Anugerah Terindah

Thursday, February 21, 2008

2 Bulan sudah

AKhir2 ini sudah jarang banget buka2 inet. Selain emang lagi rada ruwet, muales karna masih juga dingin, waktunya pun sangat berkurang. Waktuku sekarang lebih banyak kuhabiskan bersama si kecil, setelah kerjaan rumah beres. Aku tak ingin melewatkan begitu saja moment2 penting dalam kehidupan anakku, Safa dan Rafif. Karena bersama dengannya merupakan kebahagiaan dan kenikmatan tersendiri. Melebihi segala-galanya setelahNya dan ternyata makin bertambahnya hari perasaan sayangku pada mereka makin bertambah bertambah dan semakin bertambah. Mudah2an Allah selalu menjaga dan melindungi mereka dalam kebaikan.

Sebelum melangkah, ingin kuhaturkan banyak terima kasih buat mamanya Ryuta untuk kirimannya (Safa seneng banget, langsung dipake bajunya, dan juga buat Rafif (topinya langsung dipake buat jalan2 minggu kemaren, tasnya buat isi isi diapers). Dan juga makasih banyak dah susah2 bawain oleh2 dari bunda Key. Buat mbak Uwi (bunda Key) makasih banyak untuk oleh2 jilbabnya. Seneng banget, pas dan enak banget dipakai. Entar deh kalau aku pulang akan kupromosikan ke saudara2ku biar pake jilbab by bunda key, insyaallah. Terus buat mbak Rossy - Osaka dan mbak Indah Fukuoka, makasih banyak mbak kadonya buat Rafif (maaf belum dipake, masih kebesaran, entar kalu dah pas tak posting, insyaallah). Jazakumullohu khairon katsiro.


Matur sembah nuwun semuanya...

ALhamdulillah dapat kiriman kue Endonesa, dari Makassar. Bu Uleng terima kasih banyak kirimannya, dapat kue, mi, jilbab juga. Kiriman ini oleh bu Uleng dititipkan pada teman Jepang yang habis berlibur sebulan (eh, habis ngapel ceweknya...) di Makassar, namanya Iguchi san. Iguchi san tuh sahabat baiknya keluarga bu Uleng/Pak Yani selama 4.5 tahun tinggal di Saga. Sekarang Iguchi san dan mamanya sering main ke rumahku. Dia pintar berbahasa Indonesia, karena pernah tinggal di Endonesia selama kurleb 2 tahun.

Today si kecilku gak kerasa dah 2 bulan. Rasanya baru beberapa hari lalu dia hadir dalam hidupku. Tidak bisa dilukiskan dengan kata2, perasaanku sekarang ini. Semuanya serba indah, seneng dan rasanya tak mau sedetikpun berpisah darinya (sekarang lagi tak pangku, barusan bobok). Dari pagi hingga pagi datang lagi selalu bersamaku. Terlebih disaat sang kakak pulang dari Hoikuen, dengan wajah ceria dan gembira langsung menyapa : Assalamu alaikum .... adik..
Onechan sudah pulang. Ishoni asobo yuk...

