Keluarga, orang tua, suami, anak merupakan karunia dan anugerah terindah yang seharusnya selalu disyukuri.
Terima kasih Ya Allah, telah berikan semuanya yang terbaik bagi keluarga kami. Hamba berharap bisa menjaga amanahMu ini.
Engkau sungguh Dzat Yang Maha Pemurah dan Penyayang bagi umatmu. Ridhoilah semua langkah kehidupanku.
Amin AMin Amin Ya Robbal Alamin.
Sekedar mengenang dan selalu mengingat perjalananku di perantauan, kutulis blog ini tak lebih dari diary yang sangat sederhana
About Me
Name: Anisa
Location: Saga, Saga-shi, Japan
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Hi! My name is Anisa from Surabaya. Now I am living with my family at Saga city, the smallest district city in Japan
Ibu, dinten meniko yuswo panjenengan jangkep seket setunggal taun Ibu, mboten kathah ingkang saged dalem aturaken Namung " Sugeng dinten kelahiran" Doa putro wayah mengiringimu Mugi2 Gusti Allah paring kesehatan lahir bathin Paring ketentreman, keikhlasan, kesabaran, yuswo panjang Setyo dumateng bapak sak ben wekdal lan sawanci-wanci Lan ugi paring Keimanan lan keislaman lahir bathin Kagem Ibu... Mugi2 amal ibadah ibu kangge keluarga dipun paringi ganjaran ingkang linuwih Saking Gusti Allah SWT. Amin...amin...amin...ya rabbal alamin..
Ibu, hari ini usiamu genap lima puluh satu tahun Ibu, tidak banyak yang bisa saya haturkan Hanya " Selamat Hari Ulang Tahun" Doa anak cucu Ibu selalu mengiringi Semoga Gusti Allah memberikan kesehatan lahir bathin Memberikan ketentraman, keikhlasan, kesabaran, panjang umur Selalu setia mendampingi bapak setiap waktu dan setiap saat Dan juga memberikan keimanan dan keislaman lahir bathin Buat ibu.. Mudah2an amal ibadah ibu dalam mengurus keluarga diberikan pahala yang berlebih Dari Allah SWT. Amin...amin...amin...ya rabbal alamin
Putra putri lan ugi ingkang wayah, wonten ing perantauan Anak-anak dan juga cucu di perantauan Mohon doa restumu ibu... Dan Doa kami selalu mengiringi langkah Ibu dan bapak
Sekedar kilas balik kejadian luar biasa yang membuat Indonesiaku Menangis dan merintih Hari ini tepat dua tahun yang lalu Negeriku diporak porandakan dengan gempa dan tsunami. Ratusan ribu nyawa manusia melayang sia-sia, Ribuan jiwa terguncang, kehilangan ingatan Bahkan banyak pula yang harus kehilangan salah satu bagian tubuhnya Ratusan ribu rumah hancur tak bersisa. Ribuan ibu kehilangan suami, kehilangan anak Ribuan bapak kehilangan istri, kehilangan anak Ribuan anak menjadi yatim, menjadi piatu, menjadi yatim piatu Mereka kehilangan keluarganya, rumah dan harta bendanya Tidak ada satupun tersisa dan dibawa, kecuali yang melekat dibadan
Hari ini dua tahun sudah bencana itu terlewati Namun masih banyak duka perih yang mereka alami Banyak diantara mereka yang masih tinggal di barak Kepanasan, kedinginan dan ketidaknyamanan Sampai kapankah ini berlangsung ? Belum juga berakhir bencana itu datang banjir bandang 3 hari lalu Tak kurang dari 500 jiwa melayang kembali... Aceh kembali berduka, menangis, merintih dan menjerit Apakah kita masih patut mencari siapa2 yang salah...? Apakah cukup dengan mencari kambing hitam...
Saudara2 ku bersabarlah dan teruslah bersabar Bangkitlah bangkitlah saudara2 ku... Berjuanglah untuk bangkit, berdoa dan berusaha Yakinlah Allah mempunyai rencana yang lebih indah dari semuanya
Ya Allah ... Engkau Maha Besar, Maha Agung Berikanlah kebaikan buat saudara2 ku Dimanapun berada yang kini sedang dirundung duka Gempa, tsunami, banjir, lumpur panas, tanah longsor Dan segala macam permasalahan yang pelik lainnya
Ya Allah... Ampunilah dosa2 kami, ampuni kami ya Allah Ya Allah... Lindungilah kami dari segala mara bahaya, mala petaka Ya Allah... Tunjukkanlah kami kejalanMu Tiada daya dan kekuatan bagi kami, kecuali atas kehendakMu Amin amin amin ya rabbal alamin...
Setelah puas jalan di Canal City, sekitar pukul 7 malem, perjalanan dilanjutkan ke Fukuoka Tower, dengan taksi sekitar 10 menit. Fukuoka Tower merupakan simbol dari kota Fukuoka. Fukuoka Tower mulai dioperasikan sekitar tahun 1989, setelah selesai pembangunannya selama 14 bulan. Dengan arsitek Nikken Sekkei...(lengkap banget...iya lha wong ada di brosurnya).
