Anugerah Terindah

Wednesday, November 29, 2006

Shanposhimasho (jalan-jalan yuk...)....

Jalan-jalan kali ini diawali dari

Kunen-an

Bulan ini penuh dengan jalan-jalan, hampir setiap hari sabtu sama minggu pergi jalan. Mulai dari jalan ke mall, ke Bazar, makan-makan, jalan-jalan dalam kota hingga jalan-jalan ke luar propinsi. Ya mumpung ada yang ajak pergi rame-rame, Mbak Emma sekarang dah banyak waktu luang sepertinya, karena habis selesai ujian doktornya. Mungkin tinggal jiken2 dan aktifitas rumah sakit setiap harinya. Dan ini sepertinya momiji terakhir buat mbak Emma dan bu Uleng, karena Maret tahun depan sudah selesai masa studinya dan pulang ke kampung halamannya, Makassar. Alhamdulillah ada yang ajak jalan, kalau nunggu suami sepertinya masih jauh sih...kerjanya tiap hari ke kampus, kampus kampus dan kampus dari pagi sampe malem gak ada habis-habisnya tugas yang diberikan senseinya. Kali ini suami mengijinkan kami pergi bersama rombongan. Daripada bosen dirumah terus, kalau ada kegiatan apapun jika ada waktu dan bisa aku ikutin. Pikir-pikir bisa nambah pengalaman dan juga cari teman neh.
Begitu besar keagungan Allah, berbagai warna daun tumpah ruah menjadi satu, mulai dari hijau tua, hijau muda, kuning muda, kuning tua, coklat muda, coklat tua, oranye, merah tua, merah muda hingga merah sekali tercipta untuk keindahan alam semesta

Rumput kecil nan indah, tumbuh di sepanjang pinggir kolam dekat rumah tuan rumah

Ceritanya kali ini kita mau bareng-bareng pergi ke Kunen-an. Sekitar 40 menit perjalanan ditempuh dengan mobil. Berangkat bersama rombongan mbak Emma, tante Diana, Pak Rocky sekeluarga, Bu Uleng dan dua putranya, Nuk, om Sofyan dan Rindang. Mau lihat daun merah alias momiji (kalau tidak salah kanjinya kouyo suru...bener gak...?). Momiji hanya bisa dinikmati satu tahun sekali, antara pertengahan bulan November hingga minggu pertama bulan Desember. Peralihan dari musim gugur ke musim dingin kali ya..., sebelum semua daunnya rontok.

Kunen-an merupakan suatu tempat yang berada di pegunungan, dimana banyak sekali ditumbuhi pohon marple yang sangat bagus. Konon ceritanya ini merupakan pekarangan milik pribadi orang Jepang, yang dibuka setahun sekali selama satu minggu, agar bisa dinikmati oleh semuanya. Di tengah-tengah banyaknya pohon marple tersebut terdapat rumah pemiliknya dan kolam kecil. Setiap masuknya kita dikenai 300 yen. Dari area parkir kita masih harus berjalan menanjak sekitar 15 menit. Pengunjung yang datang sangatlah banyak dan mereka mesthi antri. Sepanjang perjalanan penuh sesak dengan antrian orang. Pendatang mulai dari anak-anak, remaja, dorang dewasa, orang tua, wisatawan luar daerah, maupun wisatawan asing. Tampak banyak sekali bule-bule berkeliaran ikut menikmatinya. Kami serombongan sudah masuk urutan 4400 sekian. Jalanpun pelan sekali, saking banyaknya orang. Sepanjang jalan dipenuhi dengan penjual makanan khas dan juga bunga-bunga berwarna-warni. Berikut sedikit gambar-gambar perjalanan kami.
Gerimis kecil tak menyurutkan langkah kami...tetap semangat sambil gendong Safa...

Safa berdiri diantara momiji

Safa, Tiwi dan Dhani bermain air, eh...air ini konon menurut kepercayaan orang Jepang, kalau diminum konon apapun keinginannya akan terkabul...? weleh....gak percaya kan..., lha wong anak2 aja asyik bermain dan cuek banget saat dilihatin Nihonjin

Bu Uleng bersama Safa, Dhani, Tiwi dan Echa, meneriakkan : berubahhhhhhhhh.... gaya ranger...

Safa melihat aliran air di sungai dari atas jembatan kurang lebih 20 m, ngeri banget ngeliatnya.... tapi ini dibatasi pagar berkaca lho...

