Anugerah Terindah

Saturday, October 28, 2006

Siapa yang datang...?

Ternyata informasi yang saya dapat dari keisatsu (polisi) mengenai siapa yang datang keliru. Saat di singo (perempatan), jalan kami dihentikan oleh polisi, menyuruh kami minggir dan turun dari sepeda. Terus saya tanya : maaf, ada apa ini, siapa yang mau lewat ? Sambil tersenyum, polisi menyuruhku segera turun dari sepeda. Aku kembali bertanya, Shinji Abe kah ? ia jawab dengan ya. e, ternyata yang datang Kaisar (makasih mbak Emma, koreksinya..). Gomen ne....
Untuk yang sudah membaca blogku sebelumnya maaf ya..... terjadi miss understanding... hehehe...aku juga manusia......
Sejak hari Jumat, Kaisar bersama permaisuri mengadakan kunjungan lawatan di Saga, kabarnya sih ke Ariake (jalan depan rumah ke arah kiri terus..), dalam rangka hari laut apa gitu lho.... Berbagai sudut jalan dan sudut kota dipenuhi oleh polisi. Ketat sekali penjagaan yang dilakukan. Setiap singgo (perempatan) dijaga tak kurang dari 5 polisi. Suasana sedikit lengang dan mencekam. Mengingat disini jarang-jarang terlihat polisi yang berkeliaran dijalan. Hanya pada saat-saat tertentu saja polisi terlihat.
Berbagai persiapan sepertinya matang sekali, mulai dari bersih-bersih jalan, terlihat banyaknya polisi di sepanjang jalan hingga seringnya helikopter memutari kawasan Saga.
Kebetulan siang ini mau jalan ke kota, setibanya di lampu merah jalan kami di hentikan polisi,mereka menyuruh turun dan memberi hormat.
Antusias penduduk Saga untuk melihatnya sangat lah tinggi, bisa dilihat di sepanjang jalan dipenuhi rakyat yang ingin melihat secara dekat pemimpin mereka. Mulai dari bayi yang baru lahir (dibawa ibu bapaknya dengan kereta dorongnya), anak-anak, remaja, dewasa, ojiisan, obaasan semua menyambutnya dengan gembira.
Saat sang pemimpin mau lewat ditandai dengan : Pertama mobil dengan plat no. 5 lewat, memberitahukan bahwa 5 menit lagi akan lewat, lalu mobil dengan plat no. 3, pertanda 3 menit lagi lewat, lalu mobil no. 1, satu menit lagi lewat. Sesaat sebelum lewat, rakyat tampak menundukkan kepala sebagai tanda hormat.

Hasil jepretan kurang bagus, karena harus berkejar2an sama Safa, jadi sekenanya saja

Begitu mobil yang membawanya lewat, sambil melambaikan tangan dan mengibarkan hatta (bendera). Histeris sekali. Mereka pada bilang : heeeeeeeee kireiiiiiiiiiiii, heeeeeeeee kireiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, heeeeeeee chigau neeee.............. kireiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, (sambil tertawa kegirangan, ada yang sampai melonjak-lonjak dan bahkan hampir setiap orang tidak lupa untuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera, kamera HP bahkan banyak juga yang memakai Handy cam)
Dia bilang cakep, cantik, beda (maksudnya beda sama yang biasa dilihat di TV kali ya...).
Siapa yang cantik ...? yang cantik adalah permaisuri, diusianya yang sudah berumur masih terlihat segar dan cantik sekali.
Duduk di sebelah suaminya (mungkin, karena disamping permaisuri duduk seorang lelaki yang kurang jelas untuk saya lihat), cantik, ramah dan selalu tersenyum di sepanjang jalan sambil melambaikan tangannya. Begitu besar sambutan masyarakat Jepang, disaat pemimpinnya datang. Safa pun tidak kalah hangat menyambutnya. Melihat banyak orang berteriak, Safa mengikuti gaya mereka dengan menundukkan kepala, melambaikan tangannya sampai jingkrak-jingkrak kegirangan.
Kebetulan hari minggu juga lewat di depan rumah. Sejak pagi polisi sudah bersiap di depan rumah. Polisi ke rumah, mengajak kami untuk menyambutnya di pinggir jalan....
Ahh...itulah di negeri Sakura...rakyat sangat mengelu-elukan pemimpinnya dan menyambut dengan hangat, sedangkan di negeriku sendiri...presidennya datang disambut dengan maraknya demo dimana-mana....
Satu yang patut diajungi jempol, dan membuatku terkagum-kagum adalah pada saat rombongan melintas di jalan raya, kebetulan saja lampu merah, namun dengan taatnya lampu itu tidak diterjang begitu saja (beda banget sama di negara republik mimpi hehhee...). Mereka bener-bener taat pada aturan yang dibuat. Rombongan iring-iringan mobil yang membawa kaisar berhenti, sambil terus memberikan lambaian tangan dan anggukan kepala kepada rakyatnya. Luar biasa....suatu contoh yang patut untuk diteladani. Bisakah kita berbuat seperti itu apabila diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin...? Biarlah itu menjadi PR yang terjawab oleh waktu.