Untuk bisa menuju ke puncak tower, kita mesti bayar dulu sebesar 800 yen untuk satu orang, baru bisa naik liff. Untuk naik liff pun kita dikawal satu pramugari yang cakep banget dan satu petugas keamanan. Baru bisa mencapai puncak tower setinggi 234 m....Tapi kita bisa juga mau stop di lantai berapa saja, terserah kepada keberanian kita. Alhamdulillah sampai juga, tinggi banget...ngeri lihat bawah....sampe2 telinga sakit, mungkin karena tekanan udaranya yang beda kali ya...
Dari sisi samping, kita bisa naikin tower ini sampe puncak lho....
Didepan loket masuk
Fukuoka dari ketinggian 234 m, ngeri banget....padahal kalau naik pesawat malah lebih tinggi lagi. tapi beda banget nih suasananya, hening, sunyi, tenang dan sedikit mencekam. Apa karena ruangannya kecil ya...yang jelas cukup sekali ini saja deh... kowakatta...
Dari ketinggian itu kita bisa melihat dengan jelas seluruh kota Fukuoka, terutama kepadatannya dan beberapa tempat yang terkenal diantaranya Fukuoka Municipal Museum, Fukuoka Yahoo Japan Dome, JAL Resort Seahawk Hotel, Fukuoka Airport, Ikinomatsubara Mongolian Wall, Hakata Bay, Marizon, Muromi River dan lain2nya.
Banyak juga masyarakat sini yang memanfaatkan puncak Fukuoka tower ini sebagai tempat yang mereka anggap sakral, mengikat janji sehidup semati dengan pasangannya alias menikah, dengan sedikit merogoh kocek sekitar 108.000 yen hingga 250.000 yen untuk boking tempat sekitar 2 jam. Mahal banget... sudah gitu disitu cuma disediakan tempat duduk untuk 12 orang saja.... Baru setelah mengikat janji, bisa melakukan resepsi di gedung dibawah ini...tapi mesthi bayar lagi nih...
Gedung tempat resepsi pernikahan Nihon jin, terletak tepat di depan seberang jalan Fukuoka Tower
Setelah puas berfoto2 ria di sekitar Tower sampai pukul 10 malam lewat, kita kembali naik sub way dan naik densya lagi menuju ke Saga. Tepat pukul 12 malam sampe rumah. Alhamdulillah perjalanan lancar, Safa tidak rewel. Seharian dapat 4 tempat, mulai dari Tenjin, Canal city, Fukuoka Tower dan yang masih belum di posting makan di resto India. Tunggu ceritanya ya....
Tidak ada yang bisa aku berikan Pada seorang ibu yang telah mengandungku.. Membawa pergi selama 9 bulan lebih kemanapun melangkah Kata bapakku, ibu selalu tersenyum, tak pernah mengeluh Melahirkan aku, merasakan sakit dari detik ke detik
Berjuang melawan maut mengeluarkan aku dan anak2 nya
Menyusui, menyuapi, menggendong, mengganti popok Mengasuh dan melakukan semua untuk anak2nya ... Mendidik dan menjadikanku seperti sekarang ini Terima kasih Ibu... Untuk semua pengorbanan dan jasa-jasamu Keikhlasanmu semoga menjadi amal baikmu Hanya doa yang bisa aku panjatkan untuk Ibu Setiap waktu, setiap saat dan sepanjang masa Aku akan selalu menyanyangimu Membanggakan akan hadirnya ibu...
Kini aku juga telah menjadi seorang ibu Saya mengandung namun tidak melahirkan, Saya tidak menanti detik2 rasa sakit itu datang padaku Namun kurasakan kesakitan yang luar biasa setelahnya Mencoba menyelamatkan nyawa seorang anak Yang tidak kunjung jua keluar... Sepuluh bulan kurang tiga hari....aku menanti akan hadirmu... Oalah...nduk....ternyata dilehermu terbelit usus hingga dua kali... Akhirnya pisaupun menyayat perutku... Beberapa saat kemudian tangis anakku terdengar kencang... Lafadz adzan pun didengarkan ditelinga anakku
Kini aku telah merasakan menjadi seorang ibu... Semua sakit, perih, capek dan kantukpun berubah menjadi kebahagiaan Bahagia untuk anak-anaknya.... Terima kasih Ibu, terima kasih Ibu, terima kasih buat Ibuku tercinta. Untuk semuanya...yang telah Ibu berikan
Sedikit renungan yang bener2 menyentuh hati tentang ibu: The prophert Sallalahu Alaihi Wassalam told as that whe must obey Allah and His messenger at all time. But after that who else did he tell us to listen to and be closed to ? Your mother... Yes, will done.... Who should i give my love to my respect and my honour to ..? Who should i pay good mind to after Allah and Rasullallah Comes your mother.... Who next.... : your mother... Who next.... : your mother... And then your father...
Cause who used to hold you and clean you and clothe you....
Who used to feed you and always be with you When where you sick, stay up all night Holding you tight... that's right no other .... my mother.... Who should i take good care of giving all my love Who should i think the most of after Allah and Rasulallah...? Comes your mother.... Who next.... : your mother... Who next.... : your mother... And then your father...
