Anugerah Terindah

Monday, December 22, 2008

Alhamdulillah, Issai ni narimashita

Bismillahirrokhmanirrokhim

Alhamdulillahirrobbil alamin
Tak terasa setahun sudah si kecil menemani hari2ku
21 desember tahun yg lalu kau hadir membawa sejuta kebahagiaan
Rafif, kini kau semakin besar
Sehat selalu, jadi anak sholeh, bahagia hidup di dunia dan akhirat ya nak
Doa kami selalu menyertaimu


ALhamdulillah, setaun gigi sudah 6 (atas 4, bawah 2)
ALhamdulillah, semakin banyak perkembangan dan kepandaian yang kau bisa
Alhamdulillah, semakin banyak kosakata yang kau ucap
Alhamdulillah, sudah bisa lari kecil mengejar onechan
Alhamdulillah, banyak ulah, tingkah polah polosmu yang selalu membuat kami tertawa, bahagia dan terhibur
Alhamdulillah, kau selalu setia menemaniku dalam keseharianku, menjadi anak, sahabat dan tempatku bercerita, dan berbagi semuanya
Alhamdulillah, tingkah polahmu yang begitu polos, hatimu yang lembut dan bersih membuatku tak hentinya dan tak bosan untuk selalu memandangmu, melihatmu dan juga memelukmu
Alhamdulillah, tatapan bola matamu yang indah membuatku tak berkutik tuk meninggalkanmu
Alhamdulillah, kau selalu tunjukkan raut muka yang selalu tersenyum dan yang membuatku bahagia, setiap kali juga kau ucapkan kata maem disaat diriku membawa sesuatu (buah, cemilan)/piring
Alhamdulillah, terima kasih ya ALLAH, YA RABB untuk semua ANUGERAH TERINDAH yang telah kau titipkan kepada kami
ALhamdulillah atas semua karuniaMU, sepsang permata hati yang selalu menyejukkan hati

Jagalah dia dua malaikat kecilku YA ALLAH
Bimbinglah dia, dua malaikat kecilku YA RABB
Ridhoi setiap langkah dua malaikat kecilku YA RABBI
Lindungi dia, dua malaikat kecilku YA RAHMAN

Doa tulus selalu kami panjatkan

We always love you RAFIF
Papa- mama- Safa nechan

Alhamdulillahhirobbil alamin

Thursday, December 11, 2008

Kedua Permata Hatiku

Bismillahhirrokhmaanirrokhim

Makin hari serasa makin dingin, serasa hingga merasuk ke dalam tulang. Tak kuasa rasanya untuk beranjak dari tempat tidur, Sepertinya lebih enak kuberlindung dibawah selimut yang hangat dan bercanda dnegan dua buah hatiku, tapi apadaya gak mungkin lagi. Si sulung harus pergi ke hoikuen, dan akupun seperti biasa harus menyiapkan segala tetek bengeknya buat dibawa ke sekolah, seperti biasa juga menyiapkan sarapan pagi buat seisi rumah dan juga ngebento buat kekasih hatiku tercinta. Ya sudahlah dinikmati musim dingin yang tinggal beberapa tahun lagi kami nikmati disini, entar kalau dah pulang tinggal menikmati musim panas, musim hujan, musim rambutan, musim durian, musim mangga dan juga pastinya musim banjir. ehhehehheee.

Dapat kupon gratis foto pake kimono pemberian Isti, arigatou tante Isti.

Selama proses pemotretanpun anak2 gampang, alhamdulillah gak rewel, jadi seneng banget melihatnya.

Nah yang ini bonusnya dapat stiker foto, alhamdulillah.

