Anugerah Terindah

Wednesday, June 24, 2009

Sekedar Kenangan, Untuk Diingat dan Dikenang

Bismillahirrokhmanirrokhim...


Ada banyak cerita dan kenangan yang nantinya bisa saya jadikan cerita buat anak-anak saya kelak. Walaupun hanya sekedar bermain ataupun sekedar jalan-jalan ke berbagai tempat ataupun hanya sebagian kegiatan saya selama menemani suami di perantauan.
Salah satunya foto disamping, merupakan bunga Bara atau lebih tepatnya dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai bunga mawar/ Rose.
Bunga ini tumbuh subur di belakang rumah yang kami sewa di Hounjoumachi ini. Rumah dari Oyaasan kami yang bernama Tono san.
Bara tumbuh subur di setiap musim semi dan harum wanginya terasa sampai di samping rumah. Namun sayang baru tahun ini saya kebagian memanennya, sebelumnya selalu terlambat mengetahuinya, karena tempatnya yang sudah tidak terawat karena gudang di belakang rumah roboh akibat terkena hembasan Taifu di tahun 2006.
Dirumah bermain sama Megumi san dan Satoko San. Biasa, setelah acara masak - memasak atau acara jalan-jalan kita selalu ngumpul di rumah. Mereka seneng sekali bermain bersama Safa dan Rafif., mungkin karena mereka belum berkeluarga ya... Salah satunya menggambar bersama, memberi warna gambar dan juga akhir akhir ini sering mengajari origami/bikin sesuatu /melipat dari kertas. Safa sudah bisa bikin burung2an dari kertas, juga sudah bisa bikin kotak dan origami simple lainnya. Yang dipamerkan safa itu hasil karyanya sendiri lho... bikinnya bersama-sama dengan Satoko san. Sedangkan mereka ini penggemar sambel terasi dan berbagai macam masakan Indonesia. Berbagai resep telah di coba, mulai dari sambel terasi, nasi goreng, soto ayam, gulai kambing, krengsengan kambing, mi goreng sampai ke siomay dan berbagai macam kue. Alhamdulillah senengnya punya teman mereka, selain bisa belajar bahasa Jepang gratis bisa juga jalan-jalan bersama mereka. Karena kedua orang tuanya sudah pensiun dan hobi bertanam, setiap kali ke rumah mereka selalu membawakan hasil panennya, hingga bunga yang biasa di tanam di samping dan depan rumahnya. Alhamdulillah rejeki lagi...


Foto disamping ini Safa bersama sahabatnya di hoikuen. Namanya Rino chan. Namun kemudian setelah kelahiran adiknya dia keluar dari hoikuen (karena ibunya di rumah dan tidak ada kegiatan lainnya selain mengurus anak dan keluarga) dan sekarang pindah di Honjo Yochien/Taman kanak kanak Honjo. Anak-anak bertemu saat bermain di Honjo koen. Tampak senang dan agak sedikit kikuk saat berbicara, namun kejadian itu cuma sebentar, akhirnya suasana dengan cepat cair dengan gurauan dan canda tawa mereka. Ah, senangnya melihat anak-anak cepat beradaptasi ... Dari percakapan emreka saya dengar kalau dia saling menceritakan temannya masing-masing.


Nah kalau yang ini foto safa sama Rafif saat bermain di honjo koen, begitu saya bilang chii zuuu .... secara bersamaan mereka ambil posisi dengan gaya tangan seperti itu...
ALhamdulillah selama ini anak-anak rukun, Safa sayang sekali sama adiknya. Lebih banyak ngemong, suka gendongin, suka nyuapin dan yang penting dia saling menyayangi dan tidak saling bertengkar. Begitupun dengan Rafif, dia sayang banget sama Safa, sukanya nyiumin kakaknya.

Enaknya bermain disini, selain nyaman dan tentunya banyak pilihan mainan yang ada, terkadang anak tidak mau minum bekal minuman yang telah dibawa, seperti gambar disamping Safa dnegan enak dan gampangnya minum air di taman. Air yang mengalir ke atas ini memang air khusus untuk minum, bukan air untuk cuci tangan. Gampang dan praktis bukan...? airnya bersih, segar dan sehat karena air ini berasal dari sumber air pegunungan. O, iya Saga ini dikelilingi oleh banyak gunung lho, sehingga banyak sekali sumber mata air yang ada.

Akhirnya setelah menyaksikan atraksi camen rider di Mr Max selama kurang lebih 1 jam dan ditambah hampir 30 menit ngantri untuk bisa foto bareng tokok Camen Rider terbayarkan dengan hanya sebuah jepretan foto saja. Gak boleh lebih, soalnya yang ngantri buanyakkkkk. Jadi terbatas. Walaupun hasilnya kurang memuaskan, karena low baterei yang penting Safa seneng dan menikmati skeali. Sampai dirumahpun dia terus bercerita tentang aktingnya Camen Rider. Namanya juga anak-anak....puas melihatnya...

Dari cerita anak-anak, beralih ke cerita ibunya. Syuuji salah satu kegiatan yang rutin saya ikutin tiap minggu disini, khususnya di hari Jum at atau selasa dan kamis. Foto disamping bersama Yooko sensei (sensei Syuuji/seperti kaligrafi) bersama Osoegawa san (istri dr gigi Osoegawa sensei). Lokasi di Tamaya lantai 7, saat ada pameran Syuuji di musim semi/sekitar akhir Mei. Pameran ini banyak sekali peminat dan pengunjungnya. Setiap tahunnya Yooko san di kontrak ekslusif oleh salah satu counter Kimono terbesar di Saga. Event seperti ini biasanya setahun berlangsung 2 kali, dan satunya di musim gugur/aki. Pameran berlangsung selama 4 hari dan tak kurang dari 150 lembar hasil lukisan dan tulisan terjual disini. ALhamdulillah.... proyek Yooko san berlanjut setelah event ini. Ikut seneng dan bahagia mendengarnya.
Foto disamping bersama Megumi san dan Satoko san saat diajak ke salah satu SD kuno/ mukashi no Saga no Shogakko. Atau SD jaman dulunya di saga. Letaknya lumyan, sekitar 45 menit dari rumah ke arah Nanayama. SD itu sampai sekarang masih terawat dan rapi, namun sudah tidak difungsikan sebagai SD, namun dipakai sebagai tempat wisata dan ruangan-ruangan kelas yang ada dipakai untuk menjual cinderamata dan oleh-oleh khas Saga, khususnya makanan jaman dahulu dan juga mainan anak-anak jaman dahulu dan memamerkan prakarya siswa jaman dahulu. Sarana dan prasarananyapun cukup lengkap. Sedangkan depan dan samping kelas ditanami dengan sayuran hidroponik, ada salada, sawi, horenso/bayam, tomato dan juga tanaman lainnya. Ini bisa dicontoh dan dikembangkan di Indonesia. Sangat menarik dan menyenangkan sekali mengunjungi tempat ini. Sedangkan ransel yang saya pakai itu di Jepang biasa disebut sebagai Randoseru...harganya lumayan mahal... satu biji tas berkisar antara 15.000 yen- 55.000 yen. ini tas yang wajib dibawa anak-anak SD disini, bentuknya sama, hanya warna saja yang membedakan.