Cause who used to hear you, before you could talk... Who used to hold you, before you could walk... And when you feel, who'd pick you up clean your cut... No one but your mother....my mother...
Who should i stay right close to listen most to...? Never say no to after Allah and Rasulallah.... Comes your mother.... Who next.... : your mother... Who next.... : your mother... And then your father...
Cause who used to hug you and buy new clothes.. Comb your hair and blow your nose And when you cried who wiped your tearst Knows your fears who really cares...
My mother... Say Alhamdulillah Thank you Allah... Thank you Allah... For my mother....
Dikutib dari salah satu Nashed favorit....
Buat teman2 blogger dimanapun berapa, terutama yang sudah menjadi ibu
Selamat Hari Ibu Semoga Allah Memberi Kemudahan Untuk semua urusan Amin
Dari Tenjin perjalanan di lanjutkan ke Canal City. Naik subway lalu keluar dan naik basu sekitar 5 menit. Canal City merupakan pusat perbelanjaan terbesar yang terletak di tengah kota Fukuoka. Yang menarik dari Canal City selain barang2 dagangannya yang memang ok banget (barangnya bagus2 dan mahal banget....) yakni ditengah bangunan itu terdapat sungai yang mengalir, romantis banget suasananya. Suasana dan keadaan ini lah yang mendorong niat kami untuk melihat secara langsung, karena selama ini cuma denger dari cerita2 teman yang pernah pergi. Lampu-lampu berhias dan berwarna-warni menghiasi hampir di seluruh bagian dalam supermarket super mewah ini. Mungkin ratusan hingga ribuan orang memadati arena ini. Dan kebetulan malam itu terdapat atraksi tarian dari anak muda Fukuoka. Melihat tingkah polah dan gayanya, seperti bukan pemuda Jepang yang santun, sepertinya para kawula mudanya telah berkiblat pada gaya dan tingkah polah anak muda Amerika. Sampai2 pernah ada salah satu koran Jepang yang sempat mempertanyakan Dimanakah Jepangku Yang Dulu ?....gak tau...aku kan belum datang....weleh...sok tahu, sok baca2 koran saja nih.....ehhehheeeeeeeeeeeee.
Bisa bermain air nih, kalau kita injak atau lonjat dengan keras di daerah ini akan segera memuncratkan air (dibaca menyemburkan air).
Suasana Canal City di malam hari
Dibelakangku merupakan aliran sungai yang mengalir di dalam Canal City. Pada malam hari kelihatan indah sekali.
Di sekeliling sungai terdapat banyak macam rumah makan. Sehingga suasana akan makin romantis bagi mereka yang sedang memadu kasih.... Sambil istirahat sejenak, kita mampir makan malam di restoran India...mau tahu cerita selanjutnya ....sampai ketemu di Fukuoka Tower....
Jalan-jalan selanjutnya kita ke Fukuoka. Kota terbesar dan teramai di kepulauan Kyushu, Jepang paling Selatan. Ratusan gedung pencakar langit akan dengan mudah kita jumpai. Padat dan ramai.
Tidak seperti biasa suami tidur lagi setelah sholat subuh, ternyata beliau gak ke kampus. Kebetulan sedang tidak ada tugas dari sensei, sensei tua lagi sucho (dinas luar kota), sedangkan sensei muda pulang ke Osaka. Bisa bernafas rasanya, ada senyuman mengembang lebar dan sinar mata suami yang berbinar.
Sebelumnya hari itu aku telah rencana mau jalan sama mbak Emma dan tante Diana. Berhubung suami ikut, ya sudah ke luar kota aja sekalian, sekali2 lah. Masak setahun lebih tinggal di Saga gak pernah jalan2 ke Fukuoka. Seharian jalan ke tiga tempat, luar propinsi lagi. Kami berlima pergi ke Fukuoka. Dari Saga eki (stasiun Saga) sekitar 1 jam naik densha (kereta api), kita turun di Hakata eki. Ini merupakan pengalaman pertamaku bersama Safa naik densha di Jepang (kebangeten banget ya....?). Di eki maupun di densha tidak terlihat pedagang kaki lima, semuanya bersih. Kalaupun mau belanja langsung saja menuju ke toko/stand2 yang ada di eki. Begitupun dengan di densha, kebetulan waktu itu penuh, tidak ada seorangpun terdengar bercakap, mereka sibuk membaca buku ataupun mendengarkan musik dari head phonenya. Yang terdengar cuma suara Safa yang tampak kegirangan naik "Thomas" (safa bisa menyebut densha dengan Thomas, seperti di kartun Thomas Tank Engine) dan suara bisik2 mbak Emma sama tante Diana.
