Anugerah Terindah

Wednesday, May 30, 2007

Donguri Mura

Akhirnya mau posting juga, setelah dicicil ngetik sejak 3 hari lalu. Acara sekolah Safa, hari sabtu minggu yang lalu. Bertempat di Donmuri Koen. Letaknya di perbukitan antara Saga dan Fukuoka. Lumayan jauh, sekitar 45 menit perjalanan yang terjal, berliku dan berkelok. Maklum daerah pegunungan. Berangkat pukul 9 dan sampe di Donguri ternyata belum semua murid dan orang tuanya datang. Namun sensei telah menunggu di depan pintu gerbang. Ambil karcis, masuk dan anak-anak mulai bermain sambil menunggu acara dimulai. Safa seneng banget mainnya, mulai dari lari kejar-kejaran, main bola, main petak umpet dan mainan lainnya.




Berkumpul mendengarkan pengarahan dari sensei dan kepala sekolahnya. Dilanjutkan senam yang diiringi lagunya An Panman.

Acara ini sepertinya bertujuan menjalin tali silaturahmi antara sensei dengan walimuridnya. Selesai senam yang lumayan mengeluarkan keringat, kita menuju tempat masing-masing per kelas dan dilanjutkan makan siang. Berbekal bento yang kami bawa dari rumah kami bersama-sama makan siang dengan ditemani sensei masing-masing sambil ngobrol sana-sini mengenai tingkah polah, perilaku dan perkembangan anak-anak kita baik di rumah maupun di sekolah. Ketahuan nih, kata sensei Safa tuh kalau di kelas aktif banget, kalau sensei ngajar dia memperhatikan dengan seksama, kalau temannya berdiri atau rame Safa langsung berdiri dan bilang : Minna san suwarinasai...(teman-teman semua duduk)
Selesai senseinya ngajar, masih kata sensei Safa bilang begini, Sensei, kono hon o keshite mo iidesuka ... (sensei, bolehkah saya meminjam buku ini..?)
Sensei kasih bukunya dan Safa bilang : hai, arigatou gozaimashita...dan langsung berdiri terus ngikutin gaya senseinya ngajar.
Masih mengutip kata sensei. Contohnya begini
Safa : Sota kun... kore wa nan desuka ? (sota-kun, ini apa )
Sota kun : sore wa kuruma desu (itu mobil)
Safa : hai, kore wa kuruma desu, heee...Sota kun jouzu ne.. (ya, ini mobil, hee Sota kun pandai ya)
Safa : Komika san kore nani ?
Komika san : sore wa jitensha (itu sepeda)
Safa : hai, kore wa jitensha ne.. Komika san o riko chan nee.. (ya, ini sepeda, Komika san anak pinter ya..)
Kata sensei, selesai main tebak tebakan sama temannya Safa menuju ke sensei dan bilang Sensei, kore wa sensei no e hon, hai douzo..arigatou gozaimashita... (sensei ini buku bergambarnya sensei, ini, terima kasih ya)

Sensei-senseinya suka ketawa melihat ulah Safa, katanya teman2nya selalu saja ngikutin gaya Safa...(halah...kalo Safa pulang dijemput duluan gitu teman2nya pasti ngikutin sampe depan pintu kelas dan tos dulu sama Safa) dan bercerita kalau Safa tuh cepet banget hafal sama lagu anak-anak Jepang. Sensei sampei heran kok bisa ya...padahal teman-teman seumuran Safa di kelasnya banyak juga yang belum hafal. Sensei tanya, apa rahasianya kok Safa bisa cepet hafal gitu...? Perasaan Safa juga biasa.
Kami cuma tertawa, suami saya bilang kalau Safa di rumah tuh suka banget bernyanyi pake panduan uta no e hon (buku nyanyi bergambar) kadang2 juga cari referensi lagu anak2 Jepang dari Internet. Buku ini bisa juga buat karaoke, jadi begitu gambar di pencet, suara langsung keluar dan mulai bernyanyi bersama.
Acara berlangsung sangat akrab dan saling cerita tingkah polah anak-anak di sekolah. Selesai ngobrol anak-anak dan orang tua dipersilahkan bermain sepuasnya.


Safa sama papanya bermain slurutan


Safa lagi SKSD (sok kenal sok dekat) nih sama obaasan, gaya pake ngobrol segala, satunya Safa lagi asyik kasih makan anak kuda.

Safa naik kuda, gak takut lho, bisa pegangan sendiri...malah saat mau turun dia gak mau

Safa bergaya di atas kuda.

Yah hari itu hari yang menyenangkan sekali buat Safa dan teman2nya, mereka puas bermain dialam bebas.
Itu tadi sekilas kegiatan Safa di sekolah. Sampai ketemu di acara selanjutnya...ehhehehe..

