Anugerah Terindah

Monday, March 30, 2009

Miyaki, Masakan Palestina

Bismillahirrokhmanirrokhim

Pertengahan bulan lalu saya, Safa dan Rafif ikut acara kampusnya suami ke Miyaki, kurang lebih 30 menit perjalanan dengan bus. Acara ini diikuti oleh para mahasiswa, baik Jepang sendiri maupun mahasiswa asing beserta keluarganya. Agenda rutin tahunan, masak2. Kali ini giliran membuat masakan Palestina.
Rombongan satu bus yang terdiri dari staff bagian mahasiswa asing, nihonjin, orang Indonesia, Maroko, Thailand, Korea, China, Bangladesh, Nepal dan Palestina berangkat dari kampus pukul 9 pagi. Sesampainya di Miyaki, (lupa di gedung sekolah apa namanya...) kita disambut panitia, dan melakukan registrasi ulang.

Begitu masuk ruangan, kita memperkenalkan diri masing2 dan brother Sami Muthair (satu2nya mahasiswa asal Palestina dan tepatnya dari kota Gaza) memberikan orasi tentang sejarah Palestina, khususnya Gaza jaman sebelum 1948 ( sebelum Israel mendeklarasikan menjadi sebuah negara) hingga Palestina di tahun 2009 ini. Dimana wilayahnya menjadi sangat2 sempit dan terhimpit karena dicaplok oleh zionis Israel. Selanjutnya Daniah (istri brother Sami) menjelaskan apa2 yang akan di masak hari ini dengan bahasa Arab... Brother Sami menterjemahkan dalam bahasa Inggris... dan satu lagi orang Jepang menterjemahkan dalam bahasa Jepang...menarik.

Ini sebagian kegiatan di seputar dapurnya

Persiapan semua bahan yang akan dimasak


Ngisi kue, sejenis pancake yang namanya "Qatayef", sedangkan isinya terdiri dari dari almont yang dicincang kasar, kelapa parut, gula, buuk kayu manis dan kacang...rasanya dijamin nambah... tapi awas, kolesterol tinggi kalau kebanyakan hehehe. Foto sebelah Daniah, koki hari itu, dia teman di kelas kanjiku juga. Walaupun kita bawa anak2, tetep kita bekerja bersama kelompok2 yang sudah terbagi.

Nasi disamping namanya " Gidar rice", terbuat dari beras biryani, daging kambing, bawang putih, bawang bombai, garam, merica hitam, kunyit, kayu manis, air, minyak untuk menumis dan atasnya di taburi dengan almont goreng, bawang bombai goreng dan juga daun petersely. Sedangkan penyajiannya dimakan saat masih panas dibumbui yogurt dan salad sayuran.
Buat saya yang baru pertama kali makan ini rasanya ya sedikit aneh, tapi yo enak kok...(habis sudah lapar banget...jam 3 sore baru kelar). Aromanya mirip2 dengan makanan orang arab.



Selesai masak2, kita makan bersama dan makanan di tata sedemikian rupa diatas meja dan juga minuman khas Jepang, Ocha/teh hijau. Disamping ini anak2 yang sudah pada kelaparan, mereka curi start, makan dulu. Bagaimana tidak biasanya mereka makan pukul 12-1 an baru makan jam 3. Untung sebelumnya sudah di ganjal sama kue bekal dari rumah dan mereka tidak rewel. Alhamdulillah, anak2 pada lahab, gak tau karena keenakan atau kelaparan.





Satu set makanan yang akan kita santab, terdiri dari gidar rice, Mjaddara (nasi putih sama lentil, olive oil), musakhan (kue yang diatasnya ayam yang sudah dibumbu), Qatayef (kue yang kaya serabi berwarna kuning), secawan salad sayur dan yang pasti saya tidak habis... menu berat sih...
Seperti biasa, selesai makan, kita beres2, cuci piring sendiri, bersihin dapur sampe beres, meninggalkan tempat harus bersih sama seperti saat baru datang, kita foto bareng. Karena ada kelebihan makanan yang cukup banyak, kita dipersilahkan untuk membawa pulang. Dan didepan pintu keluar kita masih diberi oleh2 sebungkus kedelai. Alhamdulillah. Hari yang menyenangkan, dan menarik buat nambah pengalaman.