Mau cerita beberapa moment yang sempat tertinggal karena ketidak berdayaanku. Mulai dari si Kakak yang sudah mulai tambah gedhe, sudah banyak sekali pertanyaan2 "berat" yang sering terlontar dari mulut mungilnya. Safa seneng banget baca cerita (versi Nihon go), dari buku bergambar. Gaya ceritanyapun sedikit unik persis kayak orang dewasa gitu, niruin gaya senseinya. Bisa berperan menjadi beberpa orang, mulai dari dirinya sendiri, temannya, senseinya juga kadang2 suara inu chan/anjing, nekochan/kucing. (kaya di TV gitu percakapan monolog). Lucu banget kalau mendengarnya. Buku ditaruh didepan dadanya dan tangannya menunjuk pada buku bergambar itu. Kalau kita lagi jalan bareng/saat saya antar/jemput dari hoikuen suka sekali ngajarin kami lagu2 anak versi nihon goJ, kita disuruh menirukan, sampe bisa. Juga hobbi terbarunya banyak makan dan juga sudah mulai menunjukkan tanda2 sedikit mau mengenal membaca huruf latin. Ya, tidaklah mudah bagi kami yang tinggal di lingkungan yang sama sekali tidak mendukung anak2 seusia Safa untuk bisa membaca latin, di sekolahnya sendiri memang tidak diajari, anak2 disini konon katanya diajari belajar membaca menulis huruf latin disaat usia 12 tahun. Sebelumnya mereka hanya dikenalkan dengan huruf hiragana, katakana dan kanji.

Dulu setiap kali mau saya kenalkan dengan huruf latin Safa selalu mengelak, dengan dalih disekolah tidak diajari, gak mau. Setelah pulang mudik kemaren, melihat Lala (anak kakakku) yang setahun lebih tua dari Safa sudah lancar dan pandai membaca koran, sedikit tergerak hati Safa untuk mau belajar membaca. (Saat pulang sempat aku belikan beberapa buku cara mengajarkan anak bisa membaca diusia TK, SD kelas 1). Sedikit2, pelan dan perlahan. Biarlah sedikit terlambat (dibanding dengan anak yang tinggal di Indonesia) yang penting ada niat dan kemauan dari Safa. Bener2 sulit untuk mengajarkannya, atau mungkin kurang telatennya saya. Dan yang pasti menurut cerita teman2 yang tinggal disini kebanyakan putra putrinya juga susah untuk diajarkan belajar membaca menulis huruf latin. Ah, biarlah...Safa menikmati dulu masa kecilnya dengan bermain. Toh tidak selamanya dia tinggal disini. Bukannya saya tidak mau mengajarinya, namun bener2 lingkungan yang tidak mendukung. Saya posisikan sebagi teman Safa, kadang senseinya, namun juga belum berhasill sempurna. Alhamdulillah sekarang sudah mulai bisa mengeja kata demi kata, walaupun masih minim. Bagi anak usia 4 tahun seumuran Safa, memang sepantasnya dan selayaknya tidak dipaksakan untuk segera bisa membaca. Biarlah semuanya mengalir begitu saja, asal tetap dalam pengawasan dan pendidikan yang benar dari orang tua.
Sempat berkecil hati, tatkala seorang teman yang selalu menceritakan kepandaian anaknya yang diusia 2 tahun sekian bulan sudah bisa membaca dan menulis latin. Dan selalu menggurui harusnya begini yang dilakukan, harusnya begitu... , pake metode yang ini, pake metode yang itu, pakai media ini itu, ...kayak saya kalau mengajari anak saya. Makin hari makin pusing juga memikirkan itu. Dalam hatiku sempat berontak, sebegitu bodohkah aku, tidak bisa mendidik anakku, tidak bisa mengajari anakku dengan baik, padahal aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa, bukan wanita karier. Duh... sempat sutris juga...
Setelah sekian lama kupendam, akhirnya jebol juga kuceritakan pada suami, suami malah ketawa. Jangan samakan anak satu dengan lainnya. Biarkan mereka itu mewarnai dunia. Tidak bisa dibandingkan. Cobalah didik anak2 kita sesuai dengan kemampuan anak kita dan juga kemampuan kita. Insyaallah perkembangan anak akan berjalan sesuai dengan usianya.

