Anugerah Terindah

Wednesday, July 22, 2009

Sankanbi nya Safa dan Rafif di Jounan Hoikuen

Bismillahirrokhmanirrokhiim...

Sama seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, setiap waktu pasti ada acara sankanbi (hari kunjungan orang tua ke sekolah) di hoikuennya Safa dan Rafif. Bagi Safa ini sudah berlangsung beberapa kali, namun tidak begitu dengan Rafif. Ini acara sankanbi di kelasnya Rafif (turipu gumi) untuk yang pertama kali. Jadilah hari itu kita berbagi tugas dengan suami, Safa bersama otosannya/bapak, sedangkan Rafif bersama dengan okasannya/ibunya.
Acara ini sebenarnya sangat istimewa buat kami sebagai orang tua. Sejauh ini anak-anak setiap hari bermain bersama di Hoikuen dari pagi hingga sore. Nah disitu kita dipersilahkan melihat lebih dekat, kegiatan anak-anak selama seharian di hoikuen. Kemajuan sekecil apapun dan hal-hal baru yang didapat anak di hoikuen perlu adanya penghargaan dari orang tua.

Di kelasnya Rafif, setelah anak-anak berkumpul di kelas, mereka dengan tertib duduk di meja masing-masing. Ada juga yang tetap duduk bersama otosan atau okasannya. Namanya juga anak-anak, Rafif ada di kelas anak berusia antara 1-2 tahun. Melihat anak-anak dengan berbagai macam tingkah membuatku semakin terpana, serasa tak ingin meninggalkannya. Ehm... seandainya saya mampu...
Setelah itu oyatsu/cemilan dipagi hari dikeluarkan, hari itu oyatsunya stik jagung dan segelas susu segar. Anak-anak tampak senang dan menikmatinya. Anehnya mereka itu tidak terpengaruh pada kehadiran orang tuanya, tetep seperti hari biasa, makan sendiri tanpa minta suap. Bahkan saat saya coba bantu pegangkan cangkirnya, Rafif langsung ambil alih cangkir itu dan dipegang sendiri dengan kencang. Luar biasa... luar biasa sensei yang telah berhasil mendidik anak-anak menjadi anak yang mandiri, semua dilakukan sendiri sejak kecil.

Selesai oyatsu, sensei tachi menghadirkan pi pe to ...cerita boneka. Hari itu ceritanya berkisah tentang rumah nya anak babi dan binatang lain yang akan mencoba mengganggu kehidupannya. Aneka ekspresi yang bisa ditunjukkan anak-anak saat menonton pi pe to itu. Ada yang dengan serius memperhatikan, ada yang sambil lari-lari, ada yang mendekati sensei sambil menarik-narik kaos senseinya, ada yang asyik bermain dengan teman sebelahnya. Setelah itu anak-anak diajak bermain bernyanyi bersama dan berjoget. Wah senengnya... semua menikmatinya.

Dilanjutkan cerita dari Tanaka sensei yang membacakan buku cerita bergambar tentang Oppai (susu). Mereka yang masih kecil semua menyusu pada ibunya, baik itu binatang dari sapi, kambing, babi, gajah, kucing maupun pada manusia. Nah saat menampilkan oppainya okasannya Rafif yang duduk di depanku langsung ngelendeh dan sempat minta oppai... Walah.... hasukasiii sama tomodachi..(saya bilang malu sama temannya)... mite horak....minna oppai nomanai... baru Rafif lihat teman-temannya dan berhenti merengek. Tapi apa selanjutnya yang diperbuat, dia bermain kaki dengan temannya, seperti terlihat di gambar diatas.
Kemudian waktunya hiru gohan/makan siang bersama. Meja ditata dengan cepatnya, kemudian piring dan cawan juga cangkir segera terisi dengan makanan menu siang itu. Namun tidak begitu dnegan makanan Rafif, selalu istimewa, Sudah tersedia dan ditutup wrap plastik saat disajikan. Dan sederetan bumbu-bumbu yang terlarang juga sudah ditulis, no mirin, no sake, no arukoru, no buta/babi. Istilah kerennya sih halal food.
Makannya hari itu habis separuh, alhasil yang separuh mamanya yang makan.

Selesai dari kelasnya Rafif, Saya segera minta ijin ke kelasnya Safa. Sampe kelasnya Safa Rafif langsung lari menghampiri Tatsumi sensei, langsung gendong, sudah langganan.
Masih sibuk bikin prakarya, bikin jam dari kertas bekas, baik itu kerdus bekas tempat tisu ataupun bekas susu segar.


Safa bersama teman-teman sekelasnya



Tatsumi sensei dan Miura sensei memberi contoh jam yang dibuatnya. Hasil karya Safa bersama bapaknya dan juga mas Ilham bersama bapak dan ibunya, yang disamping sebagian hasil karya teman-temannya.

Tak lupa bapaknya Safa sambil gendong Rafif numpang lewat didepan hasil karyanya. ehhehehe... Untung yang dikelas Safa bapaknya, kalau saya yang disana coba...apa jadinya ehehhehe....
Rafif seneng sekali ketemu Safa, langsung sumringah. o, iya kemaren Rafif telah berusia 1 tahun 7 bulan. ALhamdulillah makin aktif dan mudah-mudahan sehat selalu ya nak.AMin.


Selesai bikin jam, mereka berkumpul dan hiru gohan bersama.


Pohon Tomat diatas itu adalah pohon tomat tanaman Safa. Di hoikuen setiap anak diwajibkan untuk menanam pohon, sesuai dengan kelasnya masing-masing. Ada yang tanam pohon tomat, kyuri/ketimun, nasu/terong, piman/paprika. Setiap anak diberi tanggung jawab untuk merawat, menyiram tanamannya sendiri, setiap hari. Sesuatu yang layak di contoh untuk pendidikan anak-anak agar bisa mandiri dan bertanggung jawab. Hasilnya anak sendiri yang memetiknya, dan selanjutnya di bawa pulang.

Sebelum pulang kita sempatkan foto bersam asebagian sensei di depan turipu gumi. Ada Takaoka sensei, ada Miya sensei, ada Tanaka sensei, ada Takagi sensei dan juga ada Tomoe sensei.

Alhamdulillah hari yang berkesan, mudah-mudahan anak-anak kelak bisa mengenangnya.

Alhamdulillahirrobbil alamin.