Alhamdulillah, akhirnya ada waktu juga tuk up date (halah gaya sok sibuk gitu). Habis menulis di blog itu ternyata butuh waktu yang lumayan, kalau gak pas senggang jangan harap deh. Mending buat beramal atau mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat. APa ngeblog gak bermanfaat ? bukan gitu maksudku, kita kembalikan saja ke tujuan awal kita bikin web, buatku adalah komunikasi termurah dengan keluarga. Dan keuntungan lain dapat banyak teman.
Sekedar informasi saja, sekitar pertengahan Agustus bulan ini suhu di Saga mencapai 40 derajat celcius, sekitar 4-5 hari. Benar2 panassssss, pengab dan bikin orang malas kemana2, selain cuma ingin minum segar dingin dengan AC yang tak pernah ada hentinya. Alhamdulillah kini keadaan dah mulai kembali normal, suhu dah kembali ke kisaran 33-36 derajat.
Buat man teman semua, makasih ya untuk doa dan ucapan buat kami sekeluarga, mulai dari saat Ultah Safa dan juga kami berdua. Jazaakallahu khoiron, semoga ALLAH membalas dengan kebaikan.

Diawali dengan cerita ultah Safa yang ketiga. Hari sabtu tgl 4 Agustus, di kouen (taman) samping rumah. Maunya diadakan hari jumat pas hari H, berhubung ada taifu, ditunda sehari. Ulang tahun kali ini sangat istimewa, karena

bebarengan dengan ultahnya Fadil yang kelima (putranya Pak Ari dan mbak Rosdiana dari Makasar). JAdi ya, sekalian saja digabung acaranya biar seru. Berhubung ibunya Safa lagi double, jadi masakan yang dihidangkanpun ala kadarnya. Selain kue tart yang kucoba bikin sendiri ( belum bisa secantik yang ibu2 blogger lainnya bikin), saya cuma bikin sate kambing plus sambel kecapnya, sate sosis buat anak2, acar, mi goreng, es buah, dan aku bawakan kue ke sekolah (buat senseitachi/para senseinya Safa) berupa puding kabucha/labu kuning, kroket dan jadah (tetel) khas Jawa Timur. Sedangkan mbak Rosdiana menyediakan bakso, lontong, ayam kecap, dan berbagai minuman segar. Alhamdulillah cukup meriah walaupun cuma dimeriahkan warga PPI Saga dan 2 orang teman dari Tosu (anak Kenkyusei) dan sahabatku dari Nepal Bigya dan suaminya.

Sore harinya walaupun hujan barusan mengguyur kita menuju ke jalan utama kota, tepatnya di samping bijutsukan (gedung kesenian) untuk bersama2 melihat pesta Hanabi/kembang api. Gambar disamping Bigya-san. Hampir seluruh jalan dipenuhi warga. Antusias warga sangat besar terhadap momen2 special seperti ini, hampir seluruh jalan raya, trotoar dipenuhi warga. Gambar hanabi di handycam, masih belum sempat mindah. Selesai hanabi, sekitar pukul 9 malam kita singgah dulu makan malam, seperti biasa menuju ke Hyakuen susi (susi 100 yen an).
Minggu sore, hari selanjutnya ikutan memeriahkan obon matsuri. Maunya nonton saja, tapi sama Ota-san (bagian ryugakusei Saga daigaku/yang ngurusin mahasiswa asing) ditarik untuk bergabung, katanya biar seru, banyak orang asingnya. Ya sutralah...ngalah.

Foto bareng Ota-san
Sebenarnya ceritanya hampir mirip sama yang
disini tahun lalu. Acara yang diadakan rutin setiap tahunnya. Merupakan hiburan tersendiri buat kami, sekedar menghilangkan penat dan kejenuhan yang berkepanjangan.
Masih banyak cerita lain yang tertunda, insyaallah lain waktu dilanjut. Diantaranya perjalanan pertamaku keluar kandang, alias nyebrang pulau ke kepulauan Honsyu. Ke Kyoto dan Osaka ketemuan sama
mbak Rossy, mbak Yayuk (FS), mbak Susi (FS), juga
mbak Siti Latifah dari Kanazawa dan teman2 lainnya. Sampai jumpa...