Anugerah Terindah

Saturday, September 27, 2008

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Perkenankan kami sekeluarga untuk memohon maaf atas segala salah dan khilaf, mohon maaf lahir dan bathin dan selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1428 H.

Mau mudik dulu, mohon doanya selama dalam perjalanan lancar dan selamat.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh


Ferry - Anisa- Safa- Rafif

Wednesday, September 17, 2008

Ramadhan Keempat di Perantauan dan Makan-makan

Bismillahhirohmanirrokhim

Selamat menjalankan ibadah shaum bagi teman2 muslim seperjuangan di seluruh penjuru dunia. Mudah2an ramadhan kali ini kita mendapatkan berkah, hidayah dan barokah serta ampunan dan magfirah dari ALLAH SWT.AMin amin amin allahuma amin.

Rindu tanah air, rindu tarawih bersama di masjid, mushola, surau, rindu juga dibangunkan ibuku untuk sahur, rindu berdesak2an sholat di masjid, rindu suara mereka yang kehilangan sandal, rindu kolak cincau buatan ibuku, rindukan semuanya. Ya... rindu semuanya.
Tahun ini merupakan lebaran keempat yang kulalui di negeri matahari terbit ini. Sepertinya sudah biasa, tidak ada yang istimewa. Tiada suara adzan bersahutan, tiada suara orang tadarusan juga tiada bedug berbunyi menandakan tiba waktunya berbuka atau juga remaja kampung yang berkeliling membawa alat bunyi2 an untuk membangunkan warga guna menunaikan sahur. EHm.... akankan itu akan bisa kunikmati kembali ? mungkinkan saya masih bisa menikmati dan diberi kesempatan untuk menjumpai suasana seperti itu lagi. Wallahu alam... hanya Engkau Yang Maha Mengetahui.

Sedikit berbagi cerita dari foto dibawah ini. Alhamdulillah akhirnya ketemuan juga sama blogger asal Jogja, Pak dosen muda, dik Fikri, tepatnya. Susah banget ketemuan sama dik Fikri, mengingat padatnya jadwal yang diikuti, selain dari tugas utamanya mengikuti Training yang diadakan JICA dan juga jadwal bernapak tilasnya beliau disini. Dik Fikri ini lahir di Saga, kira2 23 tahun yang lalu, saat bapak dan ibunya menempuh pendidikan master dan doktoralnya. Sempat sekolah di Kawahara Hoikuen (Taman Bermain) dan juga Honjo shogakko (SD).

Ini nih artisnya sedang bergaya, eh pak dosennya sedang bergaya, itu yang pakai hem lengan panjang, tangan lagi di telentangkan.

Berhasil napak tilas mulai dari klinik tempat nya dilahirkan, hoikuennya, ke apato tempat tinggalnya dulu, lab ibu dan bapaknya dulu, ketemuan sama sensei hoikuennya, sama teman2 hoikuennya, juga ketemuan sama sensei shogakkonya, dan tak lupa ketemuan sama senseinya ibu dan bapaknya jaman dulu. Ehm... padat banget ya acaranya... Alhamdulillah akhirnya bisa menginjakkan kaki di tanah kelahiran ya om...?

Pak dosen yang satu ini ternyata oh ternyata... sabar, baik banget dan juga gaul. Cepat akrab gitu. Yo wis mudah2an suatu saat bisa ketemuan lagi dan mudah2an acara melanjutkan studinya segera terealisasi. Sukses selalu ya pak dosen.

Sedangkan foto disamping saat kita diundang makan malam di rumahnya brother Tauhid ( Jahan san, teman kursus Nihon go). Brother Bangladesh ini berprofesi sebagai dosen di jurusan teknik mesin Saga Daigaku. Jahan san ada di sampingku berjilbab merah dan suami disampingnya beserta dua putrinya yang manis manis.
Menu utama makanan ini selalu kambing dimasak apa nggak tau namanya, yang jelas enak banget, bumbunya nendang banget, sekilas kaya rasa rendang gitu, terus Chop sama nasi yang dicampur sama jenis kacang2an yang menyerupai jagung (namanya juga lupa nih, maklum sudah tua hehehehe). Kali ini saya bawakan puding, krengsengan daging sapi dan sedikit minuman.
Habis makan terasa terobati kerinduan akan makanan dari tanah air, soalnya kali ini bumbunya cocok banget, gak terlalu beraroma dan pas banget gitu lho.

