Anugerah Terindah

Thursday, August 10, 2006

Agustus 2006

Panassssssssss. Ya, itulah Saga dibulan Agustus. Suhu udara terasa panas sekali. Berkisar antara 32 - 36 derajat celcius. Sungguh keadaan yang sangat tidak nyaman. Mau kemana2 juga malas, maunya berada di tempat dingin dan minum es terus. Padahal banyak sekali agenda kami di bulan ini.
Agenda bulan Agustus padat sekali.
1 Agustus Safa imunisasi rubella di kenritsu byooin. Sore hari Sully ke rumah memberikan banyak warisan barang yang sudah tidak dipakai, ada mixer, ada juga mainan buat Safa. September mendatang dia sudah kembali ke Indonesia.
2 Agustus, Pagi2 aku bikin Soto ayam, untuk pesta di CNC, acara kampus suami. Tak lupa aku juga bikin perkedel kentang. Selesai masak ditemani suami berangkat ke Yuyu beli beras. Panas sekali. Di jalan ketemu om Warsidi, lalu sama2 ke rumah, berpamitan karena nanti malam akan berangkat berlibur eh, mudik ke Indonesia (Riau). Mau menikmati libur musim panas di kampung halaman. Malam pukul 10.30 Bygia bersama suaminya (Kanal-san) datang kerumah, ia mampir habis jalan2 malam. Ia bawakan makanan Nepal (bentuk dan rasanya seperti Siomai), yang dia bikin sendiri. Oishikatta.
3 Agustus, merupakan hari ulang tahun Safa yang kedua. Tak terasa sudah dua tahun kebersamaan Safa dengan kami. Rasanya baru saja aku melahirkannya. Karena sakitnya kadang masih terasa. Alhamdulillah, anakku sekarang sudah bertambah besar, bertambah pinter dan Selamat Ulang Tahun anakku, semoga Allah selalu menjagamu hingga akhirnya nanti. Itu harapanku.
Tanggal dan hari ini juga ulang tahun Eyangnya Safa (mamanya Mas Ferry) yang ke 52. Pagi bangun tidur kami langsung menelepon dan mengucapkan Ulang Tahun untuk beliau. Harapan kami semoga selalu diberikan kesehatan, keimanan, rezeki yang bermanfaat dan kebahagiaan dunia akhirat. Amin amin amin ya robbal alamin.
Pagi setelah Safa sekolah, langsung menuju ke dapur, mempersiapkan makanan untuk syukuran nanti malam. Aku bikin rawon, es buah, jadah/tetel dan kue. Sementara mas Ferry di bantu Om Dhani membakar ikan. Pukul 11 Syulli datang membantu membakar jadah, membikin kue, menata ruang depan dan meniup balon. Tante Yuli membantu membuatkan kue tart. Setengah lima sore aku jemput Safa disekolahnya. Aku bawakan jadah bakar, puding dan es buah untuk senseinya. Sebagai ucapan syukur dan berbagi kebahagiaan saja.
Safa ceria sekali hari ini. Dari pagi tidak rewel. Di sekolah kata senseinya Safa juga riang gembira. Karena di sekolah Safa juga ada acara ulang tahun. Setiap siswa yang berulang tahun, selalu dirayakan bersama teman2 sekelasnya.
Sekitar jam 8 acara syukuran ulang tahun Safa di mulai. Dimulai dengan doa dari Pak dhe Adi, kemudian tiup lilin dan potong kue, lalu dilanjutkan dengan makan malam. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan meriah. Acara berlangsung hampir jam 12 malam. Syulli, Tante Meldi dan tante Diana malam ini bermalam di rumah. Mereka bersama memutar beberapa film hingga pagi hari.

4 Agustus, Sehabis jum'atan mas Ferry pulang bersama Om Dhani dan om Subhan. Mereka membetulkan komputernya. Aku bikinkan mereka sayur asam. Aku petikkan daun kacang panjang di samping rumah, hasil keringat sendiri lhooo. Ehm panas2 gini seger...