Foto di depan Hakata Eki
Keluar dari Hakata eki, beli one day tiket seharga 600 yen, untuk bisa digunakan selama sehari sepuasnya (semuanya digunakan untuk naik kereta api bawah tanah), menuju ke Fukuoka dan baru terasa bahwa saat ini kami benar-benar berada di Jepang (Harap maklum ya....). Banyak terdapat gedung tinggi menjulang saling bersebelahan dan berhadap-hadapan, lalu lalang orang2 di sepanjang jalan, sudah persis sama seperti di Tokyo, yang mana semua orang berlomba-lomba untuk mempercepat jalannya agar tidak ketinggalan kereta. Sejenak sedikit tertegun dengan keramaiannya dan kita sempatkan foto2 gitu, maklum kita kan selama ini tinggal di pedalaman, maksudnya di distrik terkecil di negara Jepang. Propinsi paling kecil, mungkin kalau di Indonesia sama seperti di Timor Timur jaman dulu, cuma semuanya lengkap. Sepertinya itu saja yang membedakan. heheheheeeeeeeee semoga gak salah.
Dari Hakata menuju ke Tenjin, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kepulauan Kyusu dan satu-satunya yang terletak di bawah tanah. Konon kabarnya ini terbesar ketiga di Jepang. Yang menjadi daya tarik dari Tenjin adalah tempat perbelanjaan tersebut ada di bawah tanah, kalau gak salah ada di lantai 3 atau lantai 4 di lorong bawah tanah. Tempatnya bagus, penataan barang2 nya juga tak kalah dari supermarket biasa. Barang2 yang ditawarkan pun bagus2, mengikuti trend yang sedang in. Lalu lalang orang memenuhi hampir seluruh stand yang ada. Tidak tau apakah itu keseharian dari Tenjin atau memang karena hari itu bertepatan dengan hari minggu. Susah sekali menggambarkan keadaan dan suasana di tenjin, bingung mau cerita dari mana, pokoknya menarik gitu lah...
Di Tenjin
Yang jelas semuanya ada di bawah tanah, sampai tingkat 4 lagi, dan setiap lantai ada subway yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain sepanjang kota di Fukuoka, Asyik dan menarik sekali sih...Semuanya serba praktis, mudah dan bersih. Namun sepertinya apa yang dijalankan disini serba cepat dan sepertinya terburu-buru sekali. Semua dikerjar waktu. Sedikit saja jalan kita terlambat kita akan menunggu kereta selanjutnya, sekitar 10 menitan lagi. Dan di sub way pun selalu penuh, hingga banyak sekali dari mereka yang rela berdiri ataupun berdesak-desakan.
Di depan dan dalam kereta subway
Ada kejadian lucu juga sih di sub way, biasa itu tu si Safa suka banget cari perhatian sama sesama penumpang. Ia jalan dekati sepasang pemuda dan pemudi, dan senyum2, kemudian diajak ngobrol sama penumpang itu dan begitu penumpang tadi turun duluan
Suasana di dalam sub way (sayang kabur...)
Safa bilang : Jaa mata ne...ki o sukete ne...by by see u..... Pasangan muda : Arigatou...jaa ne... (sambil tersenyum dan melambaikan tangannya)
Spontan para penumpang yang lain tersenyum melihat tingkah Safa.
Wajah kelelahan setelah berkeliling Tenjin, (ini dibawah tanah lho...). capek banget nih....tapi perjalanan masihlah panjang.....
Itu sedikit gambar yang bisa saya ambil, mengingat kami harus bergantian ngawasin Safa (ada sebagian foto di Tenjin terhapus, sayang sekali....gomen ya mas...).
Sekitar pukul 4 kita naik sub way lagi keluar, melanjutkan perjalanan ke Canal City. Mau tau ceritanya...tunggu ya....
Kamis, 23 November merupakan yasumi no hi bagi masyarakat Jepang. Tak mau terlewatkan begitu saja, kami diajak Nakano-san pendiri LDA untuk bergabung dalam acara pesta yang dimotori orang Amerika. Tema pesta kali ini adalah Thanksgiving, yang katanya sih berarti sebagai ungkapan syukur mereka atas nikmat dan pemberianNya selama ini. Penasaran sama acara ini, yang konon katanya terkenal banget di Amerika, coba saja ikut. Indonesia jin yang ada dalam acara itu kami sekeluarga, pak Rocky sekeluarga, mbak Emma, tante Diana, dan Rindang. SC dan OC dalam acara kali ini adalah Amerika jin yang dimotori oleh Jeff dan kawan-kawan. Cukup meriah. Pesan ayam turkey/kalkun dari Fukuoka (insyaallah halal). Ukuran ayamnya besar banget....Yang memasak ayam turkey Jeff, lengkap dengan bumbu2 nya dan segala thethek bengeknya. Kami cuma menonton dan membantu mengaduk sambil tanya ini itu ini itunya saja. Berbagai macam hidangan disajikan. Semuanya, konon katanya makanan yang berhubungan dengan acara thanksgiving. Ada salada, ada cream sup jagung, ada kue apa ya, namanya lupa terbuat dari ubi jalar, yang jelas insyaallah semuanya aman, karena tidak ada buta atau bahan lainnya yang abunai (bahaya)....
In action, bikin Cream Soup
Safa to turkey....Amerika jin lagi dansa...
Suasana pesta
Foto bersama dua turkey yang paling besar dulu sebelum disantap....
Sebagian yang ikut pesta foto bareng, sebagian langsung ngacir...., kekenyangen kali ya...
