Anugerah Terindah

Monday, July 03, 2006

Juli 2006

Bulan ini diawali dengan hujan kecil. Walaupun hujan, namun suhu panas sekali, mencapai 34 derajat Celcius. Udara begitu lembabnya. Sudah hampir seminggu cuaca tidak menentu, kadang hujan, kadang panas, kadang seharian juga hanya mendung dan rintik kecil saja. Kulit rasanya berkeringat terus, Nihonjin bilang jime jime, orang jawa bilang pliket.
1 Juli, Sabtu pukul 12 bersama Shully belajar bikin bubur Manado. Ternyata mudah cara membuatnya. Sudah dari dulu mau bikin, cuma kita selalu menunggu yang namanya kangkung. Kangkung hanya dijumpai di musim panas saja (antara bulan Juli - September). Seikat kangkung seharga 100 Yen, sekitar Rp.8000,- berisi 12 batang. Sama halnya dengan kacang panjang, seikat berisi 10 batang. Setelah masak, ternyata banyak sekali, lalu ku telfon tante Meldy, mbak Yuli untuk sama2 menikmati hidangan yang memang sudah lama sekali dirindukan (Maklum mereka semua keturunan Manado). Oishikatta desu. Lain kali boleh dicoba lagi nih...
Lalu aku coba bikin bakpao sendiri, dapat resep dari mbak Yuli. Alhamdulillah jadinya bagus dan enak lho.. Sekitar jam 4 berangkat ke Aeon, ada diskon besar2an. Dapat celana jeans dan baju2 bagus musim panas. Lumayan ada diskon sampai 70 %.
2 Juli, sore hari setelah seminggu mas Ferry berkutik didepan komputer keluar sama2. Sekedar refresing saja, pergi ke Direx, A coop, Marukyu dan Morinaga.
5 Juli, aku coba bikin bak pao kacang. Untuk rasa tidak perlu diragukan lagi. Oishikatta, sama seperti kita beli di negara sendiri. Bersama teman nihon go makan siang di apato nya Bigya-san (Nepal jin). O, iya ini semua beranggotakan shufu (ibu rumah tangga). Banyak menu yang disajikan, diantaranya nasi panjang (berasnya 2 kali panjang beras yang biasa kita makan) dimasak bersama dengan buah ....gak tau namanya sih.. baunya seperti kayu manis. Ada juga ayam dibumbu kare Nepal, beda banget lho rasanya. Semua masakan Nepal identik dengan rasa asin dan juga banyak rempah2 seperti layaknya masakan Indonesia dan Bangladesh. Selesai hiru gohan, sesuai perjanjian minggu kemarin, kita pakai baju nasional masing2. Aku bawa satu saja baju kurung, mbak Heny dengan kain Samba-nya (Kalimantan), Hasnu-san, Bigya-san, Azra-san dengan pakaian sarynya.
Pakaian sary ternyata harganya mahal sekali, apalagi yang untuk pesta/upacara pernikahan. Yang biasa saja satu stell sary harganya mencapai 5 (lima) juta rupiah, padahal kainnya biasa banget, bukan juga sutra, hanya saja banyak manik2 yang tertempel sebagai aksesoris. Kain Samba (seperti sarung, tapi dibuat dengan tangan) harganya mencapai 2.5 juta, itu kata mbak Heny sudah yang paling murah...Sedangkan baju kurung yang aku pakai paling murah, karena harganya tidak sampai berjuta2, seperti yang teman2 pakai. Karena di Jawa, harga pakaian kurasa tidak semahal di daerah/negara lainnya. Untuk kualitas, juga tidak kalah dengan yang lainnya.

6 Juli, untuk kali pertama Safa bisa gabungkan tiga kata. ''Mama ini sakana''. Selain daripada safa ngitung2, ichi, ni san, si go, roku, nana, hachi, kyu, ju (sudah hafal). Alhamdulillah....akhirnya anakku bisa. Sudah sekitar seminggu ini Safa nyanyi2 sendiri dengan bahasa yang aku gak ngerti (apuse che ce a che puse ooo imasu deshita hehe...) sambil mutar2 badan, kalau aku lihat, selalu tersenyum malu dan langsung tengkurap. Safa safa....kamu pinter dan lucu nak...(jelas donk, anak sendiri pasti dipuji lah..)