Safa cuci tangan, cuci kaki (kadang langsung mandi), ganti baju menghampiri adiknya. Dia cium pipinya, keningnya, tangannya dan juga kakinya. Tampak wajah yang ceria dan berseri di raut wajah Safa. ALhamdulillah sekarang Safa sudah ngerti, gak begitu cemburu lagi sama adiknya. Sempat was was sebelumnya. Hampir 2 mingguan di awal2 kelahirannya Safa begitu cemburu disaat melihatku mengurus adiknya, kadang dengan gemasnya dia cium adiknya keras2, dia towel2 pipinya hingga nangis, dan pernah suatu hari di lempar bantal kecilnya (bantalnya Rafif). Untung...Rafifnya gak papa. Contoh lain, misalnya pada saat Safa melakukan adegan yang sekiranya membahayakan, kalau dilarang dia malah menjadi, namun kalau malah disuruh ya teruskan biar adik nangis...Safa malah berhenti dengan sendirinya. Tidak2, Safa gak akan begitu lagi.....Safa sayang adik.
Alhamdulillah sekarang dia sudah ngerti, bahkan banyak membantuku.
Hampir semua yang berhubungan dengan pengasuhan adiknya Safa kulibatkan, mulai dari hal-hal kecil seperti minta tolong untuk mengambilkan diapers, membuang diapers yang habis di pake, selimut, baju, tisu, minyak telon, bedak, handuk hingga kuajak Safa bersama2 memandikan adiknya. Safa begitu senangnya saat melakukan itu. Mungkin ia merasa dibutuhkan adiknya kali ya... Terus sepulang sekolah Safa kubiasakan untuk ngajak ngobrol dengan adiknya (walaupun belum ngerti), tak suruh nyeritakan tadi main apa di sekolah, belajar apa saja. Setelah itu bermain bersama, entah itu cuma membunyikan mainannya adiknya, ataupun ngidupin uta no e hon nya (buku nyanyi bergambarnya). Pernah suatu kali Rafif aku tinggal ke dapur, Rafif bangun dari tidurnya dan nangis, Safa menghampirinya dan mengambilkan dot berisi air putih dan diminumkan ke adiknya, sambil bilang hes hes hes hes (sambil megangin dot di mulutnya adiknya) ..bentar ya dik, mama masih di dapur, adik minum air putih dulu ya... Rafif langsung diam (aku intip Safa dari balik pintu, ternyata alhamdulillah Safa sudah ngerti). Kenapa mesthi dot berisi air putih, toh Rafif pun belum mau menghisap dot itu ? Ini cuma salah satu caraku untuk mengajari Safa, biar ngerti sama adiknya, biar dia merasa dilibatkan, toh Rafif pun belum mau menghisap dotnya. Mudah2an caraku ini gak keliru. Terus untuk boboknya juga begitu Rafif yang ditengah, sebelah kanannya Safa, sebelah kirinya aku.





Si Kecilku sekarang sudah mulai banyak ngocehnya, hee hee hee, auw auw auw, maa, hoo hoo hooo dan suaranya sudah mulai kenceng. Dah bisa protes juga, dulu kalau nenen dan isinya kepenuhen cuma menggeliat saja dan dengan pelan2 dia lepaskan nenennya, sekarang langsung tarik dengan cepat dan menjerit.
Kalau pas nenen sambil duduk, maunya duduknya ditegakkan, terus mancat2 kakinya. Kalo sebentar sih gak papa nak, kalau lama belum boleh. Terus kalau sudah sedikit didudukkan kakinya manjat2 gitu, minta berdiri. Walah le le toleku.... kamu iki isih cilik, belum waktunya. Kalau gak diturutin jerit2. Ya sudah...sebentar saja ya nak.

Berat badannya juga sudah naik, sekarang sudah hampir 6 kg, panjangnya belum tak ukur. Frekuensi nenennya semakin jarang, tapi sekali nenen lamaaa banget. Sudah pinter nyari sumber suara, matanya dah mulai tengok kanan, kiri, atas. Sering senyum2 kalau diajak ngobrol, kadang2 malah sudah tertawa pakai suara (kadang ketawanya dibawa dalam mimpi, habis pas bobok gitu suka ekekekekekek). O, ya dah mulai nyoba2 masukin jarinya ke mulutnya, dilanjutkan ngeces... auw auw auw.... Bab sudah mulai berkurang dan juga sudah mulai mengental, rambutnya makin tebal, tangan dan kakinya sudah mulai umek gak karuan geraknya. Alhamdulillah boboknya nyenyak gak masalah, sudah bisa nggeser tubuhnya (semua tidurnya kepala mengarah ke barat, dah berubah posisi ke arah selatan).



Rafif di usianya yang baru 2 bulan

Barusan kirim fotonya anak2 ke ibu, ibu sudah menerimanya dan malah nangis, ingin ketemu cucunya, jadi ikutan nangis. Tunggu bu ya, insyaallah kalau ada rejeki kami akan datang.