Acara ini diikuti kurang lebih seratus orang, terdiri dari berbagai negara. Selain Amerika, Jepang, Indonesia ada juga dari China, Korea, Kanada, Irlandia, Costarica dan juga Jerman. Ya. lumayan dapat teman baru lagi,..sekalian pengalaman pernah ikut pesta yang namanya Thanksgiving...hehhehheee.... Acara berlangsung dari pukul 10 hingga pukul 3 sore dan sholat dhuhur selalu disana. Kenapa lama...? seperti kebiasaan Nihonjin, kalau ada acara makan2 selalu masak ditempat. Pulangnya ashar, langsung ke Yamada denki, mbak Emma beli iPod nano.
Festival Sehat 2006 merupakan kegiatan Olahraga Sehat yang beranggotakan obachan-obachan (nenek-nenek) yang berusia antara 40 hingga 80 tahun. Acara kali ini merupakan acara puncak yang diadakan setiap tahun sekali di propinsi Saga. Diadakan bulan kemaren tepatnya 16 November, baru sempat posting nih.... Kali ini saya bersama bu Meldi dan Pak Jefri datang mewakili rekan-rekan kuliahan yang karena kesibukannya tidak bisa hadir. Pukul 10 pagi tepat kami sampai di Bunka Kaikan, kami sudah ditunggu oleh Hakata-san, perempuan, yang merupakan ketua/bos volunter acara tersebut. Disambut bak raja atau pejabat saja nih...Ku ikuti langkahnya, menuju ke aula besar. Sempat terkejut dan gemetar juga nih, (serem....pasti diajak ngomong nihon go, maklum belum PD nih..., sedangkan bu Meldi dan pak Jefri, kita bakari alias baru datang, nihon go nya masih belum banyak juga..., kacian deh gue...mati aku...kena...,pikirku langsung...waduh mbak Emma, kenapa aku...?, gumamku) setelah masuk ternyata kami bertiga sudah ditunggu 600 lebih obachan-obachan yang sudah siap dengan kostum olah raganya. Mereka dengan serentak membungkuk dan menganggukkan kepala, tanda hormat (weleh...kayak apa saja sih....risi aku diginikan... )Tak lama berselang, 3 orang wakil dari Sri Lanka pun datang. Bisa bernafas lega gumamku...Upacara pembukaan pun dimulai, diawali dari laporan ketua panitia, terus sambutan dari ibu Walikota Saga dan laporan dari masing-masing daerah perwakilan. Masih juga deg-deg an nih....? masih... Dan giliran kami disuruh memperkenalkan diri, pake Ninon go...ya sudah...saya yang paling awal diantara 6 orang tersebut. Kurang lebih saya cuma bisa sampaikan seperti ini (simple saja ya...) : Minna-san (sambil menganggukkan kepala dan melambaikan tangan...). Hajimemashite. Watashino namae wa Anisa desu. Indonesia kara kimashita. Shufu desu (langsung saja bilang ibu rumah tangga, biar gak ditanya macam2...) Yoroshiku onegaishimasu....
Ya, cuma itu yang keluar saat perkenalan, .... mau gimana lagi wong cuma disuruh memperkenalkan diri...hehehehee....
Wakil dari mahasiswa asing berpose bersama pengurus
Setelah semua selesai memperkenalkan diri, kami langsung ke acara. Pagi ini benar2 tidak kuduga sebelumnya, kami semua mengikuti Intruktur senam untuk bersama-sama senam ringan. Kami ada di barisan terdepan. wekekekekkeeeekke...........jadi salah tingkah nih,lama gak gerak... Lumayan sekitar 2 jam, pemanasan...sampe berkeringat gitu lho. Lalu dilanjutkan acara perlombaan, terus makan siang, perlombaan lagi, terus pengundian door price, lalu upacara penutupan, disertai dengan pembagian hadiah kepada para pemenang.
Ada berbagai macam perlombaan, mulai dari kekompakan kelompok dalam segala hal, lomba lari giring bola, nglemparin lingkaran yang buat hulalopp ke dalam tiang pendek, masangin dasi, masangin pita diikat di kaki terus lomba masukin bola ke dalam keranjang basket. Setiap pemenang1,2, 3 dapat hadiah. Ada hadiah okashi (makanan kecil), ada kaos kaki, kaos tangan atau mainan lainnya. Lucu ya...obashan dapat mainan...Tapi ya itu nyata lho... Dalam setiap pertandingan mereka semangat sekali, dan seperti betulan begitu. Semangat ingin jadi sang pemenang. Dalam satu group (sekitar 100 orang) ada 1 orang asing. Kebetulan groupku secara keseluruhan dapat juara 2, hanya gara2 terpaut 1 pont saja... ya...daejoubu yo... zannen desu ne...
Acara paling akhir yaitu persembahan dari panitia yang juga berlomba cepet2an masakan baju atau peralatan lainnya yang berhubungan dengan pernikahan. Seru banget, ngelihatnya juga geli, habis lucu banget sih orang2 tua masih semangat gitu.