5 Agustus, Kegiatan rutin setiap tahun yang diadakan pemerintah Jepang di musim panas. Bersama-sama berangkatnya dari kaikan. Ada kami sekeluarga, P. Salim sekeluarga, Syulli, Bu Meldi, Tante Emma, tante Diana, Nuk (Adiknya tante Ulfa), dan om Sofyan
Hampir semua orang Jepang, tua muda, anak-anak memakai pakaian Yukata (seperti kimono, tetapi tipis kainnya). Mereka menari2 dan ber-atraksi di sepanjang jalan kota.
Setelah melihat beberapa atraksi ada acara nonton bareng hanabi (kembang api) di depan kantor pos besar. Safa yang semula ceria dan banyak tingkah, begitu hanabi dimulai ketakutan dan langsung memelukku mendengar suara yang menggelegar.
Kireina hanabi..

Safa sembunyi di depan dadaku, tapi sesekali melirik arah hanabi. Sambil berkata : '' mama apik, hanabi mama ''. Safa safa lucu kamu nak, takut, tapi melirik.
Pukul 9.30 hanabi berakhir, sepulangnya rombongan orang Indonesia langsung menuju ke Sukiya (nama restoran) makan malam bersama.

6 Agustus, masih kelanjutan acara Matsuri Bon Odori. Di sepanjang jalan kota, masyarakat Saga bertumpah ruah jadi satu, mereka bukan menonton, tetapi mereka beratraksi. Mereka begitu bersemangat dalam menari, mereka gembira dan begitu menikmati. Banyak sekali obachan - obachan (nenek-nenek) menari2. Foto bareng dengan obachan-obachan yang akan unjuk gigi dalam bon odori

Mereka semua terbagi dalam kelompok2. Ada yang dari Saga daigaku, komunitas syakusho, komunitas BBIQ, komunitas Tamaya dan lainnya. Acara berlangsung seru dan meriah. Mereka menari2 sepanjang jalan dari pukul 6.30 hingga sekitar pukul 9. malam. Kali ini mas Ferry ikut rombongan saga daigaku, sedangkan aku menjaga Safa yang juga tak kalah gesitnya. Berlari2 dan menari- nari di pinggir jalan sambil mengikuti tarian obachan.

Kontingen Saga Daigaku. Hayoooo ... yang mana aku...?

O-matsuri wa totemo omoshirokatta desu ga, chotto tsukaremashita.

8 Agustus sehabis ngantar Safa, pergi ke Syakusho mengurus Hoken, lalu mampir ke a price (belanja bok....) dan pulangnya singgah di sayur obachan kota. Sampai di rumah bikin tahu isi.
Sore hari kami ke rumah Nakano San, suami diminta tolong membetulkan komputer. Ternyata komputer tidak bisa diperbaiki hari itu juga, banyak sekali yang harus di instal ulang, akhirnya dibawa pulang. Mesti rawat inap nih..... Pukul 10 kami diantar pulang. Capek....sholat, tidur.............

9 Agustus, pagi Safa diantar bapaknya, sementara aku menuju kaikan berangkat bersama (Syulli, bu Meldi, Tante Diana dan mbak Yuli) ke Avanse (Gedung pertemuan kota) untuk mengikuti acara masak bareng orang Jepang. Pesertanya dari negara Indonesia, Chugoku, Amerika dan tentunya tuan rumah Jepang. Ada sepuluh kelompok dalam acara ini, setiap kelompok dipandu oleh seorang ahli masak. Aku satu kelompok dengan Chizumi-san, Muraoka Taiga-kun, Muraoka atsuka-chan, dan tante Diana. Disana kami diajari bikin Salad saos udang dan kue china, namanya lupa nih... Acara berlangsung seru. Selesai masak2, makan bareng, cuci-cuci peralatan masak, membersihkan ruangan dan meja seperti semula, dan foto bareng.

Foto bareng peserta masak di avanse

Pukul 12 acara selesai. Kami pulang bersama2. Bu Meldy mampir ke rumah, mau belajar bikin syrup nih. Kyo wa hontoni tanoshikatta desu.