Sunday, February 10, 2008

2008 Contract

Bacanya jadi makin terharu nih, banyak banget acara para blogger dalam menciptakan ide dan kreasi mereka.
Dapat kontrak persahabatan dari umminya Irfan dan Irsyad yang baik hati, tidak sombong, semangatnya tinggi, jago Nihon go, sabar, dan penyayang di Tokyo,

bundanya Azka/jeng Astri yang lagi setia nungguin suami dan ngasuh Azka sendirian, rela ninggalin praktekannnya demi keluarga tercinta. Makasih udah nyerahin 2008 friendship contract buat diriku. Mudah2an kita selalu dapat menjaga tali silahturahmi dan persaudaraa lewat dunia maya ini yaaaa. Mau berbagi kebahagiaan sama teman2 lainnya dengan nyerahin 2008 friendship contract ini ke temen-temen di dunia maya lainnya, supaya diterusin ke blogger2 yang lain, agar jalinan silahturahmi kita semakin bertambah, bertambah dan makin guyup rukun ke mbak Hany di Claremont, mbak Rossy di Osaka dan mbak Ay di Kanagawa. Terimalah ini mbak ya....

Ini nih isi kontraknya :

After serious and cautious consideration...your contract of friendship has been renewed for the New Year 2008! It was a very hard decision to make. So try not to screw it up!!!

My Wish for You in 2008

"May peace break into your house and may thieves come to steal your debts. May the pockets of your jeans become a magnet of $100 bills. May love stick to your face like Vaseline and may laughter assault your lips! May your clothes smell of success like smoking tires! May happiness slap you across the face and may your tears be that of joy. May the problems you had forget your home address! In simple words ...May 2008 be the best year of your life!"

Thursday, February 07, 2008

60

Bapak
Hari ini 60 tahun sudah
Berkurang satu kesempatan itu
Bahagia bisa menikmatinya hingga senja
Sedih, masa itu berkurang satu

Bapak...
Teriring doa setulus hati dan penuh harap
Mudah2an ALLAH memberikan kesehatan,
keimanan, keislaman lahir bathin, panjang umur
Semua yang dikerjakan bermanfaat bagi umat ALLAH
Bahagia didampingi istri tercinta
Bahagia dunia akhirat kagem bapak
Amin amin amin ya robbal alamin

Terima kasih Ya ALLAH, atas nikmat dan karuniamu
Besar harapan hamba untuk masih bisa berkumpul
Bercanda dan membahagiakan beliau,
Para orang tua kami
Amin..allahuma amin

Peluk Sayang & Hormat Kami

Ferry-Anisa-Safa-Rafif

Friday, February 01, 2008

Saga Kenritsu Byouin

Bismillahirrohmanirrokhim...

Melanjutkan cerita yang lalu, Selesai penjelasan dari Mizogura Akemi san, saya langsung disuruh tiduran, dilakukan berbagai macam kensha/pemeriksaan. Kemudian sensei anestesi dan juga sensei2 muda yang lain selalu silih berganti datang mengenalkan diri, kalau besok mau menemani di ruang operasi, dan memberi penjelasan2 lain, menanyakan segala hal, mulai dari ada tidaknya alergi terhadap makanan, obat dll masih banyak lagi. Hampir semalam suntuk berbagai kensha dilakukan, setiap 2 jam sekali selalu saja ada kensha dan malah gak bisa beristirahat. Waktu2 ini bener2 saya gunakan untuk banyak berdoa dan menenangkan diri. Sebelum operasi, Araki sensei (sensei yang menangani kehamilan dan persalinan) ingin bertemu suami dan minta persetujuan kalau terjadi apa2 dengan saya selama proses operasi berlangsung (bisa saja terjadi pendarahan) untuk dilakukan transfusi darah dan kemungkinan terburuk bisa saja mengangkat uterus. Duh, dengar itu aku kembali berkecil hati dan akhirnya yo wis lah ...sekali lagi saya pasrahkan semuanya yang terjadi pada ALLAH.

