dan anak2 tentang makanan halal.

Kami dijemput okasannya Megumi ke rumah, terus diajak ke Yutoku (saat itu ada bazar). Lumayan, Safa dapat tempat bento yang lucu, cantik bergambar sakura dan usagi (kelinci). Juga tempat bento untuk suami yang bagus juga murah. Semua barang masih simping (baru). Juga ada banyak mainan gratis dan hadiah2 menarik lainnya.



Di Arena bazar anak-anak langsung dikasih satu cup pop corn dan berbagai macam hadiah. Ada juga fasilitas gratis seperti terlihat gambar diatas. Tidak kusangka anak-anakku seneng banget, di ketinggian itu tanpa saya (didampingi petugas), dia tidak takut dan berani. Hebat... terutama buat Rafif yang masih 2 tahun 5 bulan. Sementara saya yang dibawah cuma bisa berdoa semoga tidak terjadi apa2 dengan anak2 ku. Ini semua keinginan Safa dan Rafif sendiri. oh... mendebarkan sekali melihatnya.

Sesampainya di rumah okasan, diajak metik ichigo (strawberry) tanaman okasan. Bertambah lagi keceriaan mereka.

Sekitar jam 3 kami berangkat bersama Megumi dan Chisato (teman baru, dia sahabat alm Satoko san) menuju tempat BBQ.

Sampe Lokasi masih menunggu teman2 yang lain datang, anak-anak main. Ada banyak teman baru disini. Diantaranya 2 anak SMA di Filiphina yang lagi studi banding disini ikut bergabung dalam acara BBQ ini.

With Chisato Kannari san and Furukawa san and friends in Baberque

Satu panci besar mi goreng kecap buatanku dalam sekejab habis (karena yang masak aku, jadi gak sempat memoto, sebenarnya ada di kameranya Chisato/ megumi san), demikian juga dengan ayam bakar dan kare ayamku, semuanya habis tidak tersisa. Semua bilang enak, dan yang paling menarik saat membakar ayam, semua pada menunggu. Mereka tergoda harum bumbu2 yang ada dalam ayam. Seneng luar biasa bisa membuat mereka senang. APalagi mereka penyandang tuna wicara yang sangat menikmati acara hari itu.

Anak-anakku asyik bermain dengan mereka yang berkebutuhan khusus, alhamdulillah
Foto bareng
Pulang dianter Chisato sampai rumah, juga dibawain okasan berbagai macam sayuran.

ALhamdulillah senengnya melihat mereka menikmati acara ini.

Peter Pan Never Land, Karatsu

Minggu, 16 Mei 2010

Wisata Alam yang sangat menyenangkan.

Pagi itu sekitar pukul 8 pagi (kami masih tidur) karena sehari sebelumnya saya dan anak-anak habis diajak Megumi chan Baberqiu bersama dengan kelas Syuwa (kelas tuna wicara) di Telpon Pak tsutsumi untuk diajak jalan-jalan. Pat Tsutsumi adalah teman saya dari dunia maya yang saya kenal kurang lebih 1 tahun yang lalu. Beliau ini dulu sudah pernah tinggal di Indonesia kurang lebih 7 tahun, maka tak heran kalau lancar bahasa Indonesianya. Selama tinggal di Jakarta pernah naik semua trayek bus yanga da di Jakarta, kalau tidak salah ada 68 trayek, semua pernah dinaikin. Hebat....

Dengan sisa waktu yang tinggal 2 jam, saya yang tidak siap sebelumnya jadi terburu2, menyiapkan semuanya. Untung didalam tas saya selalu tersedia kebutuhan anak-anak, seperti ganti baju, diapers, dllnya. Jadi tinggal masak. Tapi itu dia....yang jadi kendala harus masak apa. Untung di kulkas ada dendeng daging sapi, jadilah dendeng goreng. Untung juga tadi malam saya sudah keluarkan dging cincang beku dari kulkas, jadilah rendang dengan resep bumbu instant... ya...bener2 nekat... Sayurnya pun masih ada kacang polong dan wortel dari Okasannya Megumi....dengan terburu2 kuambil mi instant dan jadilah mi goreng instant dengan sayur seadanya. Tak lupa kurebus telur sebagai pelengkap saja. Duh luar biasa bento pagi itu, semuanya serba mendadak. Akhirnya mepet, 1/2 10 semuanya beres, tentunya dnegan bento rasa ala instant. hehehhe...gak papa ah sekali2 ...
Pukul 10 tepat beliau sudah nyampe di rumah. Dan siap berangkat ke tujuan.

Petualangan legendaris dalam dunia anak-anak yang menegangkan tapi menyenangkan. Ada dalam sebuah pulau kecil Iroha di Karatsu. Minggu lalu kami sekeluarga diajak Pak Tsutsumi bertualang bak cerita Peter pan. Anak-anak sangat senang sekali, seakan tiada kenal lelah mereka bermain dan berpetualang di pulau kecil seluas 4.5 Ha, panjang 1.3 km dan lebar 36.2 km.
Selama dalam perjalanan anak-anak senang sekali, karena mobilnya pak tsutsumi besar, selain itu juga enak, gak kerasa banget...lha iyo lah..
Sepanjang jalan selalu riang dan bernyanyi tiada henti, terutama Rafif yang lagi senang-senangnya belajar menghafal nyanyian. Kalau safa lebih banyak sesi tanya jawab dan juga membaca.
Makan siang dengan bento dadakan, pulangnya Safa langsung tidur, sedangkan Rafif seakan tiada capek sepanjang perjalanan terus menyanyi dan menyanyi...