Tuesday, October 24, 2006

Lebaran Kedua

Saga-shi, JAPAN
1 Syawal 1427 H

Semalam, ba'da magrib sebagian teman-teman dari Indonesia (ada Om Ari, om Sofyan, Om Dhani, Om Affas, ada juga tante Rindang) berkumpul di rumah, bersama-sama mengumandangkan Keagungan Allah. Walaupun dengan suara yang pelan, namun semuanya tidak mengurangi kekhidmatan dan makna dari takbiran itu. Justru semuanya semakin terasa di kalbu dan sangat khusuk.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Laailla ha illallahu Allahu Akbar
Allahu Akbar walillahilkham

Dengar takbir bergema di malam sunyi, memanggil kepada kaum muslim segera berbakti. Suara takbir sahut menyahut, sayub memecah sunyi memohon restu dengan penuh hati kepada ILLAHI Allah Maha Suci. Terdengar alunan suara takbir, memuji nama ILLAHI rasa dalam kalbu tenteram, aman dan damai selalu.

Pagi hari dengan diiringi rintik gerimis kami berangkat ke International House untuk menunaikan ibadah Sholat Id. Kini tiba masanya hati gembira di hari raya bersama merayakan hari kemenangan, bertemu kawan dan kerabat bersama-sama saling memaafkan penuh keikhlasan.
Imam sholat kali ini adalah orang Mesir, bernama Muhammad Said. Alhamdulillah, sholat berjalan dengan tertib dan khusuk.

Sedangkan jamaah terdiri dari berbagai negara. Diantaranya dari Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Mesir, Irak, Iran, Pakistan, Maroko dan Palestina. Kurang lebih sekitar 70 jamaah menjalankan sholat id pagi ini. Sayang sekali di sini banyak ibu-ibu yang tidak datang ke tempat sholat. Hanya ibu- ibu dari Indonesia, Malaysia saja yang datang. Sedangkan dari Bangladesh cuma ada 2 ibu-ibu. Mereka bilang di negaranya kaum perempuan jarang pergi ke masjid atau mengikuti sholat id, mereka kebanyakan memilih berdoa di rumah di hari yang fitri ini.

Ki-Ka : Bebhy (baju coklat), bu Uleng, Nuk, Izzah (Bangladesh), Anisa, Safa, Mbak Heny (bawa bayi Dhanial) dan si sulung Nadya

Rumpun Melayu berkumpul.... orang Indonesia foto bareng sama orang Malaysia di depan International House

Sama seperti tahun lalu, selesai sholat kami semua makan bersama, dengan hidangan yang telah dibawa masing-masing dari rumah. Banyak sekali aneka ragam jenis masakan. Namun sayang ada yang kurang, banyak sekali tersedia opor ayam namun tidak dijumpai ketupat atau lontong. Tapi sudahlah, semuanya tidak mengurangi kebahagiaan umat muslim di Saga.

