Anugerah Terindah

Tuesday, April 24, 2007

99 Asmaul Husna

Asmaul Husna artinya nama-nama yang Baik, Agung, maksudnya nama-nama ALLAH yang berjumlah 99 nama, dimana setiap nama mengandung rahasia yang sangat banyak.

Allah mempunyai Asmaaul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna itu" (Al 'Araaf : 180).
"
Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama. Siapa yang menghitungnya maka ia akan masuk syurga" (HR. Attirmidzi).

ALhamdulillah...akhirnya datang juga waktu ini. Kagem Eyang putrinya Safa, Mbah kung dan mbah Ti, ALhamdulillah setelah mampu menghafal beberapa surat pendek dan juga beberapa doa pendek akhirnya tiba waktunya Safa untuk belajar mengenal Asmaul Husna.
Mohon doanya Safa untuk dipermudah mengerti dan menghafalnya.
Teman-teman ayuk bersama2 belajar dan mengerti apa Asmaul Husna bersama anak-anak kita. Belajar sambil bernasyed yuk :



Selagi masih kecil, insyaallah anak-anak akan lebih cepat menghafalnya, ibaratkan belanga yang kosong, kalau diisi terus pasti akan penuh juga.

Saturday, April 21, 2007

Selamat Hari Kartini

Untuk Wanita Indonesia Dimanapun Berada

SELAMAT HARI KARTINI

Semoga kaum wanita di Indonesia diberi rasa selalu ingat akan tugasnya sebagai ibu, sebagai istri, yang selalu mengarahkan keluarganya kepada kebaikan.
Selama ini kita mungkin terbuai akan kata-kata persamaan gender, padahal fitrah sebagai wanita itu sangatlah mulia.

Monday, April 16, 2007

Nyuuen Shiki

Nyuuen Shiki mungkin kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah upacara pembukaan tahun ajaran baru, khususnya buat Safa yang sedang bermain di play group. Acara berlangsung Sabtu, 7 April lalu di Jounan Hoikuen. Nyuuen shiki ini buat Safa untuk yang kedua kali. Safa mulai masuk Hoikuen saat berumur 18 bulan. Yang menjadi alasan Safa mesthi masuk play group saat itu karena dirumah cuma ada aku dan bapaknya di malam hari saja, gak ada teman lain, tetanggaku cuma 3 rumah sebelah kiri rumah obaasan dan sebelah kanan rumah perawat dan sebelahnya lagi gak pernah liat dirumah dan yang lebih menyedihkan belakang rumahku kuburan, tidak ada satupun tetangga kami mempunyai anak kecil, sehingga kami takut Safa nanti kurang bisa bersosialisasi sama orang lain, takut kalau ketemu orang lain (maaf ini juga terjadi pada anak teman saya yang cuma berdiam diri di rumah, skrg dah pulang ke Indonesia). Suami akhirnya memutuskan memasukkannya ke play group biarpun sedikit m****, .. selain itu aku ada banyak waktu luang yang bisa aku manfaatkan untuk belajar bahasa, ikebana, masak2 bersama orang Jepang, bisa jalan untuk ikutin acara2 seperti pada beberapa postinganku yang dulu. Rugi hidup di negara bekas penjajah kalau tidak dimanfaatkan, dulu saja mereka memanfaatkan negara kita dan mengambil banyak dari Indonesia, kenapa sekarang saya tidak bisa mengambil apa yang Jepang punya. Duh...sedihnya hidup di negeri bekas penjajah. KAdang ada komentar pedas lewat japri, hidup di negara penjajah saja kok bangga,..harusnya malu... (kenapa saya harus malu...ini kan sebagian dari jalan hidupku..?, lagian gak nyuri lagi...untuk bisa kesini saja perjuangan euy...suamiku mengikuti tes untuk dapatkan scholarship ini) gak usah nampilin kebaikan atau keindahannya lah.. itu semua kan hasil mereka menjajah kita... Halah ..jadi ngelantur..yang jelas sekarang yang penting Safa dah sekolah, banyak teman, gak minder dah bisa diajak ngobrol dan telah mewarnai hari-hari kehidupan kami.
Kembali ke nyuuen shiki...
Salah satu ciri khas nyuuen shiki adalah semua sensei memakai baju yang bagus2, baju resmi gitu ...lain banget sama hari2 biasa. Begitupun dengan murid2nya.
Pagi itu Safa seneng banget, setelah denger kalau hari ini Safa ke sekolah pake baju bebas, dia langsung lari dan milih sendiri baju yang akan dipakai, lengkap dengan kutsushita (kaos kaki) dan tali rambutnya. Setelah semuanya siap, pukul 9 pagi dah meluncur ke Jounan, sekitar 500 m dari rumah. Sampe sana langsung masuk ke ruang besar, gabungan 3 kelas yang dibuka.