Teringat suatu percakapan Safa dengan bapaknya suatu malam. Saat itu Safa sebenarnya sudah mulai mengantuk dan sudah berbaring sekian lama dan saya sudah selesai membacakan cerita untuknya, tiba-tiba dia ingin ke kamar mandi.
Safa : oshiko... pingin pipis...
Mama : Ya sudah pipis saja....Mbak Safa berani ke kamar mandi sendiri ?
Safa : Berani mah, di kamar depan kan ada papa
Mama : OK...kalau gitu mama tunggu disini ya (sambil duduk di meja komputer yang masih nyala),
Papa : mbak Safa ...mama sudah bobo ta ? kok ke kamar mandi sendiri
Safa : belum pa. ..mama lagi kerja
Papa : mama kerja apa malam-malam begini ?
Safa : itu kerja baca berita... sambil ketawa ngakak...
Papa : haaa....? sambil barengan ketawa ngakak.... Safa- safa bisa saja kamu nak...baca berita dibilang kerja ahahahahahhaaa..

Saya dibelakang lalu menghampiri mereka yang tertawa tidak berhenti-berhenti... saya tanyakan dan mereka menceritakan...jadilah malam itu kami tertawa bareng mengikuti perkembangan pola pikirnya Safa.

Foto diamping merupakan black forest pertama yang saya bikin dalam rangka ulang tahun pernikahan kami yang ke sembilan. Ya sudah sembilan tahun, angka tertinggi dalam pencapaian prestasi, namun bukan prestasi sebuah perkawinan. Ternyata praktik membikin black forest tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Dan hasilnyapun tidak mengecewakan, alhamdulillah praktek pertama kata suami rasanya sudah enak dan bentuknya juga sudah lumayan. Dan yang terpenting mduah-mudahan ALLAH memberkahi dan meridhoi jalan perkawinan kami dan kami bisa mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan penuh tanggung jawab melaksanakannya, bisa menemani suami hingga khir hayat dan juga mudah-mudahan kelak bisa mendidik anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan bermanfaat bagi kepentingan umat manusia. Amin amin amin allohuma amin.

ALhamdulillah....

Thursday, June 18, 2009

Ensoku di Meruhen mura

Bismillahirrokhmanurrokhim....

Yuk semangat nulis cerita buat anak-anak kita yuk... mudah-mudahan suatu saat anak-anak bisa membaca kisahnya diperantauan yang dituliskan sangat sederhana oleh ibunya.

Pagi itu harus bangun pagi-pagi, menyiapkan segala sesuatu yang harus dibawa dalam acara ensoku yang diadakan sekolahnya Safa dan Rafif di Meruhen Mura. Tempatnya lumayan jauh, sekitaran daerah Takeo, kurang lebih 2 jam perjalanan dari Saga. Mulai dari perlengkapan ganti baju mereka, bawa obentonya/bekal makanannya, makanan ringan dan beberapa botol minuman ringan yang telah saya beli tempo hari. Satu yang wajib dibawa, kamera ...j angan sampai ketinggalan... Dari satu hari sebelumnya anak-anak sudah seneng, mungkin sudah bisa membayangkan mainan-mainan yang ada di Meruhen mura nanti.

Didepan pintu masuk anak-anak sudah disambut manis oleh dua patung manis juga, ultramen dan juga si lucu kelinci.




Tepat pukul 8.30 pagi kami semua sudah berkumpul di halaman Jounan Hoikuen, kemudian diabsen satu-satu oleh sensei kelas masing-masing. Setelah semuanya lengkap, kita jalan beriringin menuju bus yang terparkir di belakang sekolah, menurut urutan kelompoknya. Kebetulan terbagi menjadi lima kelompok dan ada 5 (lima) bus besar menunggu disana. Banyak sekali ya...sampai lima bus... iya, soalnya acara ensoku ini diikuti oleh anak-anak dan kedua orang tuanya, nenek atau kakeknya juga boleh ikut, kaka atau adiknya juga boleh, yang penting daftar dulu. Selain itu di Jounan hoikuen terdapat 6 kelas, mulai dari kelas Sumire gumi, Turipu gumi, Himawari gumi, Sakura gumi, Kiku gumi dan Yuri gumi. Dan juga sesnsei tachi yang jumlahnya kurang lebih 25 sensei. Jadi seru sekali, ramai dan anak-anak senang sekali.


Kita kebagian di bus nomer 3, satu bus dengan keluarganya bu Endang, Pak Alim (Safa sekelas sama Ilham, dan juga Syifa kakaknya ilham pun ikut). ALhamdulillah selama perjalanan anak-anak menikmati, mereka tidak rewel, malah bergantian sahut-sahutan acara nyanyi-nyanyi dan juga makan makanan ringan yang kami bawa. Kamipun dihibur dnegan nyanyian-nyanyian sensei tachi dan obrolan-obrolan lucu mereka., mulai dari obrolan keseharian anak-anak di hoikuen, hobi mereka sampai pada tipe pria pujaan diaantara sensei-sensei. Cuaca hari itu sedikit mendung, untungnya tidak sampai turun hujan.

