Anugerah Terindah

Tuesday, May 02, 2006

Mei 2006

Suhu di Saga sudah mulai bersahabat, berkisar antara 20 - 24 derajat Celcius. Sudah bisa keluar rumah dengan nyaman.
1Mei, jam 7 malam diundang makan malam di Gusto Resutoran oleh LDA, sepulangnya datang ke acara ulang tahun mbak Yuli.
Tgl 2 sepulang dari kelas nihon go, janjian sama mas ferry di shokudo (kantin) Saga daigaku (Universitas Saga). Kami menikmati makan berdua disana, duduk berhadapan, sambil cengar cengir ingat masa lalu..... ceile....sambil mengenang dan mengingat masa pacaran dulu...lagi pingin nostalgia nih. Kemudian kami pulang, sholat dhuhur, menjemput Safa, selanjutnya pergi ke Hohomikan (semacam BKIA, kalau di Indonesia) untuk keperluan medical ceck up. Dilanjutkan ke Syakusho (Balai Kota) untuk membayar asuransi kesehatan, ternyata salah, kami harus ke Kenciritsu byooin (Rumah sakit Kenciritsu) untuk mengurus asuransi, dan alhamdulillah kami tidak jadi membayar, bahkan uang yang kita bayar saat Safa sakit dikembalikan. Sepulang dari RS kami mampir untuk beli sayur murah di kios seberang jalan di tengah kota, lalu ke AEON untuk ngejar gula murah juga. Lumayan, harganya cuma separuh dari harga normal. Akan bikin syirup untuk menu arisan warga PPI nanti. Istirahat sejenak, makan susi dan tempura di shokudo kecil Aeon. Eh, saat kami terlena dengan obrolan tiba2 muka Safa merah padam, kata safa sambil tersenyum bilang :[ UENAK MAH........UENAK OISHI .....], safa, safa wasabi kok dimakan kamu lucu deh....... untung gak apa - apa. Hampir jam 6 sore, kami pulang, lewat belakang rumah yang notabene sawah dan kami sempatkan untuk foto foto dengan back groud pohon gandum yang sedang bergoyang diterpa angin.

Sungguh indah dan menyenangkan hari ini, walaupun sangat melelahkan. Sesampainya dirumah Safa langsung makan roti tawar dan minum es campur bikinan sendiri, telfon eyang putrinya Kediri lalu tidur dengan pulas.
3,4,5 Mei, merupakan libur nasional Jepang, dikenal dengan istilah GOLDEN WEEK, jatuh pada hari rabu, kamis dan jumat, diteruskan dengan hari sabtu dan minggu. Tgl 4 mei, mokuyoobi (kamis) pagi jam 6. 45 kami sekeluarga pergi ke Arita dan Oresino bersama dengan rombongan dua basu, teman Indonesia ada Pak Rocky, Om Haryo, Om Ucok, tante Shully, mbak Emma, tante Diana bersama dengan rombongan LDA (Ladies Dream Action, organisasi wanita di Jepang yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan).

Foto bersama anggota LDA


Di Arita, menikmati indahnya keramik dengan berbagai macam bentuk, warna, motif dan ukuran. Sayang harganya mahal sekali. Aku beli dua miniatur satu set cangkir dan tekonya, tempat sake dan juga tempat kopi yang dibawahnya ada cangkirnya yang sekaligus berfungsi sebagai alasnya. Cantik sekali.

Istirahat sejenak ah............















Dari Arita rombongan menuju ke Oresino Onsen.
Di Oresino kami semua ikut onsen (mandi dan berendam dengan air panas bumi), tapi beda tempat, laki - laki dan perempuan dipisahkan dan ditempat tertutup. Aku bersama Safa, tante Emma dan tante Diana masuk onsen. Wuih....hajimete saya masuk dan sangat terkesan dan terkejut sekali...Ternyata semua yang masuk ke onsen tak satupun yang pakai baju alias telanjang. Tapi gpp semua perempuan pikirku, dan aku, mbak emma dan Diana pake towel untuk menutupi, maklum masih malu2.... Safa menikmati sekali, bahkan Safa ketawa riang, sambil nunjuk2,.............. mama,.... mama ada tetek ma... hihihihi mamamaaa ambut (maaf maksudnya rambut ma), bahkan Safa sempat mencolek pantat nihonjin. Aku cuma bisa bilang, sumimasen, gomen nasai (minta maaf). Setelah berendam, duduk di bawah pancuran air hangat, rasanya enak sekali badan terasa dipijat dan kulit terasa halus sekali. Sekitar satu jam di onsen, lalu menuju lobby hotel dan rombongan pulang ke Saga. Sampai di rumah sudah jam 1/2 8 malam. Totemo tsukareta, demo tanosikatta (capek sekali, tapi menyenangkan).
8 Mei, jam 7 malam acara ulang tahun Ade ke-5 (Putra pertama Pak Salim)