Sore hari sekitar pukul 3.30 kami orang Indonesia mengadakan halal bihalal di Shinrin Kouen. Acara berlangsung hingga magrib. Untuk Bu Uleng Hontouni arigatou gozaimashita, atas kiriman foto-fotonya. Akhirnya saya dapat...

Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Hari Lebaran
1 Syawal 1427 H
Minal Aidzin Wal faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Semoga semua amalan kita di bulan ramadhan kemarin diterima
Dimaafkan semua salah dan khilaf kita
Disucikan kembali, layaknya bayi yang baru terlahir
Putih bersih tak bernoda. Amin...ya rabbal alamin




Sunday, October 22, 2006

Buka Bersama diujung Ramadhan

Menjelang berakhirnya ramadhan, alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk berbuka bersama teman-teman. Insyaallah ini acara buka bersama di rumah untuk yang ketiga kalinya di ramadhan tahun ini. Namun sayang, tidak semuanya bisa diundang, mengingat semuanya mendadak, jadi semuanya serba dadakan. Sehari sebelumnya suami bilang bikin buka bersama yuk..namun gak bisa undang semuanya, kali ini yang diundang cuma mereka yang masih single aja. Maklum, kalau banyak orang nanti mau tidak mau pasti ramai, takut dipanggilkan polisi lagi...(pengalaman waktu lalu, saat ada ultah kami, dipanggilkan polisi sama tetangga sebelah, dikira kami bertengkar, dasar orang Indonesia kalau ngumpul pasti ribut, dimanapun mereka berada asal temannya banyak, selalu menganggap ini negaranya miliknya..tahu sendiri lah...). Ya itulah kami orang Indonesia..hehehhe...hehehe tapi asyik kok bisa ngumpul bareng...
Jadilah sore itu bikin buka puasa bersama dengan menu seadanya.

Ada: jenang kolak, siomay goreng, ayam masak kecap, cap cai, retasumaki, ada juga gethuk

eh, ini ketinggalan,...Tempura ikan

Yang ini dari tante Emma, namanya pudding roti tawar ...osihikatta...

Tante Rindang, Tante Diana, Tante Emma, Mama dan mbak Safa

Dari depan : papa, om Satria, Om War, om Sofia, mbak Safa, om Edo dan om Dhani

Sedangkan Pak Ari masih sempat datang, walaupun tinggal kebagian sedikit.. Habis selesai tarawih baru datang.
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Semoga ALLAH masih mempertemukan dengan ramadhan tahun depan dan bisa menikmati indahnya saat-saat buka bersama, tarawih bersama bersama dengan orang-orang yang kita sayangi. Amin.

Weleh, maaf ya postingnya kebalik nih sama hari rayanya..hehhehe...kelupaan...
Resepnya bisa dilihat di http://dapursafa.blogspot.com/

Friday, October 20, 2006

Minal Aidin Wal Faidzin

Ramadhan yang indah akan segera beranjak
Ramadhan yang mulia perlahan menjauh
Ramadhan yang suci akan segera pergi
Ramadhan selalu di nanti dalam hati

Akankah kelak berjumpa kembali...
Akankah kita dipertemukan lagi...
Akankah bisa menjalankan ibadah suci ini kembali ...
Akankah kita bisa kembali suci...

Manakala bulan suci enggan beranjak
Manakala bulan nan mulia enggan menyapa
Manakala hati merasakan ketentramannya
Manakala mentari ramadhan berpijar lagi

Aku merindukan hadirmu setiap waktu
Aku mendambakan akan kedatanganmu kembali
Aku merindukan suasana itu
Aku menginginkan sepanjang waktu adalah ramadhan

Dan itu segera berakhir...
Dan itu akan berganti bulan...
Dan itu membuatku menanti...
Dan itu buatku sangatlah berarti...

Haruskah hanya sampai disini,....tidak harapku...
Haruskah ini yang terakhir kali... tidak pintaku...
Haruskan semua terhenti disini...tidak inginku...
Haruskah .... ah haruskah semuanya ini... tidak jawabku...