Sesampainya di Meruhen mura, bersama-sama memasuki area, dan kita dipersilahkan bermain-main disini sampai pukul 2 siang. Meruhen Mura ini tempatnya di area pegunungan, udaranya segar dan sejuk. Rafif dan Safa berlari menghampiri arena bermain bola. Mereka senang sekali mandi dan bermain bola sepuasnya, terutama Rafif. Tempatnya bersih dan luas sekali, sedangkan Safa asyik bermain tembak-tembakan menggunakan bola - bola plastik yang lunak itu.

Rafif digendong Tatsumi sensei dan Tomoko Miura sensei (mereka itu sensei kelasnya Safa). Rafif senang sekali sama Tatsumi sensei, setiap kali kelihatan wajahnya, Rafif pasti akan lari menghampirinya lalu minta gendong. Hal ini terjadi sejak Rafif belum masuk hoikuen, mungkin karena sering ketemu disaat menjemput Safa.


Kemudian kita makan bersama, makan bento yang telah kita bawa masing-masing. Setelah makan siang, anak-anak masih ingin bermain di tempat yang lainnya. Banyak sekali mainan yang mereka nikmatin hari itu. Mulai dari naik sepeda, naik jetcoster, nak kereta, belajar mendayung, belajar menyeberang pake rakit yang kita tarik sendiri, naik sepeda kuno yang besar, dan masih banyak mainan lagi yang lainnya, yang kalau saya sebutkan satu-satu tidak cukup disini. Kakakakaa.... O, iya selain banyaknya mainan itu, disini kita juga bisa melihat hewan-hewan yang dipelihara disini. Ada Usagi chan/ kelinci, ada kambing/yagi, ada kuda/uma, ada kucing/neko, ada anjing/inu, ada berbagai macam jenis burung/tori, ada ayam/niwa tori, ada juga mini lapangan golf.

Hari itu bener-bener harinya bermain anak-anak. ALhamdulillah anak-anak senang dan sangat menikmati acara ensoku di sekolahnya.( hehehe..anak-anak menikmati, orang tuanya yang geleng-geleng dan ambil nafas panjang....habis bayarnya lumayan mahal ehehhehe)...
Tepat pukul 2 siang, kami sudah berkumpul di bus masing-masing dan iringan 5 rombongan bus dari Jounan Hoikuen meninggalkan Meruhen Mura dan selanjutnya melanjutkan perjalanan kembali ke Saga. Sepanjang perjalanan pulang anak-anak sudah pada teler, mereka tidur pulas di bus dan sampe di Saga sekitar pukul 4 sore.

Perjalanan masih belum berakhir, hari itu kami diundang di acara syukuran kedatang keluarganya pak Herman, jadi kami langsung ke rumah tante Donna. Menikmati sedapnya masakannya terutama rendangnya enak sekali, ... (ya iyalah orang Padang gitu loh.... pasti pinter bikin rendang).

Alhamdulillah... malam harinya anak-anak kecapekan, jadi langsung tidur pulas.
Yang Ti, om Ferdi, om Fendi, budhe Tiwik... monggo silahkan menikmati foto-fotonya...

Alhamdulillah hirobbil 'alamin...

Sunday, May 31, 2009

Banyak Cerita

Assalamu alaikum wr wb.

Cukup lama sudah saya hiatus dari kegiatan ngeblog ... bukan hanya kesibukan saja, namun rupanya juga kemalasan saya saja. Situs jejaring yang telah menghubungkan dengan kawan2 lamaku lah salah satu penyebabnya juga. Namun lama2 kegiatan itupun menuai protes dari hatiku ehhehe.... mana cerita buat anak2ku yang mulai tumbuh besar... mana cerita jalan2nya...mana cerita cerita yang lainnya. Kini sepertinya saya telah tersadar dari keegoisanku sendiri, terlena dengan hadirnya teman2 lama, saya akan mulai lagi kegiatan menulis cerita selama di perantauan. Biarlah nanti anak2ku menjadi penikmat setia tulisan ibunya ini, biarlah mereka bernostalgia ke masa2 kecilnya dan juga membawanya ke kenangan lamanya kelak.

2 bulan sudah anak2, Safa dan Rafif di kelas barunya di hoikuen. Untuk Safa temannya masih sama seperti yang dulu, cuma senseinya yang beda, sekarang di pegang Tatsumi sensei dan Sumako Miura sensei. Miura sensei ini dulu juga pernah menjadi senseinya disaat dia masih di turipu gumi, sedangkan tatsumi sensei merupakan sensei safa di sakura gumi. Jadi sepertinya dua sensei ini sudah tidak asing lagi bagi safa. Bahkan Tatsumi sensei sekarang lebih bersahabat, jadi akrab banget sama kami, dia seneng banget sama rafif, saat jemput Safa selalu sempatkan gendong dan ciumin Rafif. Sedangkan rafif juga semakin pinter, semakin ngerti. ALhamdulillah...selama diantar di hoikuen dia hanya beberapa kali saja menangis (itupun cuma sebentar), setelah itu kalau kutinggal dia malah akushu/mencium tanganku lalu bilang "dada...mama...dada muah2"...sampe suaranya terdengar keras). Senseipun selalu dibuat ketawa dengan ulah lucunya.

Beberapa waktu lalu kelas Safa diajari berkebun, mereka tiap2 anak menanam pohon tomato di dalam pot dan diletakkan di halaman sekolahnya. Mereka dengan bantuan senseinya menanami sendiri, lalu setiap anak mempunyai tanggung jawab untuk menyiraminya setiap hari. Dan hingga hari ini pohon2 tomat itu sudah mulai berbunga dan bahkan berbuah. Sungguh pendidikan yang bisa membuat anak2 mempunyai tanggung jawab dan mandiri.
Sekarangpun setiap pergi/pulang sekolah anak2 harus bawa tasnya sendiri, tidak boleh dibawakan orang tuanya (kecuali futon/kasur yang dibawa setiap hari senin dan dibawa pulang setiap jum at).