Saat menyanyikan lagu kawaii kakurenbo

Sabtu, 6 Desember kemaren di sekolah Safa diadakan Happyo kai. Ya, semacam pentas seni gitu. Ini adalah kali ketiga Safa mengikuti acara ini. Dimulai saat masih di kelas Turipu, Himawari gumi, dan sekarang ada di Sakura Gumi. Happyo kai diselenggarakan setiap satu tahun sekali, setiap bulan desember. Lihat di Arsip desember 2 tahun sebelumnya, insyaallah ada semua. Kali ini Sakura gumi menjadi kelas pembuka, dengan membawakan lagu Kawaii kakurenbo ( petak umpet lucu) dan fusiginapoketo. Kemudian Safa kebagian nari rokkun omeletsu dan akatzukin (あかす"きん) semacam drama/percakapan sahut2an. ALhamdulillah semuanya berjalan lancar dan menarik, Safa seneng banget, walaupun harus berangkat pagi2 jam 8. Dan hari itu bertepatan juga dengan turunnya salju pertama di musim dingin di Saga. Pulangnya dapat banyak banget puresento, diantaran kartu bergambar berbagai macam binatang dan juga okashi/makanan kecil.

Saat tampil dalam tarian Omeletsu

Penampilan di Akatzukin

Namun dibalik itu semua, alhamdulillah Safa gampang kalau diajari berdoa atau menghafal surat2 pendek. Ini adalah menu wajib sebelum tidur malam. Semua doa harus dibaca, semua surat pendek harus kembali diulang. Baru belajar surat pendek lainnya. Alhamdulillah sejauh ini dia seneng dan tidak berani ngeles.
Akhir2 ini sering saya ceritakan mengenai surga dan neraka. Antusias sekali dia mendengarnya. Jadi pas nakal gitu, sering saya beri gambaran mengenai kedua hal tersebut. Safa takut kalau timbangan yang baik kelak jadi ringan, nanti masuk neraka, gak ada selimut (disini kan lagi musim dingin..jadi kalau gak ada selimut kedinginan), gak dikasih maem, kalau haus minumnya darah panas. banyak cacingnya, gak ada temannya.
Nah kalau Safa nurut, gak nakal, sayang ALlah, sayang Rasullallah,sayang mama papa adik, yang ti yang yut mbah kung mbah ti dan semua saya sebutkan nanti timbangan baiknya jadi berat dan mbak Safa masuk surga. Di surga ada air yang mengalir jernih, ada susu yang enak, ada banyak makanan enak, ada berbagai macam buah2 an, pokoknya di surga itu semuanya enak. Dah kalau gitu safa jadi semangat dan nurut. ALhamdulillah.... akhirnya satu satu bisa kami ajarkan. Pelan2 tapi pasti

Dari Safa kini cerita beralih ke Rafif. Keduanya benar2 berbeda. Subhanallah, ALLAH begitu kuasa, menciptakan makhluknya beraneka ragam. Walaupun dilahirkan dari satu rahim dan dari benih yang sama, sifat dan perilaku juga perkembangnnyapun berbeda. Namun saya tidak akan memmbahas lebih jauh tentang perbedaan itu. Biarlah mereka mewarnai kehidupan kami. Sungguh kami bersyukur atas perbedaan ini. Mensyukuri semua nikmat yang telah ALLAH berikan kepada kami.

Tepat tanggal 1 ramadhan kemaren gigi Rafif tumbuh 1, saat itu usianya 8 bulan 9 hari. Tumbuh satu gigi atas kanan. Kemudian 2 minggu selanjutnya tumbuh satu lagi atas kiri. Kini diusianya yang 11 bulan 2 minggu giginya baru 5, atas 3 dan bawah 2.
Untuk pertumbuhan gigi sepertinya memang sedikit terlambat, (mungkin), namun untuk kemampuan berjalannya insyaallah tergolong lebih cepat. Orang tua bilang sih kalsiumnya banyak keserap ketulang, sehingga cepat jalnnya daripada untuk pertumbuhan giginya (bener gak sih...?)