Sebelum acara berakhir kami sempat ditanya, kesan2 terhadap acara ini. Ya aku jawab aja totemo omoshiroi katta desu (menarik sekali), terus apa lagi..? tanoshikatta desu (menyenangkan) terus apa lagi...? mata rainen aimashu...Hehhehee...seadanya saja deh... Acara berlangsung hingga pukul 4 sore. Sebelum pulang kami dikasih oleh2 ocha (teh Hijau) satu kotak dan juga uang transpor pengganti naik taksi saat berangkat... Pulang diantar sama Hakata-san, sempat ngeri juga sih, dah tua, masih bawa mobil sendiri, sudah gitu nerima telfon lagi. Aduhhhh....sport jantung aku.. Di mobil sempat ngobrol dengan obrolan ringan: Hakata : Anisa-san, Nihon go wa wakaru ? (bahasa Jepang mengerti) Aku : hai, wakarimashita demo sukoshi dake (ya, mengerti tapi hanya sedikit) Hakata : doko ni sunde imasuka ? Itsu Nihon e kitta ? Nihon wa do desuka ? ( dimana kamu tinggal, kapan kamu datang di Jepang, Jepang bagaimana ?) Aku : Eigiyoku no muko. Kyonen no 9 ka getsu nihon e kitta. Nihon wa... (sambil berfikir)...Natsu toki wa totemo atsukatta, fuyu toki wa hontoni totemo samukatta desu... (Ya, sedikit saja. tinggal didepannya eigiyoku, datang di Jepang tahun lalu bulan 9. Jepang waktu musim panas sangatlah panas, musim dingin sangatlah dingin...) Hakata : Anisa-san, oikutsu ?(umurnya berapa) Aku : sanjou sai. (30 tahun) Nan desuka...? (ada apa ) Hakata : Heeeee.... honto desuka....? nijouyon say to omoimashu. (heee...bener, saya pikir umurmu 24 tahun..) Sambil cekikikan dalam hati, orang sudah lepek begini gmn sih obachan satu ini...Tapi alhamdulillah ada yang bilang muda. Balik aku tanya nih, kesempatan ...orang jepang kan susah kalau ditanya soal umur... Aku : Hakata-san, ima oikutsu ? Hakata : Ima ne, ima wa nanajou sai desu, nan desuka ? (sekarang umur saya 70 tahun, ada apa ?) Aku : Heeee, nanajou sai ...? Hontou desuka ? Gojou sai to omoimashu (he...70 tahun, sungguh, saya pikir umurnya baru 50 tahun..)... Sebenarnya aku gak percaya, karena dilihat dari muka dan jalannya seperti masih berusia 50 tahunan gitu. Hakata : heeeee....honto....? arigatou gozaimashita.... Aku : Kazoku wa nan nin ? (keluargamu berapa) Hakata : ano ne.. watashino kazoku wa yon nin desu. Shujin wa mo nakunatta. Watashi ne kodoma ga san nin imashu, Minna hatarakimashita. Isya, onaji byooin to Emma san .. (e...anu...keluargaku 4 orang, suamiku sudah meninggal, anakku 3, semuanya sudah bekerja, satunya dokter, satunya pegawai di rumah sakit yang sama dengan Emma) Terus yang satunya lagi lupa nih... Hakata : Anisa-san, kodomo wa nan nin ? ima doko ? (anakmu berapa, sekarang dimana) Aku : Watashino musume wa hitori desu, ni sai 3 ka getsu. Ima Hoikouen e itta. Anakku perempuan satu, umurnya 2 tahun 3 bulan, sekarang di taman bermain/play group Hakata : heheheee...sughoi desu ne...Hoikouen e itta ne..... Nihon go wa jouzu desu yoo... Indonesia go wakaru ? (hehee...hebat ya. Pergi di Hoikouen. Bahasa Jepang pasti pintar ya... bahasa Indonesia mengerti ?) Aku : iie, nihon go jouzu janai yoo, sukoshi dake to omoimashu. Indonesia go wa wakaru, Jawa go wa wakaru, Eigo wa wakaru demo sukhosi dake... (tidak, bahasa Jepang saya pikir tidak begitu pandai, Bahasa Indonesia, Jawa bisa ngomong dan mengerti, sedangkan Bahasa Inggris sedikit saja tahu). Hakata : heheeeee......... sughoi desu ne... kodomo toki atama ga ii desu yoo (hehheee hebat ya... kalau masih kecil pinter) Aku : Arigatou gozaimashita.... Tak terasa sampe rumah...aman bathinku....lega alias plong .....
Hakata san, kyo wa hontouni arigatou gozaimashita. Goshicosamadeshita. Otsukare sama deshita...Ja mata neee...sayoonara...
Begitu sedikit percakapan disepanjang perjalanan. ya, itung2 tambah pengalaman nih... Kalau ada salah2 nulis mohon dikoreksi ya...kepada siapa saja deh yang ngerti nihon go... Sampe rumah langsung deh jemput Safa.
Sabtu, 2 Desember pagi-pagi betul kami berangkat ke sekolah Safa. Seharusnya libur sih, berhubung ada happyo/kontes kali ya.. (weleh gayanya kayak mereka yang mau happyo/presentasi di daigaku), kami pun rela bangun lebih pagi dan kedinginan. Sampe sekolah Safa langsung menuju ke kelasnya, sementara orang tua murid masuk di aula tempat dilangsungkannya acara. Acara dimulai tepat pukul 8.30. dan berakhir pukul 12 siang. Seperti biasa acara selalu diawali dengan sambutan dari kepala sekolahnya.