Monday, May 28, 2007

Alhamdulillah

ALhamdulillah, hari ini 7 tahun sudah perjalanan kecilku terlewati.
Terima kasih ALLAH, telah berikan waktu dan kesempatan buat kami untuk melewati ini semua. Terima kasih ibu, bapak telah ijinkan kami berjalan sendiri, disaat kami benar2 masih merangkak.
Kini 7 tahun sudah, waktu begitu cepat berlalu.
Berbagai macam cobaan, godaan, rejeki telah Engkau berikan kepada kami.
Seorang putri mungil kami pun telah menghiasi dan mewarnai kehidupan kami.
Insyaallah satu lagi amanah buat kami sekeluarga akan menyusul dan semakin melengkapi kehidupan kami.
Hari-hari kamipun semakin indah dan serasa lengkap.
Ya ALLAH, selalu bimbing langkah kami kejalanMU.
Ya ALLAH, persatukan kami hingga malaikatMU menjemput kami.
Ya ALLAH, alirkan rezeki kepada keluarga kami, sebagaimana telah Engkau alirkan rezeki kepada orang-orang beriman sebelum kami.
Ya ALLAH, lindungilah keluarga kami dari segala macam godaan.
Ya ALLAH, ridhoi dan berkahi kehidupan kami.
Ya ALLAH, terimakasih untuk anugerah terindah buat keluarga kecil kami.
Amin, amin, amin ya robbal alamin

Thursday, May 10, 2007

Golden Week

Golden week bagi masyarakat Jepang pada umumnya sangat dinanti. Mulai dari liburan hari Nasional, Hari Peringatan UUD, hari Tumbuhan Hijau dan Hari Anak Nasional. Buat masyarakat sini moment seperti ini biasanya banyak dipakai untuk jalan-jalan sepertinya mbak Ay yang berkeliling hingga di Universal Studio di Osaka, bagi yang berduit sampe ke luar negeri dan bagi yang masih punya orang tua banyak juga yang mudik, layaknya anak Obaasan tetangga kami.
Liburan Golden Week sepertinya tidak banyak berarti buat kami. Cuaca yang tidak bersahabat membuat kami tidak bisa berkutik, selain tugas dari sensei yang tidak perduli dengan liburan.
Cuma hari kamis saja, cuaca cerah. Sehabis dhuhur pergi ke pantai Ariake sekitar 20 menit perjalanan. Bersama rombongan 2 mobil kita melaju kesana, ada kami sekeluarga, bu Meldy dan Jeremy, Tante Diana, Om Sofian, Om Edo dan juga Om Afash. Sampe sana Safa langsung nyebur ke kolam dan main air sepuasnya. Sementara orang dewasa bermain bola. Sayang, saat itu kamera tertinggal dan dokumentasi ada di hp suami. Jadi untuk sesen pantai, gomen nee gak ada foto. Puas main-main mereka makan spagethi dan menu ala kadarnya yang sempat kubuat. Pukul 6 sore cabut dan malamnya dilanjutkan bbq di rumah. Ya, sekali lagi bbq ala kadarnya, karena semuanya tidak direncanakan. Cuma ada ikan, ayam sosis, sambel terasi dan lalapan dan juga kue dadakan yang dibikin tante Diana. Tapi lumayan lah, daripada tidak ada sama sekali.
Malem, sekitar pukul 10 anak-anak kenkyusei dari Taku datang dan langsung bergabung ikut bbq.

1/2 11 malam ada kabar kalau ibunya pak Tri meninggal, ya sudah semuanya langsung menuju apato pak Tri. Padahal rencana Pak Tri mau balik ke Indonesia hari Sabtu, akhirnya tiket sabtu di cancel dan beli lagi, alhamdulillah ada kursi. Pukul 2 dini hari suami baru pulang, bersama Pak Afash dan Pak Rocky, bukannya tidur, malah main kartu tuh sama tante Diana juga. Pagi jam 4 suami mengantarkan Pak Tri sampe Eki, dan selanjutnya ke Fukuoka Airport di temani Edo dan Azizul (orang Bangladesh). Mudah2an perjalanan lancar, Almarhumah diterima disisiNya dan diampuni dosa-dosanya. Setibanya suami di rumah hujan deras seharian, yo wis...acara tiduran dan bercanda sama Safa saja. Kali ini Safa jadi sensei bagi kami, dia bergaya layaknya sensei di sekolah yang lagi ngajar, jadi manggil saya dengan mamasan dan manggil papanya dengan papasan.

Sabtu, 5 Mei merupakan Hari Anak Nasional. 1/2 12 siang jemput Pak Ari sekeluarga untuk pergi ke Saga Jou. Begitu masuk, Safa diberi puresento (hadiah) dan disuruh nggambar di papan miniatur berbagai macam hewan. Kebetulan disana ada acara anak-anak pake bajunya ohinasama (semacam kimono gitu). Kali ini gratis lagi...hehehe... kalau yang gratis-gratis gini jangan terlewat (maklum kami kan musafir, bukan pekerja) soalnya kalau foto sendiri minimal 15.000 Yen.


