Anugerah Terindah

Thursday, January 22, 2009

Semua Kembali Normal

Alhamdulillah, semua telah kembali normal, setelah minggu lalu kami sekeluarga sempat mendapatkan nikmat kena influinza secara bergantian. Mau cerita sedikit tentang influinsa di Jepang, yang akhir2 ini tiap hari diberitakan di TV, bahkan diberitakan di Tokyo barusan ada yang meninggal 3 orang, terus di sekolah mana gitu lupa namanya... dari satu kelas yang berjumlah sekitar 30 murid, 23 diantaranya terserang influinsa...ih... serem mendengarnya. Berawal dari Safa yang hari Jumat minggu lalu (9 Januari...) pagi badannya demam, pagi2 minta ijin ke hoikuen minta libur. Sejam kemudian ditelpon sama Tatsumi sensei, memberi tahu kalau di hoikuen kelasnya akachan (bayi) ada yang kena influinsa, jadi Safa cepet2 saja di bawa ke dokter. Yup, segera setelah itu Safa ku bawa ke klinik anak deket rumah. Bener, hasil pemeriksaan Safa kena influinsa, (padahal kan sudah pernah vaksin saat baru nyampe....) Gak bisa njamin.... tapi paling tidak mungkin bisa mengurangi sedikit sakitnya. Alhamdulillah sorenya dah gak demam, tapi malamnya panas lagi sampe 40 derajat. Alhasil kami bergantian berjaga. Alhamdulillah paginya Safa sudah baikan, sudah gak panas dan maemnya juga banyak. Sudah kembali bermain seperti biasa. Selama sakitpun Safa cuma diam, blas gak banyak ngomong, dan alhamdulillah mau banyak mae setelah dibujuk ini itu. Mungkin karena sakitnya, setiap di tanya cuma mengangguk/menggelengkan kepala saja.
Malam minggu sekitar pukul 9 malam gantian saya yang merasakan tidak enak badan, seluruh tulang dan persendian sakitnya minta ampun, padahal malam itu ada Marisa di rumah... (maaf ya tamunya ditinggal rebahan...gak tahan menahan pusing dan sakit). Sampe2 anak2 kubiarkan bermain berdua saja, sedangkan suami masih belum pulang dari lab. Sebenarnya keadaan ini sudah saya antisipasi dengan banyak makan, minum vitamin, makan buah dan juga minum klorella setiap hari. tapi namanya juga lagi dapat nikmat, ya disyukuri. Sesampainya suami di rumah laporan, terus pamit tidur duluan dan minta tolong jagain anak2. Selang 2 jam kemudian suami ternyata merasakan hal yang sama, tulang dan persendian sakit semua. Klop lah.. pasti kena nih si nihon kaze. ALhamdulillah malam itu anak2 tidur nyenyak, giliran kami yang meringis menahan kesakitan alias gak bisa tidur. Paginya bener2 gak kuat, mau bangun saja rasanya sudah tiadk mampu, bahkan sholat subuhpun kami lakukan dengan telentang. Belum lagi ngurusin makan buat anak2, cuma masak nasi di rice cooker doank. ALhamdulillah lagi, sehari sebelumnya untungnya saya sudah masak buat mi ayam, katanya teman2 suami pada mau main kerumah, juga sudah tersedia beberapa minuman kesehatan semacam Pocari S***t, H*O, Aq****s dll. Untung... itu ayam sudah mateng dan sudah dibumbui.... Jadi anak2 dan kami semua makan pake lauk ayam kecap doank. Dan juga syukur anak2 gak pake rewel, Safa yang notabene sudah sehat, alhamdulillah ganti ngurusin kami, mulai dari ngambilin air, tisu, maem hingga ngambilin diapers dan baju ganti buat adiknya. Juga sampai urusan buangin sampah2 bekas bungkus makanan. Alhamdulillah terbantu sekali.
Sedangkan adiknya juga masih tetep lincah, sehat dan banyak tingkah. Malam hari bdan masih terasa sakit, namun sudah lumayan lah daripada malam sebelumnya. rafif yang malam itu sedikit rewel, gak bisa tidur dan terus menerus nethek. Rasanya mau nangis saja,.... hanya pasrah dan berdoa mudah2an hari cepat berlalu dan segera baikan. Esok harinya, giliran kami dah sedikit baikan, dah bisa gerak Rafif tiba2 panas sampe kisaran 39,7. Langsung deh kita cabut ke rumah sakit. Sampe rumah sakit kita diperiksa ditempat terpisah, suami ditemani Safa dan saya sendiri bersama rafif. Hasilnya sama, semua terkena influinsa. Influinsa di Jepang beda banget dengan yang di Indonesia, saya juga gak ngerti kok bisa beda, padahal namanya sama. Namanya Influinsa disini begitu di rumah sakit kita langsung di isolasi, dan dipisahkan dari pasien lain. Takut menular. Kenapa ? karena nikmat yang luar biasa sakitnya tadi, bisa mengakibatkan kematian. Dan ini hanya terjadi di musim dingin saja. Mungkin ... kalau di indonesia itu sejenis flu tulang atau cikungunya gitu kali ya (yang katanya sakit bangettt).
Sementara itu cuaca saat itu bener2 saat dingin sekali, diluar angin kencang dan salju sepanjang kurang lebih 5 hari mengguyur Saga. Walaupun tidak tebal, tapi tetep saja dinginnya makin menusuk tulang yang sudah hampir remuk terserang virus nakal itu.
Alhamdulillah hari Selasa lalu kami semua sudah sehat dan sudah beraktifitas seperti biasa. Hanya saja, Safa memang sengaja kami liburkan hingga akhir pekan dan juga suami juga dilarang ke kampus sama senseinya selama 1 minggu, kata senseinya takut menulari teman2 yang akan maju sidang ehehehe (asyik...akhirnya ngumpul bareng di rumah).
O, ya tak lupa kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga buat teman2 di Saga atas segala bentuk perhatiannya, anteran makanan, minuman, vitamin dan segala bentuk bantuan dan doanya.
Satu yang selalu kami ingat, sepasang suami istri Musume san dan brother Kashim/Tan san (teman Bangladesh) yang dengan senang hati datang kerumah, bawa kare, beras brasmati dan memasakkan nasi biryani yang luar biasa enaknya di rumah saya. Sungguh tidak kami duga sebelumnya, terima kasih teman.

