Anugerah Terindah

Tuesday, January 30, 2007

Satu Menit Untuk Mengingat Allah

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kebetulan baru baca email dari teman yang isinya mengingatkan kita untuk paling tidak 1 menit untuk mengingat Allah Sang Maha Pencipta.
Kenapa hanya cuma 1 menit ? apa itu tidak kurang, padahal sehari kan ada 1440 menit. Bener gak ?. Betapa meruginya kita, kalau tidak bisa melakukannya. Paling tidak dalam waktu satu jam kita sisihkan 1 menit saja, akhirnya kita akan terbiasa lakukan itu berulang-ulang.

Cobalah, beberapa tips untuk melakukan itu.
1. Sebutlah dengan sepenuh hati, lidah yang fasih, kalau perlu lakukan dalam satu tarikan nafas (untuk mempermudah konsentrasi).
Subhanallah
Alhamdulillah
La ilaha illallah
Allahu Akbar
Astaqfirullah
La ilaha illallah,muhammadun rasulullah
Allahumma salli wasallim wabarik ala sayyidina Muhammad wa aalihi wa sahbih ajmaiin

2. Hayati sedalam-dalamnya akan makna ayat demi ayat, perkataan demi perkataan

Marilah saudara2ku semua untuk selalu mengingat, berdoa dan bermunajat kepada ALLAH SWT, mengingat rasulallah Muhammad SAW.

Mudah-mudahan bermanfaat

Wassalamu alaikum wr wb.

*kalau salah dalam menulis ke huruf latin mohon dimaafkan*

Wednesday, January 24, 2007

Festival Budaya Bersama LDA (Episode 2)

Melanjutkan cerita lalu yang sempat tertunda beberapa lama.
Waktu makan siangpun tiba, kami semua menuju ke ruangan makan yang letaknya diseberang jalan dari gedung tempat acara. (bener2 gak praktis, makan aja beda tempat...menuju ke dapurnya..). Berbagai menu telah disiapkan panitia. Kebanyakan sih makanan khas Jepang, namun ada juga makanan China sama ada hidangan penutup dari Norwegia. Alhamdulillah, ada beberapa makanan yang bisa kami makan, diantaranya ada ikan bakar, sarden ikan, ikan goreng, misho kerang, makanan penutup (lupa namanya). Ya...beginilah nasib kami...setiap kali mau makan mesthi perlu extra hati2 dan banyak tanya, pokoknya selalu bertanya2 deh.


Ini nih..mulutnya semua penuh dengan makanan sampe2 pipinya njembul..hehhehee (bahasa Indonesianya apa ya..).
Lepas makan siang, kami bergantian sama suami sholat dhuhur, gantian jaga Safa. Selesai sholat kita mengikuti upacara minum teh. Selesai itu pertunjukan babak kedua pun di gelar.

Diawali dengan tarian yang dibawakan Rindang.


Ini nih gaya Safa saat menonton Rindang menari, Safa bergaya ikutan nari, dan dengan beraninya maju ke depan.Weleh2 nak nak...ada saja tingkahmu...

Selesai serangkaian acara2 tersebut masih ada permainan ketangkasan menebak gambar. Pesertanya semua anak2 yang masih ada diteater, tak ketinggalan Safa pun ikut serta.
Tidak pernah aku sangka sebelumnya, bahwa anakku dengan pede naik panggung dan ngikutin tebak gambar, walaupun dengan sedikit bantuan panitia saat melipat gambar. Safa tau dan ngerti bener kalo yang disebutkan panitia gambar usagi (kelinci)...inu (anjing)...neko (kucing) buta (babi)..., ebi (udang)...hebi (ular).., sakana (ikan)...kalo ada Safa tau langsung TERIAK ATTA..(ada...) dan panitia membantu melipatnya. Hingga terbentuklah garis lurus yang bisa menyambungnya. Yah... yattanee..(akhirnya)...SAFA menjadi PEMENANG....
Terlepas itu karena keberuntungan atau Safa memang mampu, yang jelas kami ikut seneng banget, melihat anak berani tampil percaya diri.
Sungguh terharu saat itu...ALHAMDULILLAH...sempat tidak percaya juga...Safa diantara peserta paling muda dan kecil, namun bisa berhasil mengalahkan peserta lainnya yang notabene lebih besar, lebih tua dan lebih pinter tentunya. Alhamdulillah, syukur tak terhingga atas karunia dan anugerah terindah buat kami sekeluarga. Mudah2an dengan ini kami semakin bertambah rasa syukur kami padaMu. Amin.


Safa serius mencari2 gambar yang disebutkan dan lagi dibantu melipat kertasnya sama panitia.


