Anugerah Terindah

Wednesday, June 24, 2009

Sekedar Kenangan, Untuk Diingat dan Dikenang

Bismillahirrokhmanirrokhim...


Ada banyak cerita dan kenangan yang nantinya bisa saya jadikan cerita buat anak-anak saya kelak. Walaupun hanya sekedar bermain ataupun sekedar jalan-jalan ke berbagai tempat ataupun hanya sebagian kegiatan saya selama menemani suami di perantauan.
Salah satunya foto disamping, merupakan bunga Bara atau lebih tepatnya dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai bunga mawar/ Rose.
Bunga ini tumbuh subur di belakang rumah yang kami sewa di Hounjoumachi ini. Rumah dari Oyaasan kami yang bernama Tono san.
Bara tumbuh subur di setiap musim semi dan harum wanginya terasa sampai di samping rumah. Namun sayang baru tahun ini saya kebagian memanennya, sebelumnya selalu terlambat mengetahuinya, karena tempatnya yang sudah tidak terawat karena gudang di belakang rumah roboh akibat terkena hembasan Taifu di tahun 2006.
Dirumah bermain sama Megumi san dan Satoko San. Biasa, setelah acara masak - memasak atau acara jalan-jalan kita selalu ngumpul di rumah. Mereka seneng sekali bermain bersama Safa dan Rafif., mungkin karena mereka belum berkeluarga ya... Salah satunya menggambar bersama, memberi warna gambar dan juga akhir akhir ini sering mengajari origami/bikin sesuatu /melipat dari kertas. Safa sudah bisa bikin burung2an dari kertas, juga sudah bisa bikin kotak dan origami simple lainnya. Yang dipamerkan safa itu hasil karyanya sendiri lho... bikinnya bersama-sama dengan Satoko san. Sedangkan mereka ini penggemar sambel terasi dan berbagai macam masakan Indonesia. Berbagai resep telah di coba, mulai dari sambel terasi, nasi goreng, soto ayam, gulai kambing, krengsengan kambing, mi goreng sampai ke siomay dan berbagai macam kue. Alhamdulillah senengnya punya teman mereka, selain bisa belajar bahasa Jepang gratis bisa juga jalan-jalan bersama mereka. Karena kedua orang tuanya sudah pensiun dan hobi bertanam, setiap kali ke rumah mereka selalu membawakan hasil panennya, hingga bunga yang biasa di tanam di samping dan depan rumahnya. Alhamdulillah rejeki lagi...


Foto disamping ini Safa bersama sahabatnya di hoikuen. Namanya Rino chan. Namun kemudian setelah kelahiran adiknya dia keluar dari hoikuen (karena ibunya di rumah dan tidak ada kegiatan lainnya selain mengurus anak dan keluarga) dan sekarang pindah di Honjo Yochien/Taman kanak kanak Honjo. Anak-anak bertemu saat bermain di Honjo koen. Tampak senang dan agak sedikit kikuk saat berbicara, namun kejadian itu cuma sebentar, akhirnya suasana dengan cepat cair dengan gurauan dan canda tawa mereka. Ah, senangnya melihat anak-anak cepat beradaptasi ... Dari percakapan emreka saya dengar kalau dia saling menceritakan temannya masing-masing.


Nah kalau yang ini foto safa sama Rafif saat bermain di honjo koen, begitu saya bilang chii zuuu .... secara bersamaan mereka ambil posisi dengan gaya tangan seperti itu...
ALhamdulillah selama ini anak-anak rukun, Safa sayang sekali sama adiknya. Lebih banyak ngemong, suka gendongin, suka nyuapin dan yang penting dia saling menyayangi dan tidak saling bertengkar. Begitupun dengan Rafif, dia sayang banget sama Safa, sukanya nyiumin kakaknya.