Untuk masalah makan, saya sedikit pelan2 memberinya. Semuanya saya beri tahap pertahap. Selepas dari ASI eksklusif, umur 6 bulan saya coba kenalkan rasa. MPASI pertama saya mulai dari sari buah2an seperti sari buah jeruk, tomat, apel parut/blender disaring ambil airnya saja, sari buah nasi (buah persilangan dari apel dan pir), sari buah buah momo (peach). Kata buku yang pernah saya baca dulu (saat Safa bayi) biar bayi bisa mengenal rasa dan tidak cepat bosan terhadap suatu jenis makanan. Memang sedikit sulit sih, kadang bayi suka mengeluarkannya dari mulut, tapi itu perlahan pasti segera berakhir.
2 minggu kemudian barulah saya beri buah yang sedikit padat, seperti pisang, apel kukus lalu dihaluskan, alpokat, juga kiwi dihaluskan juga jus buah2an yang saya buat sendiri. Itu berlangsung selama kurleb 2 minggu.
DI usianya yang ketujuh bulan mulai saya bikinkan bubur sumsum, bubur beras merah, bubur tepung kentang, 2 minggu selanjutnya saya beri bubur plus sedikit sayur yang saya blender (horenso/bayam, ninjin/wortel, brokoli, kangkung, labu kuning/waluh terkadang juga kuberi keju natural buat selingan.) jadi warnanya bisa bermacam2 dan Rafifpun menikmatinya. Disaat mulai makan bubur ini sepertinya ini masa terberat buat saya (waktunya ..karena gak ada yang jaga...Rafif sedikit cengeng hehehe...bila dibandingkan dengan kakaknya dulu lho...) harus ada temannya, kalau tidak akan teriak2 histeris gitu kaya diapakan saja anak ini..., disini tidak ditemui tepung beras, adanya tepung gandum. Jadi mau tidak mau setiap hari 2-3 kali saya blender beras sendiri.
Akhirnya ada teman yang pulang ke Indonesia, alhamdulillah bisa nitip tepung beras. Sedikit lega. 1 bulan selanjutnya, tanpa proses bubur saring hehehhe... sekali saja dibikinkan tidak mau, malah maunya maemnya safa . Rafif seneng banget sama tofu, tofu disini langsung bisa dimakan, tanpa harus melalui proses masak memasak/ bisa dimakan begitu saja. Ada banyak macam tofu disini, jadi variasinya juga banyak. Selain tofu kedelai ada juga tofu goma/wijen. Rasanya ehm...enak sekali. Konon katanya tofu goma ini baik untuk perut, nyaman gitu.
Mulai usia 10 bulan sudah maem nasi (lembek banget dan kadang masih suka saya haluskan dengan sendok) sama sayur2an yang saya blender kadang2 juga saya potong2 kecil tipis plus ikan2, udang yang saya lembutkan. Untung disini banyak sekali macam ikan segar, jadi tiap hari bisa dapat ikan fresh. Sampai saat ini saya masih belum berikan tambahan garam/gula pada makanan Rafif ( bayi dibawah 1 tahun belum boleh diberi garam/gula apalagi penyedap rasa (kami memang tidak mengkonsumsi vitsin, baik itu Ro***, MA**** atau lainnya), katanya akan mengganggu kerja ginjal). Sebagai bumbunya saya masukkan sedikit bawang putih/ hanya sekedar daun bawangnya dan bawang bombai saja. o, iya Rafif ini seneng banget sama ikura (telur ikan salmon) yang masih mentah. Persis sama kecilannya Safa dulu. Mungkin saat dimulut, diketus bunyi gitu ya, jadi anak2 pada tertarik dan seneng banget.
Sebisa mungkin saya menghindari adanya makanan bayi berbentuk instan atau diawetkan dikulkas (walaupun capek/sibuk apapaun alasannya no way...), apalagi ada saran dari teman untuk memasukkan bubur bayi ke freser (bisa untuk seminggu), terus setiap mau maem tinggal dipanasin di mikrowave. Duh... gak usah lah ya.... malas banget sih kalau itu saya lakukan.... kasihan bayinya masih kecil sudah dikasih blendrang (blendrang itu nasi/sayur yesterday alias kemaren). Jadi bayi maem 3 kali ya harus masak paling tidak 2 kali.