10 Agustus ke Kenritsu Byoin untuk sekedar chek up nya Safa. Alhamdulillah semua baik. Pulangnya mampir di a coop, beli kangkung dan kacang panjang. Kebetulan hari kamis banyak diskon, terutama gula, minyak, makanan laut dan juga minuman. lumayan nih...

11 Agustus, pagi Nakano-san ke rumah mengambil komputer dan lap top nya sekalian minta tolong mas Ferry untuk memasangkannya. Sore hari, Baby bersama Nuk datang ke rumah. Baby baru saja datang kembali dari Indonesia. Kemudian disusul tante Ulfa dan si kecil Nabil. Malam hari kami keluar makan malam di restoran baru dekat rumah. Nama restorannya ''Honjo Sokudo''. Menu yang disajikan lumayan banyak, diantaranya terdapat berbagai macam tempura, mishosiro, ikan bakar, salad, udon, soba dan masih banyak lagi lainnya. Harganya murah, untuk ukuran kelas resutoran. Safa habis tempura udang 5 biji, misosiro dan nasi setengah cawan. Ehm, makan malam yang menyenangkan.
Hari ini, bapak dan ibuku ke Surabaya untuk menghadiri upacara tujuh bulanan kehamilan mbak Nika (sepupuku). Semua keluarga besarku berkumpul disana. Sedih sekali, lagi2 aku tak bisa berbuat apa-apa. Doaku semoga mbak Nika diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melahirkan anak pertamanya.
13 Agustus, kami sekeluarga bangun pagi2, karena pagi ini kami, warga PPI di Saga akan mengisi natsu yasumi dengan jalan2 ke Karatsu. Berbagai persiapan dan bekal sudah aku siapkan sejak malam tadi. Kami sekeluarga berangkat dengan menumpang mobil mbak Emma, bersama dengan Om Dhani dan Om Uchok. Berangkat bersama rombongan Bu Uleng (Bu Uleng, Putranya Tiwi dan Dhani, sepupunya Beby, Om Sofyan dan Om Subhan). Ini merupakan rombongan kloter pertama. Sedangkan kloter kedua, rombongan mobil pak Tri dan Pak Adi berangkat siang, sekitar jam satu.
Tempat yang dituju pertama kali adalah Karatsu Jo. Kami harus berjuang menaiki berpuluh puluh tangga untuk sampai di atas. Didalam bangunan tinggi terdapat berbagai macam benda sejarah, ada samurai, berbagai keramik antik jaman shogun, pakaian jaman dulu dan lainnya. Tempat yang indah, terletak di punggung bukit dan diantara tepi pantai. Dari atas bisa menyaksikan panorama keindahan alam sekitar yang menghadap ke arah laut.

Pemandangan sekitar Karatsu Jo, dilihat dari atas

Rombongan Karatsu tour kloter pertama, background Karatsu Jo

Dari Karatsu Jo kami menuju ke Nagoya castle lalu makan siang di parkiran. Menu makan siang kali ini sangat beragam. Ada nasi goreng dan bihun goreng ala Baby dan bu Uleng, ada mi goreng bumbu balado pedas sekali buatan om Uchok dan Subhan, Ada salada dan somen buatan mbak Emma, dan tak ketinggalan ada oseng2 kombu teri, perkedel, telur dadar dan es buah buatanku. Ehm.....Semuanya enak sekali....

