Anugerah Terindah

Friday, October 31, 2008

Mudik Telah Berakhir

Assalamu alaikum ... semuanya

Alhamdulillah akhirnya diujung ramadhan lalu kami sekeluarga kesampaian tuk bisa pulang, kembali ke pangkuan ibu dan bapak. Setelah melewati 4 kali ramadhan di perantauan, akhirnya lebaran tahun ini kita bisa sholat Id di Kediri.

Banyak sekali sebenarnya cerita, pengalaman maupun kejadian2 aneh yang sempat kami alamai selama mudik. Namun sepertinya belum bisa semuanya tertuang dalam tulisan ini.

Bearnagkat dari rumah Saga sekitar ukul 10 pagi, kita diantar Pak Adi dan Pak dhe ALim sampe Saga Eki dan juga Om Afash mengantar kami sampe bandara Internasional Fukuoka.

Selama perjalanan Saga-Fukuoka (kurang lebih 1 jam by bus) anak2 menikmati, saya dan suami pun tidak bisa menyembunyikan raut muka seneng, deg2an saja, setelah 3 tahun lebih kita gak pulang. Sampe Fukuoka menjelang boarding, baru deh teringat akan satu koper hijau yang berisi oleh2 makanan semuanya... (sebagian besar makanan yang cuma tahan semingguan, bener2 makanan asli dan khas sini)gak ada di tempat. Sempat kaget, juga sedikit agak gimana gitu... kecewa berat pastinya. Tapi ya sudahlah belum rejeki kali. Dan Alhamdulillah yang bikin saya lega, itu koper ketinggalannya masih di rumah. Suami lupa masukin karena saat semua barang sudah masuk di Taksi, tetangga sebelah mau keluar rumah dan kita sempat2in pamitan. Untunglah kunci rumah kita titipin ke Om Afash, sehingga bisa diselamatkan dulu makanan yang cepat habis masa berlakunya.

Pukul 12 siang, take off menuju Taipei. Alhamdulillah perjalanan kurang lebih 2.5 jam lancar dan anak2 juga seneng. Mereka begitu menikmatinya. Rafif sama sekali tidak rewel. Sedangkan Safa begitu duduk dan dikasih buku bergambar oleh pramugari langsung ambil krayon dan langsung kasih warna pada gambarnya. Nyaris separuh buku selesai dikerjakan selama perjalanan. Dan juga begitu makan siang dibagikan, Safa pun langsung melahapnya dan karena waktu makan siang kamipun juga menikmati makanan halal yang kita pesan (kebetulan saat itu saya lagi tidak puasa). Tak terasa selesai makan kita dah nyampe Taipei. Penerbangan kita berhenti disini untuk semalam. Ya, kita bermalam di Taipei semalam, untuk dilanjutkan ke penerbangan esok hari. Dari jauh hari sebelum kita mesan tiket ternyata hampir semua maskapai yang langsung ke Surabaya penuh, ya sudahlah yang penting perjalanan lancar dan selamat.

Sampe hotel (duh gak ngira tidur di hotel sini... lumayan muahal...) yang kita pesan kami mandikan anak2, sholat dan selanjutnya kita jalan2 hanya di dalam bandara saja. Karena gak bisa keluar, suami kan phaspor biru, jadi gak bisa kemana2. Jalan2 di dalam bandara pun cukup menyenangkan. Ada banyak stand2 perbelanjaan yang menjual berbagai macam oleh2 dan sudah layaknya mall, lengkap semuanya ada disini dan bebas pajak. Yang paling menarik buat anak2 adalah arena bermain yang semuanya bertema "Hello Kitty". Wah.... pucuk dicinta ulampun tiba... Safa seneng banget... menikmati banget dia dan puas2in main2 disitu hingga waktunya makan malam.
Makanan yang adapun kebanyakan kok ya ada si buta chan... jadinya kita muter2 cari yang sea food. Dapat, tapi kok rasanya aneh. Menurutku sih jauh lebih enak masakan Jepang, makanan disini gak berasa, semuanya rasanya cuma dingin, hambar, aneh saja. Dan harganyapun kok yo lebih mahal ya. Hampir 2 kali lipat dari di Jepang. Perlu di ketahui kalau makanan di Jepang tuh harganya ya standart, paling selisih 50-100 yen an, walaupun itu di kawasan bandara. Di sini bener2 mahal. sempat ketemu sama teman dan ngobrol, katanya harganya 3 kali lipat dari harga di luar. yo wis lah gpp... sekali2.

Selesai makan, kembali ke hotel dan segera tidur. Persiapan tuk esok hari harus bangun pagi, karena jam 8 penerbangan akan dilanjutkan.
Bangun pagi, mandi dan buka jendela, di luar masih gelap dan angin kencang kelihatan banget menerpa seluruh pepohonan dan apa saja yang ada di sekitar bandara. Nyalain TV ternyata ada badai besar menghantam Taipei dan sekitarnya dan kemungkinan puncaknya terjadi sore hari sekitar jam 4-5 an. Duh, sempat berkecil hati... takut sesuatu terjadi. Akhirnya pukul 9 pagi penerbangan dilanjut dan ada penngumuman kalau penerbangan diatas jam 12 siang di cancel semua. Duh lega.... dan sampai Jakarta sekitar pukul 1 siang dan kita menunggu penerbangan lagi yang menuju ke Surabaya. Pesawat menuju ke Surabaya sempat kena dellay 1 jam.

Alhamdulillah minggu 28 september kita nyampe Surabaya dengan selamat.
Kami dijemput sama Pak Puh Yon dan bupuh Endang (beliau ini kakaknya ibuku) dan juga mbak Tiwi dan mas Fajar putra bungsu beliau. Sengaja kami pulang tanpa pemberitauan kepada ibu bapak dan juga mertua. Mengingat hari mendekati hari raya dan membayangkan betapa sibuk dan repotnya jika beliau harus repot2 menjemput kami di Surabaya. Ternyata kejutan yang telah kami rencanakan gagal. Pak puh gak tega dan menginginkan ibu bapakku segera ke Surabaya agar bisa cepat bertemu dengan anak cucunya. Beliau sudah memikirkan pasti tidak mungkin kami langsung menuju ke rumah ibu bapakku, pasti ke Kediri dulu, karena lebih dekat ke Kediri. Sampe rumah pak puh, kami disambut hujan tangis sama ibu bapak, kakak dan keponakan2ku. Begitu gembira akhirnya kami bisa ketemu dan berkumpul kembali. ALhamdulillah... terima kasih ya Allah atas karunia ini semua.

Bersambung... dan foto2nya menyusul ya... Rafif nya dah bangun nih

Wassalamu alaikum wr wb