Anugerah Terindah

Wednesday, February 25, 2009

Mencoba up date lagi

Bismillahhirokhmanirrokhim

Ternyata sudah sebulan lebih tak kusentuh blogspotnya cerita anak2. Duh sebenarnya pingin banget. Tapi apa daya, waktu sepertinya tidak cukup untuk bermain disini. Si kecil yang sudah sangat2 aktif sekali, blas gak bisa ditinggal. Gak mungkin lagi saya asyik ngeblog, sementara anak telantar. Maunya bermain ditemani terus, kalau gak gitu dia suka sekali manjat2. Sering sekali tuh kakinya berdiri di galon tempat air, suka bongkar2 isi lemari, semua buku2 yang sudah ditata rapi, diturunkan dan jadi berantakan sekali, juga isi kulkas. Jadi jangan heran kalau dirumah semua pintu lemari dan kulkas diberi plester. Kalau tidak waow... bisa berantakan semuanya. Barusan malah dia mengambil satu bungkus bubuk kedelai di laci lemari, saat kutinggal sebentar saja ke dapur itu bubuk kedelai sudah dimasukkan ke dalam stobu (pemanas). Tercium bau gosong, segera kucari sumbernya, eh ternyata stobuku gosong. Untung ... gak sampe kebakaran. Dan ternyata setelah stobu di bongkar isinya bermacam2, ada pensil, bolpen... Dan hobby barunya sekarang suka masuk ke kamar mandi...jadi pintu kamar mandi harus selalu tertutup, kebuka sedikit saja alamat langsung masuk di bak mandi dan mainan air (dalam hal ini ember untuk mandinya rafif..bukan bak kamar mandi tempat air). Terus pintu rumah kebuka sedikit langsung lari ke luar dan tangannya mainan tanah atau batu kecil di depan rumah. Kalau sudah pegang bola, langsung deh digiring, mantab...bener2 cowok men.... Wis pokoknya, sekarang semuanya harus diawasi bisa2 berbahaya, karena apapun yang dijumpai pasti akan dimakannya. Berat badan kayaknya juga semakin mantab, seneng banget melihat maemnya sekarang jadi gampang.

Hasil test alergi Rafif bulan lalu, ada sedikit alergi pada susu, semua jenis kacang2an dan putih telur. Tapi tarafnya masih rendah, paling cuma 10 % an. Kata dokter tidak apa2, dan dianjurkan untuk diberi setiap hari, agar anak menjadi kebal dan terbiasa. Dan alhamdulillah sejauh ini perkembangannya cukup baik, merah2 sudah mulai banyak berkurang dan hampir sudah tidak ada. Mudah2an ini berlangsung selamanya (dokter disini tidak memberi obat/penawar lainnya).

Beralih ke Safa, Safa makin montok, makin gedhe, makin banyak maunya, makin banyak pertanyaan. Suka sekali menggambar dan mewarnai (bisa gambar orang2an, bunga, rumah, an panman dll), suka menyanyi (terutama nihon go) dan suka bereksperiman dengan menggunting2 kertas dan melipat kertas untuk dijadikan berbagai macam bentuk yang disini dikenal sebagai origami. Sukanya menanyakan dalam berbagai bahasa. Misalnya konichiwa, itu bahasa Indonesianya apa..bahasa Malaysianya apa..bahasa Inggrisnya apa..bahasa Cinanya apa...bahasa Arabnya apa...? lhah jelas pertanyaan2 seperti itu susah sekali saya jawab, wong saya bukan ahli bahasa. Wis ... anakku ternyata sudah besar. Nah, kemampuan Safa yang lain, alhamdulillah sudah mau belajar menulis dengan baik dan benar. Kenapa begitu...? dulu susah kalau disuruh/diajari. Alhamdulillah sekarang dengan kesadaran sendiri sudah mau, bahkan sering minta. Suka sekali di dikte... coba mbak safa nulis namanya sendiri... nama adik, mama, papa ... Safa beli buku, mata saya dua, dll yg singkat dan pendek2 insyaallah sudah bisa dimengerti, dan sudah bisa menghafalnya. alhamdulillah nulisnya sudah bener, cuma kalau membaca masih sebatas mengeja. Biar gak papa, pelan2, saya tidak paksakan. Foto diatas foto di kelasnya Safa saat acara sankan bi minggu lalu. Takaoka sensei sedang membacakan cerita, lihatlah betapa seriusnya anak2 mendengarkan cerita itu. Foto2 yang lainnya bisa dintip disini ya.

Sungguh merupakan tahap yang sangat sulit bagi saya mengajari untuk belajar membaca dan menulis. Sedari dulu selalu menjawab di hoikuen safa gak diajar (sekolah disini hingga kelas satu SD tahabnya hanya bermain dan bermain, tidak seperti di Indonesia, masuk SD sudah harus sudah bisa membaca), nggak mau... maunya bermain.... duh kalau sudha dijawab begitu... rasanya saya merasa orang paling bodoh... (memang dari dullu saya mah bodoh)...bingung juga diberi penjelasan segala macam juga masih belum bisa menerima. Sepertinya memang lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pendidikan anak.

Duh jadi cerita panjang nih.... mumpung Rafif nya masih enak bobok, lagian di luar juga hujan gak reda2.



Biar gak hilang dalam ingatan, foto diatas saat kami ke Kumamoto (kurang lebih 3 jam) perjalanan naik densha/kereta. Menjenguk tante Linda yang habis melahirkan, mudah2an kelak adik Toriq jadi anak yang sholeh, bermanfaat bagi umat. Dan foto sebelahnya kita berada dalam kawasan Kumamoto Jo, bersama rombongan dari Saga, Pak Harsono dan pak Basuki dan juga dengan bosnya Kumamoto hahal food, par Marlo.
Untuk foto2 nya yang lain bisa diintip disini.

Mudahan kelak suatu waktu bisa dibaca anak2ku di kala sudah bisa membaca. Yup... Rafif bangun... sekian dulu ya....

Alhamdulillahhirobbil alamin...