Setiap Kayoubi/hari selasa Safa masuk jam 9 pagi, lalu bersama teman2nya ikut kelas renang di salah satu pusat olah raga di Saga. Bersama2 dijemput basu menuju tempat renang ditemani sensei mereka. Mereka memakai seragam renang yang sama, ehehehe...tentunya harga baju renangnyapun juga lumayan muahal.... begitupun biaya bulanannya.... Karena sudah aturan sekolah mau tidak mau ya mesthi diikuti... asal masih wajar. Karena cuaca sudah mulai panas, setiap hari bawa suito/minum di botol, berisi teh manis/air putih/air semacam pocari sweat...
Setiap mokuyoubi/kamis ada taisho/olahraga untuk kelasnya Safa, masuk tiap jam 9 pagi. Lengkap dengan baju olah raganya anak2 mulai olahraga di halaman hoikuennya.

Setiap kinyoubi/jum at terakhir di setiap bulannya ada party bersama di sekolahnya. Otanjoubi no party mereka menamakannya, alias pesta ulang tahun bagi mereka yang merasakan ulang tahun di bulan itu. Mereka dari semua kelas berkumpul di ruangan besar, yang berulang tahun didandani, dipotret terus teman2nya bersama2 menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Setelah itu makan tart cake/camilan yang biasa dibuat di hoikuennya.

Sepulang sekolah Safa selalu menceritakan apa saja yang dia lakukan di sekolah, dia ngapain saja, dia dipukul/bertengkar dengan siapa saja. Hampir tak terlewatkan cerita2 teman2nya Safa.
Selain itu Safa juga sudah mulai sadar ehhehee...mau belajar sendiri, tanpa saya/bapaknya menyuruh. Masih yang sederhana, belajar membaca dan menulis Alpabhet. Walaupun masih sebatas baca tulis yang belum ada hufuf matinya (ex : safa bisa baca, ada papa, mama, safa , Rafif, ibu beli baju....) tapi suatu prestasi besar buatnya. Mengingat di sekolahnya tidak diajari alpabhet. Ya..pelan2 asal pasti... Insyaallah.

Kegiatan rutin sebelum tidur masih terus dilanjutkan, hafalan dan mengulang doa2 dan surat pendek yang sudah dihafal, alhamdulillah sekarang sudah mulai merambah ke bacaan sholat. Belum semuanya dihafal. Sejauh ini masih baru doa berwudhu, bacaan ruku, bacaan sujud dan juga bacaan duduk diantara dua sujud. Mudah-mudahan kedepannya Safa bisa lebih lancar.
Kalau sudah bosan/capek ngomong biasanya dia minta saya yang bercerita, suatu hari pernah saya tanyakan mengenai ketuhanan kepada Safa, seperti percakapan berikut :
mama : safa nechan itu Tuhannya siapa ?
Safa : Allah
Mama : pinter, sekai... (bener) 100 buat mbak Safa
agama mbak Safa apa ?
Safa : Islam kyo (agama islam)
Mama : sekai
Nabinya siapa
Safa : Nabi Muhammad Rasulallah
mama : sekai...
kitab sucinya apa ? itu yang dibaca setiap hari ?
Safa : al qur an
Mama : sekai./... jouzu (bener...pinter)
Nabi muhammad lahir dimana ?
Safa : di byouin.... di rumah sakit...
mama : (gubraks.... saya tidak mengajarkan di byouin....tapi di Mekah...)
Mbak Safa...nabi Muhammad itu lahirnya di Mekah
Safa dengan entengnya menjawab " hai mama, wakateru (iya mama,mengerti), demo minna akachan ga byouin ni umaremashita.... ( tapi semua bayi lahir di rumah sakit). OK ...ok... Nabi muhammad lahir di Byouin Mekah....

Mama : Ok. sekai.... pinter ...

Percakapan dilanjutkan

Mama : Ibunya nabi muhammad siapa ?
Safa : Siti Aminah (ehhehehe...namanya kayak tante Siti... kayak indonesia jin...)
Mama : sekai, sugiwa... bapaknya nabi muhammad siapa ?
Safa : Syaih Abdullah
Mama : sekai...pinter...
istrinya nabi muhammad ?
Safa : enggak mau ah...istrinya nanti saja... mutsukashi/susah.... anaknya dulu mau...

lah...ini anak sekarang setiap kali dikasih pertanyaan sudah mulai ngeles... Terkadang dia masih menyela pertanyaan dengan cerita kelahirannya dia dulu bagaimana ? .... dan juga seabrek pertanyaan-pertanyaan lain yang kadang membuat saya seribu kali untuk menjawab pertanyaan dan memberikan jawaban yang tepat baginya.

Rafif

Rafif sudah 2 bulan menjalani hari2 bermainnya di hoikuen, biasa saya antar jam 9.30 dan saya jemput jam 4 sore (bersamaan dengan Safa). Bersamaku naik sepeda, rafif di depan, safa di belakang. Dan sepulang sekolah biasanya mereka saya ajak belanja di Direx/A coop/ bermain kembali bersama anak2 di Honjou koen. Anak2 tak pernah ada puasnya bermain...
Di usianya yang masih 1 tahun 5 bulan, alhamdulillah gigi sudah 14, makin monthok, kepandainya juga masih terbatas...yaa...masih normal lah untuk anak2 seusianya. Ngomongnya juga masih satu dua kata... mama maem.... dll. lhehehee...lucunya dia kalau melihat gambarnya anpanman dia menyebut denga " a... papah papah" ehehhehee.... anpaman kok papah kata Safa....
jam tidur tertib, antara jam 8-9 malam bobok, pagi jam 7-8 bangun. Dan langsung ambil piring sama sendok di lemari minta maem, mama maem mama maem.... Alhamdulillah anakku ini senneg banget maem, semua makanan yang kusodorkan pasti akan dilahabnya ...

