Anugerah Terindah

Thursday, February 23, 2006

Desember 2005

Dari hari kehari semakin dingin. Suhu sudah masuk 4 sampai 1 derajat Celcius, di malam hari. Tiap hari pake pakaian tebal dan rangkap. Nihon wa totemo samui desu ne. (Jepang sangat dingin sekali).
3 Desember, kami sekeluarga jalan2 ke Kono Kooen (Taman Kono). Banyak sekali mainan yang ada disana. Ada kereta, ada ayunan, ada semacam roller coaster ada juga mobil mobilan dengan berbagai bentuk hewan, ada juga kolam ikan. Indah sekali pemandangan daun momiji (daun yang memerah, karena suhu dingin yang kemudian rontok).
Di Kono Kooen

4 Desember, selepas Magrib diundang ulang tahun Dhani yang kedua, putra kedua pak Salim dan mbak Yuli.

Pose bersama sebelum pulang, Dhani duduk bawa balon kuning

Hajimete, aku dan safa melihat yuki (salju) secara langsung. Alhamdulillah sujud syukur, sebagai ungkapan perasaan gembiraku saat itu, masih diberi kesempatan untuk menikmati putih dan lembutnya salju. Dari pagi aku, suamiku dan Safa bermain salju yang kebetulan setebal kurang lebih 4 cm dari tanah.Kami berfoto ria bersama. Maklum di tanah kelahiranku tidak ada salju...jadi jangan diketawain ya......

Salju di depan rumahku










10 Desember acara ulang tahun Nadya (ke-4) dan Dinda (ke-2) putri pak Adi dan mbak Heny dijadikan satu, karena Nadya (kakaknya) lahir tanggal 12, sedangkan Dinda tanggal 10. Jadi enak dunk....bisa irit ulang belanja nih bapak ibunya....(hehhehehee cuma guyon lho mbak...). Acara jadi satu sama baberqiu PPI Saga. Cocok sekali berbaberqiu saat dingin2 gini...

Warga PPI Saga, minus keluarga P. Yani dan P. Kardi

24 Desember kami bersama - sama dengan rombongan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), jangan diplesetin ke Persatuan Pemulung Indonesia di Jepang lho yaa....
berangkat pagi pagi menuju Tenzan, daerah pegunungan di Saga. Kami semua menghabiskan waktu seharian untuk bermain ski.....maklum biaya sewa sepatu, dan alat sky nya mahal...........nanggung kalau nggak sampe sore....

Keluargaku

Lagi berebut stik sky sama Safa

Yah, walaupun kurang puas, tapi kami senang setidaknya bisa merasakan bagaimana rasanya pakai sepatu untuk ski yang beratnya ala mak......dan main ski.



Keesokan harinya, Ishiku Mariku Sensei datang ke rumah memberikan puresento (hadiah) berupa kue tart. Sensei bilang itu hadiah kurisumasu (natal) dan Sin Nen (taun Baru) Enak banget, Safa sampai habis banyak sekali.

Safa dan kuenya

30 Desember, Haryo datang menanyakan jadi tidaknya bikin acara taun baru. Sebelumnya pernah dibahas acara diadakan di rumah Cak Tun, ternyata tidak jadi, karena mereka sekeluarga ryoko (mengadakan perjalanan) ke Tokyo, Ya akhirnya atas inisiatif Haryo, Ucok, Sofyan, Pak Priyo dan Shully acara diadakan di rumahku. Dari pada bengong menghabiskan taun baru di apato masing2 mendingan ngumpul sama baberqiu.
31 Desember, Sore hari aku bikin ote2, menghabiskan malam pergantian tahun 2005 dan menyambut tahun baru 2006 di rumah kami, bersama2 P. Yani, P. Priyo, Om Sofyan, Om Haryo, Om Ucok, tante Shully kami bakar2 ikan sampai jam 5 pagi. Saling cerita pengalaman hidup dan sharing berbagai macam persoalan. Mengasyikkan sekali. Tepat tengah malam kami semua berdoa agar menjadi lebih baik dari sebelumnya dan selalu diberi hidayahNya. Amin.Amin. Amin Ya Robbal 'alamin.

November 2005

Tak terasa sudah dua bulan meninggalkan tanah air tercinta. Sedikit banyak sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan cuaca disini. Dingin, dingin sekali. Ya bulan November sudah mulai masuk musim gugur. Syukur alhamdulillah Safa sudah bisa beradaptasi dengan keadaan disini.
Selain belajar bahasa di kampus, aku sekarang belajar bahasa dengan volunter suamiku di rumah. Seminggu sekali, tiap hari jum at, selama 2 jam. Nama volunterku Ishiku Mariko. Dia baik sekali, sabar lagi.. e...volunter ini sukarelawan lho....kita belajar gak perlu bayar, datang kerumah lagi...