Puasa dimulai dari jam 9 malam. dan mulai saat masuk di RS setiap kali pipis harus di ukur dan dicatat, berapa banyak urin yang keluar.
Di kamarku ditempati 4 pasien, saya, Ono san dan Ekubo san.Namun cuma 3 yang terisi dan sampai pulang cuma terisi 2 saja, karena yang satu pulang dan tidak ada yang masuk lagi.
Pagi hari, Ono san...tetangga satu kamar jam 9 pagi masuk ruang operasi. Anak pertama, kedua orang tuanya datang, mertua, suami semua menemani. Melihatnya jadi sedih dan tak terasa lagi2 air mata meleleh. Betapa bahagianya Ono san.. Sementara aku tak ada siapa2 saat itu. Baru sekitar pukul 10 suami datang, disusul Isti dan mbak Ros..

Sekitar pukul 9.30 saya dipakekan kaos kaki selutut yang bisa melancarkan peredaran darah. Kaos kakinya ketat banget, tapi enak (dasar ndeso...tapi gpp kok, sesekali merasakan yang ini...).. Kurang lebih pukul 10.45 dengan diantar suami, Nakamura sensei (kepala bidan), m Ros dan Isti saya jalan menuju lift untuk turun ke lantai 3 tempat ruang operasi. Tuh....orang2 pada ketawa (bermaksud menghibur diriku...) ..ini orang mau operasi masih jalan sendiri, ..kok gak naik kursi roda sih...hehehee...jadi ketawa. Ini emang beda dengan yang di Indonesia dulu, dari jam 6 pagi saya sudah di suntik macem2 dan juga di infus sebelum operasi dan naik kursi roda menuju ruang operasi.

Begitu sampai depan pintu operasi, saya digandeng seorang perawat dan dijemput langsung Araki sensei, terus masuki sepanjang jalan ruang operasi yang bener2 gedhe....disambut sensei anestesi, terus Harano sensei, Tanaka sensei (semua sensei ini dokter yang membantu persalinan), beberapa perawat dan pegawai lainnya (yang ini dah mulai serem banget...kayak di film film, penentuan kamu mau masuk surga apa neraka gitu...) bersama2 menuju meja operasi. Mereka semua dah siap dengan baju hijaunya. Sempat kulirik ruangan operasi itu..duh besar banget...sempat ngeri liat lampu2, peralatan, banyak meja operasi, dan macem2 yang ada di situ.

Kali ini hatiku dah benar2 pasrah dan cuma bisa berdoa. Begitu menaiki meja operasi, baju dilepas (cuma ditutupi slembar kain), dipasangi berbagi macam alat bantu, semakin pasrah, anestesi mulai berlangsung pertanda semuanya dah siap. Setiap kali sensei mau memulai mereka selalu memberi tahu dan saya selalu mengawali dengan bismillah...saya selalu sebut Asma ALLAH. Karena tau sendiri kan...mereka tidak mengenalNya. Di ruangan ini saya sudah benar2 tidak berdaya, kaki sudah tidak bisa digerakkan, kedua tangan dipenuhi selang infus, hanya mata dan kepala saja yang bisa digerakkan. Sempat takut juga, kenapa lama sekali anestesinya berjalan....dan saya sempat kehabisan nafas gak ngerti kenapa tiba2 saya sempat sesak nafas hingga perlu bantuan oksigen hingga 3 kali. Sesaat sebelum bayi keluar, saya denger alunan lagu CD yang diputar *bila ku tahu...kapan tiba ajalku...lagunya ungu dan juga serahkanlah hidup dan matimu...serahkan pada ALLAH semata...lagunya gigi* duh ...hati bener2 semakin pasrah dan tak terasa air mata menetes sampe2 diusap sama sensei anestesi (senseinya cewek kok).