Ratusan orang memadati lokasi, mereka naik menuju kuil yang terletak dibagian paling atas. Pada saat itu ada upacara ruatan
orang Jepang sekeluarga, katanya sih buang sial. Mereka lengkap memakai pakain kimono.


Ibu-ibu istirahat dulu ah....

Safa berlari mencari mamanya...

Anak-anak kecil berebut minta disuapin tante Emma,....

Disebelah parkiran, terdapat kincir air terbuat dari kayu yang selalu berputar

Safa bersama Nuk berpose didepan pohon buah kaki (kesemek)

Menyenangkan sekali melihat pemandangan alam yang masih alami dan udara yang bersih dan segar, bukan segar lagi ya tapi dingin. Selepas Dhuhur perjalanan dilanjutkan ke Yoshinogari Historical Park. Mau tau ceritanya...tunggu postingan selanjutnya ya...

Monday, November 27, 2006

Open Kampus 2006

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, open kampus selalu diadakan di Saga University. Tahun ini dilaksanakan tanggal 18 November, dimulai dari pukul 9 hingga pukul 4 sore (untuk stand Indonesia, kebagian pukul 11 hingga pukul 1 siang). Ajang persahabatan antar mahasiswa asing di negeri sakura.
Berbeda dengan tahun lalu yang semuanya dipusatkan dirumahku (tahun lalu kita jualan jalan kotek (pastel), Bakpia udang dan sarabba (minuman hangat terbuat dari jahe, khas Makassar), tahun ini dibagi rata tiap warga harus membawa nasi kuning secukupnya (satu rice cooker), beserta lauknya. Dan sebagian dimasak di tempat (ayam bakar). Tahun ini saatnya bikin nasi kuning, dengan lauk campur. Campur disini dalam arti lauknya beraneka ragam, karena tidak semuanya cocok dimakan bersama dengan nasi kuning (versi nasi kuning Jawa lho ya...). Ada berbagai macam lauk, diantaranya ayam goreng, sambel goreng sapi, sambel goreng kentang, sambel goreng kacang dan teri, telur rebus bumbu pedas, ayam bakar, acar timun, kerupuk udang, dan juga ada mi goreng. Semuanya sudah cukup meriah dan yang terpenting kita berpartisipasi meramaikan acara. Cuma sayang, kali ini tidak ada atraksi yang ditampilkan di acara, beda seperti tahun lalu, masih ada tarian bambu yang dibawakan adik-adik dari Riau. Tidak apalah, mungkin mereka lagi pada sibuk.
Terdapat banyak sekali stand yang memadati sepanjang lorong di sekitar gedung Ryogakusei senta. Ada stand Indonesia, China, Korea, Thailand, Nepal, Bangladesh, dan lainnya.

Bikin Nasi kuning, kering teri dan kacang, abon sapi, bawang merah goreng, ayam goreng tepung, telur dadar iris tipis
Sebelum berangkat Safa dan bapaknya ' difoto dulu mama....

Sok sibuk gitu, bantu bakar ayam...

Sibuk nyetakin nasi...

Bu RT (mbak Ulfa) sibuk melayani pembeli, eh Koga sensei...

Bapak-bapakpun tak mau kalah, membantu...

Dhani-kun menawarkan dagangan.(irashaimase..irashaimase...Indonesia no riori ikaga desuka..), tampak antrian calon pembeli.

Hujan tak menyurutkan niat mereka membeli sajian kita

Diakhir acara, warga PPI makan bersama dan tak lupa berpose dulu ah...

Kebetulan sekali, kita dapat stand di depan, jadi memudahkan kita menarik pembeli. Satu set nasi kuning dihargai dengan satu kupon seharga 300 yen. Alhamdulillah sukses acaranya, walaupun sepanjang hari Saga diguyur hujan kecil, semua makanan nyaris tak bersisa, laris manis. Kalau tidak salah dalam waktu dua jam, bisa menjual sekitar 40 kupon.
Open kampus saatnya kita bisa menikmati makanan dari berbagai negara, ya... sekedar mencoba, mencicipi dan ingin tahu bagaimana sih makanan orang asing itu.
Sampai jumpa di open kampus tahun depan....
Sayoonara...