Berikut cuplikan video Safa :
Safa tampak riang sekali, dengan semangat ia lonjak-lonjak dan hampir tak berhenti tingkahnya. Safa dan teman-temannya kebagian tarian Kawai Sakana (Ikan yang lucu). Sampe-sampe bandonya melorot beberapa kali dan dibetulkan oleh Miura sensei. Safa sempat maju ke depan, diantara teman-temannya. Bahkan disaat atraksi selesai, Safa dengan lantang berteriak : minna/semua.....(sambil melambaikan tangan)nya. Sungguh, berani sekali dia, kamipun tidak menduga, anakku bisa lakukan itu. Sedangkan ini gambar teman-teman, sempai (kakak kelas) dan kohai (adik kelas Safa) :
Gambar 1 : mereka yang berusia dibawah 1 tahun, lucu masih kecil sudah bisa mengacungkan tangannya saat namanya dipanggil. Berbagai macam atraksi ditampilkan.
Kalau yang ini yang berusia diatas 3 tahun, mereka sudah piawai memainkan alat musik dan bisa menghasilkan sebuah lagu yang indah. Ada juga tuh yang lagi main drama dan bergaya B-man terus yang 5 tahun keatas ada juga yang lagi don odori/menari.
Sungguh luar biasa bagi kami sebagai orang tua, melihat keberanian anak-anak menunjukkan kemampuannya di depan forum. Mereka bermain dan menari diiringi oleh dentingan piano dan kendang dari senseinya. Selesai acara anak-anak menuju kelasnya masing-masing dan kami mengambilnya, masih diberi puresento lagi...Mau tau isinya... isinya peralatan makan, osara/piring, suppun/sendok, foku/sendok garpu, cup/cangkir dan berbagai macam okasi/makanan kecil.
Safa dan puresentonya, tuh kan langsung dimaem, main di halaman sekolah sebelum akhirnya pulang
Safa dengan hadiahnya, main di halaman sekolah dan berpose di depan pintu masuk sekolah. Sedikit banyak gambaran tentang acara happyo Safa di sekolahnya.
Musim dingin sudah mulai datang. Siang hari suhu sudah berkisar antara 15 - 10, sedangkan malam hari sudah sampe 6 derajat. Musim dingin disini berarti juga musim banyak buah mikan (jeruk), kaki (kesemek), ringgo (apel), ichigo (strawberry). Dan juga kalau musim dingin banyak sekali sayuran murah, biasanya separo dari harga normal. Sore hari keluar ke depan rumah, kebetulan depan rumahku tepatnya seberang jalan adalah supermarket lumayan besar. Sengaja kesitu untuk beliin Safa susu sapi segar (gyunyu). Safa baru belajar disapih nih, kebetulan dia suka sama gyunyu (dua hari habis 1 liter susu segar), sedangkan untuk susu bubuk dia sama sekali tidak mau, selalu disembur keluar alias dilepeh. Saat melewati stand buah Safa langsung teriak : mammaaaaaaaa ichigo mama..ichigoooo, tabetai mama...Safa ichigo tabetai... hoshi mama hoshi.... (weleh ...wis metu gayane, Safa sedikit-sedikit pake nihon go...). Ini ketemu buah favoritnya. Maksudnya ada strawberry mama, Safa kepingin makan, mau mau... Aku kembali ke tempat ichigo, lalu aku lihat lebel harganya...alamak.... tiga kali lipat dari harga biasa...(mahal sekalu...pikir-pikir dulu ah...). Setelah sekian waktu tidak kelihatan ichigo kali ini baru muncul kembali. Ku coba alihkan perhatian Safa ke buah yang lainnya. Mbak Safa grape ya, mikan ya, ringgo ya.....bujukku. Safa tetap tidak mau, malah semakin keras dia berteriak : tidakkkk. (dengan tegas dan keras...) mamaaaaaaaa ichigoooo mamaaaaaaaaa Safa hoshi... ichigoooo... (weleh...weleh...mulai nih..) Ya akhirnya aku balik lagi ke tempat ichigo dan aku ambil satu bungkus untuk Safa. Safa langsung teriak gembira, tersenyum dan bilang : mada hawaranakatta ya mah....(belum dibayar ya mah...). Dan terlihat sekali sinar matanya kepingin banget. Ya sudahlah apasih yang nggak buat anak. Ya, ke toko cuma beli gyunyu sama ichigo... Pulang langsung cuci ichigo, karena sejak dari keluar toko Safa sudah gak tahan untuk memakannya.
Lagi berfikir bisa ngabisin gak....
Langsung deh ichigo disantap dan habis 7 buah sekali makan..., padahal isinya cuma 10 biji,besar-besar lagi....cek cek cek cek.... Mama codai (minta)... mbak Safa. Dame...Safa no dame mama (jangan...punya safa...jangan mama)
Begitu bapaknya datang, dan bapaknya minta juga tidak boleh. Kami cuma bisa geleng-geleng kepala. Padahal biasanya Safa itu yasasi(baik hati) banget, selalu bagi-bagi makanan ke yang lain. Untuk kali ini jangankan dibagi, disentuh pun ia tak ijinkan. Ya...Safa safa...rupanya lagi kangen sama Ichigo ya.... Iya deh nak, besuk kalau mama jalan, kebetulan ada ichigo dibeliin lagi deh...