Dan puncaknya saya masih bisa mun**h2 hingga semua isi asam lambung keluar (tuh yang rasanya asem,.pahit, dan warnanya kuning). Dengan cekatan langsung dibersihkan sensei anestesi...(maaf ya se....). Kemudian sensei bilang....akachan sugu umareru...dan tepat pukul11.43 terdengar oekkkkkk....oeeekkkk...jeritan tangis anakku kenceng sekali. ALhamdulillah...anakku sudah lahir.Sensei langsung bilang kalau anakku laki2, normal, lengkap, dan semuanya serentak mengucapkan omedetou.... bayi langsung dibersihkan lalu diberikan padaku untuk proses oinori suru/ berdoa (sesuai pesanan sebelum masuk ke ruang operasi). Alhamdulillah akhirnya saya bisa mengikuti sunah Rosul untuk segera mengadzani dan mengikomahi bayiku sendiri. Kucium bayiku yang masih basah dan masih berwarna putih ke ungu2an ya...belum merah soalnya... AIr matakupun menetes lagi....

Setelah oinori selesai, bayi langsung ditempatkan diatas dadaku (padahal diatas dadaku ada beberapa alat yang nempel untuk mendeteksi jantung kali ya..) dan bayi dibiarkan untuk mencari puting susu. Subhanallah, ternyata bayi tuh lahir dah bisa angkat kepala, dengan sendirinya mencari puting susu. Tidak lama, sekitar 10 menit bayi masih belum bisa mendapatkan, akhirnya dibantu bidan, mulut bayi dletakkan diatas puting dan bayi berusaha menghisap ASI. Walaupun ASI belum keluar (hanya air bening yang sudah keluar, bukan kolostrom), bayi ternyata dah sudah bisa menghisap2 gitu. Sementara itu perutku mulai dibersihkan dan dijahit. Ini bedanya dengan di Indonesia dulu saat Safa, hal semacam ini tidak dilakukan, baru 2 hari kemudian bayi diajari minum ASI. Mudah2an di Indonesia sekarang sudah seperti ini, menyegerakan memberikan ASI sesaat setelah lahir, bukan susu formula di botol/dot. Sekitar 15 menitan bayi diambil dan segera dibawa keluar.

Pukul 13.oo tepat saya keluar dari ruang operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Tidak kuduga sebelumnya, efek anestesi sudah tidak bekerja, alias rasa sakit di perut langsung menyerang, terasa sakit sekali. Di depan pintu operasi suami langsung menyambut dan memberiku selamat, alhamdulillah dan juga ciuman ceilee....swit swit... bilang kalau anak kita laki2, ganteng dan terima kasih ya mah. Dan juga ada m Ros, Isti, tante Linda, om Satria. Semuanya menyambut gembira.

Diantar ke lantai 5 tempat semula dan bayi sudah ada di ruang bayi, tepat di depan ruanganku.
Selama proses operasi berlangsung ternyata suamiku di luar tuh kesakitan luar biasa, perutnya mual gak karuan. Maklum ini kan pengalaman pertamanya menunggui istri melahirkan, kalau dulu dia gak ikutan nunggu.

Sampai di ruang perawatan tidak lebih dari 15 menit efek anestesi bener2 sudah hilang dan saya sudah merasakan kesakitan yang luar biasa. Berkali2 sensei dan konkafusan datang menanyakan saya butuh itami domi (pankiller/obat pereda sakit) apa tidak. Saya mencoba bertahan dan sampai puncaknya sekitar pukul 4 sore saya sudah tidak kuat lagi dan akhirnya menyerah, saya minta itami domi. Kenapa saya gak mau pake pankiler dari tadi ? padahal setelah diberi rasa sakit itu sedikit2 berkurang. Karena saya berkeyakinan kalau saya pake malah menyusahkanku sendiri.

Ditemani suami, tante Linda dan Om Satria hingga sekitar jam 7 malam. Dan juga Safa menyusul sepulang dari hoikuen. Mau tau reaksi Safa saat melihat adiknya untuk yang pertama ? dia langsung bilang : Mama...adiknya sudah jadi ya... Safachan onechan ni natta, akachan isho papa, otokonoko, dengan wajah yang sangat berbinar, dia Sayang dan ciumi adiknya dari kepala, pipi, hidung, tangan hingga kakinya.. Mama...adiknya harum... Senengnya, mudah2an gak cemburu ya nak. Pukul 8 malam semuanya sudah harus meninggalkan rumah sakit, dan kembali sendiri. Sebelum pulang Safa bilang mama...odaijini (cepat sembuh) dan cepat pulang ya...adiknya dibawa...nanti ishoni Safa chan koen ni asonde... (bahasa yang dipakai Safa campuran Nihon go - Indonesia go)
Sementara bayi dititipkan di ruang bayi dan setiap 2 jam sekali diantar ke kamar untuk belajar menyusu.