Friday, November 24, 2006

Saga International Balloon Fiesta 2006

Merupakan serangkaian acara dari Saga Light Fantasy. Malam hari SLF, keesokan harinya SIBF dimulai. Saga International Balloon Fiesta ini merupakan ajang international tahunan yang diselenggarakan di Saga. Merupakan event terbesar di seluruh dunia untuk perlombaan ballon terbang. Tahun ini SIBF diikuti oleh beberapa kontestan dari berbagai negara di seluruh dunia. Sayang, Indonesiaku tidak ada. Ada Jepang, Amerika, Jerman, Perancis, Inggris, China, Korea, Kanada, Australia dan masih banyak lainnya, gak hafal nih.
Berbagai macam bentuk, ukuran, warna dan motif balon bisa dilihat. Mengutip cerita sensei, ballon yang bisa terbang tahun ini sebanyak 114 buah balon. Ada doraemon, ada pokemon, ada asimo, dan banyak bentuk lainnya. Dari Jepang sendiri sepertinya banyak sekali balon yang ditampilkan. Sedangkan dari Saga Daigaku (Universitas Saga) tak mau ketinggalan juga menampilkan.
Sejak acara ini berlangsung setiap pagi dan sore hari kita bisa menengok keatas puluhan balon terbang diatas rumahku dan juga disekitar lapangan atau area persawahan. Ada dua hari kalau tidak salah, diberikan kesempatan gratis kepada masyarakat untuk bisa naik balon dan dibawa terbang dalam ketinggian yang lumayan. Dan juga disediakan helikopter, siapapun yang ingin naik bisa membayar sebesar 1000 yen, terbang keliling Saga. Selain itu diarena balon juga terdapat stand yang menjual berbagai macam atribut dan aksesoris yang berhubungan dengan SIBF dan juga berbagai kerajinan atau hasil karya seni dari berbagai negara. Ya bisa buat omiyage gitu...
Kata sensei penilaian ditentukan dari ketepatan saat balon bisa terbang, ketinggian yang ditentukan, ketepatan sasaran saat balon harus mendarat. Tapi bagiku tidak penting siapapun pemenangnya, mengingat negaraku sendiri tidak berpartisipasi dan bagiku yang terpenting bisa menikmati ajang international dan tontonan yang membuat kami semua merasa terhibur dan hati senang. Saga International Ballon Fiesta berlangsung selama 6 hari.
Dihari terakhir saat penutupan kami dan teman-teman Indonesia lainnya ikut menyaksikannya. Kebetulan siangnya ada tamu dari Indonesia 4 orang, jadi makin rame nih. Perjalanan ditempuh sekitar 20 menit dengan sepeda dan kami berangkat selepas magrib. Sangat ramai, ribuan orang memadati arena perlombaan, tempat parkir mobil sangat jauh dan padat, banyak mereka yang memilih sepeda untuk menuju kesana, karena parkirnya sangat dekat dan ratusan orang memilih berjalan kaki untuk bisa sampai, namun tak sedikit pula mereka yang naik bus atau densa (kereta). Karena ini adalah puncak acara yang ditunggu-tunggu.

Balon terbang dan siap mendarat di siang hari, sekitar 1 km dari rumah

Panggung musik yang mengiringi saat balon bersama-sama menyala apinya

Rombongan dari Surabaya, Safa, Mas Ferry, Pak Gigih dan Pak Puji

Penonton terpesona...

Pak Jefri dan Jeremi

Safa dan Bapaknya

Balon saat menyala bersamaan

Terakhir menyala diiringi dengan kembang api

Alhamdulillah, malam itu tidak begitu dingin. Pulangnya bersama-sama rombongan pulang bersama-sama beriringan dengan sepeda dan makan malam di Joyfull. Sepertinya acara tak jauh dari tahun-tahun kemaren, hanya macam dan bentuk balonnya yang berbeda. Semoga masih bertemu kembali di pesta balon tahun depan.