Bersambung.... foto2 nya menyusul

Monday, May 17, 2010

Kimono

Mau sedikit cerita tentang Kimono dan Jepang. Semoga saya tidak salah mencerna bahasa yang saya tangkap, kalaupun ada kesalahan saya minta maaf, karena sungguh keterbatasan kemampuan bahasa Jepang saya.

Kimono....tentunya kita tidak asing lagi dengan kalimat itu.Hal yang berbau Jepang, pertama kali yang diingat adalah kimono, selain daripada sakura. Yang konon katanya 2 kata ini terkenal seantero dunia. (kata teman-teman asing di kelas nihon go dan ikebana dulu lho...).
Kimono berarti sesuatu yang dipakai (ki, berarti pakai, mono berarti barang). Dan kimono jika dibentangkan selalu berbentuk T. Dan cara pemakaiannya berlapis, mulai dari kain putih yang tipis mirip kimono, juga pemakaian baju kimono dimana bagian yang kiri selalu ada diatas (jangan salah ya...kalau yang kanan diatas, itu tandanya sudah mati...mereka yang meninggal, biasanya dipakaikan kimono putih).
Kimono merupakan pakaian tradisional perempuan dan laki-laki Jepang yang sudah ada sejak jaman dulu kala, dan mulai jaman Edo samapi sekarang, kimono mengalamai perubahan yang terus dipertahankan, yakni lengannya lebih panjang daripada tangan wanita pemakai kimono, atau disebut sebagai furisode (khususnya buat gadis yang belum menikah, kalau sudah menikah lengannya jadi 2/3) dan obi/sabuk yang dipakai di punggung dengan ukuran besar.


Kimono berbahan dasar sutra bisa dihargai Rp 50 juta keatas, bahkan ada yang sampai Rp 300 juta untuk satu set lengkap bersama obi/sabuk, geta (sendal khusus kimono) dan aksesoris lainnya.Wah....melihat angkanya saja, saya tidak akan pernah sanggup untuk membelinya...lagian juga untuk apa sih...hihihihi...
Apasih yang sebenarnya membuat harga kimono itu mahal ? menurut cerita, ini karena kimono ini dibuat hanya ada satu motif (kecuali kimono murahan/tembakan cap capan), selain itu biasanya kimono juga mencerminkan status pemakainya. Semakin cantik dan bernilai seni lukisan atau motif didalamnya, semakin tinggilah derajat pemakai itu, alias semakin mahal harga kimono.

Karena mahalnya harga kimono, di Jepangpun ada juga kimono yang dipakai untuk musim panas, biasanya disebut sebagai Yukata, kalau ini harganya sangat terjangkau, kita bisa mendapatkan Yukata baru satu set seharga 250 ribu.



Biasanya kimono dipakai saat acara pernikahan, itupun yang berkimono, biasanya cuma pengantin, pihak keluarga saja, dipakai saat acara sotsugyoshiki/kelulusan sekolah, acara kenegaraan bagi sang permaisuri, acara upacara minum teh, dipakai para pesumo tersohor, dan sedikit acara formal lainnya. Makanya tak jarang wanita Jepang yang tidak pernah membeli Kimono dimasa hidupnya (dia memilih menunggu pemberian dari ibunya).



Beberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari teman Jepang saya, dia mengajak saya untuk berlatih memakai kimono (khususnya pakai obi/pengikat kimono). Dan kemaren, 28 April akhirnya hari itu tiba. Sebenarnya ini bukanlah yang pertama bagiku. IBu temanku yang beberapa waktu meninggal, ingin sekali memakaikan kimono untukku, sepertinya dia sangat kehilangan dan rindu akan putrinya ityu, Sehingga setiap kali ada waktu saya selalu diajak jalan/sekedar makan diluar. Walaupun saya terkadang tidak ngerti bahasnya.... soalnya si ibu ini juga terkadang lupa pakai logat Saga ben...alias bahasa daerah sini...sungguh "gabai"... yang



Dan sedikit terkejut bagiku, selesai memakaikannya, dia bilang kalau kimono itu buatku, padahal saat dibuka kimono itu masih dalam bungkus kertas khusus untuk menyimpan kimono, alias masih baru.Selembar kimono sutra yang tidak pernah saya bayangkan/impikan.Dia bilang itu sebagai tanda cintanya kepada keluarga kami, karena dianggap telah menemani hari-hari putrinya yang meninggal di saat-saat setahun terakhir dia dalam masa kritisnya. Saya ragu menerima pemberian ini, karena ini merupakan daijina mono/barang penting, namun beliaunya mengatakan tidak apa-apa, ini memang disiapkan untuk saya.



Kimono yang saya pakai, kimono jenis furisode, bagian lengannya sangat lebar dan menjuntai ke bawah. yang sebenarnya dipakai untuk wanita yang belum menikah.... hihihihi...kalau yang ini saya yang maksa kali ya... Sebelum pulang, dia berpesan agar kimono ini kelak dipakai Safa saat masih belum menikah....hihihihi...jadi
tambah ngempet terharu dan juga ngempet ketawa... kok sampai sebegitu pikirannya... btw...thanks for the beautifull kimono

Modelnya sayang sekali...gendutttt ... wis mbledosss