Tanggal 20 Mei baru mendapatkan imunisasi polio (yang sempat menjadi kontroversi antara halal dan haramnya...dan ternyata semua jawabannya sama... media yang dipakai menggunakan babi sebagai katalisnya....). Ya,... semua vaksin untuk imunisasi polio di seluruh dunia ternyata mengandung babi (jangan salah yang imunisasi di Indonesia juga demikian adanya), sampai saat ini masih belum ada zat yang bisa menggantikannya...
Karena kromosom manusia dan kromosom babi ternyata paling mendekati...
Mudah2an ini bisa menjadi PR buat mereka para ilmuwan yang lagi research tentang vaksin.... sehingga bisa menemukan vaksin yang benar2 aman bagi manusia, khususnya buat umat Islam. Insyaallah ... semuanya diambil manfaatnya... Yang paling saya suka disaat imunisasi anak-anak disini adalah sebelum vaksin diberikan kepada anak, anak diperiksa betul-betul oleh dokter, mulai dari di tes suhu badannya, kita pun juga ditanya bermacam-macam mengenai kemungkinan alergi makanan atau minuman terhadap anak kita. Antrian yang panjang siang itu tak menyurutkan semangat ibu-ibu dan bapak-bapak membawa putra putri mereka.

Sehari setelah imunisasi itu, saya sedikit cemas, Rafif panas dimalam hari, dan hal ini terulang hingga 2 malam kebelakang. Hanya pada saat malam hari saja dia demam, sedangkan saat siang hari dia tampak seperti anak sehat, karena tingkah dan gerakannya sama. Sudah dibawa ke Rumah sakitpun tetap tidak ada perubahan. Hati semakin ciut, melihat si kecil panasnya hingga mencapai 40.2 derajat celcius. ... Dan kata dokterpun ini normal dan wajar-wajar saja (karena saat itu Rafif menjalani serangkaian pemeriksaan, dan hasilnya Rafif terkena radang tenggorokan). ALhamdulillah hari k eempat dia sudah baikan. Dan usut punya usut ternyata oh ternyata... olala... gigi taring atasnya tumbuh bersamaan, Pantes.... kalau Rafif menderita kesakitan.... alhamdulillah setelah gigi benar-benar "lahir" dia langsung genki ni nata... sehat.

Selain ASI, susu tambahan sudah mulai mau, minumnya susu segar (kalau susu bubuk dia sama sekali tidak mau, selalu di sembur/dilepeh). Masih sedikit alergi, setiap sehabis minum susu disekitar bibirnya merah2, tapi tak berselang lama/alias gak sampe 1 jam semuanya sudah normal kembali. Namun lama2 sekarang sudah mulai berkurang. Masih tetep minum pakai gelas/sedotan, pake dot sama sekali tidak mau.
Hobbi baru Rafif sekarang seneng banget nggigit, saat di gendong/diangkat dengan tiba2...lengan digigit kencang, apalagi kalau ngelepas nenen....haduhhhh nikmatnya luar biasa,... sampe hampir berdarah. Ad ayang tau cara mencegahnya ?

2 minggu yang lalu sekolah safa dan Rafif mengadakan ensoku/rekreasi keluar kota. Tepatnya di Meruhen mura, di daerah takeo, sekitar 2 jam dengan basu. Anak2 seneng banget, disana banyak sekali tersedia tempat mainan. ... ceritanya menyusul... bersambung bentar ya...juga foto2nya....Rafif dan Safa bangun...

Monday, April 13, 2009

Rafif Masuk Hoikuen

Bismillah hirrokhmanirrokhim

Mulai bulan April, Rafif masuk hoikuen yang sama dengan Safa. April ini Rafif baru menginjak 1 tahun 3 bulan. Pilihan.... kalau Rafif gak masuk, sudah otomatis Safa harus keluar.... atau pindah sekolah. Berarti kalau safa pindah, Safa harus sekali lagi beradaptasi dengan lingkungan baru.... Tidak seperti di negara kita, kita bisa menitipkan anak/menyekolahkan anak kapan saja kita mau...disini banyak sekali aturan2 yang mengatur semua itu. Sebagai pendatang, ya mau gak mau kita ikutin aturan itu, kalau gak tahu sendiri akibatnya. Sekarang kita lagi sama2 berjuang, terutama suami, terus belajar demi tugas yang diembannya, saya juga ingin bisa belajar, tidak kuper dan juga tidak ketinggalan, sedangkan anak2 juga harus sejalan, kalau mereka tiap hari dirumah terus hanya dengan saya ... pastinya tidak akan ada kemajuan dan dijamin anak tidak akan bisa bersosialisasi dengan baik. (Dengan catatan saya tidak mempunyai tetangga yang memiliki anak2... dan mungkin kalau di Indonesia bisa sekali...ya ...semua karena lingkungan yang berbeda). Foto diatas diambil saat acara nyuin shiki/acara upacara penerimaan murid baru (bersama Tatsumi sensei dan Miura sensei).

Rafif tergolong anak yang manis, di hari pertama masuk sekolah, dia sama sekali tidak menangis. Begitu masuk, diterima senseinya, masuk kelas, langsung asyik mainan sama teman2nya. TIDAK BOLEH DITUNGGUIN... walaupun itu di luar/halaman. Kalaupun kita masih terlihat di disekitar sekolah kita pasti akan segera diusir...Latihan kali ya, soalnya kalau anak melihat ortunya pasti nangis. Hari pertama tanpa menangis, sekali saja menangis saat terjatuh dan itupun segera diam setelah dihampiri Safa.

Seminggu pertama, masuk dari pukul 9.30 dan pulangnya jam 12. Pukul 11 siang ortu datang kesekolah untuk menemani makan siang. ALhamdulillah makanan Rafif benar2 disendirikan. Setiap kali penyajian selalu tertera ingredientnya secara jelas dan memang makannannya pun berbeda dengan yang lain. Alhamdulillah,... Rafifpun mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dan yang pasti sekarang dia jadi semakin pinter, ada2 saja ulah dan kepandaian yang ditunjukkan setiap harinya. Gambar disamping sensei di kelasnya Rafif. Miya sensei, Takaoka sensei, Tanaka sensei, satunya lupa,ehehhe

Minggu kedua, rafif sudah mulai bisa dijemput lebih lambat, sekitar jam 3. Pagi ini, dia menangis saat kutinggalkan. Saat kutinggalkan, dia menangis di pagar pembatas kelasnya, sambil terus melihat langkahku dan langkah suamiku. Sungguh sebenarnya sangat tidak tega, namun apalah dayaku..... ingin sekali sebenarnya kupeluk dan dan kugendong buah hatiku...
Sebenarnya masih ada waktu buat saya...karena baru minggu depan berbagai kegiatan kuikuti. namun, semuanya harus diawali mulai sekarang. Yo wis lah...