Enaknya bermain disini, selain nyaman dan tentunya banyak pilihan mainan yang ada, terkadang anak tidak mau minum bekal minuman yang telah dibawa, seperti gambar disamping Safa dnegan enak dan gampangnya minum air di taman. Air yang mengalir ke atas ini memang air khusus untuk minum, bukan air untuk cuci tangan. Gampang dan praktis bukan...? airnya bersih, segar dan sehat karena air ini berasal dari sumber air pegunungan. O, iya Saga ini dikelilingi oleh banyak gunung lho, sehingga banyak sekali sumber mata air yang ada.

Akhirnya setelah menyaksikan atraksi camen rider di Mr Max selama kurang lebih 1 jam dan ditambah hampir 30 menit ngantri untuk bisa foto bareng tokok Camen Rider terbayarkan dengan hanya sebuah jepretan foto saja. Gak boleh lebih, soalnya yang ngantri buanyakkkkk. Jadi terbatas. Walaupun hasilnya kurang memuaskan, karena low baterei yang penting Safa seneng dan menikmati skeali. Sampai dirumahpun dia terus bercerita tentang aktingnya Camen Rider. Namanya juga anak-anak....puas melihatnya...

Dari cerita anak-anak, beralih ke cerita ibunya. Syuuji salah satu kegiatan yang rutin saya ikutin tiap minggu disini, khususnya di hari Jum at atau selasa dan kamis. Foto disamping bersama Yooko sensei (sensei Syuuji/seperti kaligrafi) bersama Osoegawa san (istri dr gigi Osoegawa sensei). Lokasi di Tamaya lantai 7, saat ada pameran Syuuji di musim semi/sekitar akhir Mei. Pameran ini banyak sekali peminat dan pengunjungnya. Setiap tahunnya Yooko san di kontrak ekslusif oleh salah satu counter Kimono terbesar di Saga. Event seperti ini biasanya setahun berlangsung 2 kali, dan satunya di musim gugur/aki. Pameran berlangsung selama 4 hari dan tak kurang dari 150 lembar hasil lukisan dan tulisan terjual disini. ALhamdulillah.... proyek Yooko san berlanjut setelah event ini. Ikut seneng dan bahagia mendengarnya.
Foto disamping bersama Megumi san dan Satoko san saat diajak ke salah satu SD kuno/ mukashi no Saga no Shogakko. Atau SD jaman dulunya di saga. Letaknya lumyan, sekitar 45 menit dari rumah ke arah Nanayama. SD itu sampai sekarang masih terawat dan rapi, namun sudah tidak difungsikan sebagai SD, namun dipakai sebagai tempat wisata dan ruangan-ruangan kelas yang ada dipakai untuk menjual cinderamata dan oleh-oleh khas Saga, khususnya makanan jaman dahulu dan juga mainan anak-anak jaman dahulu dan memamerkan prakarya siswa jaman dahulu. Sarana dan prasarananyapun cukup lengkap. Sedangkan depan dan samping kelas ditanami dengan sayuran hidroponik, ada salada, sawi, horenso/bayam, tomato dan juga tanaman lainnya. Ini bisa dicontoh dan dikembangkan di Indonesia. Sangat menarik dan menyenangkan sekali mengunjungi tempat ini. Sedangkan ransel yang saya pakai itu di Jepang biasa disebut sebagai Randoseru...harganya lumayan mahal... satu biji tas berkisar antara 15.000 yen- 55.000 yen. ini tas yang wajib dibawa anak-anak SD disini, bentuknya sama, hanya warna saja yang membedakan.