Aku menantikan hadirmu kembali
Aku akan merindukan setiap malammu
Aku akan mengharapkan hidayahmu
Aku menunggu maghfirahmu

Namun semua akan terasa berbeda
Namun semua kuikhlaskan seiring waktu berjalan
Namun aku sungguh bahagia denganmu
Namun semua kuserahkan kehadirat Allah


Diakhir puncak ramadhan ini..
Ijinkanlah kami terus memohon dan memohon
Ampunan atas segala khilaf dan dosa
Kepada Mu Ya ALLAH Ta'ala
Fitrahkan hati kami
Dalam menyongsong kehidupan yang hakiki..

Untuk teman-teman dan sahabat semuanya
Kami sekeluarga mengucapkan
Minal Aidin Wal Faidzin
Taqobalallahu mina waminkum
Siyamana wa syiyamakum
Selamat merayakan hari kemenangan
Selamat hari raya Idul Fitri 1427 H
Semoga amal ibadah kita di bulan ramadhan
Diterima Allah SWT
Diampuni segala dosa-dosa kita
Dan selalu ditunjukkan ke jalan yang benar
Amin amin amin ya rabbal alamin

Anisa-Ferry dan Safa
Saga-shi. Japan

Monday, October 16, 2006

Nihon go lagi...

Nihon go lagi... kembali ke kampus lagi...banyak sukudhai (PR)..ketemu sensei lagi...dapat teman baru lagi...tambah sibuk lagi dan pastinya belajar lagi...
Ya, hari ini, senin kembali lagi dengan aktifitas kampus. Setiap hari dari hari senin hingga jum'at belajar nihon go, berkutat dengan yang namanya hiragana, katakana dan kanji. Khusus hari rabu kelas kanji... weleh--weleh..ini yang bikin kepala cemot-cemot...susahnya ngapalin coretan-coretan seperti cacing kepanasan hhehehee tapi gak papa deh dibikin senang saja..dinikmati dengan penuh keikhlasan...
Kebetulan semuanya dimulai dari pukul 10.20 jadi gak keburu-buru dan masih banyak waktu untuk mengurus segala keperluan Safa, mengantarkannya dan menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya.
Ada beberapa teman yang baru masuk di kelasku, tiga diantaranya dari China, semuanya bapak-bapak, satu lagi perempuan bernama Yen dari Vietman, satu dari Korea dan satu lagi dari Thailand. Plus kami, orang-orang lama.hehheeee...jadi makin seru nih...
Ada satu sensei baru bagi kami, namanya Sakai sensei.
Hari pertama Insyaallah lancar, pulang dengan membawa 4 lembar sukudai.... dan besuk pagi harus segera terkumpul. Gambatte kudasai ne....

Sunday, October 15, 2006

Sajadah Panjang Bimbo

Sabtu malam minggu ini tidak ada rencana keluar rumah. Ba'da Isya seperti biasa jadwal telfon bergilir, mulai dari orang tua, mertua, yang yut nya Safa dan sesekali om/tante nya suami. Selesai telefon ngidupin TV Indonesia. Alhamdulillah ada acara bagus sekali. Selain acara favorit suami Tafsir Al Misbah 3 oleh KH. Quraish Shihab, yang biasa kami nikmati bersamaan dengan makan sahur. Benar-benar penyejuk hati, penyiram dahaga yang berkepanjangan dalam kalbu. Sebuah stasiun TV swasta menyajikan acara konser Sajadah Panjang nya Bimbo, sungguh sesuatu yang sangat kami nantikan dan kami rindukan. Merdu sekali suaranya. Setiap kata yang terangkai dalam kalimat sangat dalam artinya. Semua mengena pada hati, begitu menyentuh kalbu. Hati terasa sejuk dan damai, tak terasa tetesan buliran air mata membubuhi pipi. Sebenarnya lagu-lagu itu sudah tidak asing lagi di telinga kami. Namun entah kenapa malam ini kami begitu terbawa suasana.
Sungguh sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Karena disini jauh dari hingar bingar dan suasana meriah dalam menikmati indahnya ramadhan. Berharap acara seperti ini sering diadakan dan tidak hanya terpaku pada ramadhan saja.

