Tempat yang pertama di kunjungi adalah tempat festival balon fiesta (kalau ini masih di Saga dan kebetulan tidak begitu jauh dari rumah), pagi itu tepat saat ada balon yang sedang mendarat dan ada yang sedang terbang namun tidak begitu tinggi dan ada juga yang terbang sangat tinggi.

Kemudian kedua, tempat persembahyangan orang Budha. Konon di tempat ini merupakan tempat khusus pemujaan bagi umat budha, agar keluarga dan anak-anaknya selalu diberikan kesehatan sepanjang waktu. Sensei mengaku beragama budha. Kami hanya melihat-lihat bangunan yang ada di sekitarnya, depan kuil terdapat hamparan taman yang luas dan indah. Tempatnya seperti perbukitan, jalannya menanjak dan berkelok. Sehingga terasa sangat capek sekali, karena aku harus berkejaran dengan Safa, dengan senangnya Safa berlari kesana-kemari, naik turun di antara jalan yang menanjak. Semuanya berhiaskan kanji dan umur bangunan itu sudah sangat tua, didepan kuil tersebut terdapat sebuah bangunan tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap bersejarah.
Dari kuil perjalanan di lanjutkan ke Kepulauan Kujukushima. Ditengah jalan kami melewati kawasan terlarang, kawasan kekuasaan Amerika. Luas sekali. Sejak Jepang takluk pada Perang Dunia II, Amerika bebas berkuasa di Jepang. Ia memiliki tempat pembuatan kapal yang sangat luas, lengkap dengan fasilitasnya, ada perumahan buat karyawannya, restoran cepat saji Mc Donald, dan fasilitas lainnya.
Ditempat inilah Amerika mendirikan markasnya, sayang tidak begitu jelas, kami ambil gambar ini dari dalam mobilTerdapat beberapa kapal perang yang besar dilengkapi dengan peralatan perang yang canggih. Sepanjang kawasan itu di dikelilingi oleh pagar setinggi kurang lebih 4 meter, dan pos penjagaan di setiap sudut area. Tak heran jika di sekitar tempat ini banyak sekali dijumpai bule-bule Amerika berkeliaran di sepanjang jalan. Bener-bener penjajah ulung, dimanapun tempatnya Amerika selalu ingin menguasai dan mencaploknya.

Di situ kita beli tiket untuk bisa naik fune, mengelilingi kepulauan kecil di sekitar Saikai National Park. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Rute perjalanan mulai dari Saikai Pearl Sea Resort, Motonoshima, Torinosujima, Umegaseto, Makinoshima, Fukashirojima, Matsurajima, Jougashima, Nagahaejima, Tenmokujima, Yokoshima dan kembali lagi ke dermaga. Banyak sekali pulau2 kecil yang bagus dengan batu karangnya.
Pulau-pulau berukuran kecil yang dijadikan wisata bahari. Banyak juga mereka yang pergi menggunakan perayu kecil sambil mendayungnya, dan beristirahat disetiap bibir pulau kecil nan indah itu. Air lautpun tampak bersih, berwarna biru kehijau-hijauan..(ada nggak ya warna ini...).
Sesaat sebelum naik Pearl Queen, berpose dulu ah...Di dalam kapal kami semua menikmati pemandangan kepulauan kecil,

hawa dingin sudah mulai menusuk. Bagi Safa ini adalah pengalaman pertamanya naik kapal laut, sepertinya dia kelihatan heran sekali, saat melihat kebawah (laut) banyak sekali air. Safa tampak kegirangan sambil teriak-teriak... mama mama mama ...mizu...mizu...ail ail...... Kami berada di lantai 3 kapal bermuatan kurang lebih 150 orang tersebut. Lama-lama tidak tahan dengan dingin, kami masuk dan alhamdulillah dapat tempat duduk kosong, lalu makan kue, minum sambil menikmati pemandangan di luar...