7 Juli, merupakan hari Tanabata, dimana setiap orang boleh menuangkan harapan, keinginan atau apa saja yang dikehendaki dalam sebuah kertas yang kemudian di gantung di dahan pohon bambu dan diletakkan ditempat2 umum, seperti di daigaku, kantor2, eki , supermarket atau juga di bandara udara. Sehabis kelas nihon go kami semua diberi kertas dan menulis sesuai keinginannya kemudian di jadikan satu dengan kelas sempai kami dan selanjutnya di letakkan di depan riogakusei senta (pusat layanannya mahasiswa asing di daigaku).
Sore harinya, aku bersih2 lahan samping rumah, iseng2 aku tanamin kangkung, kacang panjang dan depan rumah aku tanamin bunga, lumayan buat isi waktu luang dan sekedar hiburan. Syukur2 kalau bisa tumbuh dan berkembang.

8 Juli, Suhu udara sudah masuk 33 derajat, selepas dhuhur, bersama mbak Emma bikin bubur manado. Kebetulan kemarin belanja dapat kacang panjang dan kangkung. Setelah masak, baru tante Meldi, Dhani, Shully, Pak. Rocky datang untuk sama2 menikmati bubur manado (tinu tu an) lengkap dengan ikan asin dan sambalnya. Ehmm...oishikatta...sampe nambah 2 piring dan masih harus menghabiskan maemnya Safa. Enak banget...kapan2 bisa di coba lagi nih.........
Pukul 3 sore, bersama dengan mbak Emma, tante Meldy dan shully jalan bareng ke Saga koukou (Bandara Udara Saga), sekedar jalan dan foto bareng saja, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Hard off, Mr. Max dan Direx menemani cari oleh2, mbak Emma tanggal 13 akan mudik sejenak di tanah Makasar. Sampai di rumah ban gohan lauk oseng teri pare dan juga nikujagaimu.

Foto di Saga Airport.





13 Juli, Sudah tiga hari ini Suhu di Saga berkisar 35-36 derajat . Nihon wa totemo atsui desu nee. Pukul 11.00 siang, berangkat ke Hohoimikan untuk medhical chek up, pemeriksaan kesehatan untuk Safa. Sambil menunggu giliran diperiksa, Safa bermain-main dulu. Pemeriksaan dimulai dari ditimbang beratnya 11.5 kg, ukur tinggi badan Safa 86 cm, di periksa urinnya, diperiksa dada, perut, tangan, detak jantung, dihitung berapa giginya, mana yang belum tumbuh, dibersihkan cariesnya. Safa lagi bermain dan lagi diperiksa Pak Dokter

Ternyata sampai sana aku juga ikut diperiksa gigi. Semuanya gratis. Itulah salah satu bentuk pelayanan negara Jepang terhadap penduduknya. Diberi puresento berupa sikat gigi dan buku2 bergambar untuk Safa.

Sepulangnya, kami menuju ke E-Square, tempat mas Ferry ngajar bahasa Inggris. Aku dan Safa tidak ikut nunggu, karena Safa kelihatannya capek sekali. Akhirnya kami pulang berdua dan mampir beli sayur di obachan kota. Mampir ke A coop, alhamdulillah dapat kacang panjang, kangkung, ada diskon minyak goreng dan juga mentega.

Minggu, 16 Juli, arisan bulanan warga PPI. Iseng2 bikin es dawet, alhamdulillah hasilnya bagus dan lumayan oishii. Sore harinya, siram2 kebun samping rumah dan depan rumah, sekedar mengurangi panasnya mentari...