Kalo yang ini satu set makanan laut yang sempat kami beli saat liburan obon bulan Agustus lalu (maaf telat banget...lupa naruh fotonya...). Saat liburan besar/panjang di Jepang banyak kita jumpai makanan seto yang cuma berisi lauk saja. Satu tempayan gedhe gitu bisa bermacam2 menu kita jumpai, namun berhubung menu yang bisa kita makan dari sea food (ada udang goreng tempura udang, cumi2, ikan, kepiting, hotate, juga ikan kecil2). Sekali2 lah ikut merasakan pestanya rakyat Jepang. Walaupun harganya muahaall, dan lagi kepingin yo wis lah sekali2. Tapi jangan salah, kita belinya ini sudah jam 9.30 malam, dapat diskon 50 %, tapi yo tetep isik larang... hiks hiks hiks. Sampe rumah langsung deh kita maem rame2... Kekekeke....disempatin foto dulu yah...

Masih tentang makan2 lagi nih. Kali ini keluarga saya dan juga keluarga bu Endang dan Pak ALim (beliau sedang Post dok di Saga Daigaku) dapat undangan makan di rumahnya Yooko san. Seperti yang pernah saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya, Yooko san ini sensei Sado (yang ngajarin nulis kanji tapi mempunyai seni gitu lho... kayak kaligrafinya kanji gitu). Beliau ini menganggap kami sebagai anak2 nya, kalau beberapa waktu kita gak berkunjung kerumahnya selalu di telpon dan ditanyakan kabarnya (kekekekeke... kalau pulang kadang masih dibawain beras, dikasih sayur atau lauk dan juga okashi yang enak2). Kadang beliau juga tiba2 datang ke rumah sambil ngantarin makanan, buah2an atau yang lainnya yang bermanfaat. Lha beliau inilah yang kasih nama Rafif, Rafif Imam Fukuda (Fukuda, pemberian Yooko san).Sudah seperti ibu sendiri di perantauan. Beliau baik banget, gak pelit berbagi ilmu. Sedangkan ottosannya (suami Yooko san) dulu adalah seorang kepala kantor (lupa namanya), yang sekarang sudah pensiun dan sekarang sedang sakit adn tiap hari terapi di rumah sakit, mudah2an cepat sembuh ottosan. Putranya 2 tinggal di Fukuoka dan Tokyo. Cucunya lucu banget, cantik ... namanya Hana chan, seumuran dengan Rafif, selisih 2 bulan (tuaan Hanachan).

Yooko-san dan suami, serta ibunya, keluarga Pak ALim dan juga keluarga Pak Ferry

Foto disamping ini Yooko san (62 tahun) dan ibunya (87 tahun). Belakangnya berbagai macam kuas dari ukuran kecil hingga besar yang biasa dipakai buat nyado. Masih sehat, lincah dan masih menyetir sendiri lho kemana2, masih mengajar sado kemana2, ke sekolah2 dari SD hingga SMA.
Juga masih suka bepergian kemana2 (keluar negeri mengadakan pameran, termasuk pergi ke Indonesia juga). Beliau ini juga seorang yang aktif dalam kegiatan penyelamatan lingkungan dan banyak kegiatan sosial lainnya yang diikuti.



Dengan sabar, telaten dan senang beliau membimbing dan mengajari Safa, Syifa dan Ilham

Nah makanan yang dihidangkan Yooko san pun tidak tanggung2, buanyak banget.... 4 tempayan besar sushi (1 tempayan khusus buat krucil, karena gak pake wasabi..itu lho yang pedes sampe nyengak dihidung itu), 2 cawan gedhe udang super jumbo, oseng2 pare tofu, oseng2 konyaku. Ehm...semuanya sedap dan oishikatta. Sedangkan kami membawa pesenan Yooko-san yang ingin makan Soto (bu Endang) dan juga gulai kambing (saya). Walaupun gak maching... tapi setidaknya sudah mengobati kerinduannya akan makanan Indonesia. Soto ini kesukaan Yooko san dan suami, sedangkan gualai kambing kesukaan ibunya.
1/2 10 malam kita baru pulang (untung rumahnya lumayan deket, paling ya 1 km dari rumah). Pulangnya pun kita masih diberi bontotan makanan. ALhamdulillah besuknya kita gak masak lagi. ehhehehee...dasar pemalas...kekekekkee

Itu tadi sekitar undangan makan yang kami ikuti. Belum lagi buka bersama tamu JICA, undangan walimahan Dhani-Risa, buka bersama di rumahnya Mbak Heny dan banyaknya undangan buka bersama secara bergantian.

alhamdulillah...