Dengan anugerah nikmat sakit itu, insyaallah banyak sekali hikmah yang bisa kami petik. Jadi ingat nanti di padang mashar...saat manusia dibangkitkan untuk dihisab amalnya, saat ditimbang kebaikan dan keburukan kita, saat kita di mintai tanggung jawab atas segala amalan kita. Tidak ada yang bisa menolong, walaupun itu suami atau orang2 yang kita cintai, kecuali pertolongan itu datang dari ALLAH, datang dari amal perbuatan baik yang kita kerjakan di dunia.
Mudah2an ALLAH selalu menunjukkan jalan kebenaran kepada keluarga kami.Amin amin amin allahuma amin.

Dari nikmat sakit, beralih ke cerita anak2. Sekarang Si sulung, Safa sudah hampir 4,5 tahun. Alhamdulillah banyak kemajuan pola pikirnya. Sekarang lagi seneng2nya kalau disuruh nginjak2/mijit kaki/punggung, seneng banget mangku (adiknya duduk di pangkuannya) adiknya, sudah mulai sedikit nurut kalau dinasehati, walaupun masih tetep banyak pertanyaan2/alasan2 yang menurutnya benar. Alhamdulillah juga sudah mulai bertambah hafalan surat2 pendeknya, yang terakhir ini surat Al Kautsar dan sekarang lagi belajar ngafalin doa wudhu dan caranya berwudhu.
Alhamdulillah....seneng melihat kemajuannya akhir2 ini.

Sedangkan Rafif sudah 13 bulan alias setahun sebulan. Giginya sudah 8, sekarang lagi lucu2nya, suka sekali melawak (suka pake rukuh/jilbabnya mama/safa, suka make kopyahnya papa, suka sembunyi di bawah selimut, kalau naik mobil maunya duduk di depan terus, kalau tidak pasti dia akan menjerit dan teriak2 sambil tangannya nunjuk kedepan, juga banyak tingkah polahnya yang makin hari makin lucu dan menggemaskan, semakin tidak ingin berpisah darinya). Sama sekali tidak mau minum susu formula ataupun susu segar. Kalau minum ini langsung deh tuh bagian mulut dan bagian yang kena sedikit saja percikan susu merah semua... alergi kali ya...(entar akhir bulan sudah ada janji sama dokter anak mau kensha alergi). Makannya banyakk sekali, alhamdulillah.... semua makanan masuk (kecuali bubur2 gitu...gak mau dan pasti dilepeh).