17 Juli hari libur nasional, sore hari pergi jalan2 ke aeon, malamnya Om Sofyan, Om Subhan, Om Uchok, Om Warsidi main ke rumah. Om Sofyan ngasih oleh2 boneka Moose, dari Swedia. ada gempa dan tsunami di Pangandaran (pantai selatan Jawa Barat) dan juga Jawa Tengah. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun....Indonesiaku kembali menangis lagi.....menangis lagi....Lebih dari 550 jiwa korban meninggal dunia dan ratusan jiwa luka2. Ratusan rumah hancur, berbagai macam sarana dan prasarana rusak berat, banyak anak-anak menjadi yatim, menjadi piatu bahkan menjadi yatim piatu, banyak istri kehilangan anak dan suaminya, banyak suami kehilangan anak dan istrinya. Subhanallah, Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi mereka semua. Sedih sekali, tanah airku akhir2 ini ditempa banyak bencana alam. Sudah saatnya seluruh rakyat merapatkan barisan, bergandeng tangan bahu membahu bersama membangun dan menjaga ibu pertiwi. Hentikan segala bentuk pertikaian, hujatan-hujatan dan perebutan kekuasaan diantara penguasa.
Jum at, 21 Juli bapak ibu dan beberapa kerabat berangkat ke Surabaya, mereka langsung menuju ke rumah Pak Puh Yon (kakak ibuku). Besuk pagi adikku Didik Ijab Kabul di Krian, rumah orang tua calon mempelai perempuan. Setelah sekian lama bertemu dan cocok akhirnya adikku berniat mengakhiri masa lajangnya dengan gadis pilihan hatinya. Gadis itu bernama Mega Rahmawati Hanum. Sedih sekali aku disini, tidak bisa berbuat apa-apa ingin sekali aku menangis, berlari untuk sekedar datang dan menghadiri di hari bahagia adikku satu satunya. Aku sedih sekali, beribu ribu perasaan berkecamuk dihati. Sudah beberapa hari terakhir aku tidak bisa konsentrasi dalam mengerjakan apapun. Aku kacau, bleng pikiranku. ah, tapi sudah lah memang jalannya harus seperti ini. Insyaallah ini adalah awal yang baik dari niat mulia adikku untuk membina suatu kehidupan yang akan dijalani.
Sore hari di sekolah Safa ada upacara natsu yasumi, bon odori. Di hoekoen ada menari bersama senseinya. Acara dimulai dari pukul 6 sore hingga 8.30 malam. Dengan riang gembira Safa bergaya, berputar-putar dan menari sekenanya. hehehheeee maklum....
22 Juli aku telfon bapak, ibu, mbak aning, bu puh dan semuanya menanyakan jalannya acara ijab kabul. Alhamdulillah semuanya lancar dan hanya satu kali pengucapan, semua menyatakan syah. Bahagia rasanya, bapak ibuku selesai sudah mengantarkan putra putrinya hingga mereka semua menapaki kehidupan barunya. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, telah Kau berikan kemudahan semuanya dan telah Kau beri kesempatan kepada kedua orang tuaku untuk menyelesaikan, mengantarkan dan menyaksikan semuanya.

24 Juli hari terakhir kelas nihon go.
28 Juli Ujian akhir kelas nihon go. Ujian ini hanya untuk menentukan kenaikan tingkat. Nilai minimal yang harus diperoleh 60 point. Alhamdulillah, ujian lancar, insyaallah aku bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

29 juli, Bapak Ibuku mengadakan acara nggunduh manten, istilahnya ibu menyambut kedatangan keluarga dari pihak mempelai perempuan dan pengantin di rumahku. Acara berlangsung sederhana, karena hanya sekitar 300 undangan yang memenuhi rumah kami, hanya saudara-saudara dari ibu bapak dan tetangga sekitar rumah. Mamanya mas Ferry juga rawuh (datang) bersama si Kembar (Ferdy dan Fendy) dan juga bu dhe Lis (kakaknya mama). Hari ini mbak Aning ulang tahun yang ke 31, Selamat Ulang Tahun kakakku , Semoga panjang umur, dan Allah meridhoi setiap langkah kehidupanmu.

31 Juli, ada pesta kelas nihon go. Pesta diadakan di Shokudo, berlangsung dari pukul 11 siang hingga 1 siang.

Ini dia es buah bikinanku. Seger lho diminum musim panas gini

Masing-masing orang membawa satu masakan andalannya. Aku bikin es buah, Mbak Heny dengan pecelnya, Bigya-san dengan Kare Nepalnya, ada Tom Yam, ada Yam, ada Kue (dari Thailand), ada Susi dari sensei, ada Kare Bangladesh dan ada banyak lagi makanan yang lainnya, maaf lupa namanya, susah sih ngapalinnya...hehehhee.....

Lagi belajar ngobrol sama Hayase sensei dan Bigya san
Sayang ada beberapa teman yang nggak bisa hadir, Hasnu san, Xo Djou- san dan Cheng san ada acara lain. Setiap orang bawa satu menu makanan. Ada berbagai macam makanan dari banyak negara.Acara berlangsung meriah, ramai sekali, karena bersamaan waktunya dengan makan siang. Semua menikmati acara siang ini.
Foto bersama kelas nihon go
Dari depan pake boshi mbak Heny, Hayase Sensei, Aku, Bigya-san (Nepal jin),
Belakang ,kiri ke kanan ; Amara-san (Thai jin), Thira poon-san (Thai jin), Najuni-san (Bangladesh jin), Mai-san (Thai jin), Arise sensei, Shorito sensei, Punchy san (Thai jin), Warika-san (Thai jin), Baniq-san(Bangladesh jin), dan Rachman-san (Bangladesh jin)

Alhamdulillah, semua teman di kelasku lulus semua dan bisa melanjutka ke level selanjutnya. Asyik......bisa bersama-sama lagi nih....bisa masak2 lagi, jalan bareng dan pastinya bisa belanja bareng bareng nih......Asyik......