1 November, buka puasa, magrib, dengan cuaca dingin kami berangkat ke kota, untuk menyaksikan Saga Light Fantasy, acara tahunan yang selalu meriah. Sepanjang jalan kota Saga dihiasi dengan lampu berwarna-warni selama satu bulan penuh.Ditampilkan atraksi macam-macam, mulai dari atraksi jalan bersama sepanjang jalan kota lengkap dengan pakaian kimononya, sambil berjalan menari dan menyanyi bersama, ada juga tradisi minum ocha (teh hijau) bersama dan juga ada pameran motor gede dari segala ukuran dan merk.

Foto bareng Nihon Jin (orang Jepang)

Safa sempatkan foto bersama nihon jin di motor gedenya

2 November, selepas magrib kami melakukan takbir bersama via internet, bersama teman2 suamiku dari berbagai penjuru Jepang. Rasanya beda sekali, lain halnya kalau di Indonesia. Tak terasa kami berdua titikkan air mata, kami rindu semuanya, rindukan suasana malam takbiran di kampung halaman. Takbir hingga mata ini terpejam..... sampei jam berapa ya...gak ingat nih.

3 November, Pagi ini gerimis, dengan berpayung ria, berangkat ke kaikan menunaikan sholat Idhul Fitri bersama umat muslim di Saga. Jumlahnya sekitar 80-90 orang. Selepas Sholat seperti layaknya di Indonesia, kami semua saling bermaaf- maafan, lalu kami makan bersama.
Setiap jamaah membawa hidangan masing-masing, lalu dimakan bersama-sama. Ini merupakan lebaran pertama bagiku jauh dari orang tua dan saudara-saudara. Hati terasa teriris, gak bisa aku lukiskan dengan kata-kata. Hanya tetesan air mata, yang bisa menggambarkan semuanya. Sedih sekali. Ya Allah, akankah Kau pertemukan aku dengan lebaran tahun berikutnya ? Lebaran bersama orang-orang yang sangat aku cintai...? Wallahu alam, semua kuserahkan kepada KeagunganMu Ya Rabb. Sampai dirumah, langsung telfon Ibu, bapak, mertua dan saudara-saudaraku. Mohon maaf lahir bathin untuk semuanya, maafkan kesalahan kami sekeluarga, untuk semua salah kami. Semoga Allah menjadikan kita terlahir kembali dan fitrah sebagaimana bayi baru dilahirkan. Amin ya robbal alamin.

Lebaran Pertama di Jepang

Mbak Ulfa, Bu Uleng (baju putih), Tiwi, Aku dan Safa, Ibu Suhaemi(berkaca mata, Malaysia jin),
beserta anaknya & orang Jepang Mualaf (kerudung biru)

Safa sebelum berangkat sholat Idhul Fitri

Siang selepas dhuhur, berkumpul di Kaikan, bersama2 warga PPI Saga menuju Saga Festifal International Balon Udara. Sebelumnya kita makan siang dan bermain bersama di Sinring koen (Taman Sinring). Terdapat banyak sekali mainan buat anak-anak, ada juga lapangan bola dan fasilitasnya lengkap. Kurang lebih 30 menit dari rumah dengan naik sepeda. Terdapat banyak sekali bentuk dan ukuran balon udara dan bisa terbang lho...bagus sekali....

Tanggal 11 kami kembali lagi ke arena balon festifal, untuk melihat acara penutupan. Meriah, ramai pengunjung dan banyak sekali atraksi yang ditampilkan. Diantaranya kita bisa naik helikoputa (helikopter) untuk keliling Saga, tentunya dengan merogoh kocek 2000 yen setiap orang, bisa juga terbang dengan naik balon udara.

Foto dulu sebelum terbang

12 November, seperti biasa setiap doyoobi (sabtu) kami pergi ke Honjou Toshokan (perpustakaan Honjou) atau biasa juga disebut Kominkan, untuk sekedar pinjam buku bacaan untuk aku belajar membaca hiragana katakana dan buku bergambar untuk Safa. Kali ini aku sempatkan bergambar dengan bunga yang sedang mekar di teras toshokan. Bunganya besar dan harum baunya. Nggak tau namanya bunga apa, yang penting bagus.....