Sakura tahun ini, "mankai"/mekarnya seminggu lebih awal dari tahun2 biasanya

Kejadian kemaren, 12 April saat kami sekeluarga berniat jalan bareng, isi bahan bakar dan berniat nambah angin, eh ternyata ban bocor dan setelah si petugas pom bensin minta ijin ngecek kondisi ban, ternyata ada sesuatu yang tidak beres. Yo wis akhirnya kita putusin ganti ban luar dalam 4 biji (untung dapat blt dan boleh dikredit ehhehe... jadi gak kerasa). Tak lebih dari 1 jam urusan mobil selesai, dan kita berpamitan pada si petugasa dan ngucapin terima kasih. Kita semua dah pada naik mobil, lha kok dengan tiba2 si rafif turun lagi, dan berjalan menuju si pegawai pon tadi, didepannya dia langsung membungkukkan badan, dan bilang arigatou., baru Rafif naik edalam mobil. Spontan pegawai dan mereka yang melihatnya langsung ketawa... Ada2 saja nak ... Nah satu lagi... seperti biasa, Saat kita dalam ruangan menunggu urusan ban selesai, Safa minta dibelikan minum yang dibeli dari mesin/mungkin kita biasa bilang atm minuman/vending machine/ dijepang biasa disebut sebagai jidhohambaiki, Safa masukin uangnya, pencet menu minuman pilihan dan botol/kaleng berisi minuman jatuh dan siap diambil. Begitu melihat Safa membawa minuman, Rafif tidak langsung minta ke Safa/merebutnya. Melainkan dengan tenang dia berjalan menghapiriku, lalu tanganku ditarik dan dia bilang "mama mama" sambil tangannya nunjuk mesin jidohambaiki. Begitu Rafif saya beri uang, Rafif memasukkan uang, terus dia pencet pilih sendiri minuman yang diinginkan, dan minuman yang dipilnya jatuh dan diambil. Langsung deh dia tepuk tangan dan dari raut mukanya tampak gembira sekali. Perjalanan dilanjutkan ke Machan, sebuah pasar tradisional ala Jepang, kurang lebih perjalanan 45 menit dari rumah, setelah melewati pegunungan yang asri. Ramai sekali, apalagi pas hari minggu dan jam makan siang, mau makan saja ngantrinya lama banget...padahal kursi yang tersedia cukup banyak. Konon katanya omset pasar tradisional ini besar sekali, selama penjualan sabtu dan minggu saja bisa mencapai 1000 man alias 10.000.000 juta yen...luar biasa...tinggal mengalikan ke 120 untuk mendapatkan nilai rupiah. Banyak dijual beraneka ragam sayuran yang segar dan murah, makanan yang disajikanpun tergolong murah dan enak pula. Sepulang dari machan kita mampir di Yamato, melihat Koinobori (bendera berbentuk ikan) di sepanjang sungai Yamato, dan disana anak2 menikmatis ekali, seneng sekali apalagi ada lagunya " yameyori takai koi nobori... " dan SAfa minta naik boto mengelilingi sungai. Harga tiketnya lumayan murah cuma 300 untuk orang dewasa dan anak2 sebelum SD gratis.

Rafif kini semakin besar, ada saja ulah2 aneh dan kepandaian yang dia bisa sekarang. Kini engkau belajar dan berjuang tuk bisa mandiri, menyesuaikan dengan lingkungan barumu. Nak... maafkan ibumu ya... maafkan atas ketidakberdayaanku... ibu berjanji akan segera menjemputmu jika semua urusan ibu selesai. Yang pasti dalam kalbuku anak2ku, selalu ada dan terus membayangiku...

Rafif, Safa... maafkan ibu dan bapakmu ya... selamat menikmati indahnya bermain bersama teman2mu...

Alhamdulillah...

Monday, March 30, 2009

Miyaki, Masakan Palestina

Bismillahirrokhmanirrokhim

Pertengahan bulan lalu saya, Safa dan Rafif ikut acara kampusnya suami ke Miyaki, kurang lebih 30 menit perjalanan dengan bus. Acara ini diikuti oleh para mahasiswa, baik Jepang sendiri maupun mahasiswa asing beserta keluarganya. Agenda rutin tahunan, masak2. Kali ini giliran membuat masakan Palestina.
Rombongan satu bus yang terdiri dari staff bagian mahasiswa asing, nihonjin, orang Indonesia, Maroko, Thailand, Korea, China, Bangladesh, Nepal dan Palestina berangkat dari kampus pukul 9 pagi. Sesampainya di Miyaki, (lupa di gedung sekolah apa namanya...) kita disambut panitia, dan melakukan registrasi ulang.

Begitu masuk ruangan, kita memperkenalkan diri masing2 dan brother Sami Muthair (satu2nya mahasiswa asal Palestina dan tepatnya dari kota Gaza) memberikan orasi tentang sejarah Palestina, khususnya Gaza jaman sebelum 1948 ( sebelum Israel mendeklarasikan menjadi sebuah negara) hingga Palestina di tahun 2009 ini. Dimana wilayahnya menjadi sangat2 sempit dan terhimpit karena dicaplok oleh zionis Israel. Selanjutnya Daniah (istri brother Sami) menjelaskan apa2 yang akan di masak hari ini dengan bahasa Arab... Brother Sami menterjemahkan dalam bahasa Inggris... dan satu lagi orang Jepang menterjemahkan dalam bahasa Jepang...menarik.

Ini sebagian kegiatan di seputar dapurnya

Persiapan semua bahan yang akan dimasak


Ngisi kue, sejenis pancake yang namanya "Qatayef", sedangkan isinya terdiri dari dari almont yang dicincang kasar, kelapa parut, gula, buuk kayu manis dan kacang...rasanya dijamin nambah... tapi awas, kolesterol tinggi kalau kebanyakan hehehe. Foto sebelah Daniah, koki hari itu, dia teman di kelas kanjiku juga. Walaupun kita bawa anak2, tetep kita bekerja bersama kelompok2 yang sudah terbagi.