Sepanjang malam saya merasakan kesakitan yang luar biasa. Untungnya kedua kaki ku dipijat semalam suntuk, pake mesin pemijat lho...bukan orang. Dan saya cuma minta itami domi 2 kali. Setiap 2 jam sekali pemeriksaan selalu ada , yang ngukur suhu badan, cek tekanan darah, detak jantung, ambil urin lah, ganti pembalut lah, benerin letak kateterlah, ganti botol infus, cek tangan kita lah dan menanyakan saya butuh itami domi apa tidak. Selamam suntuk tidak tidur dan paginya bener lelah, capek banget....
Maaf tidak ada maksud untuk menakut2i/yang lainnya, ini sekedar pengalaman pribadi saya.
Pelayanan disini bener2 luar biasa. Bukan bermaksud membandingkan dengan di Indonesia, disini semuanya serba terjadwal. Dulu saya gak gitu soalnya.

Keesokan paginya, suami dan Safa tak kunjung datang, mulai cemas, kenapa ? ternyata Safa semalaman panas dan selalu memanggil mama mama... mungkin dia kepikiran dan kasihan melihatku terbaring tak berdaya kemaren sore. Baru malam harinya mereka datang. O, ya sore hari saya dah dilatih duduk dan berdiri, dengan saya tetep memegang infus dan perawat pegang plastik urin.
Hari kedua, ASI dah mulai sedikit keluar, walaupun baru kolostrom dan air bening dan alhamdulillah Rafif dah bisa ngisap dengan baik.
Hari ketiga sudah bisa jalan dengan tegak, tanpa membungkuk atau was2 dan rasa sakit sudah benar2 berkurang. Semua peralatan yang menempel di tubuh dah dilepas, mulai dari infus, kateter hingga selang yang menempel di punggung (gak ngerti selang apa itu, katanya sih berhubungan dengan tulang gitu, tetep saja suntikan). Sementara Ono san belum bisa jalan, setelah sembuh kutanya, usut punya usut ternyata dia selalu minum itami domi, makanya dia bilang gak sakit tapi gak bisa jalan2.Duluan aku kan jalannya...? padahal duluan dia yang dioperasi.hehheheheeee....
Dan di hari ketiga ASI dan lancar dan sudah boleh mandi...horeee.....seger badanku.

Bedanya kalau di sini pasca operasi sakitnya luar biasa sakit tapi sembuhnya cepat. Kalau di Indonesia, pasca operasi gak begitu sakit karena anestesinya masih bekerja dan sembuhnya lamaaa banget, keluar dari RS saja jalanku masih bungkuk2 gitu. Tulisan ini hanya sekedar catatan pribadi saya, maaf buat teman2 yang mungkin beda perlakuan.

Sembilan hari tinggal di rumah sakit, selama itu juga Safa di rumah panas, hingga 40 derajat, dibawa ke sonika (bagian anak) katanya gak apa2, cuma perubahan musim saja...dan bukan nihon kaze (saat itu disini pas dingin2nya, maklum menjelang turun yuki/salju) untung gak disuruh opname. Suami jadi repot gak ketulungan, setiap hari selalu nyempatin ke RS untuk jenguk istri dan anaknya, Safa blas gak mau lepas dari pelukan bapaknya, sementara suami terus mengerjakan revisian2 yang setiap kali datang dari senseinya. Untungnya masih bisa dikerjakan dari rumah.

Makanan di rumah sakit juga sangat membosankan, dengan menu yang sangat tidak kena di lidah. Yang pasti ya gyunyu (susu sapi segar) dan gohan (nasi putih) saja yang enak. Hampir semua rasanya sama, rasa dashi dan katsuobushi. Mungkin dari pihak RS bingung juga mau kasih makan apa ini orang....daftar larangan makannya kok banyak banget...