13 November, minggu pagi jam 8 berkumpul di depan pintu masuk daigaku untuk selanjutnya mengikuti rombongan daigaku ke Kashima. Dari Indonesia yang ikut, kami sekeluarga, P. Roky, dan P. Yani. Lainnya ada acara masak bersama di Abance. Kami rombongan daigaku diundang di Sekolah SD untuk mengikuti prosesi bikin kue mochi dan lomba kupas buah kaki (buah kesemek). Perjalanan ke Kashima sangat menyenangkan, melewati gunung, jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan sekitar yang asri dan banyak sekali buah kaki di tepi jalan dan diantara tebing bebukitan dan tentunya hawa dingin yang menusuk tulang. Disana kami di jamu dengan soup misosiru, kue mochi dan juga tak lupa ocha. Untuk mengupas buah kaki, penilaian terletak pada panjang kulitnya (kalau bisa satu buah utu, tidak putus di tengah), kecepatan dan yang paling seru adalah cara mengupasnya pisau ke arah belakang (bukan seperti kita kalau ngupas buah arahnya ke depan).

Cepet-cepetan kupas buah kaki bersama Walikota Saga


Foto bersama dengan delegasi dari negara Perancis, Australia, Kanada, Inggris, China, Korea, dan Austria.


Buah kaki yang siap untuk dikeringkan dengan dijemur sinar matahari, selanjutnya dibikin manisan khas Jepang.

Didepan ruang kepala sekolah

18 November, sore hari bersama-sama Mas Ferry, Safa, Haryo, Pak Adi, dan mbak Ulfa belanja persiapan acara Open Kampus besuk ke Seiyu eki. Sampai rumah, warga PPI berkumpul untuk persiapan bikin Sarabba (minuman khas Makassar, kalau di jawa menyebutnya sebagai wedang jahe) dan juga bikin jalan kotek Makassar (bahasa Jawanya pastel). Orang-orang berkumpul hingga pukul 1 malam.
19 November, Pagi-pagi mbak Emma datang, untuk membantu menyelesaikan pekerjaan semalam yang tertunda. Setelah semuanya selesai, dibawa ke daigaku dan dijual disana. Semua hasil penjualan masuk khas daigaku, dan biaya operasional ditanggung Saga daigaku. Banyak sekali makanan khas yang disajikan, ada makanan Indonesia, makanan Bangladesh, makanan China, makanan Korea, Makanan Thailand, Makanan Malaysia, makanan Jepang sendiri, makanan Nepal, dan makanan Sri Lanka. Selain makanan ada tarian khas dari masing-masing negara. Kali ini PPI Saga mengeluarkan atraksi tari Bambu (dari Riau), ada tarian dari Thailand an juga ada tarian khas Bangladesh. Setelah acara selesai, kami bersama-sama makan soto.
Saat tarian berlangsung Safa dengan spontan maju ke depan panggung, bersama penari lainnya ikut menari dan bergerak dengan sendirinya. Tanpa malu ataupun takut...ia mengikuti gerak tarian. Safa- safa diusiamu yang masih Satu tahun tiga bulan kau berani melakukan itu nak.....nak.....Mencontoh siapa kau....?

Diacara open kampus, Saga Daigaku 2005

23 November, saat aku masak tiba2 Safa berteriak " mama mama apik... " aku lihat ternyata.....
Ya Allah............anakku mengeluarkan tepung kanji dari lemari makanan dan menyebarnya di seluruh lantai, sampai diatas meja, tv, kaca pintu dan semuanya jadi berantakan. Safa safa.....ada saja yang kamu lakukan...

Wajah Safa tanpa dosa, setelah menumpahkan sebungkus kanji



Wednesday, February 22, 2006

Oktober 2005

Alhamdulillah, diawal bulan ini, ada kursus bahasa Jepang gratis di kampus suamiku. Aku ikut program bahasa Minna no Nihon go I (Semua berbahasa Jepang I). Saat aku ikut kursus, suamiku bergantian yang menjaga Safa. Namun aku tidak bisa secara penuh mengikuti kursus, karena suamiku banyak tugas dari sensei, biasanya aku ikut cuma 2 kali seminggu, selama 2 jam. Dari sini aku sedikit bisa bernafas lega, paling tidak aku ngerti sedikit sedikitlah tentang bahasa Jepang. Benar - benar merangkak dari nol, karena sebelumnya sama sekali tidak ngeh alias buta huruf. Yattane....(akhirnya...) jalan terang ada didepanku.....