Suasana makan siang di pelataran parkir di Nagoya

Setelah sholat dhuhur, perjalanan di lanjutkan ke pulau, namanya kalau nggak salah Hitosumachi. Untuk sampai ke pulau tersebut mesthi melewati jembatan panjang sekitar 300 meter di atas laut. Kami menyebutnya sebagai jembatan San Fransisco, karena bentuknya hampir sama. Kami istirahat sejenak, sekedar berfoto ria dipinggir jalan depan jembatan. Sayang, tidak bisa berhenti tepat di tengah jembatan. Gak papa lah yang penting kena fotonya.
Dari atas jembatan terlihat air yang jernih an bersih, pemandangan yang indah, dikelilingi bukit-bukit kecil. Dilanjutkan dengan jalanan yang berkelok dan menanjak menyusuri pegunungan, akhirnya sampai juga di kepulauan tersebut. Di kepulauan tersebut ada satu bangunan tinggi sekali, dimana kita bisa melihat bawah dan panorama laut dengan jelas. Ada juga bangunan semacam kincir angin disitu.
Perjalanan dilanjutkan ke pantai karatsu, tempat janjian bertemu dengan rombongan kedua. Di perjalanan kami sempat beristirahat, karena hari ini mbak Emma lagi kurang fit, menyetir sendiri lagi. Mas Ferry mau ngegantiin pegang kemudi tapi tak ada SIM, jadi serba tidak enak. Sepanjang perjalanan, dalam hati aku berdoa semoga mbak Emma diberikan kekuatan dan kesembuhan, agar semuanya lancar.
30 menit kemudian rombongan kami bertemu dengan rombongan kedua. Kami semua langsung bergabung di pantai.
Akhirnya, setelah sekian tahun tidak menikmati pantai, hari ini puas bermain air, kerang, bintang laut dan pasir hingga senja datang.

Hari ini untuk pertama kalinya Safa bermain di pantai. Safa sangat senang sekali. Ia berlari-lari, bermain bersama dengan Tiwi, Dhani-nya bu Uleng, Dani nya mbak Yuli, Ade dan juga Riri. Safa begitu beraninya berlarian menuju ombak. Kami diamkan aksinya, sambil kami mengawasinya dari jauh.
Gaya putri duyung lagi ngelamun...dari kiri ke kanan : Nuk, Baby, mbak Yuli, Aku dan Mbak Emma

Lalu kami makan malam di pinggir pantai, eh dibawah hotel. Ternyata hari ini mbak Yuli membawa bekal makanan banyak sekali, syukuran kelulusan Pak Salim dalam menempuh program master. Ada menu ikan bakar bumbu pedas, ayam rica-rica dan ada juga sob kambing.Balik lagi ke sini ya Pak Salim sekeluarga...Biar juragan Foto dan juragan masak nya terus mengembangkan kariernya di sini..... Kutunggu April 2007 ya...........
Tak lupa es buah kloter kedua pun diturunkan.
Selesai makan, kami disambut dengan hanabi. Kebetulan malam ini di Karatsu ada pertunjukan hanabi. Hanabi yang bisa dilihat dengan jelas dari pinggir pantai.

Ini akhirnya dapat nih, foto bareng hanabi...






Rencana kami semua akan menginap dihotel, namun ternyata semua kamar penuh. Akhirnya kami semua pulang, beriringan empat mobil. Perjalanan Karatsu - Saga sekitar 1.5 jam, dengan mobil. Sampai di rumah sekitar jam 12 malam. Alhamdulillah perjalanan lancar. Mbak Emma sehat kembali ya........
Hari ini sungguh hari yang menyenangkan.