Sajadah Panjang
By : Bimbo

ada sajadah panjang terbentang
dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati

ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan sujud
diatas sajadah yang panjang ini
diselingi sekedar interupsi

mencari rezeki mencari ilmu
mengukur jalanan seharian
begitu terdengar suara adzan
kembali tersungkur hamba

ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan rukuk
hamba sujud dan lepas kering hamba
mengingat Dikau sepenuhnya


Saturday, October 07, 2006

Undou kai

Sabtu, Safa seharusnya hari ini libur, namun karena di sekolahnya memperingati Undou kai (hari olah raga) hari masuk mulai pukul 8.15. Undou kai sebenarnya jatuh pada tanggal 9 Oktober, di peringati di seluruh Jepang, namun acara terserah dengan kesepakatan di sekolah masing-masing. Dimana, di sekolah Safa diadakan banyak sekali perlombaan olah raga dan atraksi dari murid-muridnya, sensei, orang tua murid, dan juga para obaasan dan ojiisan. Acara diadakan di lapangan sekolah.
Terus bawa bento sendiri dari rumah, untuk bekal makan siang. Menu bento hari ini cuma telur dadar iris tipis sama abon sapi, terus buah anggur dan minumnya jus mangga. Gak sempat bikin sayur. Gomen ne mbak Safa...
Sampai sekolah sudah ramai sekali, acara segera dimulai. Semua murid didampingi oleh orang tua masing-masing, mungkin Safa saja yang cuma sama aku, karena bapaknya lagi ada banyak urusan di kampus. Sedih juga sih, kasihan Safa,
Ia tanya ;''papa mana mah, papa di kampus ya"
aku jawab; '' ya nak, bapaknya mbak Safa di kampus''
Lalu Safa menuju kelasnya dan berkumpul bersama teman-temannya, terus berbaris rapi lengkap dengan topinya.

Acara diawali dengan atraksi tarian pukul bedug oleh sempai (kakak kelas) Safa. Pintar sekali mereka, masih begitu kecilnya namun pukulannya bisa menghasilkan sebuah lagu yang bagus dan indah untuk didengarkan. Sempai yang paling tua, berumur sekitar 6 tahun. Lalu dilanjutkan dengan parade siswa dari kelas paling kecil (antara 6 bulan sampai 1 tahun), umur 1-2 tahun (kelasnya Safa), umur 2-3 tahun, umur 3-4 tahun, umur 4-5 tahun dan terakhir umur 5-6 tahun. Mereka didampingi senseinya masing-masing berkeliling lapangan sambil berbaris.
Saat parade kelasnya Safa sambil mencari-cari, mana mamaku...sekelebat mata Safa melihatku, ia langsung teriak mamaaaa.............mamaaaaaaaaaaa

Safa, sepatu putih

padahal saat itu lagi parade di lapangan. Ia pun tersenyum dan melompat kegirangan.

Safa lagi ngobrol sama senseinya...
Keranjang berhias itu berisikan mereka yang berusia di bawah 1 tahun, cuma ada 2 anak