Alhamdulillah

Tuesday, March 03, 2009

Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり)

Bismillahirrokhmanirrokhim

Hari ini tanggal 3 Maret, di Jepang diperingati sebagai hari anak perempuan atau Hinamatsuri, 雛祭り, ひなまつり, atau Hina Matsuri diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Kebanyakan dan sudah menjadi tradisi kalau keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō/ 雛人形, atau boneka festival.
Perayaan ini sering disebut sebagai Festival Boneka / Festival Anak Perempuan.
Konon katanya dulu berawal dari permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Satu set boneka terdiri dari ningyo nya kaisar, permaisuri, puteri istana/dayang-dayang dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang.
Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono.
Perayaan tak lebih dari acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Biasanya sebulan sebelum atau dua minggu sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial. Jadi boneka hinamatsuri hanya akan dijumpai di saat menjelang tanggal 3 Maret, selebihnya mulai tanggal 4 semua boneka harus sudah dimasukkan kembali dalam kotak penyimpanan.
Konon menurut kepercayaan orang Jepang makna dari perayaan ina matsuri ini, bertujuan untuk mendoakan anak perempuan, apabila dewasa kelak cepat mendapatkan jodohnya. itulah salah satu dari tradisi Jepang yang selalu dan masih dilestarikan sampai saat ini.

Matsuri dibawah ini diadakan tanggal 31 Februari dan 1 Maret, mulai pukul 18.30 sampe 20.00 di sekitaran Saga jinja.

Sepasang Ningyo hinasama terbuat dari pahatan es, cantik sekali

Ratusan lampion lampu di larung di sepanjang sungai (kebanyakan yang melakukannya keluarga yang mempunyai anak perempuan).

Sementara lampion lampu menelusuri sungai, diiringi alunan tiupan suling yang indah dari panggung diatas sungai

Tidak heran bila untuk saat-saat menjelang tanggal 3 Maret dimanapun berada akan dijumpai ningyo ini. Seperti di kantor2, sekolah2, juga di pertokoan. Dan harga satu set boneka ini bisa mencapai jutaan rupiah, ada yang seharga 15 juta rupiah atau lebih.

Masyarakat Jepang sangat antusias menyambut event2 seperti ini. Terbukti dari semaraknya acara2 yang berbau hinamatsuri. Di Saga sendiri, ada event tahunan, semacam pameran, atau memajang boneka2 hinamatsuri, baik itu boneka2 lama yang telah berumur sekitar 100 tahun, ada juga yang ningyo yang masih baru, lengkap dengan semua perlengkapan dan barang2 kuno lainnya.
Atraksi pukul Taiko/ gendang. Taiko de thong thong thong...

Safa dan Rafif dipanggil Oguchi Atsuko san/tengah, dikasih kue malboro dan diajak foto.

Sedikit cerita, Rafif seneng banget lihat ini, duduk dengan seksama, anteng, melihat dan mendengarkan dengan sesama dan selesai langsung tepuk tangan dan senyum2 puas... Ada juga peragaan busana kimono, sayang saat itu gak sempat motret, karena Rafif sudah mau lari ikut jalan. Sedangkan kami cuma bertiga, suami masih juga ngampus...hiks hiks padahal hari libur.


Ada bazar barang2 kuno, mulai dari kimono, keramik, lampu2, lukisan, mainan, kereta tua, samurai, harganya muahall dan sayang yang datang pun juga orang2 yang sudah lanjut usia. Anak mudanya pada kemana ya...?

Disamping lokasi bazar, banyak sekali dijumpai burung dara atau hato. Safa dengan senang hati kasih makan hato dengan mame/kedelai. Kalau sudag mainan begini, anak2 susah diajak pulang.


Safa kasih makan burung dara, di bawah batu ini ada banyak ikan besar, begitu ada makanan yang jatuh/lolos dari mulut dara, langsung ditangkap sama ikan2 di bawahnya.

Kemaren di hoikuennya Safa juga diadakan matsuri ini, ada partynya pula. Dan pulangnya setiap anak dibawain boneka hinamatsuri dari kertas, yang didalamnya diisi dengan okasi/makanan ringan.


Sepasang ningyo ohinasama

Cerita2 tentang hinamatsurinya Safa bisa dilihat di setiap bulan Maret di postingan blog ini.

Alhamdulillah