14 Mei
Watashitachi (kami)Tosu e ikimashita.
Jam 1/2 12 berangkat ke daigaku 7 mengikuti rombongan riogakusei (mahasiswa asing) yang dipimpin oleh Otta-san (Kepala bagian riogakusei) ke Tosu. Basu de, 1 Jikan gurai (sekitar satu jam) dari Saga. Didalam basu, semua peserta memperkenalkan diri masing2, kebanyakan peserta yang ikut dari Kangoku (Korea). Sampai di Tosu disambut oleh panitia bazar, disana kami registrasi dan ditanya mau pakek kimono nggak....jelas mau donk,...(aku, diana dan shully, daftar, kebagian jam 3), dapat jamuan berupa kue mochi, disambut dengan tradisi upacara minum teh Jepang/Ocha berikut cara minumnya, yang harus memutar cangkir 2 kali, dapat ramen (mi) dan juga coktail. Lalu disuguhi atraksi menarik berupa karate Jepang dan beberapa game.
Giliran pakek kimono tiba. Hajimete saya pakek kimono dan didandani orang Jepang. Rasanya senang banget, tak pernah aku bayangkan hari ini akan pake kimono. Kimononya cantik lhoo, warnanya bagus, motifnya juga ok. Sampe tante dianapun sebenarnya menginginkan. Selesai didandani aku turun dan foto2 sama mas Ferry dan Safa. Tapi sayang, hari ini kami gak bawa kamera, dan baterei hp mas ferry pas habis, untung ada Shully yang bawa kamera dan ada Om Uchok dengan hp nya. Alhamdulillah bisa pinjam dulu. Banyak sekali fotografer yang memotret kami, mungkin karena kami sekeluarga dan mungkin obyeknya juga cantik...heheeeeeheheee. Bener2 serasa artis, padahal dua teman saya yang keluar sebelum aku nggak banyak lho yang motret. Hontou.........(sungguh). Sayang waktunya sedikit sekali, sehingga aku harus cepat2 ganti kimono. Gak papa deh, yang penting bisa pake kimono dan foto bareng anak dan suami.

Foto bareng tante Diana

Pulang sampek rumah jam 1/2 6. aku terus ke Marukyu beli tamago dan kerang murah (maklum, disini setiap supa punya jadwal khusus barang2 apa saja yang bisa dibeli dengan harga murah dan harinya pasti). Sampe rumah masak bikin nasi kuning, ngrebus telur asin bikinan sendiri, bikin rendang dan bikin jenang kolak. Ngomong2 setelah sampai disini aku jadi bisa berbagai masakan lho....walaupun setiap mau masak buka resepnya teh Naih dan Dapur Belanga...). Jam 8 Nakano-san (Ketua LDA) datang kerumah , terus ada juga om Dani, om Sofyan dan om Uchok, sampek jam 1/2 12 malam, minta tolong mas Ferry untuk dibuatin home page LDA. Capek sekali rasanya, setelah seharian gak istirahat sama sekali. Sholat isya, lalu tidur sampe pagi.

Jum at tanggal 19 sehabis Dhuhur, aku belajar bikin Takoyaki (kue khas Jepang, terbuat dari tepung terigu, Gurita, jahe, daun bawang, keju, lembaran sari ikan laut dan telur). Dibuatnya dalam cetakan bulat2 berisikan sekitar 23 buah, bentuknya seperti bola2 bakso. Setelah masak diatasnya ditaburi soyu khusus untuk Takoyaki, mayonaise dan manisan jahe, Enak sekali rasanya. dijamin pasti nambah deh...
Jam 4 sore semuanya sudah selesai, beres2 membersihkan ruang depan, karena jam 1/2 5 sore aku ada kelas nihon go sama sensei volunteer. Ishikuma sensei kusuguhi takoyaki buatanku, dia senang sekali ada orang asing bisa bikin masakan Jepang dan rasanya juga gak kalah sama takoyaki buatan, malah lebih enak, karena lebih banyak mayonaisenya.