Nasi disamping namanya " Gidar rice", terbuat dari beras biryani, daging kambing, bawang putih, bawang bombai, garam, merica hitam, kunyit, kayu manis, air, minyak untuk menumis dan atasnya di taburi dengan almont goreng, bawang bombai goreng dan juga daun petersely. Sedangkan penyajiannya dimakan saat masih panas dibumbui yogurt dan salad sayuran.
Buat saya yang baru pertama kali makan ini rasanya ya sedikit aneh, tapi yo enak kok...(habis sudah lapar banget...jam 3 sore baru kelar). Aromanya mirip2 dengan makanan orang arab.



Selesai masak2, kita makan bersama dan makanan di tata sedemikian rupa diatas meja dan juga minuman khas Jepang, Ocha/teh hijau. Disamping ini anak2 yang sudah pada kelaparan, mereka curi start, makan dulu. Bagaimana tidak biasanya mereka makan pukul 12-1 an baru makan jam 3. Untung sebelumnya sudah di ganjal sama kue bekal dari rumah dan mereka tidak rewel. Alhamdulillah, anak2 pada lahab, gak tau karena keenakan atau kelaparan.





Satu set makanan yang akan kita santab, terdiri dari gidar rice, Mjaddara (nasi putih sama lentil, olive oil), musakhan (kue yang diatasnya ayam yang sudah dibumbu), Qatayef (kue yang kaya serabi berwarna kuning), secawan salad sayur dan yang pasti saya tidak habis... menu berat sih...
Seperti biasa, selesai makan, kita beres2, cuci piring sendiri, bersihin dapur sampe beres, meninggalkan tempat harus bersih sama seperti saat baru datang, kita foto bareng. Karena ada kelebihan makanan yang cukup banyak, kita dipersilahkan untuk membawa pulang. Dan didepan pintu keluar kita masih diberi oleh2 sebungkus kedelai. Alhamdulillah. Hari yang menyenangkan, dan menarik buat nambah pengalaman.

Alhamdulillah

Tuesday, March 03, 2009

Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり)

Bismillahirrokhmanirrokhim

Hari ini tanggal 3 Maret, di Jepang diperingati sebagai hari anak perempuan atau Hinamatsuri, 雛祭り, ひなまつり, atau Hina Matsuri diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Kebanyakan dan sudah menjadi tradisi kalau keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō/ 雛人形, atau boneka festival.
Perayaan ini sering disebut sebagai Festival Boneka / Festival Anak Perempuan.
Konon katanya dulu berawal dari permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Satu set boneka terdiri dari ningyo nya kaisar, permaisuri, puteri istana/dayang-dayang dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang.
Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono.
Perayaan tak lebih dari acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Biasanya sebulan sebelum atau dua minggu sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial. Jadi boneka hinamatsuri hanya akan dijumpai di saat menjelang tanggal 3 Maret, selebihnya mulai tanggal 4 semua boneka harus sudah dimasukkan kembali dalam kotak penyimpanan.
Konon menurut kepercayaan orang Jepang makna dari perayaan ina matsuri ini, bertujuan untuk mendoakan anak perempuan, apabila dewasa kelak cepat mendapatkan jodohnya. itulah salah satu dari tradisi Jepang yang selalu dan masih dilestarikan sampai saat ini.

Matsuri dibawah ini diadakan tanggal 31 Februari dan 1 Maret, mulai pukul 18.30 sampe 20.00 di sekitaran Saga jinja.

Sepasang Ningyo hinasama terbuat dari pahatan es, cantik sekali

Ratusan lampion lampu di larung di sepanjang sungai (kebanyakan yang melakukannya keluarga yang mempunyai anak perempuan).

Sementara lampion lampu menelusuri sungai, diiringi alunan tiupan suling yang indah dari panggung diatas sungai

Tidak heran bila untuk saat-saat menjelang tanggal 3 Maret dimanapun berada akan dijumpai ningyo ini. Seperti di kantor2, sekolah2, juga di pertokoan. Dan harga satu set boneka ini bisa mencapai jutaan rupiah, ada yang seharga 15 juta rupiah atau lebih.

Masyarakat Jepang sangat antusias menyambut event2 seperti ini. Terbukti dari semaraknya acara2 yang berbau hinamatsuri. Di Saga sendiri, ada event tahunan, semacam pameran, atau memajang boneka2 hinamatsuri, baik itu boneka2 lama yang telah berumur sekitar 100 tahun, ada juga yang ningyo yang masih baru, lengkap dengan semua perlengkapan dan barang2 kuno lainnya.
Atraksi pukul Taiko/ gendang. Taiko de thong thong thong...

Safa dan Rafif dipanggil Oguchi Atsuko san/tengah, dikasih kue malboro dan diajak foto.

Sedikit cerita, Rafif seneng banget lihat ini, duduk dengan seksama, anteng, melihat dan mendengarkan dengan sesama dan selesai langsung tepuk tangan dan senyum2 puas... Ada juga peragaan busana kimono, sayang saat itu gak sempat motret, karena Rafif sudah mau lari ikut jalan. Sedangkan kami cuma bertiga, suami masih juga ngampus...hiks hiks padahal hari libur.


Ada bazar barang2 kuno, mulai dari kimono, keramik, lampu2, lukisan, mainan, kereta tua, samurai, harganya muahall dan sayang yang datang pun juga orang2 yang sudah lanjut usia. Anak mudanya pada kemana ya...?

Disamping lokasi bazar, banyak sekali dijumpai burung dara atau hato. Safa dengan senang hati kasih makan hato dengan mame/kedelai. Kalau sudag mainan begini, anak2 susah diajak pulang.


Safa kasih makan burung dara, di bawah batu ini ada banyak ikan besar, begitu ada makanan yang jatuh/lolos dari mulut dara, langsung ditangkap sama ikan2 di bawahnya.

Kemaren di hoikuennya Safa juga diadakan matsuri ini, ada partynya pula. Dan pulangnya setiap anak dibawain boneka hinamatsuri dari kertas, yang didalamnya diisi dengan okasi/makanan ringan.


