Pertengahan bulan lalu saya, Safa dan Rafif ikut acara kampusnya suami ke Miyaki, kurang lebih 30 menit perjalanan dengan bus. Acara ini diikuti oleh para mahasiswa, baik Jepang sendiri maupun mahasiswa asing beserta keluarganya. Agenda rutin tahunan, masak2. Kali ini giliran membuat masakan Palestina.
Rombongan satu bus yang terdiri dari staff bagian mahasiswa asing, nihonjin, orang Indonesia, Maroko, Thailand, Korea, China, Bangladesh, Nepal dan Palestina berangkat dari kampus pukul 9 pagi. Sesampainya di Miyaki, (lupa di gedung sekolah apa namanya...) kita disambut panitia, dan melakukan registrasi ulang.

Begitu masuk ruangan, kita memperkenalkan diri masing2 dan brother Sami Muthair (satu2nya mahasiswa asal Palestina dan tepatnya dari kota Gaza) memberikan orasi tentang sejarah Palestina, khususnya Gaza jaman sebelum 1948 ( sebelum Israel mendeklarasikan menjadi sebuah negara) hingga Palestina di tahun 2009 ini. Dimana wilayahnya menjadi sangat2 sempit dan terhimpit karena dicaplok oleh zionis Israel. Selanjutnya Daniah (istri brother Sami) menjelaskan apa2 yang akan di masak hari ini dengan bahasa Arab... Brother Sami menterjemahkan dalam bahasa Inggris... dan satu lagi orang Jepang menterjemahkan dalam bahasa Jepang...menarik.
Ini sebagian kegiatan di seputar dapurnya


Persiapan semua bahan yang akan dimasak


Ngisi kue, sejenis pancake yang namanya "Qatayef", sedangkan isinya terdiri dari dari almont yang dicincang kasar, kelapa parut, gula, buuk kayu manis dan kacang...rasanya dijamin nambah... tapi awas, kolesterol tinggi kalau kebanyakan hehehe. Foto sebelah Daniah, koki hari itu, dia teman di kelas kanjiku juga. Walaupun kita bawa anak2, tetep kita bekerja bersama kelompok2 yang sudah terbagi.

Nasi disamping namanya " Gidar rice", terbuat dari beras biryani, daging kambing, bawang putih, bawang bombai, garam, merica hitam, kunyit, kayu manis, air, minyak untuk menumis dan atasnya di taburi dengan almont goreng, bawang bombai goreng dan juga daun petersely. Sedangkan penyajiannya dimakan saat masih panas dibumbui yogurt dan salad sayuran.
Buat saya yang baru pertama kali makan ini rasanya ya sedikit aneh, tapi yo enak kok...(habis sudah lapar banget...jam 3 sore baru kelar). Aromanya mirip2 dengan makanan orang arab.

Selesai masak2, kita makan bersama dan makanan di tata sedemikian rupa diatas meja dan juga minuman khas Jepang, Ocha/teh hijau. Disamping ini anak2 yan

g sudah pada kelaparan, mereka curi start, makan dulu. Bagaimana tidak biasanya mereka makan pukul 12-1 an baru makan jam 3. Untung sebelumnya sudah di ganjal sama kue bekal dari rumah dan mereka tidak rewel. Alhamdulillah, anak2 pada lahab, gak tau karena keenakan atau kelaparan.

Satu set makanan yang akan kita santab, terdiri dari gidar rice, Mjaddara (nasi putih sama lentil, olive oil), musakhan (kue yang diatasnya ayam yang sudah dibumbu), Qatayef (kue yang kaya serabi berwarna kuning), secawan salad sayur dan yang pasti saya tidak habis... menu berat sih...

Seperti biasa, selesai makan, kita beres2, cuci piring sendiri, bersihin dapur sampe beres, meninggalkan tempat harus bersih sama seperti saat baru datang, kita foto bareng. Karena ada kelebihan makanan yang cukup banyak, kita dipersilahkan untuk membawa pulang. Dan didepan pintu keluar kita masih diberi oleh2 sebungkus kedelai. Alhamdulillah. Hari yang menyenangkan, dan menarik buat nambah pengalaman.
Alhamdulillah