9 Oktober kami jalan ke Saga Jinja, tempat ibadahnya agama Shinto.

Didepan Saga Jinja

Didepan Saga Jinja, terdapat sungai yang terdapat banyak sekali ikan besar-besar. Ada ikan mas, ada juga ikan lainnya. Kalau di timbang beratnya satu ekor sekitar 3-4 kg, namun tidak ada yang mengambil ikan-ikan itu. Konon, itu merupakan ikan peliharaan dewa, sehingga masyarakat tidak berani mengambil, kalau ketahuan ada yang mengambil kena denda 300.000 yen (30 man) sekitar 24 juta rupiah.

Sepeda merupakan alat transportasi yang kami pakai sehari-hari. Selain mudah, aman, praktis dan murah juga sehat. Safa biasa duduk di depan atau belakang kemudi.


Safa in Action

Saat aku kelas Nihon go Safa diajak bapaknya bermain di lapangan daigaku untuk melihat uji coba balon udara, bermain di taman.


17 Oktober, suamiku mengantarkan Pak Nuh (Rektor ITS) ke Kumamoto, berangkat jam 8 pagi, sampai rumah jam 10 malam.

22 Oktober, bersama tamu dari Indonesia, (hehehehee....tamu jauh nih) ada tante Mediana dari Teknik Informatika ITS, Om Kubam (eh Om Arif) dari Teknik ELektro ITS, dan juga Om Yusuf dari Teknik ELektro ITS (sempainya/kakak angkatan suamiku) mengunjungi Saga Castle (Benteng Saga). Didalamnya terdapat bangunan dan sejarah kuno megenai kehidupan Shogun dimasa lampau.

Didalam rumah tua, Saga Castle

23 Oktober, Mas Ferry mengantarkan mereka ke Fukuoka Kuuko, karena mereka akan kembali ke tanah air, setelah selesai mengikuti training selama satu minggu di Saga daigaku.



Friday, February 10, 2006

Safa Tiara Nasuha

Alhamdulillah, lahirlah puteri kecilku Selasa, 3 Agustus 2004 pukul 9.40 WIB. Walaupun tanpa ditunggui suamiku (saat itu suamiku sedang mengikuti POT di Bandung, persiapan melanjutkan studi ke Jepang) dan harus dengan sexio, karena 2 lilitan usus di lehernya dan juga usia kandungan sudah 9 bulan 27 hari. Sungguh, merupakan penantian yang panjang bagi kami, setelah pernikahan 4,5 tahun.
Safa Tiara Nasuha, sebuah nama yang indah dan penuh makna, nama pemberian suamiku kepada anak pertama kami. Safa diambil dari gabungan namaku dan suamiku, yang secara kebetulan juga dalam bahasa arabnya berarti ''murni/suci''. Tiara berarti ''mahkota''. Nasuha berarti '' benar- benar''. Nah kalau digabung pada intinya arti nama Safa Tiara Nasuha itu Sebenar-benarnya mahkota kesucian.
Harapan kami kelak, anakku menjadi anak sholehah dan berguna bagi umat manusia.
Safa tumbuh menjadi anak yang normal, cantik.....(jelas siapa lagi yang mau muji kalau bukan ibu bapaknya) dan tidak pernah rewel. Diusia 9 bulan sudah bisa berjalan dan sudah bisa mengucapkan beberapa kata dan saat ulang tahunnya yang pertama sudah bisa berlari dan bergaya didepan teman temannya sambil menjabat tangan temannya satu persatu. Sungguh luar biasa, aku tidak menyangka anakku bisa melakukan itu diusianya.
Foto Safa dari umur 0 bulan, 1 bulan sampai satu tahun





Safa barusan lahir


Safa satu bulan









Safa 2 bulan


Safa 3 bulan








Safa 4 bulan






Safa 5 Bulan




Safa 6 bulan


















Safa 7 Bulan
&
Safa 8 bulan













Safa 9 Bulan
in action dan
digendong Pakdhe
Dokter Supratiknyo,
yang telah membantu
proses kehamilan &
kelahirannya Safa.



Safa
10 Bulan



Safa 11 Bulan














Ulang tahun Safa ke-1









Safa bersama papa,
mama, Eyang Puteri,
Paman Kembar
(Ferdy dan Fendy)




Safa bersama mbah Kung, mbah Ti,
budhe Aning (kakaknya mama), mas Tata,
mbak Lala, mbah Suti (pake baju hijau,
yang mijit Safa, Tata dan Lala).

Lokasi Pakuwon Trade Centre Surabaya