Acara diawali pembukaan oleh salah satu sensei, dilanjutkan dengan perkenalan murid baru dari kelas paling atas (umur 5 tahun) sampe kelas paling bawah (umur 6 bulan).
Sambutan dari kepala sekolah dan pembagian sensei untuk masing2 kelas. Sensei disini setiap tahun di rolling, satu sensei membawahi 5 anak.



Diatas sensei di sekolah Safa, lengkap dengan ahli gizi, tukang kebun dan juru masaknya.

Selesai pembagian sensei, anak2 diajak bernyanyi bersama. Suasana berubah anak2 ceria dan bernyanyi bersama. Kemudian kita menuju ke kelas baru..ceritanya naik kelas nih..Disana kenalan lagi sama sensei baru dan diberi pengarahan tentang kelas baru.

Sensei baru Safa

Safa di kelas baru, dapet satu set makan siang sebelum pulang. Tuh kan Safa berani maju setelah dipanggil senseinya, ada banyak temannya yang belum berani dan masih nangis saat dipanggil senseinya.
Sensei mengantar bento makan siang ke anak yang masih belum berani maju sendiri

1/2 12 siang acara dah selesai, pulang mampir di koen samping belakang rumah, sekitar 30 meter. Kebetulan ada koen baru yang baru saja buka awal April ini. Sekalian saja, nemenin Safa bermain mumpung cuaca lagi bagus. Tapi sayang koen masih gersang, namun mainan yang ada semua masih bagus.




Asyiknya Safa kalau lagi bermain

Puas bermain pulang...
Mudah2an di kelas yang baru Safa seneng dan makin ngerti akan semuanya.Amin.

Wednesday, April 11, 2007

Sayounara...

Banyak banget yang harus saya ceritakan, bingung nih mau memulai dari mana. Yang jelas minggu lalu waktuku dirumah sepertinya sangat kurang, kebanyakan diluarnya kali. Diawali dengan acara pamitan mbak Emma dengan keluarga Yoko-san (seniman kaligrafi Jepang, yang kebetulan teman akrab mbak Emma dan juga orang Indonesia yang sudah lama tinggal disini). Berangkat dari jam 10 pagi langsung ke rumah Yoko-san yang kebetulan deket banget dari rumah. Sampe di rumah Yoko-san disuguhi ocha sama okashi ngobrol sana-sini sambil ditunjukin fotonya saat mengadakan berbagai pameran baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diantaranya Perancis dan negara Eropa lainnya. Menjelang jam 12 kita pamitan, tapi Yokosan ngajak makan siang di luar. Ya sudah jadilah kita keluar bareng Yokosan, sekitar 10 menit perjalanan dengan mobil yang dikendarai Yokosan (umur 66 tahun) dan gila...bener2 gila nyetirnya kenceng banget... ngeri euy..
Tapi itu sudah biasa di sini, banyak para lansia masih pegang setir sendiri. Kita menuju ke Mister Max dan makan di salah satu restoran yang dipilih Yoko-san. Tempat enak banget, suasana romantis dan pasti tentunya nyaman banget.

Bersama Yoko-san dan mbak Emma

(Teisyoku) satu set makanan yang sudah ditentukan harga dan paketnya. Semua makanan laut

Sempat terkejut juga melihat teisyoku diatas, bayangkan satu orang satu set, seperti terlihat diatas. Mikir juga habis gak ya nanti...tapi untung pagi itu saya belum sarapan dan akhirnya dengan diselingi ngobrol sana sini akhirnya semuanya habis...(kemaruk bukan...?, bukan karena kita juga gak enak kalau gak bisa menghabiskan, secara ini adalah sudah ukuran satu seto makanan nihon jin...yang bener saja...orang Jepang tuh ternyata makannya banyak ya...).
Selesai makan, Yoko-san masih ingin memberi oleh2 buat mbak Emma, dia langsung ajak kita ke You Me Town, sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Kepulauan Kyushu, sekitar 10 menit. Sampe sana mbak Emma disuruh milih apa yang disuka, sempat bingung juga apa ya..akhirnya pilihan jatuh pada sebuah kasa (payung) cantik, bermotifkan Sakura. Duh, yang lagi demen sama sakura..


