Anugerah Terindah

Friday, February 26, 2010

Bonen kai with Ladies Dream Actions

Sepertinya sudah kebiasaan orang Jepang untuk merayakan pesta pergantian tahun atau biasa disebut dengan bonen kai. Namun bonen kai yang ini berbeda dengan kebiasaan yang ada selama ini. Kalau kebanyakan mereka pada merayakan/pesta dengan teman ke kafe/club untuk sekedar makan- makan dan minum sampe teler. Tidak begitu halnya dengan LDA, Ladies dream Actions pimpinan Nakano san ini. Setiap akhir tahun selalu menampilkan aneka budaya. Terutama budaya Jepangnya. Ada berbagai macam pertunjukan budaya yang ditampilkan LDA, selain selalu memamerkan Kimono kebanggaannya. Ada taiko ton ton ton (tabuh gendang besar), ada pertunjukan showa (pertunjukan gerak tubuh/gaya bicara bagi mereka yang mengalamai ganguan telinga/gangguan bicara), ada pertunjukan koto atau semacam kecapi yang semuanya dimainkan oleh nenek-nenek berusia diatas 50 tahun. Mereka sangat bangga dengan budayanya. Dalam kesempatan ini, syukur kami bisa mengajak mama mengikuti/nonton acara ini. Pengalaman pertama mama ikut bonen kai di Jepang, dan alhamdulillah beliau menikmatinya.

Semua pemain koto ini sudah lansia lho

Selain itu setiap peserta diwajibkan untuk membayar uang hadir 500 yen dan membawa makanan ala kadarnya. Indonesiapun selalu ambil bagian di acara ini. Sama seperti halnya tahun2 sebelumnya. Bisa dilihat disini atau dimana ya...pokoknya ada di blog ini deh.... Kali ini yang tampil mereka orang-orang baru. Seperti biasa diawali dengan pengenalan budaya Indonesia (sepertinya dari tahun ke tahun selalu suami saya yang kebagian ini), dan penampilan teman-teman membawakan berbagai macam lagu daerah Indonesia, ada Rek ayo rek mlaku-mlaku neng tunjungan, ada bengawan solo, ada sajojo dan masih banyak lagu lainnya. Penontonpun terkesima akan penampoilan teman-teman. Tak mau kalah dan penuh semangat kita yang dibelakangpun bersamaan menyanyikan lagu-lagu daerah yang dibawakan teman-teman di panggung. Suasana jadi semakin meriah dan ramai. Tak lupa kitapun selalu memakai batik sebagai simbol budaya Indonesia. Makanan khas Indonesiapun juga ada diantara pesta ini, special banana cake, dan puding lapis coklat saya bawa dalam acara ini. Terlihat juga nasi goreng, mi goreng bawaan teman-teman. Akhir tahun yang berkesan buat mama selama di Jepang. Kegiatan akhir tahun yang bernuansa budaya, tanpa hingar bingar pesta yang berlebih.

Bonen kai, Nabean di Tenyu Danchi (tempat tinggal Om ANton adn Tante Ima)

Belum lengkap rasanya musim dingin kalau belaum nabean bareng. Kita bikin nabe di danchi, tempat tinggalnya teh Ima, sekalian mama biar tahu bagaimana suasana ruangan di danchi, secara beliau penasaran juga ingin melihat rumah negara yang disewakan untuk rakyatnya ehehhe.
Momentnya juga pas bertepatan dengan kedatangan kepala kantornya om Anton, dari Jakarta. Jadilah acara nabean yang seru. Sementara bapak-bapak dan ibu-ibu sibuk mendengarkan perkenalan para tamu, anak-anakpun juga tak kalah sibuk.
Mereka asyik bermain mainannya Fakhri. Fakhri gomen ne... kalau mainannya ada yang robek, buat rebutan Rafif sama Seeva...
Puas, kenyang nabean kita selalu pose bersama...acara wajib di setiap kesempatan kumpul bareng sayang untuk dilewatkan. Suasana dingin pun cair dengan nabe dan guyonan lucu bapak-bapak. Alhamdulillah....


Otsukaresamadeshita... Shinen akemashite omedetou gozaimasu, kotoshi mo mata yoroshiku oneghaita shimasu.
Mata gambarimasho...

Tuesday, February 09, 2010

Bersepeda Keliling Saga

Cerita ini sebenarnya sudah lama, sekitar bulan November 2009, saat Yang Ti masih baru datang ke Saga. Dan waktu itu cuaca juga masih bagus, belum begitu dingin dan saat itu menjelang musim gugur. DI hari sabtu kami sempatkan sepedaan bersama keliling Saga. Kami berempat saja, soalnya suami tidak bisa ikut, beliau kalau tidak ke kampus terkadang harus baito. Untung saja Yang ti bisa naik sepeda, jadi memudahkan kita jalan kemana saja...
Gambar di sampingini Yang ti bersama anak-anak di Saga Jo (Saga Castle). Fotonya tepat di samping tempat kasa (payung).

Dari Saga Jo, perjalanan kita lanjut, melihat HNK terebi nya Saga. Sambil tetep bawaan lebih dari 30 kg ehehhehe....anak-anakku ada di sepedaku, Rafif di depan, sedangkan Safa ada di belakang, melawan hawa dingin yang mulai menusuk tulang. Tapi tidak apalah, demi jalan-jalan kita kali ini. Dari NHK kita menuju ke Saga jinja dan sekitarnya. Disana anak-anak senang sekali, melihat dan kasih makan ikan di sungai yang besar-besar dan juga kasih makan burung dara/hato di depan Saga Jinja. Ikan disini besar-besar dan jinak, tapi jangan coba-coba untuk mengambilnya. Kalau ketahuan bisa kena denda 300.000 yen atau sekitar 30 jt rupiah.