Untuk susu, sampai saat ini masih tetep ASI berlanjut. Bahkan sedikitpun tidak mau saya beri susu formula sebagai tambahan. Setiap kali saya coba beri selalu dilepeh/dikeluarkan. Saya memberi susu formula ini atas anjuran dokter anak dari rumah sakit Kenritsu. Pas kensya/pemeriksaan terakhir 2 minggu lalu hasil lab menunjukkan kandungan Hemoglobin Rafif sedikit rendah untuk ukuran bayi. Gak papa sih, cuman disuruh nyoba ngasih tambahan susu formula, katanya didalam susu formula terdapat kandungan zat besi yang tinggi, sehingga bisa dengan cepat menaikkan kadar hemoglobin pada bayi. Tapi ya mau gimana anaknya gak mau kok ya gak tak paksakan. Yang penting asupan makanannya selalu terjaga kebutuhan gizinya dan juga tidak lupa ibunya selalu konsumsi susu dan makan makanan yang bergizi.
Namun kalau Yogurt Rafif seneng banget, kebetulan dan alhamdulillah disini ada yogurt khusus untuk anak2, jadi mudah mendapatkannya dalam berbagi rasa.
Insyallah, mudah2an tercukupi ya nak.

Nah, Rafif sekarang lagi hobbi naik galon "tempat air AQ**" terus duduk dibagian tutupnya. Dan sudah berhasil jatuh berkali2. ALhamdulillah untungnya gak papa sih. Hobbi satunya lagi suka sekali ngejar2 kakaknya, kalau Safa membawa sesuatu baik itu makanan/mainan maunya minta, jadi dikejar2 terus. Disaat dia lapar, kalau saya terlambat menyuapinya/disaat pagi saya ambilkan maem kakaknya selalu bilang "maem maem maem" kalau gak segera diberi pasti akan segera berlari dan merebut piring kakaknya.Kalau papanya datang dari kampus segera berlari menghampirinya dan bilang "nggeng nggeng nggeng nggeng" pertanda mau diajak jalan2.
Terus kalau ada suara telp (nada panggilnya saya set lagu2) langsung manggut2 dan tangannya nari sambil menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kekiri. Suka banget tos, sudah bisa 1 atau 2 tangan. Saat dipanggil namanya mesthi senyum dan manthuk manthuk (manggut2 gitu). Saat membacakan buku cerita Safa, paling cuma tahan 3-4 menit diam mendengarkan, habis gitu buku pasti dah direbut dan ditarik2. Dikasih buku yang lain juga gak mau. Maunya...Kalau pegang Hp/telp lucunya dia bilang " hai hai hai..." wua wuah...gak jelas apa yang diomongin. Sekarang juga lagi pinter2 nya bermain petak umpet, sukanya sembunyi di balik selimut terus guling2 gitu. Duh, lucunya melihat anak2 kalau lagi bermain bersama.
O, iya, besuk Rafif mau mensetsu di sekolahnya SAfa. Hehehhee..wawancara gitu emaknya sama bapaknya. Kalau Rafif bisa masuk mulai APril tahun depan bisa sama2 Safa dititipin di Hoikuen, dan Safa tetep bisa sekolah disitu (tanpa harus pindah sekolah). Dan juga mamanya bisa beraktifitas kembali seperti dulu (enak saja emaknya... ). Iaya teman2 biar gak bosen di rumah terus... kalau di Indonesia saya betah..tapi kalau disini harus di rumah terus...duh mana tahan....

Mudah2an kelak tulisan ini bisa dibaca anak2 ku kelak kalau sudah dewasa. Betapa kami sangat mengharapkan kehadirannya, menyayangi dan selalu memberikan yang terbaik sesuai kemampuan kami. Jadi inget ibu bapak di rumah, ternyata setelah menjadi dan merasakan sendiri menjadi orang tua kasih ibu sepanjang masa, kasih anak mudah2an juga sepanjang jaman. Terima kasih ibu, bapak telah berikan semua kasih sayang, waktu dan juga semuanya bagi kami anak anak ibu bapak. Kami disini hanya bisa berdoa, mudah2an ALLAH melindungi dan menjaga ibu bapak sebaik-baik dan semulia mulianya. AMin.
Ya ALLAH, Ya Rabb, Yang Maha Segalanya lindungilah orang tua hamba, anak2 hamba dari segala mara bahaya, dari segala mala petaka, dari segala kecelakaan. Sayangilah mereka dalam kekuatan iman dan Islam. Kutitipkan mereka dalam dekapan kasih sayangmu kelak. AMin.
Mudah2an kalian hidup saling menyayangi, rukun dan saling berbagi ya nak. AMin.
Doa kami, bapak ibumu selalu menyertai disetiap langkahmu nak.

Alhamdulillahirobbil 'alamin