Thursday, November 09, 2006

Saga Light Fantasy 2006

Sudah hampir sebulan acara ini, yakni awal bulan November, namun karena banyaknya urusan yang harus saya selesaikan, baru sempat posting. Acara ini merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan di Saga. Saga Light Fantasy berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dan merupakan serangkaian acara dari Saga International Balloon Fiesta. Pesertanya selain dari Jepang juga diikuti dari berbagai negara yang mengikuti ajang Saga International Balloon Fiesta. Seluruh jalanan menuju arah kota dihiasi dengan gemerlap lampu hias, sehingga disepanjang jalan tampak hingar bingar kilauan lampu. Sejak pukul 5.30 masyarakat berbondong-bondong menuju kota. Begitupun dengan kami sekeluarga dan juga orang Indonesia lainnya, selepas magrib langsung tancap. Saat acara pembukaan berbagai atraksi dan pertunjukan dipertontonkan. Dan sepertinya ini juga kesempatan mengais rejeki bagi sebagian masyarakat Saga. Setiap kali ada event besar banyak sekali kita jumpai mereka yang berjualan makanan ataupun minuman di pinggir jalan dengan tenda yang didirikannya. Ada yang jualanan takoyaki, arum manis (itu lho kembang gula yang diputar-putar seperti kapas digulung), Ayam bakar, Udon, Cumi-cumi bakar, Es Serut, Permen, buah dicelupin di gula warna-warni, berbagai macam minuman dan tak ketinggalan mainan anak-anak dan gelang berhiaskan lampu yang bisa menyala. Acara berlangsung hingga pukul 9 malam. Pukul 9 malam semuanya harus sudah meninggalkan tempat, tenda2 tempat berjualan harus dibongkar, jalanan harus kembali bersih. Saat kami jalan, tepat pukul 9.30 jalan sudah dibuka kembali seperti biasa. Beginilah sedikit gambaran acara Saga Light Fantasy.

Sepanjang jalan arah kota Saga

Bersama suami, Safa-chan, Mae-san, Niu-san (Thailand) dan Dhani-kun

Para polisi sedang menampilkan kemampuannya bermain musik

Latar belakang, pertunjukan tarian disepanjang jalan

Bermain musik sambil berjalan

Menari, melompat, bermusik, berkostum aneh di sepanjang jalan

Safa naik motor gede (kebetulan dapat orang yang sama seperti tahun lalu, lihat di postingan November 2005)

Pose bersama keluarga Pak Adi (Mbak Heny, Nadya, Dinda, Danial), Om Tri dan Om Ari

Bersama Bu Uleng dan kurcaci (Tiwi dan Dhani), tante Diana

Sampai jumpa di Saga Light Fantasy tahun depan .... Sayoonara....ja mata rainen ne.

Sunday, November 05, 2006

Nagasaki e ikimashita...

Liburan panjang 3 hari, sejak hari Jumat sampai minggu. Tanggal 3 November kami lewatkan untuk sekedar melepas penat. Kebetulan kami sekeluarga diajak Ishikuma Sensei (sensei volunter) jalan-jalan ke Nagasaki, satu jam perjalanan dengan kuruma. Sensei sudah dua kali ini mengajak kami jalan-jalan. Beliau baik sekali, kadang-kadang bilang kalau di rumah cuma berdua saja, itupun ketemunya cuma malam hari, dua anaknya tinggal di luar kota masih kuliah dan jarang pulang. Katanya ingin menunjukkan tanah kelahirannya, Nagasaki. Pagi, pukul 8.30 sensei sudah datang menjemput di rumah bersama suaminya. Sejenak menunggu kedatangan Pak Rocky sekeluarga. Pak Rocky, teman belajar Nihon go bersama sensei volunter. Tepat pukul 9 pagi, kami berangkat.
Tempat yang pertama di kunjungi adalah tempat festival balon fiesta (kalau ini masih di Saga dan kebetulan tidak begitu jauh dari rumah), pagi itu tepat saat ada balon yang sedang mendarat dan ada yang sedang terbang namun tidak begitu tinggi dan ada juga yang terbang sangat tinggi.

Kemudian kedua, tempat persembahyangan orang Budha. Konon di tempat ini merupakan tempat khusus pemujaan bagi umat budha, agar keluarga dan anak-anaknya selalu diberikan kesehatan sepanjang waktu. Sensei mengaku beragama budha. Kami hanya melihat-lihat bangunan yang ada di sekitarnya, depan kuil terdapat hamparan taman yang luas dan indah. Tempatnya seperti perbukitan, jalannya menanjak dan berkelok. Sehingga terasa sangat capek sekali, karena aku harus berkejaran dengan Safa, dengan senangnya Safa berlari kesana-kemari, naik turun di antara jalan yang menanjak. Semuanya berhiaskan kanji dan umur bangunan itu sudah sangat tua, didepan kuil tersebut terdapat sebuah bangunan tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap bersejarah.
Dari kuil perjalanan di lanjutkan ke Kepulauan Kujukushima. Ditengah jalan kami melewati kawasan terlarang, kawasan kekuasaan Amerika. Luas sekali. Sejak Jepang takluk pada Perang Dunia II, Amerika bebas berkuasa di Jepang. Ia memiliki tempat pembuatan kapal yang sangat luas, lengkap dengan fasilitasnya, ada perumahan buat karyawannya, restoran cepat saji Mc Donald, dan fasilitas lainnya.