Teringat masa kecilku, saat itu aku masih SD kami sekeluarga, bapak, ibu, mbak Aning, dik Didik, Ibuk lurah (panggilan kesayangan kepada nenek dari ibu karena mbah kung lurah, kami biasa memanggil nenek dengan sebutan buk lurah..), pak dhe Sair (yang ikut nenekku dari kecil hingga mempunyai anak, istilahnya abdi setia..., jasanya sangat besar sekali terhadap keluargaku) menyeberangi pulau Jawa menuju ke Kamal, pulau Madura...Teringat jelas, saat itu aku masih kecil dan selalu di tuntun (digandeng) sama bapak. Itu semua...sekarang terulang namun kepada keluarga kecilku, aku suami dan anakku....
Air yang jernih...Lumayan, sedikit pusing alias mabuk laut, setelah sekian lama (kurang lebih 15 tahun) tidak naik kapal...
Didalam kapal disediakan pakaian nahkoda kapal, sayang tidak ada yang pas ukurannya buat Safa, namun tak lupa Safa pun mencoba memakai pakaian itu.
Safa gak mau difoto, mau minta gendong nih...Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, kapal tiba kembali di dermaga. Lalu kembali ke mobil ambil bekal. Kita semua makan siang di tepi pantai, sambil melihat orang-orang yang asik mancing, burung dara berlari kecil dan jalan di depan tempat duduk kami. Menu siang ini, aku bawa onigiri isi abon sapi, bu Rocky mi goreng kecap dengan tempura ayamnya, sedangkan Ishikumariku sensei membawa retasumaki. Ada pisang, ada jeruk, ada kue cantik manis dan kue keju bikinanku, ada astor dari sensei, ada minuman nutrisari yang dibikin bapaknya Safa, ada kocha dari sensei, ada minuman buah dari pak Rocky.
Istirahat sejenak, lalu perjalanan dilanjutkan naik ke atas gunung, dengan jalan yang berkelok-kelok, namanya kalau gak salah Yumiharidake. Diantara tempat ini adalah tanah kelahiran sensei, dengan antusias dan bangga bercerita menggebu-gebu. Di situ kita bisa melihat pemandangan dari atas ke seluruh bagian Nagasaki. Bisa melihat dengan teropong, namun dengan memasukkan koin 100 yen. Bisa terlihat jelas, tempat2 yang agak jauh.

Dari atas bisa melihat padatnya Nagasaki dan sekitarnya
Namun bagiku keindahan alam Indonesia tak terkalahkan oleh negara yang kini aku tempati sekarang. Bali, Lombok, Nusa Tenggara, pokoknya keindahan alam dan pantai dari Sabang sampai Merauke, Indonesia tidak terkalahkan, kau Indonesiaku, tempat tumpah darahku......
Kemudian kami turun, suami sensei masih membawa kami ke tempat bersejarah lainnya, terdapat gereja katolik yang letaknya berhadapan dengan kuil Komyoji (tempat sembahyang pemeluk agama Shinto). Konon, katanya dengan adanya bangunan seperti ini bisa menarik wisatawan untuk berlibur di Jepang. Istirahat sejenak, sambil sholat di sekitar tempat parkir (habis gimana lagi, disini tidak terlihat adanya mushola/masjid, dimanapun tempatnya, kami bisa sholat ya, kami lakukan di situ).
Sudah capek sekali sebenarnya, namun sensei masih ingin membawa kami ke tempat yang dianggapnya bagus. Perjalanan melintas diatas laut, dengan jembatan penghubung yang lumayan panjang (namun lebih panjang di Karatsu). Namanya jembatan Hirado.

Disitu Safa dan Echa (anaknya Pak Rocky) bermain bersama.
Sementara yang lainnya asyik berfoto ria. Selain tempatnya luas

untuk bermain, latar belakangnya bagus. Bersamaan dengan telah datangnya musim gugur, pohon - pohon dan rantingnya saja yang masih tersisa, sementara dan ada satupun daunnya tertinggal.
Hari sudah senja, kami pun beranjak pulang, namun lagi2 dijalan kami mampir di toko yang menjual makanan khas dan omiyage bernuansa Nagasaki. Sebenarnya sensei masih ingin menunjukkan tempat lainnya, namun apa daya waktu berkeliling Nagasaki butuh lebih dari satu hari. Namun kami bersyukur, bisa jalan-jalan, gratis (karena naik mobil sensei) sekaligus ada guide nya lagi...hehehhehehe.....
Sampai di Saga sekitar pukul 8 malam, lagi2 kami mampir ke rumah makan susi sekitar 5 km dari rumah.

Disitu tidak bisa langsung makan, tempatnya luas, pengunjungnya bejibun sehingga kami harus rela antre selama kurang lebih 1/2 jam. Ini adalah pengalaman pertama keluarga Pak Rocky menikmati sajian ikan mentah, sepertinya mereka belum terbiasa, sehingga tampak raut muka dan wajah pak Rocky merah, sepertinya memaksa makanan itu bisa masuk dengan cepat ke dalam mulutnya.
Sampai di rumah pukul 10 malam, Cuapeeeeek polllll..........................
Alhamdulillah, sampe rumah dengan selamat.
Sungguh hari yang sangat menyenangkan sekaligus melelahkan, tapi tidak apalah...
Beresin semuanya, mandi, sholat terus tidur ...
Dan mabuk lautku pun terbawa hingga tidur malam. Saat merebahkan tubuh, seperti digoyang gempa dan kepala pusing, mata melihat semua benda serasa berputar-putar, miring seperti akan terjatuh saja. Semua terasa masih bergoyang-goyang, mengerikan sekali rasanya. Alhamdulillah pagi hari setelah bangun semuanya kembali normal dan kembali ke aktifitas biasa.
Sekian liputan sehari perjalanan ke Nagasaki, terlalu panjang kalau diceritakan semuanya...
Sampai jumpa lagi....masih kepingin ini...(semoga lain waktu bisa melihat tempat yang Agustus 1945 di bom oleh tentara Amerika dan bisa melihat Tulip di Houston Bosch).