Anugerah Terindah

Saturday, June 10, 2006

Juni 2006

Saga sudah mulai panas, suhu berkisar 29 - 32 derajat. Setiap kali keluar perlu topi dan kacamata untuk sekedar mengurangi panas dan silau. Astaqfirullah hal'adzim......, disini banyak sekali dijumpai gadis-gadis Jepang dengan pakaian mininya, dan sedikit banyak terlihat belahan dadanya...Wouww....bener2 beda sekali dengan di Indonesia pasti akan kena UU APP hehehheee. Mahasiswi pergi ke daigaku dengan enaknya pake celana pendek/rok pendek (10 cm diatas lutut). Merupakan pemandangan yang lumrah dan biasa. Setiap kali keluar baik itu ke daigaku atau belanja ke supa selalu ditanya apakah aku tidak kepanasan selalu pakai pakaian panjang, masih pakai jilbab lagi ? Aku selalu jawab, tidak, malah enak, saya merasa dingin dan nyaman. Mereka selalu tersenyum dan balik bertanya. Sungguh ? Ya. coba saja pakai, jawabku.
3 Juni, jalan2 sama tante Emma, tante Shully, pakdhe Roky. Dikasih tau tempat-tempat belanja yang harganya miring. Dan tak lupa pulangnya selalu mampir ke west to udon kesukaan kami. Sampai rumah, kami langsung praktek bikin takoyaki bersama2. Oishikatta desu......

Takoyaki buatan sendiri

Pose bersama saat menikmati takoyaki bikinan sendiri

6 Juni, selepas nihon go, kami sekelas, bersama Hayase Sensei diundang di acara ulang tahun mbak Heny. Kami ramai2 jalan bareng dari daigaku ke apato mbak Heny, yang lumayan jauh dan panas. Soto ayam merupakan sajian utama siang ini. Selain soto ayam ada kerupuk udang, sambel trasi, ichigo (strowberry), agar-agar, pisang dan berbagai macam minuman. Kemudian balik lagi ke daigaku ambil sepeda dan selanjutnya bersama teman2 pergi ke Aeon beli purezento buat mbak Heny.

Minggu, 11 Juni sehabis dhuhur, ke Tamaya untuk penggalangan dana jizing di Jogjakarta. Kebagian bergantian pegang poster dan teriak2 : Indonesia no Jizing chien bokin yoroshiku onegai shimasu..........

Bersama dengan teman dari Thailand

Pulangnya mampir ke Kenritsu byooin untuk meriksakan Safa yang lagi batuk. Di byooin Safa di periksa secara detil, mulai dari periksa darah, di ronsen sampe di USG, karena dari hasil ronsen ada udara di sekitar paru-paru Safa (saat di ronsen Safa nangis keras banget, bisa saja itu sebabnya), mungkin saja karena kebanyakan tingkah, karena Safa selama ini suka sekali melakukan jump. Kaget sekali kami, dokter bilang Safa harus opname untuk observasi. Safa dirawat di lantai 5 kamar 508. Weleh... kasihan sekali Safa ditenteki (infus). Rasanya mau ngegantiin saja Safa, gak tega melihatnya. Semalaman kami hampir tidak bisa tidur, karena setiap jam perawat selalu memantau kondisi Safa, mulai dari mengukur suhu badan, cek infus, lap keringat, ada saja. Senin, selepas subuh, kurasakan gempa yang lumayan kenceng hampir satu menit, sampe ketakutan sekali. Segera kudekati dan dekap Safa yang lagi diinfus dan berdoa dan lagi-lagi aku pasrahkan segalanya pada Allah.Ternyata berita di TV menyebutkan gempa berkekuatan 6.2 SR. Wuih pantesan kenceng sekali......Untungnya hampir semua bangunan di Jepang sudah memakai standart bangunan anti gempa, jadi korban bisa diminimalis. Tiga hari safa di rawat dan menghabiskan infus sebanyak 2 liter (4 botol). Saat bayar, kami sempat kaget, murah sekali, karena sudah pakai asuransi. Bayangkan 3 hari cuma kena 660 Yen. Atau sekitar 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), dengan fasilitas kamar sendiri, ada sofa untuk penunggu, ber AC, ada otearai (toilet), ada air hangat, air dingin, pelayanan sangat memuaskan. Bayangkan, betapa besar perhatian pemerintah Jepang untuk layanan kesehatan rakyatnya. Sebelumnya kami sudah bayangkan, mungkin habisnya sekitar 20.000,- Yen. Ternyata kami salah. Alhamdulillah kami dimudahkan dalam semua urusan, Safa sudah sehat dan kembali bermain lagi. Terimakasih Ya Allah, terimakasih Isya (dokter), perawat, paklik, bulik, pakdhe, budhe dan semua pihak yang telah membantu dan mendoakan kesembuhan Safa.

Kamis,15 Juni kembali ke Kenritsu byooin untuk chek up nya Safa. Alhamdulillah hasilnya sudah baik. Sampai di rumah iseng2 coba bikin kue (cantik manis namanya) alhamdulillah hasilnya bagus dan memuaskan. Sekitar pukul 6.15 ada temanku kursus datang kerumah, namanya Hasnu-san dari Bangladesh dan Cheng-San dari Chugoku (Cina). Tujuan mereka untuk menjenguk Safa.

16 Juni Safa sudah masuk hoikuen dan siangnya diundang makan siang di apatonya Cheng-san, tak pikir tinggal makan, e ternyata kita disuruh masak sendiri, dengan alasan dia kurang pandai memasak. Kemudian ke shakuso ngurus Hoken (Asuransi), beli sayur, ke MIZ ambil resep obat dan pulang.