Ditempat inilah Amerika mendirikan markasnya, sayang tidak begitu jelas, kami ambil gambar ini dari dalam mobil

Terdapat beberapa kapal perang yang besar dilengkapi dengan peralatan perang yang canggih. Sepanjang kawasan itu di dikelilingi oleh pagar setinggi kurang lebih 4 meter, dan pos penjagaan di setiap sudut area. Tak heran jika di sekitar tempat ini banyak sekali dijumpai bule-bule Amerika berkeliaran di sepanjang jalan. Bener-bener penjajah ulung, dimanapun tempatnya Amerika selalu ingin menguasai dan mencaploknya.

Di situ kita beli tiket untuk bisa naik fune, mengelilingi kepulauan kecil di sekitar Saikai National Park. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Rute perjalanan mulai dari Saikai Pearl Sea Resort, Motonoshima, Torinosujima, Umegaseto, Makinoshima, Fukashirojima, Matsurajima, Jougashima, Nagahaejima, Tenmokujima, Yokoshima dan kembali lagi ke dermaga. Banyak sekali pulau2 kecil yang bagus dengan batu karangnya.
Pulau-pulau berukuran kecil yang dijadikan wisata bahari. Banyak juga mereka yang pergi menggunakan perayu kecil sambil mendayungnya, dan beristirahat disetiap bibir pulau kecil nan indah itu. Air lautpun tampak bersih, berwarna biru kehijau-hijauan..(ada nggak ya warna ini...).

Sesaat sebelum naik Pearl Queen, berpose dulu ah...

Di dalam kapal kami semua menikmati pemandangan kepulauan kecil, hawa dingin sudah mulai menusuk. Bagi Safa ini adalah pengalaman pertamanya naik kapal laut, sepertinya dia kelihatan heran sekali, saat melihat kebawah (laut) banyak sekali air. Safa tampak kegirangan sambil teriak-teriak... mama mama mama ...mizu...mizu...ail ail...... Kami berada di lantai 3 kapal bermuatan kurang lebih 150 orang tersebut. Lama-lama tidak tahan dengan dingin, kami masuk dan alhamdulillah dapat tempat duduk kosong, lalu makan kue, minum sambil menikmati pemandangan di luar...

Teringat masa kecilku, saat itu aku masih SD kami sekeluarga, bapak, ibu, mbak Aning, dik Didik, Ibuk lurah (panggilan kesayangan kepada nenek dari ibu karena mbah kung lurah, kami biasa memanggil nenek dengan sebutan buk lurah..), pak dhe Sair (yang ikut nenekku dari kecil hingga mempunyai anak, istilahnya abdi setia..., jasanya sangat besar sekali terhadap keluargaku) menyeberangi pulau Jawa menuju ke Kamal, pulau Madura...Teringat jelas, saat itu aku masih kecil dan selalu di tuntun (digandeng) sama bapak. Itu semua...sekarang terulang namun kepada keluarga kecilku, aku suami dan anakku....

Air yang jernih...

Lumayan, sedikit pusing alias mabuk laut, setelah sekian lama (kurang lebih 15 tahun) tidak naik kapal...
Didalam kapal disediakan pakaian nahkoda kapal, sayang tidak ada yang pas ukurannya buat Safa, namun tak lupa Safa pun mencoba memakai pakaian itu.

Safa gak mau difoto, mau minta gendong nih...