Sementara itu tenda didirikan mengelilingi lapangan dan disitulah para orang tua murid, duduk menyaksikan kepiawaian anak-anaknya.
Selesai parade putar lapangan, pengibaran bendera diiringi dengan lagu Kimigayo. Ternyata, aku perhatikan Safa bisa juga menyanyi, walaupun sepertinya belum hafal benar, namun ia tau.
Lalu sambutan dari kocho (kepala sekolahnya), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Anpanman.. tangan di dekatkan ke mulut sambil teriak memanggil anpanman.... secara serentak. O, iya anpanman adalah kartun sejenis dengan p-man, doraemon dan juga semacam Conan itu lho.
Kemudian lomba lari, tiap tiap kelompok beranggotakan 5 orang. Saat anak giliran berlari, orang tua mendekat dan memberi semangat sambil bertepuk tangan. Safa dapat nomer dua. Lalu lomba memasukkan bola ke dalam keranjang basket, dibagi dua kelompok besar, pesertanya mereka yang berusia diatas 4 tahun, kemudian ada juga pesertanya ojiisan dan obaasan. Pokoknya seru sekali. Namun sayang, batterai camera habis, gak bawa cadangan, aduh gomen mbak Safa...tidak semua momen terdokumentasikan, menyesal sekali saya tidak membawa cadangan. Pikirku masih, karena barusan batterai aku ganti. Ah, sudahlah...insyaallah tahun depan lagi ... dan lagian nanti dapat CD nya dari Hoekuen.
Kemudian lomba lari dengan orang tuanya, Safa aku tuntun lari dengan melewati beberapa rintangan dan harus masuk ke ke terowongan, setelah sampai kita masih harus mengail ikan. Alhamdulillah Safa dapat nomer dua, sebenarnya dapat no 1, namun karena untuk mancingnya susah, jadi keduluan temannya Safa nih... Didalam ikan ternyata ada kerupuknya. Safa seneng banget, langsung dibuka dan dimakan sampai habis. Seru sekali. Masih banyak lagi lomba dalam undou kai kali ini. Ada lomba ambil koin di dalam bak, sebelumnya harus cuci muka dulu, terus mengambilnya pakai mulut. Tepat pukul 12 hiru gohan di hoekuen. Safa dengan cepatnya menghabiskan bentonya, lalu bermain naik tangga dan ayunan dalam kelasnya. Selesai hiru gohan masih ada acara lagi, namun karena hari panas dan puasa, terus Safa juga sudah mulai menggeliat, aku pamit ke sensei untuk pulang lebih dulu. Dan senseinya pun mengijinkan, sambil mengambilkan omiyage, purusento..(oleh-oleh, hadiah). Safa senang sekali hari ini, ceria dan tampak semangat saat menerima omiyage.
Sampai di rumah cuci tangan, cuci kaki ganti baju terus bobok. Malam harinya omiyagenya di buka bersama bapaknya.


Omiyagenya berisi buku cerita bergambar, satu set pensil warna, alat pengukur tinggi badan, tas jinjing, okashi(makanan ringan) terus satu set mainan (bisa untuk main pasir, ada cethok, ember, cetakan ikan, kue dll). Banyak sekali.... Senang sekali Safa membukanya.

Friday, October 06, 2006

Waspada dengan Misionaris

Hari ini, jum at 6 Oktober entah kenapa, dari pagi aku males sekali melakukan aktifitas rutin, ya apa lagi kalau gak sarapan baca koran. Selesai menyiapkan segala sesuatu untuk bekal Safa sekolah, cuci piring semalam, bersih-bersih rumah terus merebahkan tubuh, ngantuk sekali, namun mata ini tidak mau terpejam, mata serasa berat dan pedas rasanya. Antara sadar dan tidak sadar sekitar pukul 11 telfon berdering, ternyata Diana, mau ajak ke Jasco Yamato. Aduh maaf nih, aku lagi ngantuk berat, dan insyaallah hari ini aku puasa, jadi tidak sanggup untuk pergi jauh (sekitar 30 menit, naik sepeda). Lima menit setelah itu ada suara bel rumah, aku pikir siapa sih hari gini mertamu. Dengan sedikit lunglai aku melangkah : Dochira sama ..? (Siapa).
Ah, ternyata Nihon jin, sering sekali rumahku didatangi orang2 semacam ini, berkelompok dan membawa segebok buku dan tas. Males banget nih...pasti mereka datang lagi nih pikirku.
Nj : Konnichiwa
Aku : Ah, konnichiwa. Nan desuka ?
Nj : Watashi no namae Nashamura desu. Anatano okuni wa dochira desuka ?
Aku : Anisa desu. Indonesia kara kimashita (sambil sedikit nahan kantuk nih..)
Nj : Nihon go wakaru ? (Bahasa Jepang mengerti ?
Aku : Sukhosi, ... (sedikit jawabku pelan, harap maklum kalau orang Jepang tau kita bisa bahasa Jepang dia akan selalu ajak ngobrol ngalor ngidul gak selesai2. Lagi malas mikir banget nih...)