Safa begitu gembira dan begitu tenangnya saat dipakaikan pakaiannya

Safa pake konde, berat lho...

Kami bertiga

Bersama keluarga Pak Ari, mbak Rosdiana, Fadil dan Zahra

Saat itu kita bagaikan artis, karena orang asing, dapat kesempatan pertama dan yang ngantri banyak banget. Ada banyak wartawan dan fotografer disitu, jadi kita di foto banyak orang. Dan kemungkinan akan dijadikan pamfletnya Saga Jou.

Sejak Jum at hingga minggu hujan mengguyur Saga, walaupun tidak deras namun tidak ada hentinya sama sekali. Minggu siang, walaupun hujan masih mengguyur, bersama rombongan PPI kita ke Taku. Ada undangan perpisahan teman Kenkyusei yang dah selesai magangnya dan akan pulang ke Indonesia.

Bersama-sama teman-teman Kenkyusei di Taku

Untuk adik Kenkyusei yang mau pulang, selamat jalan, mudah2an perjalanan lancar dan apa yang didapat dari perantauan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Hanya itu acara liburan golden week kami. Tidak bisa jalan-jalan jauh, habis beasiswa per April turun lagi..... Ah, sudah lah yang penting cukup untuk hidup dan semuanya Alhamdulillah mesthi selalu disyukuri.

Wednesday, May 02, 2007

Minggu Lalu

Cerita lalu dibuka kembali, setelah sekian waktu harus menjauhkan diri dulu dari pasokon (komputer). Bukannya kenapa, tapi badan ini serasa tidak bisa diajak kompromi untuk duduk lama2 di depannya. So, sekarang coba buka lembaran minggu lalu.
Jumat, minggu lalu saya ajak jalan ke Hyakuen Shop (Toko 100 Yen), kebetulan letaknya sekitar 2 km dari rumah, jadi ya lumayanlah buat olah raga. Di hyakuen cuma sebentar karena barang yang dicari tidak ada. Pulang melewati Jinja (kuil tempat sembahyangannya pemeluk Budha/shinto). Di depan jinja terdapat sungai yang banyak ikan-ikan besar. Dan ikan-ikan disini hidup nyaman, lunak, tidak takut diambil, dipancing orang sehingga dengan mudah memanggil ikan-ikan tersebut ke pinggir sungai dengan cara memberikan makanan seadanya. Kenapa gak ada yang ambil ikan disini ? karena ikan disungai depan jinja ini memang di pelihara (walaupun letaknya di pinggir jalan besar) dan barang siapa ambil ikan ini, walaupun seekor saja akan kena denda 300.000 yen kalikan sendiri dengan sekitar 78 rupiah. Sama halnya dengan uang yang didapat dari pemerintah Jepang kalau kita melahirkan. Selain ikan, dihalaman jinja banyak sekali Hato (burung dara). Safa seneng banget melihatnya, tapi sayang begitu di dekati hato Safa malah lari ketakutan sambil mau nangis.



Selesai berlarian dengan hato, kebetulan disini masih musim semi, dimana dimana-mana sepanjang jalan dan setiap tempat bunga-bunga mulai bermekaran dan berbagai macam warna akan sangat mudah dijumpai dan juga pohon-pohon yang semula hanya batang dan ranting mulai menghijau. Berhenti sejenak di pinggir sungai dekat bijutsukan (Gedung Kesenian) dan jadilah ini.

Bunga disepanjang pinggir sungai dan juga sepanjang jalan

Pulang dan sampe rumah bersama suami dan Om Dhani jalan bareng ke Aeon. Safa sama Om Dhani potong rambut. Eh, sempat salah masuk ke salon mahal, saya bilang kalau anak teman saya juga barusan potong tapi harganya tidak segitu...masak potong anak saja 3600 yen? separuhnya ada gak ..? ternyata salon sebelahnya yang dimaksud. Harga segitu kalau buat potong rambut di salon tetanggaku bisa buat potong sampe 30 kali hehhehe....yo wis lah potong neng tonggoku wae nek bali.


Safa menikmati banget acara potong rambutnya, gak nangis. Sambil di potong rambutnya, Safa nonton An-Panman.

Ini nih penampilan baru Safa, kayak cowok kata om Dhani.

Minggu pagi hujan deras, Safa main hujan-hujanan.

Demikian liputan akhir pekan kali ini. Sebenarnya banyak perusahaan besar yang sudah meliburkan karyawannya sejak sabtu lalu, mengingat selasa dan rabu merupakan hari kecepit, menyusul hari ulang tahunnya Raja.Terhitung mulai besuk hingga minggu di Jepang libur, liburan Golden Week (3,4,5 Mei). Belum ada rencana kemana-mana nih, tunggu keputusan juragan, ada waktu dan tugas dari kampus gak. Mudah2an senseinya baik hati, gak usah kasih tugas, biar bisa jalan2.