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, kapal tiba kembali di dermaga. Lalu kembali ke mobil ambil bekal. Kita semua makan siang di tepi pantai, sambil melihat orang-orang yang asik mancing, burung dara berlari kecil dan jalan di depan tempat duduk kami. Menu siang ini, aku bawa onigiri isi abon sapi, bu Rocky mi goreng kecap dengan tempura ayamnya, sedangkan Ishikumariku sensei membawa retasumaki. Ada pisang, ada jeruk, ada kue cantik manis dan kue keju bikinanku, ada astor dari sensei, ada minuman nutrisari yang dibikin bapaknya Safa, ada kocha dari sensei, ada minuman buah dari pak Rocky.
Istirahat sejenak, lalu perjalanan dilanjutkan naik ke atas gunung, dengan jalan yang berkelok-kelok, namanya kalau gak salah Yumiharidake. Diantara tempat ini adalah tanah kelahiran sensei, dengan antusias dan bangga bercerita menggebu-gebu. Di situ kita bisa melihat pemandangan dari atas ke seluruh bagian Nagasaki. Bisa melihat dengan teropong, namun dengan memasukkan koin 100 yen. Bisa terlihat jelas, tempat2 yang agak jauh.

Dari atas bisa melihat padatnya Nagasaki dan sekitarnya

Namun bagiku keindahan alam Indonesia tak terkalahkan oleh negara yang kini aku tempati sekarang. Bali, Lombok, Nusa Tenggara, pokoknya keindahan alam dan pantai dari Sabang sampai Merauke, Indonesia tidak terkalahkan, kau Indonesiaku, tempat tumpah darahku......

Kemudian kami turun, suami sensei masih membawa kami ke tempat bersejarah lainnya, terdapat gereja katolik yang letaknya berhadapan dengan kuil Komyoji (tempat sembahyang pemeluk agama Shinto). Konon, katanya dengan adanya bangunan seperti ini bisa menarik wisatawan untuk berlibur di Jepang. Istirahat sejenak, sambil sholat di sekitar tempat parkir (habis gimana lagi, disini tidak terlihat adanya mushola/masjid, dimanapun tempatnya, kami bisa sholat ya, kami lakukan di situ).
Sudah capek sekali sebenarnya, namun sensei masih ingin membawa kami ke tempat yang dianggapnya bagus. Perjalanan melintas diatas laut, dengan jembatan penghubung yang lumayan panjang (namun lebih panjang di Karatsu). Namanya jembatan Hirado.

Disitu Safa dan Echa (anaknya Pak Rocky) bermain bersama.
Sementara yang lainnya asyik berfoto ria. Selain tempatnya luas untuk bermain, latar belakangnya bagus. Bersamaan dengan telah datangnya musim gugur, pohon - pohon dan rantingnya saja yang masih tersisa, sementara dan ada satupun daunnya tertinggal.

Hari sudah senja, kami pun beranjak pulang, namun lagi2 dijalan kami mampir di toko yang menjual makanan khas dan omiyage bernuansa Nagasaki. Sebenarnya sensei masih ingin menunjukkan tempat lainnya, namun apa daya waktu berkeliling Nagasaki butuh lebih dari satu hari. Namun kami bersyukur, bisa jalan-jalan, gratis (karena naik mobil sensei) sekaligus ada guide nya lagi...hehehhehehe.....
Sampai di Saga sekitar pukul 8 malam, lagi2 kami mampir ke rumah makan susi sekitar 5 km dari rumah. Disitu tidak bisa langsung makan, tempatnya luas, pengunjungnya bejibun sehingga kami harus rela antre selama kurang lebih 1/2 jam. Ini adalah pengalaman pertama keluarga Pak Rocky menikmati sajian ikan mentah, sepertinya mereka belum terbiasa, sehingga tampak raut muka dan wajah pak Rocky merah, sepertinya memaksa makanan itu bisa masuk dengan cepat ke dalam mulutnya.
Sampai di rumah pukul 10 malam, Cuapeeeeek polllll..........................
Alhamdulillah, sampe rumah dengan selamat.
Sungguh hari yang sangat menyenangkan sekaligus melelahkan, tapi tidak apalah...
Beresin semuanya, mandi, sholat terus tidur ...
Dan mabuk lautku pun terbawa hingga tidur malam. Saat merebahkan tubuh, seperti digoyang gempa dan kepala pusing, mata melihat semua benda serasa berputar-putar, miring seperti akan terjatuh saja. Semua terasa masih bergoyang-goyang, mengerikan sekali rasanya. Alhamdulillah pagi hari setelah bangun semuanya kembali normal dan kembali ke aktifitas biasa.
Sekian liputan sehari perjalanan ke Nagasaki, terlalu panjang kalau diceritakan semuanya...
Sampai jumpa lagi....masih kepingin ini...(semoga lain waktu bisa melihat tempat yang Agustus 1945 di bom oleh tentara Amerika dan bisa melihat Tulip di Houston Bosch).