Selesai itu, kita dianter pulang Yoko-san, sholat Dhuhur, nunggu waktu ashar, lalu sholat Ashar dan jemput Safa. Masih bersama mbak Emma perjalanan masih dilanjutkan ke supa2 (supermarket) untuk beli oleh2. Selesai beli oleh2 kita masih sempat foto2 di Kono koen, museum rektor tertua, Saga Jo dan koen deket Jusco Yamato. Sayang sekali momen seperti ini kalau tidak dimanfaatkan setahun cuma 2 minggu.




Masih bersama sakura, kebetulan kita ketemu sama bu Uleng sekeluarga.

Selesai belanja lagi dan pulang Magrib, sekalian jemput papanya Safa, makan malem diluar, sesuai rencana kita emang mau pergi ke Resto India.

Sabtu pagi acara Nyuen Shiki (ceremony tahun ajaran baru di sekolah Safa) ceritanya menyusul ya.., siang hari warga PPI Saga mengadakan hanami bersama di pinggir sungai depan Kencho. Biasalah acara baberqiu. Acara dari pukul 1 siang hingga 1/2 5 sore. Banyak sekali sajian makanan yang ada, mulai dari sate kambing, sate sapi, sate ayam, nasi kebuli, nasi putih, soup ayam, salad, kroket, puding roti tawar, es buah. Pokoknya puas deh acara hanamian kali ini. Gambar disamping banyak bunga sakura yang dah mulai berguguran dibawa arus sungai..



Selepas Isya mbak Emma dah datang ke rumah lengkap dengan bawaannya, bermalam dirumah. Malam hari dirumah rame, banyak teman2 yang datang ke rumah, tak ketinggalan juga bu Uleng yang besuk mau pulang sempat kerumah. Hingga hampir jam 1/2 2 malem mereka baru buyar. Pagi2 jam 4 kita dah bangun, jam 4.45 kita berangkat ke eki, naik bus menuju Fukuoka kuko (Fukuoka Airport). Sampe sana masih jam 6.30, kita sempatin foto2an dan tangis bombai gitu...sedih banget...ditinggal teman2 pulang.
Ingat2 kalau pas hari sabtu/minggu/hari libur mbak Emma/bu Uleng selalu telfon : Mbak Nisa hari ini ada rencana jalan gak ?, kalau enggak jalan yuk..kita pergi ke... atau ke... sepulangnya nanti kita mampir makan di.../di...langganan kita. Tapi ijin dulu bapaknya Safa.
Duh terngiang sekali kata2 itu...sekarang gak ada lagi yang ajak2 daku jalan, harus menunggu suami sampe ada waktu. Terima kasih untuk kebersamaan selama ini, kebersamaan hampir 2 tahun yang tidak akan pernah saya, Safa dan suami lupakan. Kami akan selalu merindukanmu dan mudah2an jalinan kasih tali silaturrahmi kita terjaga, walaupun kita berjauhan.

Sesaat sebelum berpisah... mereka pun dilepas sensei masing2

Mereka kembali berbakti di tanah air tercinta. Setelah 4.5 tahun menimba ilmu disini. Buat bu doktor dokter Emma dan bu dokter Uleng...selamat kembali ke tanah air tercinta, pengabdianmu sangat dibutuhkan masyarakat disana. Mudah2an suatu saat kita bisa bertemu lagi. Alhamdulillah kemaren sudah telfon mbak Emma dah nyampe di Makasar dan bu Uleng masih berlibur di Bali bersama keluarga.