Hari sabtu dan minggu tanggal 20,21 ini aku gak ada acara keluar rumah, karena mas Ferry harus kejar setoran repooto mingguan dan senin ada Zemi 3 mata kuliah. Ada perkembangan baru dari Safa, sekarang kalau ngomong sudah pakai logat dan bahasa Jepang, setiap kali ngomong belakangnya selalu ditambah dengan Yo (yang artinya kurang lebih sebagai penegasan kata saja), misalnya : kochiyo (kesini), papayo (papa), mamayo(mama) dll.
Minggu pagi aku baberqiue sendiri dirumah, bakar ikan, daging kambing, ayam sama bawang bombai. Oishikatta. Hari ini panas sekali, suhu dalam ruangan sudah mencapai 30 derajat. Siang sekitar jam 12 ditelpon mbak Yuli, istrinya cak salim, diajak mancing di sungai belakang KS (toko elektronik). Refresing sejenak, mas ferry ikut mancing, dekat rumah kok tempatnya, didepan rumah, sekitar 1 menit dengan sepeda.Sekitar 2 jam mancing nggak ada hasil, padahal ikannya banyak dan besar2, tetapi ikannya pinter banget, gak mau ndekatin kail.Ya, gak jadi babergiue deh...pulangnya mampir di Kaikan (International House) tempat tinggalnya pak Salim, kami disuguhi bakso.Ehm...uenak sekali....lama gak makan bakso jadi terasa sangat nikmat sekali.

Senin, 22 Mei sepulang dari nihon go, teman kampusku dari Nepal, Bigya namanya, main ke rumah. Kami ngobrol kesana kemari, tak terasa sudah jam 4 aku harus jemput Safa.
Rabu, 24 Mei nihon go libur aku bersama dengan Bigya pergi ke Mr Max (mall terbesar kedua setelah Aeon Jasco Yamato). Tidak banyak barang yang menarik dan juga tidak banyak diskon, semuanya mahal. Hanya beli makanan laut saja. Aku beli Cumi-cumi besar sekali dan sudah dipanggang, siap makan. Sudah lama sekali pingin, tapi barusan sempat beli,karena harganya satu biji masih 350 Yen. Oishii desu ga takai desu (enak, tetapi mahal).
Kamis, bikin bakso sama kuahnya sendiri lho... enak sekali, karena baru pertama bikin bakso lengkap, sampai nambah2 dan bikin dua kali.

Jumat, 26 Mei, Bapak ibu bersama rombongan berziarah ke makam walisongo. Rencananya sampe hari rabu pekan depan.
Sabtu, 27 Mei, selepas subuh aku rebahkan tubuhku lagi di kasurku yang empuk,sekitar pukul 8.30 tiba-tiba dikejutkan oleh gempa. Sepontan langsung bangun, aku gak enak hati. Komputer langsung kuhidupkan, berita utama di detik.com : Jogja diguncang Gempa Dahsyat, begitu judul headline pagi itu. Masyaallah,Indonesiaku kenapa lagi ini...? menangis lagikah..? Kuikuti seharian perkembangan Jogja. Innalillahi wainnalillahi rojiun...sore hari korban tewas sudah mencapai 3000 jiwa...Tak terasa makin lama air mata menetes, jadi makin kepingin pulang...kasihan mereka, lagi enak-2nak tidur dikejutkan dengan gempa. Ya Allah, ampunilah dan terimalah arwah korban gempa, dan berikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.Amin amin, amin ya robbal alamin.

Minggu, 28 Mei 2006 merupakan hari yang istimewa bagi kami, karena hari ini pernikahan kami sudah berlangsung selama 6 tahun. Pukul 2.30 suamiku membisikkan kata sebagai ucapan selamat dan mengajakku sholat malam sebagai rasa syukur kami kepada Allah Swt. Harapan kami, semoga Allah menjodohkan kami hingga akhir hayat, bahkan hingga kami di bangkitkan lagi. AMin Amin amin ya Robbal Alamin. Sekedar mengingat ingat kembali, ini ada satu foto nikah kami, 6 tahun yang lalu.
Enam tahun yang lalu
Tiga tahun yang lalu

Aku bikin jadah(tetel, dari ketan, kelapa), pisang goreng, nasi kuning dan es buah. Siang hari kami dijemput sensei volunter untuk diundang makan dirumah barunya. Rumahnya besar dan luas, halamannya luas, banyak sekali bonsai ditanamnya. Disana kami diberikan berbagai macam hidangan khas Jepang, mulai dari tempura, nikujaga ( potato, wortel, bawang bombai, daging sapi, sari ikan dan sedikit soyu), retasumaki dan masih banyak lagi. Kami juga diajarai bikin retasumaki (nasi yang dibungkus dengan rumput laut, didalamnya terdapat daun salada, curry(ketimun), kepiting (kani), telur(tamago) atau isi lainnya. Sepulangnya dari rumah sensei kami diajak ke Ariake (Pantai yang semuanya lumpur)...sungguh indah sekali pemandangan disana.

Foto di Ariake

Ada tembok dan batu besar sebagai penangkal ombak laut.Oh, seandainya Indonesia punya ini...insyaallah akan mengurangi resiko terjadinya tsunami pikirku...












Foto bersama Ishiku Mariko sensei & suami