Sedangkan burung daranya juga begitu jinak, begitu kita mendekat dan membawa makanan, mereka langsung berkumpul dan mengerubuti kita. laparr.... mungkin begitu ya..ehehhee.
Tidak hanya anak- anak yang senang di sini, Yang tipun begitu menikmatinya, pemandangan seperti ini sangat susah dijumpai di kota kami, di INdonesia sana.

Setelah sekian lama bercengkrama dengan ikan dan burung dara, kita putar balik ke rumah, anak-anak sudah mulai mengantuk sepertinya. KIta lewati sepanjang jalan di pinggiran sungai, samping jinja. Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan buat Yang ti, karena pemandangan seperti ini tidak mungkin ditemui Di sepanjang pinggiran sungai, ada banyak ikan besar dan cantik-cantik, sedangkan diatas sungai dedaunan berwarna merah. Momiji.
Foto disamping ini saya ambil dari atas sepeda hehehhee... di perempatan dekatnya Yubinkyoku senta/ kantor pos pusat. Pas momentnya bagus, ada perpaduan daun merah sama daun berwarna kuning.


Dari Yubinkyoku, kita melewati Perpustakaan pusat, Sedangkan gedung disamping ini adalah gedung olahraga atau biasa disebut taikukan. Bentuk gedungnya unik, lucu, enak saja dipandang mata. Makanya saya sering disini hanya untuk duduk atau membaca buku atau foto-foto pas event musim semi. Dihalaman gedung ini banyak sekali ditanami pohon sakura. Pas musim semi...semuanya memutih dan sangat cantik... Ehm...suatu saaat saya pasti akan merindukan tempat ini...
Dulu saat saya masih baru datang ke Saga, atau sekita 4.5 tahun yang lalu, setiap hari jumat sore, para mahasiswa asing yang ada di Saga suka bermain olah raga disini. Dalamnya cukup bagus dan lapang. Dulu kita sering bermain bulu tangkis disini, dan bukan hanya mahasiswa saja, namun mahasiswa yang membawa serta keluarganya juga ramai-ramai datang disini. Sehabis main bulutangkis, kita bareng-bareng makan udon, di cikara udon, perempatan dekat yuyu. Hehhehe..jadi ngelantur ceritanya,..... Namun seiring perkembangan jaman... semua sudah tidak kita jumpai lagi.
Ada kolam ikan dan air mancur di depan gedung ini. Tempat parkirpun lumayan. Semuanya tertata rapi dan bersih.
Yah ceritanya jadi neglantur kemana-mana. Dari sini kita langsung genjot sepeda menuju honjo shokudo, kita makan siang disana. Tetep menu utama adalah udon, nasi, sama ikan salmon dan ikan saba bakar kesukaan Safa dan Rafif. Yang tipun senang dengan nasi yang diatasnya ditaburi furikake. Kenyang...pulang... semuanya ganti baju, cuci tangan cuci kaki...bobok....
ALhamdulillah...

Thursday, February 04, 2010

Januari.... penuh dengan jalan-jalan

Alhamdulillah... bisa ngeblogspot lagi...mudah2an gak males males lagi lagi hehehhee...

Banyak cerita yang masih tersimpan di kamera.... hihihihi.... selama ada mama disini mana sempat ngeblog lama2 ... komputernya buat lihat tv indonesia... hehehhe. Sebagai menantu yang baik saya maklum kok, maklum disini gak ada hiburan bahasa Indonesia, semua mesthi pake nihon go... kebayangkan kalau saya yang disini tanpa ada hiburan. Dan alhamdulillah 3 bulan mama disini, insyaallah betah (kata beliau) dan beliau berjanji akan kembali lagi kesni jikalau saya kembali hamil hehehe...AMin...minta doanya ya teman...

Tanggal 20 Januari kemaren beliau sudah kembali ke INdonesia, seminggu di Jakarta, 4 hari di Jogja dan baru nyampe Kediri minggu lalu.

Ada banyak cerita jalan-jalan yang ingin saya simpan di sebagian cerita "Anugerah Terindah" ku, semoga suatu waktu anak-anakku bisa membacanya.

Cerita Pertama bersama keluarga tercinta mama sangat menikmati acara International Ballon Fiesta, dari siang hingga malam penutupan mama menyaksikan semuanya. Ini event Internasional tahunan di Saga. Ini kali pertama buat mama, dan saya insyaallah sudah kelima. Setiap kali melihat, tidak pernah ada rasa bosan. Apalagi saat melihat balon- balon raksasa terbang, subhanallah tak terfikirkan sebelumnya saya bisa melihatnya secara langsung. Beli jagung bakar, sebiji 500 yen atau setara dengan limapuluh ribu rupiah, tentu harga yang mahal kalau dibanding dengan di Indonesia. Begitupun dengan ubi bakar, seharga 200-300 yen perbiji... ehehhee...kali ini mama sempat geleng-geleng. Habis dikampungku sana ubi ini sudah banyak yang gak mau makan, melainkan untuk pakan sapi ehhehe.


Pantai Ariake, lihat rumput merah yang konon katanya terkenal di seluruh kepualauan Khyushu dan ikan mutsugoro.
Lihat momiji di kunen an.... Pulang dari IDAI kita salah jadwal, jadilah kita ke Kunen an, lihat momiji (daun merah). Konon di Kunen an ini tempatnya sangat terkenal dan sangat bagus. Tempatnya di Pegunungan, daunnya berwarna-warni. Subhanallah karya agung ALLAH Yang Maha Kuasa. Berbagai macam warna daun indah diciptakan. Hijau, merah, kuning, coklat, oranye, membaur jadi satu. SUngguh indah. lainnya menyusul ya.... mau masak dulu...