Kendala bahasa...? jelas banyak. Dengan kemampuan bahasaku yang masih begitu pas2an dan mungkin sangat minim sering kali jadi pikiranku. Sampe2 saya bawa jisho (kamus elektronik) untuk melihat suatu kosakata yang tidak kumengerti. Dan banyak banget kosakata yang sangat jauh dari sehari2...beda banget lah... Bahasa Inggris banyak diantara mereka yang gak ngerti, sementara saya juga pas2an banget. Ribet deh... Syukurlah semuanya bisa teratasi.
Malah saya banyak teman, tukar pengalaman dengan Okuba san yang sudah melahirkan untuk ketiga kalinya. Ada juga seorang nenek pasien juga, yang setiap hari selalu ke kamar dan menengok Rafif, seneng sekali ngobrol dengannya (maaf nek lupa namanya...).

Dokter yang menangani persalinan setiap hari melakukan visite dan selalu menanyakan keluhan kita/perkembangan kesehatan, tak terkecuali hari libur. Yang saya heran selama 9 hari di RS Araki sensei setiap hari visite. Kapan liburnya ya...?
Perawat disini juga begitu, hampir semua pekerjaan bisa dilakukannya sendiri. Mulai dari ganti seprei, ngurus ibu dan bayi, ngantar makan, mbantu sikat gigi, ke toire,ngukur tensi, suhu badan, mijet, pokoknya semua kerjaan di handle sendiri bisa. Dan semua melayani dengan sabar, telaten dan penuh perhatian, hal ini bener2 bisa membuat hati tenang. Pelayanan benar2 memuaskan. (maaf, lagi2 yang ini beda banget dengan saat persalinan Safa dulu).

Dokter disini memuji dokter yang mengoperasiku dulu di Indonesia setelah melihat bekas jahitan di perutku yang katanya begitu baik dan sempurna, karena hampir gak kelihatan bekasnya. Makanya saat operasi berlangsung saya cukup lama di dalam, karena dokter harus menyesuaikan katanya. Mereka mengira saya operasi di rumah sakit besar/ di Jakarta, dugaannya salah..saya melahirkan di rumah sakit pemerintah/di rumah sakit haji. Sekedar catatan, teman saya yang sudah kembali ke Indonesia menjalani operasi sesar di sini dan berbekas, agak kehitam2an setelah 2 tahun pasca operasi. Dan teman saya yang operasi di Jepang sekembalinya di Indonesia sempat dihina dokter Indonesia, gara2 bekas operasinya kurang bagus, katanya dokter di Jepang kok pekerjaannya kayak gini, kasar, hasilnya gak bagus.... Mudah2an aku gak ya...dan kembali normal...gak ada bekas hitam maksudnya... Halah...wong sudah laku saja kok ...

Sebelum pulang dari RS, saya banyak diajari cara merawat bayi, cara menyusui yang benar, mulai dari memandikan, mengganti baju/diapers, membersihkan tali pusatnya bali (untung di hari terakhir dah pupak pusarnya, jadi gak was was), diberi penjelasan mengenai hal2 yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasca operasi, mengenai penggunaan kontrasepsi dan rencana kehamilan selanjutnya, menu makan yang seimbang, cara mengatasi supaya kakaknya gak cemburu dan masih banyak lainnya...sampe lupa... atau emang sebagian saya memang gak ngerti artinya ......

Di hari terakhir pagi2, semua kensha dilakukan baik ibu maupun bayinya. Rafifpun sudah menjalani serangkaian pemeriksaan dari tes darah hingga tes pendengaran dan juga sudah di periksa secara mendetail oleh Ichimaru sensei, katanya semuanya baik, bayi yang sehat dan bagus katanya. ALhamdulillah.. Selesai pemeriksaan saya langsung dibawa masuk ke suatu ruangan, untuk di pijat oleh Mizogura Akemi san. Kalau ini bener2 di pijat pake tangan. Sebelum pijat, kaki di rendam dengan berbagai macam aroma terapi, sekitar 15 menit. Lalu kakiku di lap dan disuruh berbaring untuk selanjutnya kaki di pijat selama 20 menit. Dipijat sambil mendengarkan alunan musik klasik. Selesai pemijatan badan terasa enak sekali...serasa mau nambah. Weleh...pas ini bener2 bak seorang putri...enak tenan.