Sepasang ningyo ohinasama

Cerita2 tentang hinamatsurinya Safa bisa dilihat di setiap bulan Maret di postingan blog ini.

Alhamdulillah

Wednesday, February 25, 2009

Mencoba up date lagi

Bismillahhirokhmanirrokhim

Ternyata sudah sebulan lebih tak kusentuh blogspotnya cerita anak2. Duh sebenarnya pingin banget. Tapi apa daya, waktu sepertinya tidak cukup untuk bermain disini. Si kecil yang sudah sangat2 aktif sekali, blas gak bisa ditinggal. Gak mungkin lagi saya asyik ngeblog, sementara anak telantar. Maunya bermain ditemani terus, kalau gak gitu dia suka sekali manjat2. Sering sekali tuh kakinya berdiri di galon tempat air, suka bongkar2 isi lemari, semua buku2 yang sudah ditata rapi, diturunkan dan jadi berantakan sekali, juga isi kulkas. Jadi jangan heran kalau dirumah semua pintu lemari dan kulkas diberi plester. Kalau tidak waow... bisa berantakan semuanya. Barusan malah dia mengambil satu bungkus bubuk kedelai di laci lemari, saat kutinggal sebentar saja ke dapur itu bubuk kedelai sudah dimasukkan ke dalam stobu (pemanas). Tercium bau gosong, segera kucari sumbernya, eh ternyata stobuku gosong. Untung ... gak sampe kebakaran. Dan ternyata setelah stobu di bongkar isinya bermacam2, ada pensil, bolpen... Dan hobby barunya sekarang suka masuk ke kamar mandi...jadi pintu kamar mandi harus selalu tertutup, kebuka sedikit saja alamat langsung masuk di bak mandi dan mainan air (dalam hal ini ember untuk mandinya rafif..bukan bak kamar mandi tempat air). Terus pintu rumah kebuka sedikit langsung lari ke luar dan tangannya mainan tanah atau batu kecil di depan rumah. Kalau sudah pegang bola, langsung deh digiring, mantab...bener2 cowok men.... Wis pokoknya, sekarang semuanya harus diawasi bisa2 berbahaya, karena apapun yang dijumpai pasti akan dimakannya. Berat badan kayaknya juga semakin mantab, seneng banget melihat maemnya sekarang jadi gampang.

Hasil test alergi Rafif bulan lalu, ada sedikit alergi pada susu, semua jenis kacang2an dan putih telur. Tapi tarafnya masih rendah, paling cuma 10 % an. Kata dokter tidak apa2, dan dianjurkan untuk diberi setiap hari, agar anak menjadi kebal dan terbiasa. Dan alhamdulillah sejauh ini perkembangannya cukup baik, merah2 sudah mulai banyak berkurang dan hampir sudah tidak ada. Mudah2an ini berlangsung selamanya (dokter disini tidak memberi obat/penawar lainnya).

Beralih ke Safa, Safa makin montok, makin gedhe, makin banyak maunya, makin banyak pertanyaan. Suka sekali menggambar dan mewarnai (bisa gambar orang2an, bunga, rumah, an panman dll), suka menyanyi (terutama nihon go) dan suka bereksperiman dengan menggunting2 kertas dan melipat kertas untuk dijadikan berbagai macam bentuk yang disini dikenal sebagai origami. Sukanya menanyakan dalam berbagai bahasa. Misalnya konichiwa, itu bahasa Indonesianya apa..bahasa Malaysianya apa..bahasa Inggrisnya apa..bahasa Cinanya apa...bahasa Arabnya apa...? lhah jelas pertanyaan2 seperti itu susah sekali saya jawab, wong saya bukan ahli bahasa. Wis ... anakku ternyata sudah besar. Nah, kemampuan Safa yang lain, alhamdulillah sudah mau belajar menulis dengan baik dan benar. Kenapa begitu...? dulu susah kalau disuruh/diajari. Alhamdulillah sekarang dengan kesadaran sendiri sudah mau, bahkan sering minta. Suka sekali di dikte... coba mbak safa nulis namanya sendiri... nama adik, mama, papa ... Safa beli buku, mata saya dua, dll yg singkat dan pendek2 insyaallah sudah bisa dimengerti, dan sudah bisa menghafalnya. alhamdulillah nulisnya sudah bener, cuma kalau membaca masih sebatas mengeja. Biar gak papa, pelan2, saya tidak paksakan. Foto diatas foto di kelasnya Safa saat acara sankan bi minggu lalu. Takaoka sensei sedang membacakan cerita, lihatlah betapa seriusnya anak2 mendengarkan cerita itu. Foto2 yang lainnya bisa dintip disini ya.

Sungguh merupakan tahap yang sangat sulit bagi saya mengajari untuk belajar membaca dan menulis. Sedari dulu selalu menjawab di hoikuen safa gak diajar (sekolah disini hingga kelas satu SD tahabnya hanya bermain dan bermain, tidak seperti di Indonesia, masuk SD sudah harus sudah bisa membaca), nggak mau... maunya bermain.... duh kalau sudha dijawab begitu... rasanya saya merasa orang paling bodoh... (memang dari dullu saya mah bodoh)...bingung juga diberi penjelasan segala macam juga masih belum bisa menerima. Sepertinya memang lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pendidikan anak.

Duh jadi cerita panjang nih.... mumpung Rafif nya masih enak bobok, lagian di luar juga hujan gak reda2.



Biar gak hilang dalam ingatan, foto diatas saat kami ke Kumamoto (kurang lebih 3 jam) perjalanan naik densha/kereta. Menjenguk tante Linda yang habis melahirkan, mudah2an kelak adik Toriq jadi anak yang sholeh, bermanfaat bagi umat. Dan foto sebelahnya kita berada dalam kawasan Kumamoto Jo, bersama rombongan dari Saga, Pak Harsono dan pak Basuki dan juga dengan bosnya Kumamoto hahal food, par Marlo.
Untuk foto2 nya yang lain bisa diintip disini.

Mudahan kelak suatu waktu bisa dibaca anak2ku di kala sudah bisa membaca. Yup... Rafif bangun... sekian dulu ya....

Alhamdulillahhirobbil alamin...