Dari Kunen-an perjalanan dilanjutkan ke Yoshinogari Historical Park. Sekitar 10 menit sebelum Kunen an.
Yoshinogari terletak diantara dua kota, yaitu kota Kanzaki dan Mitagawa, tepatnya di desa Higashisefuri di Kanzaki-gun, masih dalam provinsi Saga. Merupakan salah satu obyek wisata terkenal di Jepang, khususnya di Kepulauan Kyusu. Yoshinogari merupakan tempat sejarah pertama yang menceritakan tentang peradaban masyarakat Jepang, khususnya di Saga Prefecture. Namun semuanya itu cuma cerita saja, karena baru dibangun sekitar tahun 1985, yang aslinya sudah dihancurkan musuh (kala itu ada perang saudara antar Shogun). Pertempuran pada akhirnya dimenangkan oleh Shogun Tokyo. Sekedar kilas balik saja. hehhehee...semoga ini tidak salah mengartikan ya... Tempatnya luas sekali, dipamflet disebutkan luasnya tak kurang dari 117 Hektare. 54 Hektar sebagai taman nasional dan 63 hektare untuk taman prefectural. Meliputi area parkir, lapangan untuk olah raga, lapangan bermain, lapangan untuk kursus golf, musium, tempat penelitian, arena picnik, swalayan kecil yang menyediakan berbagai macam omiyage maupun makanan kecil, area pintu masuk hingga blok-blok rumah yang letaknya sangat berjauhan antara satu rumah ke rumah lainnya. Untuk masuk kita dikenai biaya 400 yen tiap orang. Kebetulan saat kami datang bersamaan dengan dua bus rombongan wisata, jadi ya lumayan rame. Tempat dan lingkungannya bersih sekali, disepanjang pintu masuk ditanami aneka macam dan warna bunga yang sedang mekar. Melelahkan sekali mengelilinginya, walaupun tidak semuanya sempat kami masuki.
Kompleks Yoshinogari dari kejauhan
Rumah ini beratapkan sejenis pohon bambu, namun kecil-kecil, yang jelas bukan jerami. Atapnya setebal 50 cm. Foto didalam rumah yang mirip rumahnya suku Asmat, bersama replika shogun dan anak buahnya
Di depan loket masuk
Sesaat setelah melewati depan pintu masuk, Tiwi dan mbak Emma lagi ber kuchi-kuchi hota he ...diantara pohon kayu yang dibakar Tiwi.... gaya nya boleh nih...sudah seperti penari India...
Kegiatan didalam Yoshinogari, ada menenun bikin pakaian, ada yang memintal, ada menyulam (gak kefoto ya..), ada yang bikin keramik dan juga ada yang berbakar-bakar ikan ataupun ayam, dengan bahan bakar akar kayu yang harumnya menggoda.... Kita sempat diberi dua tusuk dan rasa ikan bakarnya ueeeeeennnnaaaaakkkkk sekali...Sayang gak bisa tambah....hehhehe..
Di dalam museumnya, terdapat genthong-genthong besar, konon ceritanya jaman dulu gentong ini sebagai tempat mengubur yang orang mati.
Di dalam museum terdapat juga coin uang asli yang dipakai transaksi jaman dahulu kala, pada masa kerajaan Yamatai (sekitar abad 2 sampai abad 3), terus ada juga kapak dan segala macam peralatan perburuan dan pertukangan, ada peninggalan rambut shogun, pisau, pemantik api, ada juga batang kail untuk memancing, ada cincin yang terbuat dari tulang hewan ataupun dari batu tua, ada peluru, senapan, ada samurai dan berbagai macam senjata kuno lainnya. Semuanya tersimpan dan tertapa rapi di dalamnya. Itu sedikit kisah cerita kehidupan penduduk Saga di jaman dulu kala. Pulangnya kita diberi oleh-oleh berupa bunga hidup tiap orang tiga pot kecil. Lumayan bisa ditanam di rumah..
Taman disepanjang pintu masuk dan saat pulang jok belakang mobil dipenuhi oleh bunga layaknya mobil pengantin
Belum puas dari Yoshinogari, perjalanan dilanjutkan ke Ariake, sekitar 15 menit dari rumah mau melihat rumput merah sepanjang pantai. Kurang lebih selebar 3 meter sepanjang pinggir pantai ditumbuhi rumput merah yang bagus. Sayang tidak bisa mengambil gambar secara jelas, karena tidak ada lampu penerangan di pinggir pantai. Ya, akhirnya kita pulang, mampir makan udon panas. Slrupp slruppp....osihikatta desu. Dalam sehari kita berjalan sampe tiga tempat, Kunen-an, Yoshinogari dan Ariake. Cuapekkkk polll, tapi seneng lho. Kasihan deh gak dapat foto ...zannen desune.... Jalan-jalan belum habis sampai disini, masih banyak lho...