Suatu Hari Di Nanayama


Biar gak hilang begitu saja dalam ingatan, desember lalu, (wuih...sudah setahun ya...) saya, Rafif dan bu Endang diajak jalan sama Yooko san. Beliau ini sudah seperti ibu bagi kami (sejak tahun 2002, suami deket banget sama beliau), begitupun dengan bu Endang, saat masih ambil S2 da S3 beliau dekat dengan Yooko san. Kalau sebulan saja kami tidak muncul ke rumahnya, pasti di cari ditelpon/dia yang main ke rumah. Pagi2 sekali kami berangkat.
Awalnya kami diajak ke Ringo gari (perkebunan Apel), kira2 1,5 jam dari rumah dan jalanan menanjak naik gunung, belum rejeki kali, saat itu pas libur...cuma bisa menatap dan memandangi ringo yang memenuhi pohon, karena asyiknya sampe lupa gak ngeluarin kamera,hiks... Dari Ringo gari kita menuju ke Machan (seperti pasar tradisional gitu, letaknya antara Saga dan Fukuoka, lebih deket ke Fukuoka). Berbagai sayuran, beras, buah2an, bumbu2, bunga dll di jual murah dan ramai sekali, ada tempat untuk makan, gambarannya persis kaya di warung2 di film Little Missi (film minggu siang jadul).Sempat belanja beberapa sayuran dan juga makan siang disitu. Karena udara dingin banget, kita pilih udon dan oden. EHm...oishikatta. Ini perjalananku ke machan untuk yg kedua kali, pertama saat ada kegiatannya LDA kita sempat makan disitu dan ketemu banyak teman2 Indonesia dari Fukuoka. Sekedar informasi saja, Machan ini ramainya saat hari sabtu dan minggu juga hari libur. Katanya omset selama 2 hari, sabtu minggu saja mencapai 1000 man yen (10 000 000 Yen atau tinggal kalikan saja dengan 125 untuk mendapatkan kurs rupiah ). Luar biasa.....


Dari Machan perjalanan dilanjut ke Nana Yama (7 gunung) kenapa nanayama namanya ? kata Yooko san sih karena tempat itu ada diantara 7 gunung yang mengelilingi. Sampai di puncaknya kita bisa melihat Karatsu dan sekitarnya dari atas. Puas melihatnya, kita minum di sebuah kedai, kita minum amazake (bukan sake lho ...). Ini tape ketan putih yang diberi gula dikit sama air panas. Jadi seperti di Indonesia, minum wedang tape. Dari Nanayama perjalanan di lanjut ke mikan gari/perkebunan jeruk. Tapi gak sempat lama2, dan sayangnya baterei kameraku sama bu endang habis juga. Yah..... zannen desita nee
Sampe rumah sudah jam 5 sore, dan hari itu sangat menyenangkan sekali.
Suami dan Safa cuma dapat cerita doank, lain kali kesana lagi, kata Yooko san.





IMG_0537.JPG




IMG_0541.JPG




ehm...
2 Comments




Menunggu Amazake, di puncak Nanayama
2 Comments




Kireina tokoro...




Thursday, January 08, 2009

Doa Qunut Nazilah

Assalamu alaikum wr wb.

Miris hati setiap kali membaca berita, melihat TV ataupun membuka email dari teman2 mengenai keadaan saudara2 kita yang sedang berjuang di bumi Palestina. Sepertinya kering sudah air mata saat menyaksikan ratusan bocah dan ibu2 bersimpah darah pergi menghadap sang Khaliq. Mereka telah dibantai kaum zionis yang sungguh2 pengecut. dan tiak berhati nurani. Insyaallah darah suci mereka mengantarkan pada kematian yang syahid dan ALLAH telah janjikan surga untuk mujahid2 Islam.
Lalu apa yang bisa kita perbuat untuk mereka ?
Doa, dana, semangat dan dukungan tentunya.
Ulurkan tangan kita, sisihkan sebagian harta kita buat mereka.
Ya, kirimkan doa buat mereka, setiap saat.

Bacakan Doa Qunut Nazilah Bagi Gaza

Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina. Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka. Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin. Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka.
Selengkapnya: http://www.eramusli m.com/suara- langit/ringan- berbobot/ bacakan-doa- qunut-nazilah- bagi-gaza. htm

Mudah2an derita saudara2 kita di Palestina segera berakhir.

Tak lupa buat saudara2ku yang berada di Papua, yang sedang dilanda gempa, mudah2an diberi kesabaran dan bisa mengambil hikmah dari semua yang telah menimpa.

Wassalamu alaikum wr wb