14 Agustus, senin sampai dengan hari rabu, 16 Agustus Safa libur sekolah.
19 Agustus, selepas Magrib Om Sofyan, om Uchok dan Om Subhan datang kerumah. Minta tolong dibuatkan es buah untuk penyambutan tamu dari PPI Fukuoka besuk siang. Sebenarnya hari ini capek sekali, badan terasa enggak enak, tapi apa daya suamiku tidak tega membiarkan anak-anak pulang tanpa hasil. Jadilah malam itu aku bikinkan pudding dan sirup pandan. Sementara om Sofyan dan Om Subhan pergi belanja buah. Setengah 11 malam, Bigya telepon ke rumah, ia minta ditemeni, karena suaminya sedang shutcho (dinas ke luar kota). Aku tidak bisa, akhirnya aku temani dia dengan Chatting pakai web cam sampai jam 2 pagi. Kasihan sebenarnya, tapi apa daya mata ini sudah tak bisa terbuka dan besuk pagi aku harus bangun pagi untuk segera kerjakan bikin es buah. Sedangkan mbak Yuli ditodong anak-anak untuk membikinkan kue.
20 Agustus, Minggu jam 1/2 11 Uchok, Dhani dan Nuk datang ke rumah untuk bantu potong-potong buah. Jam 1/2 2 selesai, lalu menuju kaikan, tempat menyambut tamu. Setelah acara perkenalan dan makan-makan seadanya, kami semuanya menuju ke Koen Saga Kuko (Lapangan Bandara Saga). Disana bapak-bapak bertanding bola, Kesebelasan PPI Saga melawan kesebelasan PPI Fukuoka. Dengan skor akhir 6- 4, sebagai pemenang Kesebalasan PPI Fukuoka.
Sementara bapak-bapak bermain bola, ibu-ibu menjadi suporter. Berhubung hujan gerimis turun, kami semua berlarian menyelamatkan diri masing-masing dan kami pun tak mau melewatkan kesempatan untuk berfoto ria.
Sehabis Sepak bola acara dilanjutkan dengan baberqiu di kaikan, hingga pukul 10 malam. Sampai dirumah mandi, sholat dan tidur, capek sekali............

Kesebelasan PPI Saga dan PPI Fukuoka Foto bersama sebelum pulang

Gaya warga PPI saat melepas kepulangan suporter dari grup Bu Emma dan Bu Uleng

21 Agustus, setelah sholat subuh semuanya tidur lagi hingga pukul 11. Hari ini Safa bolos sekolah, dirumah. Sore hari Bheby datang kerumah, lalu bersama-sama pergi ke toko ikan dekat Angkle lalu ke Yuyu dan Morinaga.
22 Agustus, pagi telfon ibu bapak, kangen sekali. Alhamdulillah semuanya sehat. Siang hari bersama tante Yuli, Adhe, Dhani dan tante Meldi pergi ke Aeon. Biasa selasa banyak diskon. Pulangnya gerimis sedikit diikuti guntur yang menyambar-nyambar, suaranya memekikkan telinga. Kami mempercepat laju sepeda kami, lalu menjemput Safa. Sampai rumah masak, bikin jenang garut (garut dari Indonesia) dan kolak kacang hijau campur pisang (kangen indonesia). Lalu bikin lauk sayur asem-asem wortel dan kacang panjang. Oishikatta.
23 Agustus, Pukul 00.00 waktu Saga. Aku beranjak mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat. Sehabis wudhu, tiada kuduga sebelumnya dan sungguh ini membuat aku terharu dan menangis, ada sebuah kejutan yang mungkin sangat berarti bagiku, setelah melalu kebersamaan hampir 7 tujuh tahun bersama suami. Seikat anggrek ungu diletakkan didekat sajadah dan tertuliskan "Otanjobi Omedetou" dan kalimat lainnya (disortir ya...) dari Suamiku. Rasanya aneh dan sedikit janggal bagiku, karena suamiku yang aku kenal lebih dari 10 tahun yang lalu, melakukan ini, memberikan bunga untuk kali pertama padaku. Ya, hari ini kami (aku dan suami) berulang tahun. Mungkin ini suatu kebetulan atau memang ini sudah yang ditakdir Allah, bagi kami yang mempunyai hari lahir, tanggal lahir dan tahun lahir yang sama. Sungguh suatu keajaiban dan belum tentu 1 juta pasangan ada dan bernasib seperti kami. Sudah 29 tahun lamanya kami hirup dan menikmati kehidupan dunia ini. Terima kasih ya Allah. Alhamdulillah, telah Kau beri kesempatan dan banyak kenikmatan bagi kami. Syukur atas semua yang telah kami dapat selama ini. Semoga Engkau selalu meridhoi langkah dalam menapaki kehidupan kami.
Bulan Agustus merupakan bulan yang sangat istimewa bagi kami. Dibulan ini merupakan bulan lahir kami, bulan lahir anak kami yang kebetulan juga sama tanggal dan bulan lahir dengan eyangnya (mamanya mas Ferry) dan juga merupakan bulan pernikahan kami. Suatu kebetulan atau kesengajaan yang sebelumnya tidak pernah kami rencanakan.