Teringat suatu percakapan Safa dengan bapaknya suatu malam. Saat itu Safa sebenarnya sudah mulai mengantuk dan sudah berbaring sekian lama dan saya sudah selesai membacakan cerita untuknya, tiba-tiba dia ingin ke kamar mandi.
Safa : oshiko... pingin pipis...
Mama : Ya sudah pipis saja....Mbak Safa berani ke kamar mandi sendiri ?
Safa : Berani mah, di kamar depan kan ada papa
Mama : OK...kalau gitu mama tunggu disini ya (sambil duduk di meja komputer yang masih nyala),
Papa : mbak Safa ...mama sudah bobo ta ? kok ke kamar mandi sendiri
Safa : belum pa. ..mama lagi kerja
Papa : mama kerja apa malam-malam begini ?
Safa : itu kerja baca berita... sambil ketawa ngakak...
Papa : haaa....? sambil barengan ketawa ngakak.... Safa- safa bisa saja kamu nak...baca berita dibilang kerja ahahahahahhaaa..

Saya dibelakang lalu menghampiri mereka yang tertawa tidak berhenti-berhenti... saya tanyakan dan mereka menceritakan...jadilah malam itu kami tertawa bareng mengikuti perkembangan pola pikirnya Safa.

Foto diamping merupakan black forest pertama yang saya bikin dalam rangka ulang tahun pernikahan kami yang ke sembilan. Ya sudah sembilan tahun, angka tertinggi dalam pencapaian prestasi, namun bukan prestasi sebuah perkawinan. Ternyata praktik membikin black forest tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Dan hasilnyapun tidak mengecewakan, alhamdulillah praktek pertama kata suami rasanya sudah enak dan bentuknya juga sudah lumayan. Dan yang terpenting mduah-mudahan ALLAH memberkahi dan meridhoi jalan perkawinan kami dan kami bisa mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan penuh tanggung jawab melaksanakannya, bisa menemani suami hingga khir hayat dan juga mudah-mudahan kelak bisa mendidik anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan bermanfaat bagi kepentingan umat manusia. Amin amin amin allohuma amin.

ALhamdulillah....

Thursday, June 18, 2009

Ensoku di Meruhen mura

Bismillahirrokhmanurrokhim....

Yuk semangat nulis cerita buat anak-anak kita yuk... mudah-mudahan suatu saat anak-anak bisa membaca kisahnya diperantauan yang dituliskan sangat sederhana oleh ibunya.

Pagi itu harus bangun pagi-pagi, menyiapkan segala sesuatu yang harus dibawa dalam acara ensoku yang diadakan sekolahnya Safa dan Rafif di Meruhen Mura. Tempatnya lumayan jauh, sekitaran daerah Takeo, kurang lebih 2 jam perjalanan dari Saga. Mulai dari perlengkapan ganti baju mereka, bawa obentonya/bekal makanannya, makanan ringan dan beberapa botol minuman ringan yang telah saya beli tempo hari. Satu yang wajib dibawa, kamera ...j angan sampai ketinggalan... Dari satu hari sebelumnya anak-anak sudah seneng, mungkin sudah bisa membayangkan mainan-mainan yang ada di Meruhen mura nanti.

Didepan pintu masuk anak-anak sudah disambut manis oleh dua patung manis juga, ultramen dan juga si lucu kelinci.




Tepat pukul 8.30 pagi kami semua sudah berkumpul di halaman Jounan Hoikuen, kemudian diabsen satu-satu oleh sensei kelas masing-masing. Setelah semuanya lengkap, kita jalan beriringin menuju bus yang terparkir di belakang sekolah, menurut urutan kelompoknya. Kebetulan terbagi menjadi lima kelompok dan ada 5 (lima) bus besar menunggu disana. Banyak sekali ya...sampai lima bus... iya, soalnya acara ensoku ini diikuti oleh anak-anak dan kedua orang tuanya, nenek atau kakeknya juga boleh ikut, kaka atau adiknya juga boleh, yang penting daftar dulu. Selain itu di Jounan hoikuen terdapat 6 kelas, mulai dari kelas Sumire gumi, Turipu gumi, Himawari gumi, Sakura gumi, Kiku gumi dan Yuri gumi. Dan juga sesnsei tachi yang jumlahnya kurang lebih 25 sensei. Jadi seru sekali, ramai dan anak-anak senang sekali.