Nj : Ok, Eigo, i think you can speak english
Dengan sedikit kaget aku senyum dan dengarkan
Nj : Last time, Yani-san was stay in your home, but i don't know, when he stay now. You know Yani-san
(Pak Yani adalah orang yang sebelumnya menempati rumah yang sekarang aku tempati).
Aku : Yes, i know. He was finished the study and come back to Indonesia.
Nj : oooo, really. Are you Islam ?
Aku : Yes, i am muslim.
(Suamiku datang menghampiri kami, mungkin dia berfikir, kenapa saya lama sekali tidak masuk, ya lumayan bathinku gak usah ngomong sama mereka, ada juru bicara nih...).
Suami : Sumimasen, nan desuka
Nj : Sumimasen. konnichiwa. Watashi wa .....(menyebutkan bahwa ia berasal dari sebuah gereja, lupa namanya). Kristen kyo (maaf, ini hanya menceritakan pengalaman pribadi saya)
Suami : Soo desuka..
Nj : (dia menjelaskan tentang agama kristen yuhewa yang dia anut) Dozoo, yonde kudasai ..(Sambil mengambil buku dari tasnya, ia menyuruh suamiku membaca buku kitabnya yang telah di tulis dalam bahasa Indonesia. Perlu di ketahui, ia sudah menyiapkan buku dengan berbagai macam versi bahasa asing, ada Indonesia, Perancis, Arab, Thailand, Itali, China, Korea, dan masih banyak lainnya).
Suami : (Dengan suara yang lembut dan halus) Sumimasen. Watashitachi Muslim, Islam kyo.
Islam desukara, kono hon wa yomimasen, dame desu. Watashiwa Al Qur an wa yomimashu.
Sumimasen, ...sumimasen, dekimasen...(banyak yang dikatakan suamiku..sambil menjelaskan panjang lebar tentang agama kami...)

Dengan muka memerah, nijon jin pergi dan meninggalkan rumah kami. Kelihatan sekali kalau mereka (berempat) kesal dan menggerutu.
Ini merupakan kejadian yang seringkali saya alami. Kalau mereka datang, saya selalu bilang tidak bisa nihon go, saya kembalikan apakah ia bisa Eigo (Inggris), dia selalu katakan tidak bisa.(hhehehhee padahal aku juga gak pinter Inggris kok...pura-pura alias sok pinter aja) eh, ternyata untuk kali ini ia kirim orang yang bisa Inggris. Mungkin ini sudah ke 15 kali dan saya selalu tolak, karena kalau mereka datang memamerkan agamanya, selalu bilang kamu akan bahagia dan selalu merasa tenteram bila kamu mau datang ke gereja ini..., karena tuhan kami akan menologmu. Mereka selalu membujukku, dengan dia bilang rumah kamu sudah tua, kenapa gak cari tempat lain yang lebih bagus, kami bisa membantunya. Dan kejadian ini biasanya terjadi saat suamiku tidak berada di rumah.
Pernah suatu hari ada ojiisan (bapak tua) yang datang ke rumah juga meyakinkan kami dengan bukunya, dan sangat berniat sekali untuk menarik kami, namun sama suamiku diambilkan Al Qur an dan suamiku bilang kalau saya sudah beragama dan kami punya kitab suci sebagai tuntunan kami, tolong hormati kami punya keyakinan, dan tolong jangan ganggu keluarga kami dengan misi anda. Masih di jelaskan suamiku tentang keyakinan kami secara panjang lebar. Sempat beberapa kali berdebat tentang keyakinan. Dan Si Bapak tua itupun sepertinya menahan malu, ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin dan tangan gemetar saat jabat tangan dengan suamiku di akhir pertemuan.
Mungkin mereka berfikir kami mudah terpengaruh.
Perlu di ketahui orang Jepang lahir disambut dengan berbagai macam cara, tradisi dan matsuri (upacara) secara shinto/budha, kemudian dewasa menikah di gereja dan kemudian mati kembali lagi ke budha. Di Jepang sendiri keberadaan muslim sangatlah minim.
Astaqfirullah hal adzim.....
Ah.. tidak akan pernah bisa semudah itu untuk membalikkan telapak tangan, dengan iming-iming sebuah kemewahan, harta berlimpah dan segala macam fasilitas Insyaallah tidak akan bisa menggoyahkan keyakinan kami. Tidak semudah itu seseorang akan terpengaruh dan terpedaya untuk sebuah keyakinan. Apalagi untuk sebuah keyakinan mulia, sampai mati pun aku tak pernah terbesit di hati untuk berpaling apalagi meninggalkannya. Saya berharap ini kejadian yang terakhir kalinya. Dengan kejadian ini saya jadi ingat, saat aku masih duduk di bangku TK, (kebetulan samping rumah nenekku adalah gereja), saat aku bermain di rumah nenekku aku selalu diajak untuk ikut bernyanyi di gereja itu oleh pendetanya, namun selalu aku tolak dan nenekku bilang jangan ajak cucuku ke tempatmu. Kami Islam, jangan sekali-kali pengaruhi anak cucuku untuk mengikutimu. Kalau orang sudah beragama jangan lagi kau ganggu karena kami tidak pernah mengganggumu. Dan sampai nenekku berpulangpun Insyaallah nenekku khuznul kotimah. Hebat sekali perjuangan nenekku saat menolak mereka dengan iming2 beras, indomi, gula, uang dan tethek bengeknya. Saya tidak butuh itu semua, walaupun janda saya masih mampu, kalau aku tak punya uang aku bisa minta ke anakku. Jadi jangan lagi ke rumahku kalau untuk membicarakan itu. Walaupun nenekku bukannya pemeluk Islam yang fanatik, namun untuk sebuah keyakinan nenekku sangat konsisten, sampai sepuh pun masih ingin terus belajar mengaji. Itu ucapan nenekku sambil memangku aku saat itu. Sekarang kejadian itu terulang lagi setelah 25 tahun berlalu...
Untuk teman2 semua doakan kami sekeluarga lebih kuat ya, dan waspadalah dengan segala bentuk dan cara misionaris. Mohon maaf kepada rekan-rekan yang tidak berkenan akan hal ini, namun ini merupakan kisah pengalaman pribadi saya. Karena sekarang ini bukan jamannya untuk memaksakan suatu keyakinan.
Naudzubillahhimindzalik.....