Nih sesuai reques mbak Emma, kemana saja sepulang dari airport ?
Kita foto2 di airport, naik kereta turun di Hakata, keluar mau makan pagi banyak resto yang belum buka, akhirnya kita jalan2 sampe jam 9, akhirnya kita menemukan resto yang buka dan makan pagi. Habis gitu ke pusat elektronik terbesar Yodobasi Kamera. Beli banyak buku, buat Safa juga dapat uta no e hon, tante diana juga borong buku tuh.



Beli tiket kereta dulu, beli lewat mesin, kita masukin uangnya, pencet harganya dan keluar tuh tiketnya. Kalau kita gak tau caranya, ada counter yang jual tiket namanya mado guchi.



Kiri atas tuh namanya kaisatsuguchi = pintu tiket dan kanan foto di depan kamome yang akan kita naiki.

Tiket dah dipegang, lalu pergi ke kaisatsuguchi masukkan tiket ke mesin tersebut dan pintu pun akan terbuka lalu kita lewat dan tiket yang kita masukkan tadi akan keluar di dekat pintu tadi. Kalau mau keluar stasiun, tinggal masukkin lagi tiket tadi setelah pintu terbuka baru bisa keluar. Kalo tiket hilang, kita bayar lagi sesaat sebelum keluar dari stasiun.
Weleh...ceritanya jadi ngelantur...kita pulang naik kamome dan sampe rumah sekitar pukul 2 siang.
Sayounara... mbak Emma..bu Uleng...sukses selalu ...

Thursday, April 05, 2007

Gak Ada Judul...

Meneruskan cerita lalu, minggu lalu angin kencang dan hujan menghantam Saga, mulai dari jumat tengah malam sampe sabtu siang sekitar jam 3 sore. Padahal kita dah jauh hari merencanakan untuk yosakura (menikmati sakura malam hari). Pingin banget, ngerasain yosakura (seperti halnya nihon jin) di dalam koen yang dipenuhi dengan sakura. Akhirnya kita putuskan untuk berangkat, mengingat sudah banyak kue molen yang sudah kubuat, sekitar pukul 4 sore menuju ke Oggi koen, 20 menit perjalanan pake mobil. Oggi koen merupakan tempat sakura ke-3 terkenal di kepulauan Kyusu (Jepang bagian Selatan). Disini hampir semua jalanan dan koen ditumbuhi sakura. Jadi pas musim sakura yang cuma bertahan sekitar 2 minggu(kalo angin langsung ilang) semua koen ramai dikunjungi, baik siang maupun malam hari. Semuanya terlihat indah, bersih dan rapi. Kami berangkat bersama dengan keluarga bu Uleng, mbak Emma, Om Sofian, Om Subhan, tante Rindang dan tante Diana.
Sampe sana Safa, Tiwi, Dhani langsung bermain2. Kita pun magriban di koen.

Rombongan dan sakura malam
Biarpun malam pengunjung makin bertambah, dan makin ramai. Puas menikmati sakura dan makan-makanan kecil kita cabut, bukan langsung pulang tapi kita mampir dulu makan malam di tempat susi langganan.


tuh gaya yang nunggu susi lewat sama yang sudah keburu laper..

Selesai makan, langsung pulang, mandi, sholat Isya, tidur...

Minggu pagi2 bangun, subuh, langsung bikin nasi kuning tumpeng dan perlengkapannya pesenan Nakano-san untuk acara perpisahan dengan mbak Emma dan perayaan pernikahan orang Jepang (lupa namanya). Jam 12.30. baru selesai. Alhamdulillah Safa gak rewel, dan bisa aku tinggal, dia menikmati film favoritnya Tonari no Totoro. Selesai langsung mandi, nyusul suami ke tempat bazar di daigaku (kampus). Setiap tahun diawal bulan April selalu ada bazar yang diadakan oleh mahasiswa tingkat 2 atau 3, barang yang ada pun tak tanggung2 banyaknya, ada banyak kulkas, televisi, mesin cuci, kipas angin, lemari, tempat tidur, kasur, microwave, rice cooker, ember, panci, peralatan dapur, sampe mainan anak2. Semua barang rata2 sudah pernah dipake/bekas tapi masih bagus2 dan bisa dipakai, namun ada juga beberapa barang yang memang masih baru. Barang2 tersebut diperoleh dari mahasiswa yang sudah lulus dan meninggalkan Saga. Semua barang dikoordinir panitia untuk selanjutnya bisa dipake mahasiswa baru/ mahasiswa lama yang membutuhkan. Sayang juga kan kalo gak ada yang mengkoordinir gitu, biasanya barang2 tersebut di buang. Lumayan, kali ini suami dapet meja yang dibawahnya ada penghangatnya (bisa dipakai untuk musim dingin), dapet pot kayu buat bonsai (masih baru) dan dapet meja kecil buat belajar menggambar/mencoret2 Safa.