Safa dengan bangganya menenteng hadiahnya, alhamdulillah dapat macam2 gambar, coklat, sama makanan dan minuman lainnya. Sementara lainnya masih sibuk berusaha untuk mencari2 gambar yang disebut selanjutnya.

Kemudian di ujung acara mereka bersama2 membawakan lagu sekai de hitotsu hana dake (di dunia hanya ada satu bunga), dinyanyikan keroyokan tuh. Acara pun berakhir.
Terakhir kali sebelum bubaran, semua panitia dan peserta yang tertinggal ikutan mainan sama halnya yang diikuti Safa. Walaupun tidak bisa mendapatkan hadiah...seru juga nih (wih...malu sama Safa...aku sama bapaknya Safa gak dapat apa2 alias penggembira saja).


Ini nih aksi kami...


Foto bersama dulu sesaat sebelum pulang.

Selesai acara kami semua mengemasi barang2 pameran, lalu sholat ashar. Selesai ashar ada acara lagi semacam penilaian acara yang tadi berlangsung. Biasa ditanya kesan pesannya, terus apa yang perlu diperbaiki..yah semacam koreksi lah. Dan tentunya sambil menikmati hidangan penutup. Alhamdulillah serangkaian acara telah berakhir dengan sukses. Insyaallah acara semacam ini akan di gelar setahun kemudian.
Insyaallah nanti kalo lagi luang aku masukkan videonya, maklum sampai sejauh ini belum di capture nih...biasa males bongkar2.
Selesai sudah...alhamdulillah.....

Saturday, January 20, 2007

Selamat Tahun Baru Hijriah

Assalamu alaikum wr wb

Kami sekeluarga mengucapkan:

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH
1 MUHARAM 1428 H


Mudah-mudahan selalu dalam lindungan ALLAH SWT
Semakin bertambah tingkat keimanan dan keislaman
Dan semuanya menjadi lebih baik dan lebih indah
Amin

Wassalamu alaikum wr wb.

Saga-shi, 1 muharam 1428 H

Friday, January 12, 2007

Festival Budaya Bersama LDA (Episode 1)

Postingan yang ngaret nih...gomen nee...lagi sok sibuk banget...banyak kerjaan menumpuk yang harus daku selesaikan...
Menjelang berakhirnya tahun 2006 kemaren sekitar tanggal 24 desember, LDA (ladies dream action) menggelar acara budaya yang diikuti oleh beberapa negara diantaranya Jepang sebagai tuan rumah, Indonesia, Korea, China, Sri Lanka, Myanmar, dan Amerika.
Bertempat di gedung Higashioka, sekitar 10 menit dari rumah. Kegiatan yang disuguhkan diantaranya pameran baju daerah dari masing-masing negara, dan juga keseniannya. Acara dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore.



Indonesia, dengan menu seadanya, karena orangnya juga cuma beberapa gelintir saja. Menampilkan hiasan wayang kulit ada Nakula, Sadewa, Puntadewa, Arjuna dkk, terus ada berbagai macam baju2 adat, ada kalung, cincin, giwang berhias batu alam khas Sulawesi, ada kain hasil tenunan, dasi dan beberapa potong baju sutera dan juga kain bathik.


Korea, Thailand, Myanmar

Jepang sebagai tuan rumah menampilkan beberapa pertunjukan diantaranya pameran kesenian (mirip patung berhias, terbuat dari kayu lengkap dengan hiasannya) yang dibuat oleh seseorang yang memiliki kelebihan dibalik kekurangannya, pembuatnya seorang pemuda yang (maaf) mengalami gangguan bicara/bisu. Namun karyanya sangatlah bagus, halus sekali dan itu semua dikerjakan sendiri (hand made). Selain itu dia juga mempunyai ketrampilan menabuh bedug, sehingga menghasilkan suara yang luar biasa indahnya. Tuh fotonya disamping. Sungguh Allah Maha Adil menciptakan makhluknya dengan segala kemurahannya.



Guru kimono lagi tampil nih, ada juga pertunjukan Karate. Berhubung tempatnya di teater dan hanya diberi penerangan remang2 kayak nonton film di bioskop, hasil fotonya pun juga kurang memuaskan, maklum foto luama rek....tapi gak papa deh yang penting dokumentasi ada.



Kesenian bela diri khas Jepang, namanya lupa nih..dimainkan oleh adik2 kokosei (SMU)

Kendo...wajah pemain ditutup dengan pengaman berjaring2



Permainan pedang samurai...

Sama seperti diatas, cuma yang ini lain dimainkan oleh abachan yang usianya rata2 diatas 70 tahun. Ngeri juga sih melihatnya, tapi ternyata mereka sangat lihai dan terampil. Ada2 saja obachan beraksi...sambil teriak2 mek... mek... mek... setiap kali berhasil memukul lawannya.