Selama di RS hampir semua teman2 Indonesia di Saga dan juga teman2 kenkyusei dari Taku menjengukku dan Rafif. Terima kasih ya semuanya, untuk bantuan dan supportnya.

Sesaat sebelum pulang, bersama Araki Sensei

Pukul 3 sore, suami dan Safa datang menjemput dan kita pamitan sama Araki dan Harano sensei yang emang dari siang dah disitu. Menyelesaikan urusan administrasi. Sampe rumah hujan, dan disambut turunnya salju selama 3 hari, suami langsung tepar. Dan seminggu selanjutnya adalah hari2 terberatku, betapa tidak suamiku sakit/kecapekan selama 1 minggu penuh badannya panas dingin, demam gak karuan, ngurus 2 anak, menyediakan makan, nyuci, belum lagi cucian selama aku di RS belum dilipat/disetrika...... Belum lagi lukaku yang belum sembuh .... Tapi niatku dijalani dan dinikmati saja, insyaallah semuanya akan menjadi mudah. Gak usah berandai-andai kalau di Indonesia...pasti banyak yang mbantu... bulatkan tekad dan niat aku bisa....aku bisa dan aku harus bisa.
Duh Gusti...mudah2an Engkau selalu memberikan kekuatan, ketabahan dan keihklasan kepadaku...
Disitulah saya meras sedang diuji kesabaran. Mudah2an semua pengalamanku bisa membuahkan hikmah dan pelajaran bagiku untuk bekal hidup di masa mendatang.

Mungkin ini hampir mirip sama mbak Rossy ya...pulang dari RS langsung ditinggal pak Bagus ke Tokyo dan mengurus sendiri Bilqis dan Hiko, sementara jahitan di perut masih sakit. Ibu yang satu ini hebat lho...di RS cuma 5 hari... Duh jadi kangen.Kapan ya mbak bisa jalan2 kesana lagi, merasakan enaknya masakannya mbak Rossy, kuenya yang bikin nambah2, (asli enak lho mbak) dan membiarkan Safa, Bilqis, Hiko, Rafif bermain bersama sementara ibunya ngobrol kesana kemari.. .... atau nanti ya kalau dah balik ke Malang.... Insyaallah ketemuan lagi ya mbak...

Alhamdulillah sekarang ibunya sudah berangsur sembuh (BB nya dah turun 13 kg, sudah sama saat sebelum hamil, dan enggak diet lho..), Rafif dah mulai ngoceh2 beratnya dah 5 kg, tingginya dah 60 cm, full ASI dan juga sudah mulai bisa ketawa2, sudah tau kalau dililing/dikudang (bahasa Indonesianya apa ya...) , matanya sudah mulai bisa mencari kanan kiri, dan bisa mencari2 arah sumber suara yang didengar dan tentunya yang paling menyenangkan gak rewel, gak ngajak melekan (kayak Safa dulu...), tidurnya pulas alias angler dan mudah2an sehat selalu.

Jadi kebanyakan nih nulisnya..mumpung ada yang jaga dan anak2 pada tidur...

Tuk mamanya mas Arya, makasih ya awardnya, jadi terharu nih banyak banget dapat award dari teman2 blogger. Banyak yang bisa kita ambil dari dunia perblogan...(halah bahasanya)...
Pokoknya di dunia per blogg an semua bisa dengan mudah didapat. Mulai dari informasi terkini, perkembangan anak, pengetahuan umum, resep masakan, mode, dan masih banyak lainnya yang bermanfaat. Selanjutkan kupersembahkan kepada semua teman2 blogger yang sudah mampir, silahkan sematkan award ini di blog teman2 ya...

Alhamdulillah....