Anugerah Terindah

Monday, April 13, 2009

Rafif Masuk Hoikuen

Bismillah hirrokhmanirrokhim

Mulai bulan April, Rafif masuk hoikuen yang sama dengan Safa. April ini Rafif baru menginjak 1 tahun 3 bulan. Pilihan.... kalau Rafif gak masuk, sudah otomatis Safa harus keluar.... atau pindah sekolah. Berarti kalau safa pindah, Safa harus sekali lagi beradaptasi dengan lingkungan baru.... Tidak seperti di negara kita, kita bisa menitipkan anak/menyekolahkan anak kapan saja kita mau...disini banyak sekali aturan2 yang mengatur semua itu. Sebagai pendatang, ya mau gak mau kita ikutin aturan itu, kalau gak tahu sendiri akibatnya. Sekarang kita lagi sama2 berjuang, terutama suami, terus belajar demi tugas yang diembannya, saya juga ingin bisa belajar, tidak kuper dan juga tidak ketinggalan, sedangkan anak2 juga harus sejalan, kalau mereka tiap hari dirumah terus hanya dengan saya ... pastinya tidak akan ada kemajuan dan dijamin anak tidak akan bisa bersosialisasi dengan baik. (Dengan catatan saya tidak mempunyai tetangga yang memiliki anak2... dan mungkin kalau di Indonesia bisa sekali...ya ...semua karena lingkungan yang berbeda). Foto diatas diambil saat acara nyuin shiki/acara upacara penerimaan murid baru (bersama Tatsumi sensei dan Miura sensei).

Rafif tergolong anak yang manis, di hari pertama masuk sekolah, dia sama sekali tidak menangis. Begitu masuk, diterima senseinya, masuk kelas, langsung asyik mainan sama teman2nya. TIDAK BOLEH DITUNGGUIN... walaupun itu di luar/halaman. Kalaupun kita masih terlihat di disekitar sekolah kita pasti akan segera diusir...Latihan kali ya, soalnya kalau anak melihat ortunya pasti nangis. Hari pertama tanpa menangis, sekali saja menangis saat terjatuh dan itupun segera diam setelah dihampiri Safa.

Seminggu pertama, masuk dari pukul 9.30 dan pulangnya jam 12. Pukul 11 siang ortu datang kesekolah untuk menemani makan siang. ALhamdulillah makanan Rafif benar2 disendirikan. Setiap kali penyajian selalu tertera ingredientnya secara jelas dan memang makannannya pun berbeda dengan yang lain. Alhamdulillah,... Rafifpun mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dan yang pasti sekarang dia jadi semakin pinter, ada2 saja ulah dan kepandaian yang ditunjukkan setiap harinya. Gambar disamping sensei di kelasnya Rafif. Miya sensei, Takaoka sensei, Tanaka sensei, satunya lupa,ehehhe

Minggu kedua, rafif sudah mulai bisa dijemput lebih lambat, sekitar jam 3. Pagi ini, dia menangis saat kutinggalkan. Saat kutinggalkan, dia menangis di pagar pembatas kelasnya, sambil terus melihat langkahku dan langkah suamiku. Sungguh sebenarnya sangat tidak tega, namun apalah dayaku..... ingin sekali sebenarnya kupeluk dan dan kugendong buah hatiku...
Sebenarnya masih ada waktu buat saya...karena baru minggu depan berbagai kegiatan kuikuti. namun, semuanya harus diawali mulai sekarang. Yo wis lah...


Sakura tahun ini, "mankai"/mekarnya seminggu lebih awal dari tahun2 biasanya

Kejadian kemaren, 12 April saat kami sekeluarga berniat jalan bareng, isi bahan bakar dan berniat nambah angin, eh ternyata ban bocor dan setelah si petugas pom bensin minta ijin ngecek kondisi ban, ternyata ada sesuatu yang tidak beres. Yo wis akhirnya kita putusin ganti ban luar dalam 4 biji (untung dapat blt dan boleh dikredit ehhehe... jadi gak kerasa). Tak lebih dari 1 jam urusan mobil selesai, dan kita berpamitan pada si petugasa dan ngucapin terima kasih. Kita semua dah pada naik mobil, lha kok dengan tiba2 si rafif turun lagi, dan berjalan menuju si pegawai pon tadi, didepannya dia langsung membungkukkan badan, dan bilang arigatou., baru Rafif naik edalam mobil. Spontan pegawai dan mereka yang melihatnya langsung ketawa... Ada2 saja nak ... Nah satu lagi... seperti biasa, Saat kita dalam ruangan menunggu urusan ban selesai, Safa minta dibelikan minum yang dibeli dari mesin/mungkin kita biasa bilang atm minuman/vending machine/ dijepang biasa disebut sebagai jidhohambaiki, Safa masukin uangnya, pencet menu minuman pilihan dan botol/kaleng berisi minuman jatuh dan siap diambil. Begitu melihat Safa membawa minuman, Rafif tidak langsung minta ke Safa/merebutnya. Melainkan dengan tenang dia berjalan menghapiriku, lalu tanganku ditarik dan dia bilang "mama mama" sambil tangannya nunjuk mesin jidohambaiki. Begitu Rafif saya beri uang, Rafif memasukkan uang, terus dia pencet pilih sendiri minuman yang diinginkan, dan minuman yang dipilnya jatuh dan diambil. Langsung deh dia tepuk tangan dan dari raut mukanya tampak gembira sekali. Perjalanan dilanjutkan ke Machan, sebuah pasar tradisional ala Jepang, kurang lebih perjalanan 45 menit dari rumah, setelah melewati pegunungan yang asri. Ramai sekali, apalagi pas hari minggu dan jam makan siang, mau makan saja ngantrinya lama banget...padahal kursi yang tersedia cukup banyak. Konon katanya omset pasar tradisional ini besar sekali, selama penjualan sabtu dan minggu saja bisa mencapai 1000 man alias 10.000.000 juta yen...luar biasa...tinggal mengalikan ke 120 untuk mendapatkan nilai rupiah. Banyak dijual beraneka ragam sayuran yang segar dan murah, makanan yang disajikanpun tergolong murah dan enak pula. Sepulang dari machan kita mampir di Yamato, melihat Koinobori (bendera berbentuk ikan) di sepanjang sungai Yamato, dan disana anak2 menikmatis ekali, seneng sekali apalagi ada lagunya " yameyori takai koi nobori... " dan SAfa minta naik boto mengelilingi sungai. Harga tiketnya lumayan murah cuma 300 untuk orang dewasa dan anak2 sebelum SD gratis.

Rafif kini semakin besar, ada saja ulah2 aneh dan kepandaian yang dia bisa sekarang. Kini engkau belajar dan berjuang tuk bisa mandiri, menyesuaikan dengan lingkungan barumu. Nak... maafkan ibumu ya... maafkan atas ketidakberdayaanku... ibu berjanji akan segera menjemputmu jika semua urusan ibu selesai. Yang pasti dalam kalbuku anak2ku, selalu ada dan terus membayangiku...

Rafif, Safa... maafkan ibu dan bapakmu ya... selamat menikmati indahnya bermain bersama teman2mu...

Alhamdulillah...