Anugerah Terindah

Thursday, October 15, 2009

Undokai (Pesta Olah Raga) di Jounan Hoikuennya Safa dan Rafif

ALhamdulillah, acara undokai disekolahnya anak-anak sudah selesai, setelah kurang lebih 2 minggu persiapan dilakukan. Acara pesta olahraga ini merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti oleh seluruh murid dari usia 6 bulan hingga usia 6 tahun juga kedua orang tua dan kakek neneknya dan tak lupa para sensei hoikuen. Acara ini menarik sekali, dan merupakan acara puncak yang ditunggu-tunggu keluarga. Semuanya berkumpul, bermain, berlomba meluapkan kegembiraan ber

main dan berkompetisi bersama-sama. Indahnya masa anak-anak, menikmati dunianya yang penuh dengan dengan canda tawa dan hati yang bersih. Begitupun buat keluarga kami, semuanya ini akan bisa dijadikan kenangan yang tak mungkin terulang dan bisa menjadi obat rindu dikala kami sudah meninggalkan bumi sakura nantinya.

Acara Undokai ini buat Safa sudah diikuti beberapa kali, sejak di Turipugumi, Himawari gumi, sakura gumi dan sekarang di Kiku gumi. ARsip tahun lalu bisa dilihat di tahun- tahun sebelumnya setiap bulan Oktober. Sedangkan Rafif ini merupakan acara undokai pertama yang diikuti. Kebetulan Rafif sekarang bermain di Turipu gumi.


Sumire gumi


Turipu gumi

Acara ini dimulai dari pukul 8.15 pagi, setiap murid harus sudah berkumpul di hoikuen pada pukul 8 pagi. Belum lagi kita mesthi membawa bento buat makan siang. Jadi deh... ibunya yang harus bangun pagi-pagi buat mempersiapkan semua keperluan yang dibawa ke sekolah pagi ini, bukan bentonya yang menjadi masalah, tapi kalau terlalu pagi itu anak-anak kadang susah dibangunkan, secara sekarang cuaca sudah mulai dingin.



Himawari gumi dan Sakura gumi



Kiku gumi dan Yuri gumi

Sampe sekolah, Rafif langsung menuju ke kelasnya dan Safa juga langsung menuju ke kelas masing-masing. Sedangkan kami para orang tua dan keluarga

menunggu di halaman, duduk berdasarkan tempat duduk perkelas. Rasanya sudah tidak sabar menunggu saat anak-anak beraksi. Penasaran, terutama lihat Rafif, apakah dia akan nangis saat melihatku atau melihat papanya. Dan ternyata kekhawatiran kami tidak terjadi. Malah Rafif asyik bersama teman-teman dan senseinya sambil sesekali melihat kami, malu-malu sambil cengar cengir ketawa. ah....anak-anak... indahnya masa itu nak, nikmati sepuas hatimu ya....


Encho sensei dan anak-anak menyanyikan Kimigayo

Sebelum dimulai, pertunjukan taiko (bedug) dari Yuri gumi (kelas paling besar).
Acara diawali dengan berbarisnya anak-anak ke tengah lapangan berdasarkan kelas masing-masing. Kemudian pembukaan oleh Encho sensei (kepala sekolah), dilanjutan dengan pengibaran bendera Jepang berdampingan dengan bendera Jounan Hoikuen diiringi dengan lagu "kimigayo" yang dinyanyikan anak-anak secara bersama-sama. Suasana saat itu menjadi tenang, tidak ada satupun orang yang bersuara. Mereka sungguh khidmad mengikuti jalannya upacara, begitupun dengan orangtuanya, kakek nenek ataupun keluarga yang ikut.


Perlombaan pertama oleh kelas Sumire gumi (kelas 0 sai/kelas nol tahun), dimulai dari yang sudah bisa berlari, lomba berlari, kemudian diikuti yang baru bisa merangkak anak-anak mencari okasannya masing-masing.
Lucu sekali melihat tingkah polah anak-anak. Ada yang tersenyum, ada yang ketakutan, ada yang menangis dan ada yang terus minta gendong sensei/orang tuanya.

Perlombaan kedua, lomba lari buat anak-anak usia 1-2 tahun, kelas Turipu gumi (kelasnya Rafif). Lucu sekali melihat Rafif, disaat aba-aba masih belum di bunyikan, dia sudah lari menghampiriku. Akhirnya dia ditarik senseinya dan kembali mengikuti perlombaan. Walaupun tidak menjadi no 1, tapi saya sebagai orang tua senang anak-anak sudah berani tampil di depan teman-temannya, paling tidak mengasah rasa percaya dirinya.




Perlombaan selanjutnya sama, di kelas Himawari gumi, Sakura gumi, Kiku gumi dan Yuri gumi, lomba lari. Dikelasnya Safa, murid perempuan cenderung sangat sedikit, mungkin 1/4 dari kuota. Jadilah saat perlombaan itu safa tanding melawan teman-temannya yang laki-laki. Seru dan menarik... ternyata Safa cukup kuat juga, dia bisa mendapatkan urutan kedua.



Masih banyak perlombaan dan pertunjukan yang diadakan, diantaranya pertunjukkan membuat kreasi dari balon besar (Sakura gumi), perlombaan masukin bola kedalam keranjang, pertunjukan hula hop (dari keas Kiku gumi/kelasnya Safa)d engan berbagai bentuk, drumb band (kelas Yuri gumi dan Kiku gumi), kebetulan yang besar dapat peran pegang alat musik dan parade, sedangkan yang pegang bendera dari kiku gumi. Ada juga perlombaan buat kakek nenek (perlombaan bersih-bersih sampah), perlombaan masukin bola di keranjang, perlombaan makan cizu/keju sama minumnya coca cola/sprite/fanta, perlombaan tarik tambang antara okasan tachi melawan otousan tachi. Seru dan menarik sekali acaranya.






Acara terpotong dengan makan siang, dan acara berakhir dengan penutupan dan penurunan bendera. Kemudian menari bersama-sama, dan penyerahan medali kepada seluruh siswa dengan pemberian hadiah.
Banyak sekali hadiah yang didapat, Selain buku-buku bergambar, buku cerita dan buku pengetahuan mengenai hewan dan tumbuhan juga mendapatkan berbagai macam okashi (jajanan) dan juga alat tulis juga cangkir.



Sebagian senseinya Safa... Tanaka sensei, Kosho sensei, Sumako Miura sensei dan Tajumi sensei

Senangnya anak-anak hari itu. Terlihat pancaran matanya menunjukkan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Begitu ceria dan bahagianya hari itu. Acara berakhir hingga pukul 2 siang.
Alhamdulillah.... semua menikmati. Insyaallah cerita ini akan kami kenang sepanjang masa. Dimana masa-masa itu kita semua telah meninggalkan bumi sakura.