Musim Gugur Telah Datang Kembali

Awal bulan ini, suhu udara sudah perlahan-lahan naik, ya berkisar 23-27 derajat. Angin semilir dan kalau malam sedikit dingin sudah mulai kami rasakan.
Daun di pohon-pohon sudah mulai kering dan berjatuhan. Suara jangkrik yang biasa terdengar di sebelah rumah sudah tidak ada lagi. Ini pertanda musim gugur sudah masuk. Musim gugur sangat dinanti banyak orang, karena udaranya sejuk, badan terasa segar setiap saat. Tidak begitu panas dan juga tidak begitu dingin. Sama halnya pada saat musim semi, dua musim ini yang selalu dinanti-nantikan.
Bersiap-siap menyambut datangnya musim dingin lagi. Baju-baju musim panas sudah waktunya masuk lemari, giliran baju musim dingin sudah mulai dikeluarkan. Mumpung masih sedikit ada panas matahari, selimut tebal, shal, jacket aku cuci kembali dan aku jemur sekering-keringnya, biar enak dan nyaman dipakai kembali. Sepatu ket harus segera di cuci lagi nih biar enak dipakainya nanti. Sementara sepatu vantovel dan sendal-sendal semuanya akan segera dimuseumkan sementara waktu.
Kipas angin di ruang depan dan kamar sebelah akan segera masuk oshiri (lemari), sementara stobu (pemanas) segera di keluarkan. Kalau AC sih insyaallah gak perlu cari lagi (udah bisa untuk pendingin dan juga bisa di pakai untuk pemanas). Semuanya harus ganti nih, ya lumayan lah sekarang lagi banyak pekerjaan membereskan semuanya atau mungkin saya yang terlalu sok sibuk gitu ya... Maklum, shufu jadi banyak waktu luangnya, ketimbang sibuknya.....hehhehehehee.
Gambarnya menyusul ya. camera nya lagi trouble nih...