Orkestra yang mengiringi sepanjang acara...

Indonesia...Rindang pake baju Jawa, sama mbak Emma pake baju bodo, Bugis


Rindang, dengan tarian Padhang bulan

Tepuk tangan meriah diberikan saat Rindang menampilkan Padhang Bulannya. Selain anaknya cantik, luwes sekali membawakannya ya maklum wong Jogja asli, kalau ngomongpun halus dan pelan-pelan banget. Dan yang bikin mereka berdecak kagum saat Rindang memainkan leher hingga bisa bergerak2 lentur, layaknya tarian bali itu.

Korea Selatan.... I-san dan suami dengan pakaian pengantinnya dan gaya saat memberikan salam hormatnya.

China, Su-san dengan baju khasnya...yang laki2 gak tau siapa tuh namanya....

Gitani-san, Sri Lanka kara kimashita...

Jeff, gaya koboi kocak dari negeri paman sam..

Dilengkapi penerjemah bagi penonton yang mengalami tuna rungu

Pukul 12.30 acara dihentikan untuk dilanjutkan kembali pada pukul 13.30. Kita semua menuju tempat makan yang disediakan, alias rehat makan siang. Selesai makan sholat dan dilanjutkan dengan upacara minum teh khas Jepang (sado).
Cerita selanjutnya bersambung ya..... ada yang tidak bisa saya tinggalkan...wajib lapor nih...sabar ya...Insyaallah nanti tak lanjutkan.

Sunday, January 07, 2007

Restoran India

Menepati janji kepada teman2, terutama mbak Sita yang sudah menunggu ceritanya. Maaf kalau terlalu lama, ini nih sepenggal pengalaman jalan2 kami akhir november lalu.

Capek jalan seharian, selepas magrib perut sudah keroncongan, sepertinya dah waktunya untuk makan nih. Setelah putar-putar lihat berbagai menu yang ditawarkan, pilihan jatuh di restoran India. Mau coba makanan negara "nehi nehi nehi"... Restoran ini terletak di dalam Canal City. Ya itung-itung sekali jalan, gak perlu repot2 dan capek2 jalan. Di sini semuanya bernuansa India mulai dari suasana, lampu2nya dan juga lukisan, ukiran2 yang terpampang dan koki nya pun didatangkan langsung dari India. Selain menjual makanan, juga dilengkapi pula dengan jualan pernik2 khas India dan bumbu2 dan rempah-rempah khas dari India.

Tak sabar menunggu pesanan datang, Safa pun mengeluarkan bekalnya nasi kuning, abon, ayam sama telur dadar...

Banyak sekali menu yang ditawarkan, setelah melihat-lihat gambarnya, pilihan jatuh pada ini :


Hemmm....oshii sou....nih kan...lihat matanya...semua sudah nafsu untuk segera menyantapnya.

Aneka Jenis Roti Nan

Lamb choop sama kare India


Sebelum makan foto dulu ya....


Nih, makanan semeja habis disantap kita berlima....Oishikatta...

Setelah kira2 setengah jam kami menunggu, akhirnya pesananpun datang. Kami menikmatinya. Apalagi saat kita makan, alunan musik india tak henti2nya diputar. Jadi kebawa suasana nih...untung gak ikutan nari2, puter2... cuma sambil menggoyangkan perut alias mendefraknya agar makanan bisa masuk semua...hehehheee...
Ketika kita asyik makan, sang juru masak pun keluar dan dengan ramah langsung menyapa. Tanya dari mana kami datang, ia mengira kami dari Malaysia, karena wajahnya mirip. Dan dia juga cerita pernah tinggal di Malaysia selama setahun. Dia juga cerita kalau semua ini yang memasak dia. Bagaimana, suka ?. Terus cerita juga setiap malam minggu, hari minggu dan liburan restoran India ini dipenuhi oleh orang Indonesia, Malaysia, dan Pakistan.
Dan dia juga cerita kalau daging yang dipake untuk masak di restoran India diambil dari Tokyo, dan diimport dari Australi, sehingga dia pake halal food. Jadi jangan khawatir kalau makan di restoran India.
Lega rasanya dapat informasi begitu. Soalnya disini susah banget cari halal food.

Sudah puas dan kenyang makan, sekarang perjalanan dilanjut ke Fukuoka Tower (sudah keduluan di posting ya...).
Selesai sudah rangkaian perjalanan sehari rombongan kecil kami. Insyaallah lain waktu kalau ada kesempatan dan "yen" lebih tentunya, mau jalan2 ke tempat lain. Terima kasih teman2 sudah mengikuti serangkaian perjalanan kami. Jangan bosen ya... kami cuma bisa berikan sedikit oleh2 dari perjalanan, yakni cerita/pengalaman kami..