Anugerah Terindah

Sunday, April 30, 2006

April 2006

1 April, selesai mandi pagi, Safa pakai pakaian sekolah baru, baju baru warna biru, ada topi yang belakangnya ada ekornya. Kelihatan ceria dan senang sekali Safa. Tepat sabtu,
Pukul 10 pagi bertempat di Jounan Hoekoen (Play group Safa) ada nyugakusiki (upacara penyambutan siswa baru).

Foto sempai (kakak kelas)-nya Safa

Kami berangkat bertiga, jitensha de (naik sepeda). Sampai hoekoen, ternyata kami datang paling akhir. Lalu kami ikut berbaris untuk selanjutnya masuk kelas. Safa senang sekali melihat banyak teman temannya pakai baju yang sama. Acara dimulai ditandai dengan nyanyian sambutan dari sempai-nya Safa, sambutan selamat datang (Omedetou) dari kocho (kepala hoekoen), dan selanjutnya perkenalan sensei satu persatu.

Berikut foto senseinya Safa

Saat nyanyian mars Jounan Hoekoen dan lagu Saita (Saita, saita turipuno hana ga, naranda naranda aka siro kiiro, Dono hana mite mo kireydana) yang artinya kurang lebih seperti ini : Merekah merekah bunga tulip, bersusun bersusun merah, putih dan kuning, bunga yang dilihat semuanya indah) tangan Safa selalu tepuk tangan dan kepalanya sambil digeleng gelengkan, kelihatan Safa sangat senang sekali. Kemudian kami ditunjukkan kelasnya masing masing. Safa ada di Turipu kurasu (kelas tulip)). Sensei menjelaskan tentang aturan, makanan dan semuanya yang akan berlangsung setiap harinya di hoekoen, termasuk makanan apa saja yang tidak bisa dimakan oleh setiap siswa.
Senin, tanggal 3, Hajimete (pertama kali) Safa kuantar kesekolah pukul 9.30 waktu Saga. Begitu Safa diterima senseinya, Safa langsung nangis. Aku gak boleh menunggui, sehingga dengan berat hati aku pulang kerumah. Sampai dirumah sepi sekali, gak ada Safa. Ini juga pertama kali aku dirumah sendiri, akhirnya aku beres beres rumah, mencuci, masak dan bersih bersih semuanya. Jam 12 siang Safa kujemput, baru lihat wajahku Safa langsung nangis dan lari menghampiriku, sambil berteriak mamaaaaaaaaaaaaaaa. Wuih, rasanya luar biasa.....aku makin sayang sama kamu nak.
Sepulang dari hoekuen Safa aku ajak main di taman belakang rumah.


Ekspresi wajah Safa.

Ini juga hari pertama mas Ferry masuk kuliah masternya.
Sore harinya saat mas Ferry pulang Safa langsung menyapa : Ohayoo papa, ohayoo mama.....
Luar biasa,.........Alhamdulillah anakku ada kemajuan dihari pertama sekolahnya.
Selasa pagi, seperti biasa aku antar Safa sekolah dan jemput di siang hari. Kemajuan saat mau makan malam Safa udah bisa ucapkan : iamas (maksudnya ngomong itada kimasu, ucapan syukur atas pemberianNya yang selalu diucapkan orang Jepang saat akan makan atau minum). Alhamdulillah. Hari ketiga sepulang sekolah Safa nyanyi saita saita...............(heeeee Safachan Jozu..../pinter).

Diawal April, Sakura sudah mulai bermekaran secara serentak. Sakura tumbuh hampir di sepanjang jalan kota Saga. Pun juga sepanjang aliran sungai dan juga kooen dihiasi putihnya sakura. Suatu sore hari kami jalan-jalan ke daigaku menikmati indahnya bunga Sakura.












Acara arisan rutin warga PPI bulan ini dijadikan satu dengan hanami (melihat dan menikmati bunga sakura secara bersama-sama). Diadakan sambil baberqiu di pinggir sungai, dekat Saga Jo.
Hari hari selanjutnya seperti biasa, di minggu pertama safa sekolah dari jam 9.30 sampai jam 12 siang, minggu kedua sampai jam 2 siang, selanjutnya sampai jam 4 sore.

Udara masih terasa dingin, suhu masih berkisar 18 derajat. Musim semi sudah tiba. Dimana - mana bunga mulai bermekaran. Sayang, kalau dilewatkan untuk sekedar berfoto ria.
15 April, mengantar tante Diana ke Mr Max, untuk membeli sejumlah keperluannya.


Safa lagi bergaya


Selepas magrib, keluar makan malam. Lagi kepingin susi nih...
Safa habis banyak lho, apalagi ikura-nya, habis dua porsi ....
Apalagi bapaknya Safa, itu bisa dilihat, habis 10 piring.
Sughoi...........

Tanggal 29 ada bazar di halaman Toshokan (Perpusatakaan) Honjomachi. Bazar ini diadakan oleh SPIRA, dan hanya untuk ryugakuse(mahasiswa asing) saja. Aku, Safa berangkat sama sama dengan tante diana, pak salim, istri dan dua anaknya, ade dan dhani. Mas Ferry tidak ikut, karena banyak tugas dari Senseinya, sore hari harus mengumpulkan. Sampai di bazar masih sepi, baru beberapa orang saja yang ada.


Foto bersama di lokasi Bazar, Toshokan Honjou machi
Om Sofyan, Pak Roky, Tante Diana, Tante Emma, Mama dan Safa

Disana dapat boneka Doraemon dan Micky Mouse gratis. Aku beli satu set handuk saja, lumayan murah sekali, 500 Yen dapat 10 handuk, terdiri dari 4 handuk besar dan 6 handuk kecil. Sepulang dari bazar, dijemput oleh Tante Emma dengan mobilnya. Aku, Safa, tante diana, tante emma, tante selvi dan kedua anaknya pergi ke West to Udon. Udon yang sangat terkenal enaknya dan harganya termasuk murah. Kami ditraktir sama tante Diana yang baru sebulan nyampe Jepang dan dapat beasiswa Monbukhagaso. Selanjutnya kami ke Aeon Jasco Yamato (mall terbesar di Saga). Kebetulan dalam rangka menyambut datangnya hari ibu, tanggal 14 Mei banyak sekali diskon baju disana. Bener bener banting harga. Satu baju biasanya harganya sekitar 5000 yen, tinggal 700 yen saja. Kami semua borong baju yang bermotif dan khas sekali corak dan tulisannya asli Jepang. Alhamdulillah, lumayan bisa buat oleh oleh ibu, mertua dan saudara- saudara di Indonesia.
Hari sudah hampir sore, mbak emma masih mau menunjukkan toko seken baru. Di Jepang beli di toko seken sesuatu hal yang lumrah dan tidak memalukan, karena seken disini beda sekali dengan di Indonesia. Tempatnya bersih, rapi, ber AC, sama persih seperti layaknya toko/swalayan pada umumnya. Barang barangnya masih bagus, bahkan kalau beruntung dapat barang Simping(barang baru, tetapi lama tidak terjual), bersih dan khusus untuk baju biasanya bermerk dan harganya lumayan. Disana aku dapat boneka Doraemon yang lagi makan dorayaki, lumayan bisa menambah koleksi doraemon yang ada dirumah. Kebetulan kami memang suka, dan sudah sekitar sepuluhan kami punya.

Safa bersama Doraemon- nya

Sampai dirumah mandi, sholat, buka komputer, terus capek dehhh, tidur pulas.....