24 Agustus, selepas sholat Dhuhur, pergi ke Syakusho bersama suami. Lalu ikut suami ke A Sguare, sampe pukul 4 sore, jemput Safa. Bikin sayur bobor daun kacang panjang (hasil kebun sendiri), serasa pulang kampung nih... sedikit mengobati rasa kangen makanan kampung halaman. Lalu ambil air minum di Morinaga.

26 Agustus, dari jam 1/2 4 pagi aku sudah bangun. Mempersiapkan segala sesuatu untuk hari ini. Kebetulan sore nanti akan ada pesta perayaan ulang tahun Tiwi dan Dhani (putra-putri bu Uleng dan pak Yani), sekalian kami juga nunut syukuran ultah kami. Kucuci daging ayam dan cumi- cumi, diiris-iris kecil dan siap ditusuk untuk dibikin sate. Setelah selesai semuanya bikin sate aku bikin sambel sate, kali ini pake bumbu kacang, bikin nasi uduk, dan juga bikin es buah, maklum suasana masih musim panas, jadi es selalu menjadi menu utama dalam setiap even. Jadi sekitar 150 tusuk. Selesai jam 8 pagi, tinggal bakarnya. Sekitar jam 12-an bersama Shully bikin takoyaki, sementara suami di bantu Om Dhani membakar sate. Sempat ada insiden kecil saat semuanya selesai dan kami siap berangkat. Tiba-tiba ada polisi datang mengatakan kalau baru saja ada laporan warga, kalau di rumah ku ada perkelahian. Kami semua sempat terkejut, karena tak ada keributan dan perkelahian. Tidak ada suara keras yang mengganggu tetangga. Seperti tetangga sebelah, takut kalau akan ada keramaian di rumah kami, (misalnya ngumpul-ngumpul). Akhirnya polisi pulang dan minta maaf. Kami sempat khawatir, karena polisi mencatat identitas kami semua yang ada di sini. Pukul 4 kami berangkat menumpang mobil mbak Emma.

Foto Ultah Tiwi, Dhani, dan kami (numpang doank)


Ada banyak sekali hidangan di acara ini. Bu Uleng bawa banyak sekali makanan. Ada nasi tumpeng kuning, ada abon sapi, ada abon ikan, ada perkedel kentang, ada kering kacang teri, ada ayam bumbu kuning, ada ikan bakar, ada kue ultah, ada brounis dan yang paling menarik ada bakso daging dari Indonesia ehm....mengobati kangen kita pada makanan yang namanya Bakso... Puas...Sayang, sore hari sebelum acara selesai, tiba-tiba hujan kecil turun, akhirnya kita berteduh di rumah peristirahatan di sekitar koen. Sekitar jam 8 malam acara selesai dan pulang.

Minggu keesokan harinya, kami sekeluarga bersama rombongan LDA berangkat ke Nijuichi Sekitown Saga (satu setengah jam dari Saga), untuk baberqiu bersama. Berangkat bersama satu rombongan bus, bersama dengan Nihon jin, ada pula teman dari Nepal, Sri Lanka dan China.



Pemandangan yang sangat indah. Terdapat jembatan yang panjang, yang terletak diatas sungai dan perbukitan kecil, tepat di bawah gunung. Pohon- pohon hijau, menambah kesejukan udara di tempat ini.
Bulan Agustus benar benar bulan yang sangat menyenangkan, ada ultah Safa, ada ultah kami, dan kebetulan di sini sedang natsu yasumi (liburan musim panas), sehingga banyak sekali acara yang kami ikuti. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, Semoga kami masih Kau beri kesempatan untuk melewati bulan- bulan Agustus di tahun selanjutnya. Amin.