17 Juni, sore hari ke Yuyu beli beras, sesampainya dirumah Bu Meldi(Dari Manado) datang kerumah dengan Pak Salim sekeluarga, kemudian datang Bu Linda (temen papa) datang dari Kumamoto, om Satria dan tante Diana. Karena gak ada persiapan kalau ada tamu, ya sekenanya, sama2 bikin retasumaki, goreng martabak, ngrebus kerang dan kebetulan tadi bikin kue cantik manis. Jadilah semua menikmati sajian hari ini.

18 Juni bokin di Saga Eki, jalan2 ke mr max sama mbak Emma, syulli, bu Meldi dan tante diana, malamnya Shully dan bu Meldy nonton bola bareng.
20 Juni Ini merupakan kali pertama Safa diantar ke hoikuen tidak nangis dan langsung masuk kelas. Yattane Safa-chan dekiru...........Alhamdulillah, terima kasih ya Allah......

Sepulang kelas Nihongo kami diundang hiru gohan di apatonya Hasnu san (Bangladesh). Banyak sekali makanan yang disajikan, semuanya berbau tamarik (kunyit). Ada satu menu yang menarik, enak dan cocok untuk liah orang Indonesia. Namanya Cop. Cop bentuknya seperti perkedel, dibuat dari ikan, kentang dan campuran banyak rempah2, lalu di goreng. Selanjutnya ke Aeon biasa, setiap selasa banyak diskon sayur dan lainnya. Lalu seperti biasa jemput Safa.

21 Juni bikin takoyaki bersama teman Nihon go dan makan siang di rumah kami. Sebenarnya hari ini capek sekali, aku cuma bisa bikinkan Soup ayam, Fuyung hai, sambel trasi, salad, puding dan es buah dalam waktu cuma dua jam. Mereka senang sekali, bisa bikin takoyaki sendiri, yang rasanya tak kalah dengan takoyaki kalo beli.

23 Juni, bikin takoyaki sama Ishiku Mariku sensei dan bikin nasi Goreng. Eh, sensei suka sekali lho nasi goreng teri buatanku, sampai2 beliau nambah hingga tiga kali. Malam hari tiba2 Safa panas hingga 39.2 derajat. Aku kasih obat, pagi masih belum reda, aku kasih obat penurun panas lagi.
24 Juni, Pagi seharusnya Safa ada Ryoko di Hoikuen, tapi terpaksa gak ikut karena masih panas badannya. Siang Safa Alhamdulillah, normal kembali. Aku coba praktek bikin COP tempura Banglades, dibuat dari sakana, potato, tamarik, chilli powder, kumin powder(cengkeh bubuk), bawang bombai dan bawang putih. Enak sekali, sudah persis rasanya seperti yang Hasnu-san ajari. Sabtu malam minggu selepas magrib kami baberqiu di rumah Pak Salim sekeluarga bersama pak Roky, bu Meldy, Shully, Dhani dan Warsidi. Ikan yang dibakar besar sekali, hasil tangkapan bersama. Karena hujan deras sekali akhirnya kami semua bermalam di tempatnya Pak Salim. Ibu2 tiduran di kamar, sedangkan bapak2 diluar sambil nonton bola (kebetulan lagi pada demam Word Cup) bareng. Pagi jam 9, masih gerimis kami pulang.

25 Juni Siang jam 2 arisan rutin di kaikan. Aku nggak masak apa2. Cuma bikin es buah dua Iglo besar (tempat air minum). O,ya tadi dijemput sama tante Emma, kemudian jemput tante Ulfa sama anaknya Nabil namanya.
27 Juni, selepas Nihon go hiru gohan di apatonya Mae-san (Thailand). Enak sekali masakan yang disajikan. Ia bikin tom yam, yam, ginger lap dan acar. Semuanya berasa asam alias berbau daun jeruk purut dan bau lemon. Bener enak banget lho masakannya. Diajari cara bikin dan bumbunya apa saja.

Lalu ke Aeon beli miruku, jemput Safa.
28 Juni, hari rabu libur, tidak ada kelas. Selepas ngantar Safa, shooji sitari, riori o sukutari simasu (bersih2, lalu masak). Ku sempatkan bikin kue untuk dibawa ke Cheng-san. Sudah tradisi di Jepang, kalau bertamu selalu bawa sesuatu, entah itu makanan kecil ataupun minuman. Jam makan siang berangkat ke apatonya Cheng-san untuk belajar bersama masakan China. Aku kurang tau namanya apa, susah banget sih ngafalnya...Disana yang masak ternyata suaminya. Cheng-san nggak bisa masak. Suaminya bikin masakan cumi, timun, bawang putih, merica ditumis2 gitu. Enak lho...terus bikin lagi sakana sama sayur asinan dibumbu jahe, semacam merica gitu terus daun salam. Oishikata desu. Selanjutnya bikin kue cantik manis dibawah bimbingan mbak Yuli dengan modifikasi potato. Selanjutnya jemput Safa. Sampai dirumah praktek bikin tom yam dan hasilnya uenak sekali......karena kebetulan semua bumbunya aku sudah tersedia. ternyata kantan desuyoo....Safa langsung habis satu cawan.

Jumat, 30 Juni selepas Nihon go duduk2 di lobby daigaku bersama Amalia, panggilan sayangnya sih Baby (sepupu bu Uleng dari Makasar), ngobrol aja, karena diluar lagi hujan deras.