Malam hari, kita sekeluarga ke I-Square building, tempat kami ngajar (hiburan). Alhamdulillah bisa buat bayar apato sama sekolahnya Safa. Disana menghadiri (hehehe..kayak pejabat saja) pesta perpisahan mbak Emma, tidak banyak orang hanya sekitar 15 orang saja.



Acara perpisahan di I- Square bersama LDA

Acara berlangsung hingga pukul 10 malam. Alhamdulillah semuanya lancar.

Monday, April 02, 2007

Bermain di Koen (Taman)

Beberapa hari ini gak sempat ngeblog, banyak sekali kerjaan yang harus saya selesaikan. Bukan ikut-ikutan gaya sok sibuk, tapi memang lagi sibuk berat, teler banget. Eh, giliran tadi ada waktu dan lagi niat ada sedikit kecelakaan kecil, dah capek2 nulis dan upploud gambar tiba-tiba si kompi di tendang sama Safa, ya sudah, sabar (bener Fa, masak ada anaknya ibunya ngeblog, gak adil itu namanya...). Maklum beberapa hari ini lagi kumat tuh manjanya. Maunya ditemenin terus, gak mau ditinggal semenitpun sama ibunya, dari hari Jum at dan senin pagi saat kuantar ke hoikuen dia nangis, gak mau ditinggal. Padahal sebelumnya habis buka pagar langsung lari, kadang sampe lupa gak pake salam ke ibunya.


Jumat minggu lalu, sengaja Safa dijemput lebih awal, kebetulan ii tenki (cuaca bagus) mau diajak ke koen (taman), yang notabene banyak mainan anak dan sakura dah mulai bermekaran, walaupun belum semuanya. Kebetulan koen deket dari rumah, sekitar 5 menit naik sepeda. Safa seneng banget bisa main sepuasnya, ditemani bapaknya, walaupun cuma 10 menit, maklum harus segera kembali ke kampus. Ibunya pun seneng bisa jepret sana jepret sini. uhui...asyik... Di sekitar koen banyak sakura mulai bermekaran (walaupun belum semua) dan sudah banyak Nihon jin yang mulai hanami (hana : bunga, mi : lihat, hanami : lihat bunga). Nihon jin biasa menikmati hanami dengan menggelar tikar, duduk, ngobrol sambil mengeluarkan bento (bekal makanan) atau sambil baberqiu.





Safa menikmati banget mainnya

Sambil menyelam minum air, kata pepatah yang berlaku juga padaku, sambil nemenin anak bermain foto sakura pun ku dapat. Sebenarnya ada banyak foto2 sakura di tahun lalu, ya..rata2 hampir sama, tak berubah, cuma tempatnya saja yang membedakan. Bagiku musim semi adalah musim yang sangat aku tunggu-tunggu, karena mata akan kelihatan segar sepanjang hari. Dimanapun, di sepanjang jalan, taman dan halaman rumah akan banyak sekali dijumpai aneka macam bunga berwarna-warni dan begitu indahnya, silih berganti bergantian mekarnya. Subhanallah...sungguh nikmat yang sangat berharga bagiku (secara aku seneng banget memelihara bunga dan menikmati bunga).

Sakura pinku

Sakura Shiroi

Bila si pinku dan si shiroi berdampingan, cantik bukan

Bersama Safa keliling sungai yang dipenuhi sakura di sepanjang bibir sungai

Hampir jam 6 sore, Safa masih belum juga mau diajak pulang, akupun juga masih enggan pergi, ya sudah kasih dispensasi waktu sampe jam 6.15. Itupun Safa masih enggan pulang. Akhirnya setelah dikasih tau kalau mama belum sholat Ashar, Safa pun mau pulang. Insyaallah sabtu sore mau yosakura di Oggi koen. Ceritanya nanti dulu ya...selamat menikmati sakura yang ada..