Kita kebagian di bus nomer 3, satu bus dengan keluarganya bu Endang, Pak Alim (Safa sekelas sama Ilham, dan juga Syifa kakaknya ilham pun ikut). ALhamdulillah selama perjalanan anak-anak menikmati, mereka tidak rewel, malah bergantian sahut-sahutan acara nyanyi-nyanyi dan juga makan makanan ringan yang kami bawa. Kamipun dihibur dnegan nyanyian-nyanyian sensei tachi dan obrolan-obrolan lucu mereka., mulai dari obrolan keseharian anak-anak di hoikuen, hobi mereka sampai pada tipe pria pujaan diaantara sensei-sensei. Cuaca hari itu sedikit mendung, untungnya tidak sampai turun hujan.

Sesampainya di Meruhen mura, bersama-sama memasuki area, dan kita dipersilahkan bermain-main disini sampai pukul 2 siang. Meruhen Mura ini tempatnya di area pegunungan, udaranya segar dan sejuk. Rafif dan Safa berlari menghampiri arena bermain bola. Mereka senang sekali mandi dan bermain bola sepuasnya, terutama Rafif. Tempatnya bersih dan luas sekali, sedangkan Safa asyik bermain tembak-tembakan menggunakan bola - bola plastik yang lunak itu.

Rafif digendong Tatsumi sensei dan Tomoko Miura sensei (mereka itu sensei kelasnya Safa). Rafif senang sekali sama Tatsumi sensei, setiap kali kelihatan wajahnya, Rafif pasti akan lari menghampirinya lalu minta gendong. Hal ini terjadi sejak Rafif belum masuk hoikuen, mungkin karena sering ketemu disaat menjemput Safa.


Kemudian kita makan bersama, makan bento yang telah kita bawa masing-masing. Setelah makan siang, anak-anak masih ingin bermain di tempat yang lainnya. Banyak sekali mainan yang mereka nikmatin hari itu. Mulai dari naik sepeda, naik jetcoster, nak kereta, belajar mendayung, belajar menyeberang pake rakit yang kita tarik sendiri, naik sepeda kuno yang besar, dan masih banyak mainan lagi yang lainnya, yang kalau saya sebutkan satu-satu tidak cukup disini. Kakakakaa.... O, iya selain banyaknya mainan itu, disini kita juga bisa melihat hewan-hewan yang dipelihara disini. Ada Usagi chan/ kelinci, ada kambing/yagi, ada kuda/uma, ada kucing/neko, ada anjing/inu, ada berbagai macam jenis burung/tori, ada ayam/niwa tori, ada juga mini lapangan golf.

Hari itu bener-bener harinya bermain anak-anak. ALhamdulillah anak-anak senang dan sangat menikmati acara ensoku di sekolahnya.( hehehe..anak-anak menikmati, orang tuanya yang geleng-geleng dan ambil nafas panjang....habis bayarnya lumayan mahal ehehhehe)...
Tepat pukul 2 siang, kami sudah berkumpul di bus masing-masing dan iringan 5 rombongan bus dari Jounan Hoikuen meninggalkan Meruhen Mura dan selanjutnya melanjutkan perjalanan kembali ke Saga. Sepanjang perjalanan pulang anak-anak sudah pada teler, mereka tidur pulas di bus dan sampe di Saga sekitar pukul 4 sore.

Perjalanan masih belum berakhir, hari itu kami diundang di acara syukuran kedatang keluarganya pak Herman, jadi kami langsung ke rumah tante Donna. Menikmati sedapnya masakannya terutama rendangnya enak sekali, ... (ya iyalah orang Padang gitu loh.... pasti pinter bikin rendang).

Alhamdulillah... malam harinya anak-anak kecapekan, jadi langsung tidur pulas.
Yang Ti, om Ferdi, om Fendi, budhe Tiwik... monggo silahkan menikmati foto-fotonya...

Alhamdulillah hirobbil 'alamin...